INFORMASI DAN BERITA

kv
article

Mahasiswa Politeknik ATI Makassar Raih Juara Karya Tulis Ilmiah Nasional

calendar

20 March 24

Kementerian Perindustrian terus berupaya menjalankan upaya dekarbonisasi di sektor industri. Kemenperin mendorong para pelaku industri dan stakeholder untuk berkomitmen mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2050, atau 10 tahun lebih cepat daripada target NZE nasional pada tahun 2060.

Upaya dekarbonisasi yang salah satunya ditempuh melalui penerapan industri hijau yang memanfaatkan energi terbarukan juga menjadi fokus pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) industri melalui unit pendidikan yang dimiliki oleh Kemenperin, di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), salah satunya Politeknik ATI Makassar.

“Untuk mendorong kualitas SDM dalam penerapan industri hijau, Kemenperin mendorong para mahasiswa untuk mendalami lebih lanjut mengenai penerapan industri hijau,” ujar Kepala BPSDMI Kemenperin Masrokhan di Jakarta, Sabtu (15/3).

Ia melanjutkan, mahasiswa Politeknik ATI melakukan riset yang salah satunya dituangkan sebagai karya tulis ilmiah berjudul “Produksi Silika dalam Peningkatan Nilai Tambah Produk Penggilingan Padi”, yang berhasil memenangkan juara tiga pada lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional pada Hasanuddin Techno Fest #8 dengan tema "Renewable Energy for National Prosperity" yang dilaksanakan Universitas Hasanuddin pada 8 Maret 2024 lalu.

Disusun oleh tiga mahasiswa dari Jurusan Teknik Kimia Mineral Politeknik ATI Makassar, yaitu Faturrachman Fadhilah, Sitti Khusnul Khotimah, dan Sumayyah yang tergabung dalam tim “The Neutrons”, karya tulis ilmiah tersebut berakar dari masalah penumpukan sekam padi di Indonesia. Dalam produksi padi di negara penghasil beras seperti Indonesia, tingginya sekam padi yang dihasilkan membutuhkan tempat penumpukan dan pembakaran untuk mereduksi volume sekam padi. Selain itu, volume sekam padi yang tinggi juga berpotensi mencemari lingkungan.

 

Sekam padi sendiri memiliki potensi untuk dapat memproduksi silika dari abu sekam padi hasil pembakaran sekam di boiler. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi silika dari abu sekam padi kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan mengoptimasi proses leaching abu sekam padi dan presipitasi silika dari leachate.

Menurut Masrokhan, prestasi ini sejalan dengan motto unit pendidikan Kemenperin, yakni “One Vocational Unit, One Great Achievement”. Motto ini harus konsisten diimplementasikan oleh seluruh unit kerja di lingkungan BPSDMI Kemenperin, agar setiap tahun dapat menghasilkan dan melaporkan satu great achievement atau pencapaian yang besar.

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, mengapresiasi torehan prestasi mahasiswanya. "Kompetisi yang mereka ikuti adalah wadah bagi mahasiswa untuk berkreasi dan mengeksplorasi ilmu yang diperoleh di kelas. Selain itu, jug merupakan ajang menjalin jejaring antarmahasiswa," kata Basri.

Sebelumnya, Politeknik ATI Makassar meraih Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Nasional yang diselenggarakan Forum Lembaga Mahasiswa Perindustrian Indonesia (FLMPI) pada 17-18 Februari 2024 di Politeknik ATI Padang.

Politeknik ATI Makassar merupakan salah satu dari 11 politeknik yang dimiliki oleh Kemenperin. Politeknik tersebut mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang teknologi industri dan manufaktur, yang memiliki empat program studi yakni Teknik Industri Agro, Teknik Manufaktur Industri Agro, Teknik Kimia Mineral, dan Otomasi Sistem Permesinan.

Baca Selanjutnya

article

Perkuat Hubungan Kerja Sama Vokasi Kemenperin dan Korea Selatan, Majukan SDM Nasional Terampil

calendar

14 March 24

Pemerintah terus berupaya melakukan peningkatan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing. Dalam hal ini, pemerintah memegang peranan penting untuk menyiapkan program-program strategis yang menghasilkan SDM berkualitas dan siap memasuki industri kerja. Pengembangan SDM juga merupakan salah satu dari prioritas dalam pelaksanaan program Making Indonesia 4.0. Dalam periode bonus demografi, yaitu ketika struktur demografi didominasi oleh penduduk usia muda, pengembangan kualitas SDM menjadi sangat penting.  

“Untuk mempersiapkan bonus demografi dengan pembangunan SDM di era digital saat ini, kelompok usia produktif harus dibekali dengan keterampilan yang mampu mengembangkan potensi diri ketika terjun langsung di dunia industri kerja dan mampu menjawab semua tantangan terkait era industri 4.0,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan, di Banten, Rabu (6/3).

Salah satu upaya yang terus dilakukan oleh Kemenperin melalui BPSDMI dalam rangka peningkatan keterampilan SDM industri adalah menyelenggarakan pelatihan yang mengedepankan skilling, upskilling, dan reskilling melalui program kerja sama yang dilakukan antar lembaga dan pemerintah.

Masrokhan menyampaikan, sudah ada beberapa bentuk kerja sama MoU yang dibangun antara Satuan Kerja (Satker) BPSDMI dengan perusahaan Korea Selatan. Hubungan antara Kemenperin dan pemerintah Korea Selatan yang telah dibangun baik tentunya membuka peluang bagi SDM nasional mendapatkan pembelajaran dan mampu berdaya saing dengan SDM negara-negara maju.

Salah satu kerja sama yang telah terjalin adalah antara Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) bersama PT Krakatau Posco dan Korea National Ppuri Industry Center. Ppuri yang dalam bahasa Korea berarti “akar” merupakan istilah untuk menyebut teknologi yang digunakan dalam proses dasar di sektor manufaktur. Teknologi tersebut memegang peranan penting terhadap kualitas teknologi modern saat ini.

Melalui kerja sama teknologi Ppuri, diharapkan pemerintah dan pemangku kepentingan industri Korea Selatan dapat meningkatkan proses pelatihan/peningkatan kapasitas pekerja industri nasional, serta dapat membantu penerapan sertifikasi standar sumber daya manusia (SDM) industri di Indonesia.

Politeknik Industri Petrokimia Banten, PT Krakatau Posco, dan Korea National Ppuri Industry Center telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 4 Maret 2024, bertempat di Hotel Mulia sebagai bentuk Upaya memperkuat komitmen dari para pihak tersebut untuk membina para profesional terampil dalam sektor teknologi khususnya teknologi Ppuri.

Kolaborasi yang komprehensif ini akan diwujudkan melalui berbagai aspek kerja sama, meliputi pendidikan vokasi, termasuk pengembangan program, peningkatan infrastruktur, dan kemitraan industri. Kolaborasi ini juga bertujuan untuk memberdayakan para pemimpin generasi berikutnya sekaligus memperkuat hubungan Indonesia-Korea.

MoU ini juga mengacu pada perjanjian kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya yaitu antara BPSDMI dan Pusat Industri Ppuri Nasional Korea tentang Kerja Sama Teknologi Ppuri, yang ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 September 2023, dan juga MoU BPSDMI dan PT Krakatau POSCO tentang Kerja Sama Penyediaan Sumber Daya Manusia Industri Sektor Logam, yang ditandatangani di Jakarta pada tanggal 29 Agustus 2023 lalu.

“Kerja sama antara PT. Krakatau Posco, KPIC, dan Politeknik Industri Petrokimia Banten telah memberikan hasil positif. Saat ini, terdapat 10 mahasiswa PT. Krakatau Posco yang telah menjadi bagian integral dari pembelajaran di Politeknik Industri Petrokimia Banten,” jelas Masrokhan.

Kerja sama tersebut tidak hanya memberikan mahasiswa pengalaman praktis yang berharga, tetapi juga menjadi jembatan nyata antara teori dan aplikasi di dunia industri. Selain itu, pada Tahun Ajaran 2023/2024 juga dilakukan pengembangan kelas industri PT. Krakatau Posco di Politeknik Industri Petrokimia Banten. “Kami yakin kelas ini akan menjadi wadah yang sangat berharga untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkembang dalam industri,” harap  Direktur Politeknik Industri Petrokimia Banten, Supardi.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin dan Pemkab Morowali Berkomitmen Tempa Calon SDM Industri Lokal di Morowali

calendar

14 March 24

Pelatihan vokasi berbasis kompetensi menjadi salah satu program prioritas Kementerian Perindustrian pada tahun 2024. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimis kinerja industri manufaktur semakin cerah. "Kami memproyeksi untuk pertumbuhan industri pengolahan nonmigas 2023 sebesar 4,81 persen, dan kami tetapkan target 2024 sebesar 5,80 persen,” sebutnya di Jakarta pada Minggu (14/1).

Salah satu implementasi untuk mewujudkan target tersebut adalah penyelenggaraan pendidikan vokasi industri di unit pendidikan vokasi industri. Pada Senin (2/19), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Morowali tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan D3 Vokasi Industri dan Program Pendidikan Setara Diploma 1 di Politeknik Industri Logam Morowali.

"Saya berharap dan yakin bahwa melalui program ini akan sangat membantu masyarakat asli Morowali untuk mendapatkan kesempatan dalam mengenyam pendidikan tinggi dan dapat bekerja di industri," kata Kepala BPSDMI, Masrokhan, dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut.

Dalam kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Morowali akan memberikan beasiswa untuk mahasiswa D3 Politeknik Industri Logam Morowali berupa Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), akomodasi selama 1 tahun pertama, dan bantuan perlengkapan. Penerima beasiswa adalah peserta didik yang berasal dari wilayah Kabupaten Morowali dan akan direkrut melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS).

"Pemberian beasiswa Program Diploma 3 akan menjadi stimulus dalam menarik bakat-bakat terbaik dari masyarakat Morowali, untuk menjadi tenaga kerja industri yang kompeten dan profesional," lanjut Masrokhan.

Selain beasiswa program Diploma 3, BPSDMI Kemenperin juga menggandeng Pemkab Morowali untuk menyelenggarakan Program Setara Diploma 1. Secara umum, program ini memiliki tiga tahapan, yakni pendidikan, sertifikasi, dan penempatan kerja. Peserta didik akan menjalani program selama satu tahun, dan akan langsung ditempatkan di industri setelah lulus.

Saat ini, Program Diploma 3 di Politeknik Industri Logam Morowali diikuti sebanyak 368 mahasiswa aktif, dengan 41 orang diantaranya merupakan masyarakat asli Morowali. Selain itu, terdapat pula 61 mahasiswa Program Setara Diploma 1 yang seluruhnya merupakan warga Morowali. Program ini diikuti sebanyak 61 peserta.

"Tentunya kita berharap semakin banyak warga kabupaten Morowali yang menjadi mahasiswa di Politeknik Industri Logam Morowali, sehingga akan semakin banyak pula masyarakat lokal yang berkontribusi dalam pembangunan industri di Kabupaten Morowali," imbuh Masrokhan.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kemenperin, Jonni Afrizon, mengungkapkan bahwa kerja sama bertujuan menempa kompetensi calon tenaga kerja industri lokal. “Program ini diinisiasi dari pemetaan kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Morowali untuk meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Morowali.”

Penyediaan SDM terampil dan kompeten melalui pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, sebagaimana yang diselenggarakan melalui Politeknik Industri Logam Morowali, merupakan insentif non fiskal yang dapat mendorong hilirisasi. Program hilirisasi sendiri dapat memberikan multiplier effect atau dampak berganda, diantaranya meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, menarik investasi masuk di tanah air, menghasilkan devisa besar dari ekspor, dan menambah jumlah serapan tenaga kerja.

Baca Selanjutnya

article

KT&G Korea Selatan Salurkan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kampus Kemenperin

calendar

14 March 24

Korea Selatan melalui Korea Tomorrow & Global (KT&G) Scholarship Foundation mendorong pembangunan SDM industri kompeten dan berdaya saing dengan mengalokasikan dana CSR sebesar Rp499.650.000 untuk membantu mahasiswa di kampus di lingkungan Kementerian Perindustrian.

"Saya menyambut baik dan mengapresiasi KT&G yang berkomitmen mengalokasikan dana untuk membantu mahasiswa berprestasi yang kurang mampu di Politeknik maupun Akademi Komunitas Kementerian Perindustrian," ujar Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan SDM Aparatur BPSDMI Kemenperin, Restu Yuni Widayati, yang mewakili Kepala BPSDMI, Masrokhan pada Senin (22/1) di Jakarta.

Di dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani kedua pihak pada Senin (22/1) di Gedung PIDI 4.0, Jakarta, disebutkan bahwa terdapat 134 penerima beasiswa yang akan digunakan untuk biaya studi mahasiswa.

“Kepada Para Direktur Politeknik yang para mahasiswanya mendapatkan beasiswa dari KT&G, agar dipesankan kepada para mahasiswa untuk memanfaatkan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” lanjut Restu.

Pembangunan SDM Industri kompeten dan berdaya saing tersebut diselenggarakan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi pada 29 satuan kerja Pendidikan dan Pelatihan di bawah Kementerian Perindustrian, yang terdiri dari 9 SMK, 13 Politeknik dan Akademi Komunitas serta 7 Balai Diklat Industri yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

“Penyelenggaraan pendidikan vokasi industri di lingkungan Kementerian Perindustrian, saat ini telah menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan vokasi secara nasional. Tidak saja karena program studinya yang spesialis, juga karena link and match yang kuat dengan dunia usaha industri, sehingga seluruh lulusannya dapat terserap di Industri dalam waktu kurang dari 1 tahun,” papar Restu.

Pada tahun 2023, unit pendidikan di lingkungan kemenperin telah mencetak 5.673 lulusan, dengan rincian 87,34% dari 2163 lulusan SMK serta 74,04% dari 3510  lulusan politeknik dan akom sudah terserap dunia kerja ketika lulus. Untuk lulusan lainnya, masih dalam proses perekrutan pada masa tunggu maksimal selama enam bulan.

Sementara itu, KT&G sendiri merupakan perusahaan Korea Selatan yang bergerak di sektor makanan dan minuman, obat-obatan, hingga produk herbal. Yayasan Beasiswa KT&G merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tersebut.

“Kami berharap beasiswa ini akan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang, dan dapat diperluas cakupannya tidak hanya untuk mahasiswa Politeknik/Akademi Komunitas, tetapi juga untuk siswa-siswi pada jenjang SMK,” tutup Restu.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Hadirkan Diklat Upskilling Sektor Pengelasan Berbasis 3 in 1

calendar

28 November 23

Sektor industri merupakan faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, salah satu sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja yang kompeten adalah bidang pegelasan. Dalam kurun waktu lima tahun, Indonesia membutuhkan 45.000 tenaga ahli pengelasan di berbagai spesifikasi aktifitas pengelasan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di beberapa sektor industri, misalnya industri perkapalan, pertambangan, minyak dan gas, otomotif dan perbengkelan, termasuk pembangunan infrastruktur dengan jumlah SDM yang besar. 

Untuk memenuhi ketentuan perundangan dan kebijakan yang menyatakan bahwa Group Leader yang bekerja pada sub bidang pengelasan harus kompeten dan bersertifikat, maka kebutuhan industri akan tenaga Group Leader yang kompeten sangat besar sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh akreditasi serta persyaratan dalam melaksanakan tugas sebagai Leader yang benar serta untuk memenuhi kebutuhan bagi lembaga dan perseorangan untuk memperoleh pengakuan kompetensi Group Leader pada Jenjang Kualifikasi III Sub Bidang Pengelasan .

Pada hari Sabtu, 25 November 2023 Pelatihan Vokasi Industri Upskilling Berbasis 3 in 1 Sektor Pengelasan Okupasi Group Leader  Angkatan 1 telah di tutup oleh Gumilang Cahaya Permana selaku pihak yang mewakili Pusdiklat SDM Industri. Kegiatan pelatihan ini berlangsung sejak tanggal 16 – 25 November 2023 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Acara penutupan dihadiri oleh Bapak I Putu Artha selaku Direktur LSP Perkapalan Nusantara, Tim Assesor, Tim Instruktur, dan 30 peserta pelatihan yang telah dinyatakan kompeten.

Baca Selanjutnya

article

Pelatihan Penyangraian Kopi di Bengkulu, "Segitiga Emas" Penghasil Kopi

calendar

22 November 23

Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat 3 (tiga) pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Sektor industri merupakan faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, salah satu sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja yang kompeten adalah industri pengolahan kopi. Indonesia memiliki peluang dalam pengembangan industri pengolahan kopi, karena selain punya pasar yang besar, juga didukung dengan potensi bahan baku. Sektor ini termasuk dalam kelompok industri makanan dan minuman, industri yang mendapat prioritas pengembangan sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0. 

Provinsi Bengkulu merupakan salah satu penghasil kopi yang cukup besar dengan rata-rata 57 ribu ton per tahun dari jenis kopi robusta dan arabika. Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang masuk ke dalam “segitiga emas” kopi, bersama Lampung dan Sumatera Selatan.

Pada hari Senin, 20 November 2023 Pelatihan Vokasi Industri Upskilling Penyangraian Kopi  Angkatan 2 di buka oleh Gumilang Cahaya Permana selaku pihak yang mewakili Kepala Pusdiklat SDM Industri BPSDMI. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Produksi Kopi Kabupaten Kepahiang, Bengkulu yang dihadiri oleh Bapak Ghani selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Tim Instruktur, Tim Panitia dari LPK Borju Kepahiang, dan 30 peserta pelatihan. Pelatihan ini dimulai sejak tanggal 20 – 26 November 2023.

Baca Selanjutnya

article

Sambangi AS, BPSDMI Bawa Oleh-oleh MoU Kerja Sama SDM Industri 4.0

calendar

22 November 23

Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang menggalakkan penerapan industri 4.0 pada sektor manufaktur. Amerika Serikat mengotomatisasi proses manufaktur tradisional menjadi lebih efisien menggunakan teknologi robotik, Internet of Things (IoT), analisa big data, artificial intelligence, dan teknologi lainnya.

Kementerian Perindustrian melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0)  telah menjalin kerja sama terkait industri 4.0 dengan entitas bisnis (industri) dan asosiasi dari Amerika Serikat seperti American Society for Testing and Materials (ASTM), Intel, Amazon Web Services (AWS), dan McKinsey.

“Kami telah melakukan penandatanganan MoU antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) yang menaungi PIDI 4.0 dengan ASTM dari Amerika Serikat tentang Pengembangan SDM Industri dan Transformasi Industri 4.0,” ujar Kepala BPSDMI, Masrokhan, dalam penandatanganan MoU di kantor ASTM pada Jumat (17/11) lalu. 

Cakupan kerja sama BPSDMI dan ASTM antara lain Kolaborasi pelatihan Industri 4.0 untuk upskilling, reskilling, dan cross-skilling bagi Sumber Daya Manusia industri (SDM) di Indonesia  dalam bidang Desain untuk Manufaktur Aditif, Keamanan Manufaktur Aditif, Jaminan Mutu Manufaktur Aditif Logam, Kualifikasi dan Sertifikasi Manufaktur Aditif, dan Proses Laser Powder Bed Fusion Logam Tingkat Lanjut.

Selain itu, kerja sama juga meliputi Proyek penelitian dan pengembangan Industri 4.0 yang dapat didukung oleh Additive Manufacturing Center of Excellence (AM CoE), workshop, konferensi, simposium, serta berbagai program potensial lainnya.

ASTM dapat memberikan bantuan kepada organisasi lokal melalui pengembangan dokumen panduan, pelatihan khusus, penyiapan fasilitas Industri 4.0 yang sesuai dengan standar internasional,  penyiapan sistem manajemen mutu, dan penyusunan kerangka kualifikasi dan sertifikasi di Industri 4.0. 

Selain penandatanganan MoU dengan pihak ASTM, perwakilan BPSDMI juga mengunjungi Departemen Komersialisasi US dan Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST) Amerika Serikat pada Kamis (16/11).

“Saya ingin menekankan bahwa NIST dan BPSDMI (PIDI 4.0) memiliki  tujuan yang sama yaitu mendorong inovasi dan daya saing industri dengan memajukan teknologi sebagai upaya peningkatan ketahanan ekonomi,” ujar Masrokhan.

Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama yang dapat dijalin Indonesia dan NIST terkait transformasi industri atau sektor lain yang terkait. Masrokhan yakin bahwa diskusi tentang transformasi digital dan advanced manufacturing akan memberikan inspirasi bagi para pihak untuk dapat mengidentifikasi potensi kolaborasi antara PIDI 4.0 dengan NIST.

“Melalui  diskusi bilateral antara pihak Indonesia US, saya saya merasa terhormat untuk membangun kemitraan antara BPSDMI (PIDI 4.0) dengan NIST melalui pelaksanaan program dan kegiatan kolaboratif,” kata Masrokhan.

PIDI 4.0 diluncurkan pada awal Desember 2021 dengan misi menjadi one stop solution penerapan industri 4.0 di Indonesia. Saat ini PIDI 4.0 telah memiliki 44 mitra dari dalam maupun luar negeri yang terdiri dari industri, asosiasi, hingga unit pendidikan.

Baca Selanjutnya

article

Pertama di Indonesia SMK-SMTI Yogyakarta Buka Kelas Teknologi Industri Baja

calendar

13 November 23

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) - Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Yogyakarta akan membuka jurusan atau kelas baru yakni Teknologi Industri Baja untuk tahun ajaran 2024/2025.

Pembukaan kelas Teknologi Industri Baja di Tahun Pelajaran Baru yang akan datang merupakan permintaan dari industri baja akan ketersediaan tenaga kerja di bidang tersebut untuk level SMK, yang belum ada di Indonesia.

Pihaknya bekerjasama dengan PT Krakatau Posco salah satu perusahaan yang mengembangkan baja.

"Kelas ini ada di konsentrasi keahlian Teknik Kimia Industri dengan spesialisasi baja dan disebut kelas teknologi industri baja," kata Kepala SMK-SMTI Yogyakarta Raden Rara Ening Kaekasiwi, Jumat (10/11/2023).

Dijelaskan Ening, lama pendidikan siswa jurusan ini selama 3 tahun dengan program 2 tahun belajar teori dan praktek di sekolah dan 1 tahun praktek di Industri.

"Diawal Kerjasama ini dibuka 1 kelas dengan jumlah siswa 20 orang. Kurikulum disusun bersama antara sekolah dan PT. Krakatau Posco dengan tetap mengakomodir kurikulum nasional," ujarnya.

Sementara tenaga pendidiknya disediakan dari sekolah dan industri.

Keterlibatan industri dimulai sejak dari penerimaan siswa baru hingga penempatan kerja lulusan.

Disinggung prospek kerja bagi lulusan Teknologi Industri Baja, Ening menjelaskan mengacu pada konsumsi industri baja nasional dan ekspor industri besi dan baja yang terus meningkat dari tahun ke tahun, maka selama itu pula dibutuhkan tenaga kerja dibidang baja. 

"Dan ilmu khusus teknologi industri baja tingkat SMK, baru ada di SMK SMTI Yogyakarta. Perlu diketahui bahwa Indonesia adalah produsen baja terbesar di ASEAN," tegasnya.

Dengan kebutuhan konsumsi baja nasional yang besar ditambah industri baja di Indonesia yang jumlahnya puluhan, maka peluang kerja bagi lulusan kelas khusus baja ini masih sangat besar apalagi hanya 20 orang lulusan per tahun.

Dia menambahkan SMK-SMTI Yogyakarta kurikulumnya dirancang untuk bekerja (71 persen Praktek, 29 persen teori). 

Pilihan untuk melanjutkan setelah lulus bukan merupakan tujuan sekolah SMK akan tetapi tidak menutup kemungkinan siswa lulusan SMK dapat melanjutkan kuliah. 

Jurusan yang dipilih jika akan melanjutkan studi tentu saja sesuai konsentrasi keahlian sewaktu di SMK sehingga tidak begitu sulit mengejar ketertinggalan dengan lulusan SMA.

"Dan ilmu khusus teknologi industri baja tingkat SMK, baru ada di SMK SMTI Yogyakarta. Perlu diketahui bahwa Indonesia adalah produsen baja terbesar di ASEAN," tegasnya.

Dengan kebutuhan konsumsi baja nasional yang besar ditambah industri baja di Indonesia yang jumlahnya puluhan, maka peluang kerja bagi lulusan kelas khusus baja ini masih sangat besar apalagi hanya 20 org lulusan per tahun.

Dia menambahkan SMK-SMTI Yogyakarta kurikulumnya dirancang untuk bekerja (71 persen Praktek, 29 persen teori). 

Pilihan untuk melanjutkan setelah lulus bukan merupakan tujuan sekolah SMK akan tetapi tidak menutup kemungkinan siswa lulusan SMK dapat melanjutkan kuliah. 

Jurusan yang dipilih jika akan melanjutkan studi tentu saja sesuai konsentrasi keahlian sewaktu di SMK sehingga tidak begitu sulit mengejar ketertinggalan dengan lulusan SMA.

Harapan ke depan kelas yang akan dibuka tahun pelajaran baru nanti mendapat respon positif dari masyarakat.

"Sehingga pendaftarnya banyak, input kita baik. Proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan lulusannya sesuai ekspektasi dari industri baja," ujarnya.

Kemudian harapan jangka panjang, turut disampaikan Ening akan ada lagi industri yang bisa bekerjasama dengan sekolah untuk membuka kelas khusus sesuai kebutuhan spesialisasi mereka.


Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Pertama di Indonesia SMK-SMTI Yogyakarta Buka Kelas Teknologi Industri Baja, Ini Peluang Kerjanya, https://jogja.tribunnews.com/2023/11/10/pertama-di-indonesia-smk-smti-yogyakarta-buka-kelas-teknologi-industri-baja-ini-peluang-kerjanya?page=2.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah






Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Gandeng S4C Swiss dan ILO untuk Tempa Kualitas Politeknik

calendar

08 November 23

Kementerian Perindustrian menargetkan program pelatihan vokasi  dapat melatih setidaknya 10% dari jumlah kebutuhan tenaga kerja industri. Untuk mencapai target tersebut, Kemenperin menguatkan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai stakeholders.

"Saat ini, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian tengah bekerjasama dengan pemerintah Swiss melalui proyek Skills for Competitiveness (S4C)," kata Kepala BPSDMI, Masrokhan.

Kerja sama BPSDMI dengan S4C bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri di Indonesia melalui penyiapan tenaga kerja profesional yang kompeten melalui unit pendidikan vokasi. Dalam hal ini, BPSDMI juga bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Sejauh ini, aktivitas kolaborasi antara BPSDMI dan S4C adalah percepatan implementasi Dual System  Industrial Vocational Education (Dual VET) di empat kampus dalam naungan Kemenperin, yakni Politeknik Industri Logam Morowali, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Politeknik Industri Petrokimia Banten, dan Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng.

"Empat kampus tersebut merupakan bagian dari 13 kampus Kementerian Perindustrian yang berfokus pada sektor-sektor industri dan telah menerapkan pendidikan vokasi dual system melalui kerja sama dengan setidaknya 1.600 perusahaan yang siap mengakomodasi 5000 lulusan sekolah dan kampus kami setiap tahunnya," ujar Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Emmy Suryandari, dalam acara Pembukaan Pelatihan Penguatan Manajemen Kelembagaan Institusi Vokasi pada Senin (30/10) di Jakarta.

Dalam Pelatihan yang bertajuk Future Polytechnic: Towards Dual VET 4.0 tersebut, para peserta didorong untuk mencari solusi inovatif dalam manajemen politeknik yang bisa menghadapi tantangan global saat ini dan di masa depan.

Peserta pelatihan bukan hanya dari politeknik Kemenperin, namun juga dari politeknik di naungan Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

"Mari bersama-sama menjalin hubungan yang erat, karena kita harus menghadapi tantangan-tantangan di masa depan agar bisa memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045," lanjut Emmy.

Pelatihan tersebut dimoderatori oleh ITC-ILO (International Training Centre of International Labour Organization) yang memiliki kualifikasi internasional untuk mentransfer pengetahuan terkait Dual VET di berbagai negara.

Naceur Chraiti, pakar internasional dari International Labour Organization (ILO) mengungkapkan dukungannya bagi pengembangan Dual VET di Indonesia. "ILO dan ITC-ILO berkomitmen untuk mendukung stakeholders dalam upaya berkelanjutan untuk menghadapi tantangan pengembangan skills," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Pelatihan Vokasi, Wisnu Wibowo, mengapresiasi pendidikan vokasi yang telah dilaksanakan Kementerian Perindustrian. "Melihat dari sisi demand, pendidikan vokasi ini harus dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan industri.  Saya kira pendidikan vokasi Kemenperin sudah selangkah lebih maju. Sudah banyak industri yang bekerjasama sehingga mampu untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang diterima bekerja," katanya.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0 Bekerjasama dengan PT Schneider Electric

calendar

06 November 23

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 terdapat berbagai tantangan yang perlu dihadapi oleh para pelaku industri khususnya sektor manufaktur. 

“Di era revolusi industri keempat ini harus dihadapi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, kreatif, dan berinovasi yang mempunyai daya saing. Inovasi teknologi yang membawa dampak disrupsi atau perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Kepala Badan Sumber Daya manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan.

Kementerian Perindustrian meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya implementasi teknologi 4.0 melalui pameran dan seminar yang bertemakan “Achieving Sustainability through Digital Transformation” menjadi misi yang penting bagi PIDI 4.0. 

“Konsep sustainability (keberlanjutan) dalam berbagai aspek kehidupan tengah menjadi tren yang mendunia. Praktik sustainability mengedepankan pemeliharaan lingkungan untuk masa depan bumi yang lebih baik. Industri hijau adalah cara sektor industri memanfaatkan sumber daya secara efektif dan efisien. Demi terwujudnya teknologi 4.0, langkah pertama yang dilakukan adalah implementasi teknologi pada sektor manufaktur,” pesan Masrokhan.

Kegiatan pameran dan seminar tersebut bertujuan agar inovasi yang berkelanjutan akan dapat terus terjadi dengan melibatkan seluruh stakeholder industri 4.0. Acara ini juga melibatkan peserta dari Surveyor Indonesia, PT SKF Industrial Indonesia, PT NEC Indonesia, PT Schneider Electric, dan para mitra PIDI 4.0 lainnya serta para pemangku kepentingan terkait industri 4.0.

Kegiatan dibuka oleh Arnes Lukman selaku Kapusdiklat SDM Industri sekaligus Direktur PIDI 4.0. Dalam sambutannya, Arnes menyampaikan apresiasi dan rasa bangga dengan diluncurkannya Konsultasi Delivery Transformasi Digital PIDI 4.0. Pada kesempatan yang Arnes Lukman telah melakukan seremoni penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Hedi Santoso selaku Direktur PT Schneider Electric. 

“Hal ini merupakan suatu bukti dari komitmen PT Schneider dalam berkontribusi dalam upaya pengembangan SDM Industri melalui implementasi kegiatan pelatihan,” ujar Arnes pada Jumat (3/11) lalu.

Ruang lingkup kerja sama antara PIDI 4.0 Kemenperin dan PT Schneider Electric tersebut adalah kegiatan peningkatan kesadaran dan pelatihan Transformasi Industri 4.0 kepada SDM Industri sebagai salah satu bentuk layanan Pilar Capability Center pada PIDI 4.0.

Arnes berharap dengan kegiatan ini mampu menimbulkan semangat bagi para pelaku industri untuk menciptakan Indonesia emas di 2045. Dengan kolaborasi dan Inovasi yang sustain, PIDI 4.0 bersama Pemerintah Negara Republik Indonesia sangat yakin bahwa Indonesia mampu bersaing di kancah dunia.

“Ini adalah sebuah kabar baik bagi seluruh pelaku industri di negara Indonesia. meningkatkan kolaborasi, networking dan inovasi akan memicu semangat serta upaya kita untuk mewujudkan sustainability (keberlanjutan) melalui transformasi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tutup Arnes.

Baca Selanjutnya

article

Guru Besar Pendidikan Vokasi Pertama di Kemenperin Dikukuhkan

calendar

03 November 23

Prof. Dr. Askal Maimulyanti, M.Si telah dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu kimia analitik di program studi Analisis Kimia Politeknik AKA Bogor pada Kamis (2/11) di Bogor. Askal Maimulyanti merupakan Guru Besar Pertama Pendidikan Vokasi di Kementerian Perindustrian RI.

Askal melakukan penelitian ilmiah di bidang green industry dan penelitian tersebut disampaikan pada orasi ilmiah dengan judul “Pengembangan Teknik Pemisahan Berbasis Green Extraction menggunakan Natural Deep Eutectic Solvent (NADES)."

"Ini merupakan penerapan green chemistry untuk menunjang pengembangan green industry yang menjadi salah satu program Kementerian Perindustrian terkait dekarbonisasi nasional untuk mencapai Net Zero Emission," ujar Menperin dalam keterangan tertulis.

Menperin juga menyebutkan bahwa penerapan green chemistry dapat mendukung target yang telah ditetapkan Kementerian Perindustrian bahwa NZE sektor industri dapat tercapai pada tahun 2050, atau 10 tahun lebih awal dari target yang ditentukan yaitu pada tahun 2060.

Askal Maimulyanti adalah ilmuwan yang merupakan lulusan S1 Universitas Andalas, S2 Institut Teknologi Bandung, dan S3 Universitas Indonesia. Beliau mendapat predikat cumlaude dari seluruh gelar pendidikan tersebut. Kemudian, Maimulyanti berkarir di Politeknik AKA Bogor, dan saat ini menjabat sebagai Kepala Program Studi Analis Kimia.

Maimulyanti telah menorehkan berbagai prestasi. Beliau telah menerbitkan publikasi ilmiah sebanyak 36 judul dengan 28 di antaranya publikasi ilmiah internasional. Beliau juga telah menerbitkan dua buku dengan International Standard Serial Number (ISSN), dan dua Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan, menyampaikan apresiasinya. "Pencapaian sebagai guru besar harus dijadikan momentum untuk membangkitkan inspirasi baru, melahirkan karya-karya yang cemerlang dan bermanfaat bagi industri nasional. Peran guru besar sangat penting sebagai pelopor inovasi melalui pendidikan, riset dan pengabdian masyarakat.”

Politeknik AKA Bogor merupakan salah satu unit pendidikan Kementerian Perindustrian. Saat ini, terdapat 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, serta 9 SMK yang berada dalam naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian. Unit-unit pendidikan tersebut mendukung penyediaan SDM industri yang kompeten yang dapat berkontribusi dalam pengembangan industri nasional.

Masrokhan juga mengungkapkan bahwa link and match pendidikan vokasi dengan industri menjadi suatu keharusan. "Penyelenggaraan pendidikan vokasi dari sisi supply, bertujuan sepenuhnya untuk memastikan ketersediaan SDM kompeten yang sesuai dengan kebutuhan atau demand industri, baik untuk saat ini maupun pengembangan industri ke depan," jelasnya.

Baca Selanjutnya

article

Dari Pengalaman Kuliah, Alumni Politeknik Kemenperin Kembangkan Wirausaha

calendar

01 November 23

Pada tahun 2023, unit pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian meluluskan 6,237 siswa dan mahasiswa. Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menaungi 9 SMK, 11 politeknik, dan 2 akademi komunitas. Lulusan dari sekolah dan kampus tersebut diserap oleh industri, dengan masa tunggu maksimal enam bulan.

Selain langsung bekerja, lulusan unit pendidikan Kemenperin juga dapat memilih untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya, atau berwirausaha dengan skills yang telah diperoleh selama berada di bangku sekolah atau kuliah.

Salah satu dari alumni yang memilih untuk berwirausaha adalah Lusy Dianing Ratri, alumni Politeknik ATK Yogyakarta yang mendirikan Lood ID, wirausaha yang bergerak di bidang kerajinan yang membuat berbagai souvenir menarik seperti dompet, gantungan kunci, tempat kartu nama, pouch, clutch, hingga collar pet.

“Mayoritas berdasar pesanan dari konsumen, baik yang akan dijadikan hadiah, kado, maupun souvenir. Dengan bahan kulit sapi akan lebih awet dan akan lebih bermakna,” kata Lusy.

Lusy mengungkapkan, rata-rata omzet per bulan sudah mencapai sekitar Rp150 juta. Lood ID sudah melakukan ekspor retail ke Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.

Untuk bisa bertahan dari banyaknya kompetitor produk serupa, Lusy mengungkapkan bahwa Lood ID melakukan diferensiasi dengan cara mengubah positioning brand. “Untuk brand Lood ID sendiri lebih fokus menggarap pasar personalized gift yang atau hadiah baik untuk personal, komunitas, maupun souvenir perusahaan,” ujarnya.

Lusy juga mengungkapkan, pengalaman berkuliah di Politeknik ATK Yogyakarta bermanfaat dalam mendirikan usaha tersebut. 

“Tidak hanya membuka wawasan dan memperluas ilmu tentang perkulitan, kuliah di Politeknik ATK Yogyakarta juga sangat bermanfaat untuk memperluas relasi yang nantinya bisa dimanfaatkan saat membangun usaha sendiri. Selain itu, berkuliah di Politeknik ATK Yogyakarta bisa mengasah keterampilan karena ilmu yang diberikan merupakan ilmu praktis yang bisa diterapkan dalam dunia kerja,” papar Lusy.

Pengolahan kulit sapi menjadi berbagai produk turunannya merupakan salah satu aktivitas untuk mendukung hilirisasi industri di skala kecil dan menengah. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa sumber daya manusia pelaku IKM pun harus turut berperan dalam mendukung hilirisasi industri.

"Jadi, hilirisasi itu bukan urusan nikel atau tembaga saja, yang dilakukan industri besar-besar, tetapi pelaku IKM pun harus berperan dalam hilirisasi ini," ujar Menperin melalui keterangan pers pada Senin (4/9/2023) lalu.

Sementara itu, BPSDMI Kemenperin akan terus mencetak SDM kompeten baik melalui unit-unit pendidikan Kemenperin maupun berbagai kegiatan pelatihan.

“Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pendidikan berbasis dual system yang mengajarkan skills yang tepat guna dan dibutuhkan oleh industri,” ungkap Kepala BPSDMI, Masrokhan.

Baca Selanjutnya

article

Unit Pendidikan Vokasi di Padang Cetak Lulusan yang Terserap Industri

calendar

25 October 23

Berdasarkan Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Barat di laman resmi Bank Indonesia, perekonomian provinsi tersebut mengalami akselerasi pada triwulan II 2023 sebesar 5,14 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan I 2023 dengan pertumbuhan 4,80 persen.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tidak terlepas dari peran SDM di provinsi tersebut. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian mendukung pasokan SDM industri kompeten di Sumatera Barat melalui pendidikan vokasi industri. Saat ini, Kementerian Perindustrian menaungi tiga unit pendidikan di provinsi tersebut, yakni SMK-SMAK Padang, SMK-SMTI Padang, dan Politeknik ATI Padang.

Unit-unit pendidikan tersebut mencetak SDM yang siap kerja, dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Dari 258 lulusan SMK-SMAK Padang, 74,42 persen di antaranya telah diterima bekerja di perusahaan. 25,58 persen lulusan masih dalam proses rekrutmen dan ada yang memilih melanjutkan ke perguruan tinggi. Beberapa perusahaan yang menerima lulusan SMK-SMAK Padang di antaranya PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Nutritionals), PT Corsa Industries, PT Combiphar, PT Heinz ABC, PT Sampoerna Agro, dan lain-lain.

“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, kembangkan terus potensi dan kompetensi kalian di dunia kerja, jangan lupa selalu membina kerjasama (teamwork) dan jejaring (networking) baik antar sesama alumni maupun dengan masyarakat industri," ujar Kepala BPSDMI, Masrokhan, dalam wisuda SMK-SMAK Padang pada Rabu (18/10) lalu.

Untuk meningkatkan kualitas mutu siswanya, SMK-SMAK Padang menerapkan pembelajaran praktik dengan bobot 70 persen, sertifikasi kompetensi nasional, sertifikasi kompetensi internasional, sertifikasi bahasa inggris, serta praktik kerja industri.

Sementara itu, dari 170 lulusan SMK-SMTI Padang tahun 2023, sebanyak 107 di antaranya langsung bekerja di industri, 47 lulusan melanjutkan kuliah, 1 lulusan berwirausaha, dan 15 lulusan masih dalam proses rekrutmen.

“Kepada para wisudawan SMK SMTI Padang, kalian perlu memahami pentingnya kontribusi industri bagi perekonomian nasional. Ananda sekalian akan menjadi bagian dari 18,77 juta tenaga kerja industri manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi bangsa,” jelas Masrokhan dalam wisuda SMK-SMTI Padang pada Kamis (29/10).

Lulusan SMK-SMTI Padang tidak hanya mendapatkan ijazah, sertifikat kompetensi, dan sertifikat bahasa asing, melainkan juga sebanyak 66 orang telah memperoleh sertifikat kompetensi internasional bidang kimia industri dan 86 orang mendapatkan sertifikasi bidang health, safety, and environment (HSE).

Politeknik ATI Padang sendiri telah menyelenggarakan pelantikan kelulusan pada Sabtu (21/10) yang terdiri dari 416 lulusan Program Diploma 3 dan 22 lulusan program Setara Diploma 1. 65 orang di antaranya telah diterima bekerja di industri, dan lulusan lainnya masih dalam tahap rekrutmen.

“Pendidikan vokasi juga merupakan cara dalam membangun generasi muda menjadi SDM industri yang kompeten, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan industri yang berdaya saing,” pesan Masrokhan kepada wisudawan Politeknik ATI Padang.

"Motto ini harus konsisten diimplementasikan oleh seluruh unit kerja di lingkungan Kemenperin, termasuk unit pendidikan di Padang, agar setiap tahun dapat menghasilkan minimal satu great achievement," tutup Masrokhan.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Latih 250 Ribu SDM, Dukung Hilirisasi Industri

calendar

16 October 23

Dalam kurun 2014-2022, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah melatih 253.145 orang dalam program Diklat 3 in 1, dengan 27.769 di antaranya merupakan peserta pada tahun 2022 lalu. Peserta pelatihan tersebar di 143 daerah dariBanda Aceh hingga Papua Barat. Program ini merupakan salah satu upaya Kementerian Perindustrian dalam memenuhi kebutuhan SDM sektor industri yang kian tinggi.

"Ada studi yang mengatakan bahwa kebutuhan SDM industri kita 682.000. Itu dalam kondisi normal," ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Program Diklat 3 in 1 merupakan program pelatihan yang memberikan tiga layanan sekaligus dalam satu paket yaitu pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, serta penempatan kerja langsung pada industri. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan kurikulum dan modul yang mengacu pada kebutuhan industri agar terbentuk link and match antara lembaga pelatihan dengan perusahaan industri untuk menghasilkan lulusan pelatihan yang kompeten dan siap kerja. Pada akhir pelatihan dilakukan sertifikasi kompetensi terhadap peserta pelatihan, yang bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan pelatihan telah kompeten.

Terdapat berbagai sektor pelatihan yang menghasilkan lulusan kompeten di bidangnya. Sektor-sektor tersebut di antaranya sektor tekstil, kimia, animasi, agro, manufaktur, dan otomotif.

“Program pelatihan vokasi industri 3 in 1 ini diselenggarakan di tujuh Balai Diklat Industri (BDI) yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yang juga merupakan satuan kerja di bawah binaan kami,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Masrokhan.

Adapun BDI Kementerian Perindustrian tersebar di tujuh kota, yakni Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Penyelenggaraan pelatihan oleh BDI tidak hanya ditujukan untuk mensuplai tenaga kerja pada daerah tersebut, namun juga tersebar untuk seluruh wilayah di Indonesia. Untuk menunjang kegiatannya, seluruh BDI telah dilengkapi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk memastikan penguasaan kompetensi seluruh peserta diklat yang akan bekerja pada perusahaan industri.

Menurut Masrokhan, program Diklat 3 in 1 sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri yang tengah digalakkan. “Program Diklat 3 in 1 dapat membantu berjalannya hilirisasi industri, karena dibutuhkan SDM kompeten dan skill yang mumpuni untuk mengolah produk bahan mentah menjadi bahan yang lebih bernilai,” kata Masrokhan.

Di sektor agro, misalnya, terdapat pelatihan terdapat pelatihan untuk pengolahan kelapa sawit, kakao/cokelat, ikan, karet, hingga furnitur. Terdapat pula diklat pembuatan kemasan sehingga produk yang dibuat bisa dipasarkan dengan lebih menarik.

Masrokhan juga menjelaskan, selain program Diklat 3 in 1, terdapat berbagai program BPSDMI Kemenperin untuk meningkatkan kompetensi SDM industri nasional. “Jadi, selain kami melaksanakan program pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1, juga konsisten terus mengimplementasikan pola pendidikan dan pelatihan yang bertujuan memberikan pembekalan keterampilan dasar (skilling), peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini,” paparnya.

Baca Selanjutnya

article

Politeknik APP Jakarta Upayakan Transformasi 4.0 di Bidang Logistik

calendar

13 October 23

Pada kuartal II tahun 2023, dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,17% year-on-year (yoy), sektor transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi mencapai 15,28%, berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik. Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan tersebut menunjukkan angin segar di industri logistik.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian mendukung pertumbuhan industri logistik nasional melalui penyediaan calon SDM industri kompeten di unit pendidikan Politeknik APP Jakarta. 

“Lulusan Politeknik APP Jakarta siap untuk berkontribusi secara signifikan dalam mengemban tugas-tugas logistik di era digital ini,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Emmy Suryandari, mewakili Kepala BPSDMI, Masrokhan dalam Workshop Transformasi Digital di Politeknik APP Jakarta pada Rabu (11/10) lalu.

Politeknik APP Jakarta mendorong perkembangan industri logistik di era industri 4.0, yakni dengan menggunakan aplikasi MATLAB dalam penyelenggaraan perkuliahan yang berbasis digital di bidang logistik.

Aplikasi ini membantu mengoptimalkan proses logistik, menganalisis data, dan mengembangkan model matematis yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam rantai pasokan.

"Penggunaan aplikasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga membuka pintu bagi pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perubahan teknologi," lanjut Emmy. 

Penggunaan aplikasi MATLAB tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga membuka pintu bagi pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perubahan teknologi. 

Para dosen Politeknik APP Jakarta juga dapat menggunakan fasilitas aplikasi ini untuk memvisualisasikan dan mempresentasikan hasil data serta mengajarkan metode analisis data yang memerlukan komputasi intensif dengan lebih efisien untuk diajarkan kepada mahasiswa.

Pengenalan mengenai aplikasi tersebut dijabarkan dalam workshop tersebut dengan tema Simulating Success: Shaping The Future of Vocational Education Towards Digital Transformation of Logistic. Kegiatan ini adalah hasil kerjasama Politeknik APP Jakarta dengan Mathworks, salah satu perusahaan asal Amerika yang berspesialisasi dalam perangkat lunak komputasi matematika. 

Dalam sambutannya di workshop tersebut, Direktur Politeknik APP Jakarta, Amrin Rapi mengatakan, “Transformasi 4.0 bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan jika ingin tetap bersaing dan berkembang di pasar global yang semakin kompetitif. Pada acara ini kita akan mendengarkan pemikiran dan pengalaman dari para ahli dalam transformasi digital, khususnya dibidang logistik.”

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari Dosen Politeknik APP Jakarta dan beberapa Politeknik di bawah naungan BPSDMI Kemenperin, Perwakilan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO), hingga Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKO).

“Saya berharap kita semua mempersiapkan diri untuk menerima ilmu baru, berbagi, dan berkolaborasi dalam pertemuan kali ini. Transformasi 4.0 bukan hanya tentang teknologi, tapi juga tentang budaya diri yang terbuka terhadap inovasi, adaptasi, dan perubahan. Saya yakin, dengan semangat kolaborasi dan komitmen kita untuk terus belajar dan beradaptasi, kita akan berhasil menghadapi tantangan dan meraih peluang yang diberikan oleh era ini,” tutup Amrin.

Baca Selanjutnya

article

SMK-SMAK Padang Gandeng Industri Cetak SDM Industri Andal di Sumbar

calendar

10 October 23

Ekonomi provinsi Sumatera Barat tumbuh sebesar 1,82 persen pada triwulan II tahun 2023 secara kuartal ke kuartal (q to q). Perekonomian tersebut didominasi lapangan usaha pertanian, perikanan, dan kehutanan sebesar 20,60 persen, kemudian perdagangan besar maupun eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 16,41 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 11,73 persen.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian turut mendukung perekonomian provinsi tersebut melalui penyediaan tenaga kerja industri kompeten. Salah satunya dengan penyelenggaraan pendidikan vokasi industri.

“Untuk mendukung penyediaan SDM industri Nasional yang kompeten, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana guna melaksanakan program pengembangan SDM Industri melalui Satuan kerja (Satker) Kemenperin,” ujar Kepala BPSDMI, Masrokhan.

Seluruh satuan kerja seperti pendidikan dan pelatihan tersebut dikembangkan dengan berbasis kompetensi dan spesialisasi tertentu di bidang industri, untuk memastikan lulusannya memiliki kompetensi spesifik yang memang diperlukan di sektor industri.

“Penyelenggaraan pendidikan vokasi oleh Kementerian Perindustrian dari sisi supply, bertujuan sepenuhnya untuk memastikan ketersediaan SDM kompeten yang sesuai dengan kebutuhan industri (demand), baik saat ini maupun pengembangan industri ke depan. Oleh sebab itu, link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha industri menjadi suatu keharusan, tidak hanya dalam bentuk penyerapan lulusan, tetapi penyelenggaraan pendidikan secara bersama-sama,” lanjut Masrokhan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, SMK SMAK Padang sebagai salah satu unit pendidikan Kemenperin di Sumatera Barat bergandengan tangan dengan industri, dalam pengembangan kurikulum pembelajaran, penyediaan tenaga pengajar maupun instruktur baik di sekolah maupun di perusahaan (in-company trainer), penguatan sertifikasi, penyelenggaraan praktek kerja industri, serta pengembangan dan penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang diperlukan.

Kerja sama tersebut diperkuat dengan kegiatan Temu Mitra Industri beserta penandatangan MoU Dual System dan Kelas Industri pada 4 Oktober 2023 lalu di Jakarta. MoU ini dilaksanakan guna peningkatan kerja sama SMK–SMAK Padang dengan industri dalam rangka persiapan kelas industri yang diselenggarakan oleh SM- SMAK Padang.

“Sejalan dengan perkembangan teknologi dan dunia internasional, kita juga harus siap untuk beradaptasi pada paradigma baru yang dapat mengakselerasi kinerja industri seperti pelaksanaan hilirisasi industri, renewable energy, digitalisasi, serta peningkatan SDM Industri nasional. Oleh sebab itu, kami sangat mengapresiasi forum temu Mitra Industri yang digelar oleh SMK SMAKPA, sebagai bentuk kolaborasi dan sinergitas pendidikan dan dunia industri. Saya meyakini bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak,” ujar Masrokhan.

Kepala SMK-SMAK Padang, M. Nasir berharap kedepannya institusi mitra terus mendukung program BPSDMI Kementerian Perindustrian khususnya program SMK SMAK Padang. “Agenda tahun ini sungguh sangat luar biasa. Dari tahun sebelumnya hanya 15 industri, namun kali ini Alhamdulillah kami bisa melebarkan sayap kemitraan dengan institusi pasangan sebanyak 23 yang terdiri dari 21 MoU Kelas Dual System serta 2 MoU Kelas Industri. Acara ini dihadiri oleh total 30 mitra industri dari kawasan Jabodetabek,” ujar Nasir.

Selain SMK-SMAK Padang, BPSDMI memiliki 21 unit pendidikan vokasi lainnya yang memiliki pendidikan dual system dengan STEM Learning model bertaraf global dan pengembangan kelas industri sehingga lulusannya siap terjun langsung di industri.

Baca Selanjutnya

article

Pacu SDM Industri Kreatif, BDI Denpasar Diapresiasi Komisi VII DPR

calendar

25 September 23

Kementerian Perindustrian fokus untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) kompeten yang dapat mendukung pengembangan industri kreatif di dalam negeri. Upaya ini direalisasikan melalui peran Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar sebagai penyelenggara pendidikan dan pelatihan di bidang animasi, teknologi informasi (IT), games, Internet of Things (IoT), serta kerajinan.

“Kami terus mendorong BDI Denpasar dan seluruh satuan pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kemenperin untuk memberikan inovasi layanan kepada masyarakat dan pelaku industri dalam rangka membangun industri nasional yang berdaya saing global,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan di Denpasar, Bali, Jumat (22/9).

Kepala BPSDMI menyampaikan, BDI Denpasar disiapkan untuk menjadi pusat ekosistem pengembangan industri kreatif nasional di masa depan. Upaya ini melalui pengembangan pada lima peran, yani pusat inkubator bisnis bidang industri animasi, pusat pengembangan industri software dan konten, pusat promosi dan pemasaran industri kreatif, pusat pelatihan tenaga kerja animasi, programming dan desain, serta pusat pengembangan industri kerajinan dan desain.

“Untuk mendukung tugas tersebut, selain ruang pelatihan, BDI Depasar juga dilengkapi dengan fasilitas lainnya berupa gedung animasi dan promosi untuk penyelenggaraan inkubator bisnis, diklat dan pameran, kemudian gedung desain dan fesyen, gedung Makerspace, serta beberapa showroom,” tuturnya.

Adapun beberapa kelompok industri yang telah dibina oleh BDI Denpasar, antara lain adalah di bidang bisnis digital, animasi dan konten, serta bidang kriya atau pembuatan produk kerajinan. “Pada tahun 2023 ini, BDI Denpasar juga bermitra dengan pihak industri dan instansi pemerintah lainnya untuk menyelenggarakan pelatihan dalam rangka pemberdayaan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia,” sebut Masrokhan.

Hingga pertengahan September 2023, telah terselenggara pelatihan tersebut, dengan diikuti sebanyak 2.450 peserta dari total target 2.700 orang sepanjang tahun ini. “Mudah-mudahan sisa target sebanyak 250 orang lagi dapat segera kita tunaikan dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Selain sebagai pusat pelatihan berbasis kompetensi, BDI Denpasar telah dikenal luas di kalangan industri kreatif dengan program inkubator bisnis, melalui program innovator journey dan IP Bootcamp yang telah menghasilkan tenant-tenant yang berhasil membangun usahanya secara mandiri. “Beberapa prestasi dari peserta dan tenant Inkubator Bisnis BDI Denpasar, di antaranya alumni Diklat BDI Denpasar telah menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (Intellectual Property Right) untuk karakter tokoh-tokoh cerita animasi Si Uma,” ungkap Kepala BDI Denpasar, Ali Khomaini.

Selain itu, tenant Inkubator Bisnis BDI Denpasar, yaitu startup Digital Semotif menjadi juara 3 pada Bali Digifest 2023. Selanjutnya, tenant Inkubator Bisnis bidang Kriya, yaitu Ethneeq menjadi penyedia Official Merchandise KTT G20 akhir tahun lalu di Bali.

“Dalam mengembangkan ekosistem industri kreatif, kami juga menyelenggarakan program inklusif yang diperuntukkan bagi penyandang difabel, dalam bentuk pelatihan, workshop dan pembinaan, dengan memberikan keahlian teknis dan kewirausahaan,” ujar Ali.

Pada hari sebelumnya, BDI Denpasar menerima kunjungan dari rombongan anggota Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik. Para legislator ini meninjau langsung fasilitas yang dimiliki BDI Denpasar, melakukan diskusi dengan tenant-tenant BDI Denpasar, dan melihat produk-produk tenant BDI Denpasar yang ditampilkan pada acara tersebut.

Mukhtarudin selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di BDI Denpasar, menyatakan bahwa Komisi VII DPR RI ingin menyampaikan apresiasi kepada Kemenperin khususnya Kepala BPSDMI beserta jajaran yang terus berperan aktif dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai program yang berkaitan langsung dengan masyarakat, seperti Diklat 3 in 1. “Harapannya, BDI Denpasar dapat mencetak SDM-SDM industri unggul di bidang industri kreatif, animasi dan digitalisasi ke depannya,” tuturnya.

Kunker Komisi VII DPR RI ke BDI Denpasar ini sekaligus untuk mendapatkan penjelasan terkait progres dan tantangan dari Kemenperin dalam melaksanakan program Diklat 3 In 1. “Kami mendorong agar program tersebut dapat terus ditingkatkan pelaksanaannya dan memastikan agar semua tenaga kerja yang terlatih bisa mendapat jaminan pekerjaan,” tegasnya.

Baca Selanjutnya

article

Lewat Business & Technology Matching, PIDI 4.0 Kemenperin Pertemukan Industri dan Inovasi Teknologi

calendar

19 September 23

Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat berada di atas 50 poin sepanjang dua tahun terakhir, berdasarkan data yang dirilis S&P Global. Pada Agustus 2023, tingkat pembelian manufaktur berada di level 53,9, meningkat 0,6 poin dari bulan sebelumnya di level 53,3. Hal Ini menandakan bahwa sektor manufaktur Indonesia masih dalam kondisi ekspansif.

Direktur PIDI 4.0, Arnes Lukman, mengungkapkan peran industri 4.0 yang positif bagi industri manufaktur dalam acara Business & Technology Matching pada Selasa (19/9/2023) di Jakarta, mewakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan. “Saat ini, Industri 4.0 telah membawa angin segar di industri manufaktur dengan teknologi terkini yang menjadi solusi baru dari masalah yang sebelumnya tidak pernah diselesaikan. Making Indonesia 4.0 telah menjadi inisiatif pemerintah untuk mewujudkan Indonesia menjadi 10 negara besar yang memiliki perekonomian terkuat pada 2030,” kata Arnes.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah membangun Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) untuk mengembangkan penerapan industri 4.0 di Indonesia, yang telah diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tanggal 2 Desember 2021 dan telah diresmikan Kickoff Program dan kegiatan PIDI 4.0 melalui Grand Launching pada Maret 2023. 

PIDI 4.0 telah memiliki 42 mitra yang terdiri technology user, technology provider, institusi pendidikan tinggi dan stakeholder 4.0 lainnya. “PIDI 4.0 memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada mitra yang memiliki inisiatif dan komitmen yang serius terhadap kerja sama di bidang pengembangan SDM industri dan transformasi industri,” lanjut Arnes.

Menyadari pentingnya kemitraan dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia, PIDI 4.0 mengadakan Business & Technology Matching yang mengangkat tema “Teknologi Cerdas untuk Ketahanan dan Keberlanjutan Industri di Era Transformasi Digital.”

“Melalui kegiatan Business & Technology Matching ini saya berharap Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, praktisi Industri, entrepreneur dari start up, akademisi terutama dari politeknik di bawah naungan Kemenperin, Swiss German University, dan para stakeholder lainnya dapat melakukan kolaborasi di dalam penelitian dan pengembangan teknologi, terutama yang terkait dengan teknologi Industri 4.0,” ungkap Arnes.

Acara tersebut mendorong knowledge exchange melalui seminar, networking, hingga business and technology matching. Beberapa pihak yang menjadi mitra dalam kegiatan tersebut di antaranya  Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Pertamina, Nodeflux, Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII), Starfindo, dan Swiss German University.

“Salah satu tujuan kegiatan business and technology matching ini adalah sebagai sebuah ajang  untuk men-showcase riset dan inovasi. Bagaimana kita mendorong hasil-hasil riset dan teknologi yang telah dibuat untuk disampaikan ke industri,” ungkap Kholis Audah, Direktur Riset dan Layanan Komunitas Swiss German University.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0 Kemenperin dan Ericsson Luncurkan 5G Innovation Center

calendar

18 September 23

Melalui program 'Making Indonesia 4.0", Indonesia memiliki potensi untuk menjadi top 10 ekonomi global pada 2030. Dilansir dari penelitian The Asian Development Bank yang berjudul "Innovate Indonesia Unlocking Growth Through Technological Transformation", dengan mengadopsi teknologi baru, produktivitas bisa dikembangkan dan dapat mendorong pertumbuhan GDP hingga 11 persen dalam rentang 2020-2040.

Untuk mendorong program tersebut, Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) Kemenperin dan Ericsson Indonesia meresmikan 5G Innovation Center di gedung PIDI 4.0 yang berlokasi di Permata Hijau, Jakarta. 5G Innovation Centre ini merupakan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan bersama untuk mengakselerasi transformasi industri 4.0 di Indonesia. 

"Ericsson sebagai anggota dari ekosistem PIDI 4.0 telah berkontribusi dalam mempercepat adopsi industri 4.0 dan implementasinya di sektor manufaktur. Saya berharap, optimisasi dari pusat 5G ini dapat mengakselerasi transformasi industri 4.0 di Indonesia," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan. Saat ini, BPSDMI Kemenperin menaungi PIDI 4.0.

Dalam ekosistemnya, PIDI 4.0 telah memiliki 40 partner yang terdiri dari 34 industri serta 6 universitas. Kerja sama dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti penerapan teknologi, pelatihan skill 4.0, penelitian, dan lain-lain.

“PIDI 4.0 berfungsi sebagai pusat perjodohan teknologi bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Hari ini, kami sangat gembira menyambut salah satu mitra kami yang terhormat, Ericsson Indonesia, ke dalam ekosistem digital kami dengan menampilkan teknologi dan solusi kelas dunia. Kami yakin hal ini akan bermanfaat bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mendukung perjalanan digitalisasi mereka. Bersama-sama, kita dapat mempercepat transformasi Industri 4.0 di Indonesia," jelas Direktur PIDI 4.0, Arnes Lukman.

Jerry Soper, Presiden Ericsson Indonesia, mengungkapkan bahwa Ericsson memiliki komitmen kuat dalam mendukung transformasi digital di Indonesia. "Ericsson selalu terdepan dalam menyediakan konektivitas dan menjadi pionir dalam teknologi mobile generasi baru di Indonesia. Sebagai komitmen kami untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia, kami dengan senang hati mendukung PIDI 4.0 dengan meluncurkan 5G Innovation Center."

Jaringan 5G telah beroperasi secara komersial di Indonesia sejak tahun 2021 lalu. Dilansir dari Kementerian Kominfo, perkembangan jaringan 5G berpotensi memberikan kontribusi lebih dari Rp2.800 triliun atau setara dengan 9,5% dari total PDB pada tahun 2030. Bahkan, angka tersebut berpotensi melonjak menjadi Rp3.500 triliun atau setara 9,8% PDB Indonesia pada 2035.

"Platform inovasi (5G Innovation Center) ini dapat mempererat kolaborasi antar pemimpin industri untuk menciptakan ekosistem inovasi yang kuat yang dapat membuat Indonesia menyadari berbagai peluang baru di era industri 4.0," lanjut Jerry.

Ericsson sendiri telah menyebarkan teknologi 5G di 152 jaringan di 65 market secara global. Perusahaan tersebut telah dianugerahi sebagai yang terdepan dalam 5G radio access networks (RAN), transport networks, dan core networks di dalam laporan Frost Radar™ 5G Network Infrastructure Market 2023.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI dan KPIC Berkolaborasi agar SDM Industri Kuasai Teknologi

calendar

11 September 23

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian terus meningkatkan kerja sama dalam membangun SDM industri yang semakin kompeten. Kali ini, BPSDMI bekerjasama dengan Pusat Industri Ppuri Nasional Korea atau Korea National Ppuri Industry Center (KPIC) dalam pengembangan SDM.

Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama tersebut ditandatangani oleh Kepala BPSDMI, Masrokhan, dan Direktur Eksekutif Utama KPIC, Hyun Jong Kim pada Kamis (7/9) di Jakarta.

"Melalui kerja sama kami terkait Ppuri Technology, kami bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pembangunan kapasitas dari tenaga kerja industri kami," ujar Masrokhan dalam sambutannya di acara penandatanganan MoU tersebut.

Adapun mencakup di antaranya mengadakan berbagai seminar-seminar, pelatihan-pelatihan, dan penelitian untuk pengembangan sumber daya manusia industri; mendorong pertukaran-pertukaran untuk pendirian dan operasi dari suatu "Program Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Ppuri"; mendukung pelatihan dan perekrutan tenaga kerja teknis di Perusahaan-perusahaan manufaktur Korea-Indonesia; dan mengeksplorasi tugas-tugas kerja sama dan berbagi kepentingan-kepentingan bersama.

"Tujuan bersama kita bisa dicapai melalui kolaborasi internasional, baik itu terkait tantangan ekonomi, sosial, hingga lingkungan. Saya mengundang semua pihak baik pemerintah Korea maupun stakeholder industri untuk bekerja bersama dalam membangun ekonomi masa depan, mentransformasikan lanskap industri kita, dan menjadi pionir dalam teknologi terkini," ungkap Masrokhan.

Baca Selanjutnya

article

Menperin Bangun Semangat Siswa dan Mahasiswa di Padang

calendar

06 September 23

Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Hal ini menjadi kekuatan bagi Indonesia dengan memiliki penduduk usia produktif (15-64 tahun) berjumlah lebih besar dibandingkan usia nonproduktif (65 tahun ke atas), dengan proporsi mencapai 67.5% dari total jumlah penduduk Indonesia. Bonus demografi tentunya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia, untuk menciptakan kesempatan kerja dan membangun daya saing SDM.

Sektor industri manufaktur merupakan prime mover dari perekonomian nasional yang dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya adalah sebagai kontributor terbesar terhadap PDB nasional. Industri pengolahan nonmigas diharapkan mampu menjadi pilar pembangunan untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045, yakni menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

“Untuk mencapainya, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, meliputi industrialisasi berbasis hilirisasi industri, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi melalui Making Indonesia 4.0, pengembangan industri hijau untuk pertumbuhan berkelanjutan, dan tentunya penguatan SDM Industri sebagai pondasi dari berbagai kebijakan tersebut,” papar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Kuliah Umum bersama para mahasiswa dan siswa sekolah Kemenperin di Politeknik ATI Padang, Senin (4/9).

Untuk mewujudkan agenda Visi Indonesia Maju 2045, industri manufaktur sebagai pilar pembangunan juga harus tumbuh dalam fase dan kecepatan yang diharapkan. Saat ini, Indonesia sudah keluar dari middle income trap dan masuk menjadi bagian middle income countries. “Sekarang pendapatan perkapita rata-rata adalah USD4.400 dan kita berharap dengan berbagai kebijakan dalam dua tahun ke depan, bisa mencapai titik USD5.500. Suatu target yang sangat challenging, tapi sebagai bangsa besar, kita harus berani menetapkan agenda besar,” tegas Menperin.

Pola kerja masyarakat di dunia terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Disrupsi di berbagai sektor menuntut adaptasi yang cepat dengan munculnya pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan penguasaan keahlian baru. Dalam Future of Jobs Report World Economic Forum (WEF) tahun 2023, di era Industri 4.0 terdapat pekerjaan baru yang muncul maupun hilang sepanjang tahun 2023-2027 seiring perkembangan teknologi.

Untuk itu, Menperin berpesan kepada para siswa dan mahasiswa agar terus mengembangkan potensi diri dengan belajar dari berbagai sumber. “Setidaknya ada tiga literasi baru yang harus dikembangkan, yaitu literasi data, literasi teknologi, serta literasi sosial, yaitu kecakapan komunikasi, kemampuan berpikir kritis dan sistemik, kepemimpinan, kecerdasan emosional, kecerdasan budaya, kewirausahaan, dan yang tak kalah penting adalah kecerdasan spiritual,” papar Agus.

Menperin juga menekankan pentingnya mempersiapkan mindset untuk berani berpikir dan melangkah di luar kebiasaan. “Harus berani berpikir dan melangkah out of the box dalam mencari solusi-solusi yang dihadapi bangsa kita, khususnya yang dihadapi oleh industri, serta bagaimana pemikiran out of the box itu bisa menjawab tantangan dengan cepat,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Menperin mengucapkan selamat kepada para mahasiswa baru yang diterima di Politeknik ATI Padang. Para mahasiswa diharapkan dapat menjadi Agent of Change atau SDM yang mampu membawa perubahan bagi industri nasional sebagai tulang punggung perekonomian. “Kalian merupakan putra-putri terpilih yang telah lolos seleksi dengan menyisihkan ribuan pendaftar. Manfaatkan kesempatan yang diperoleh dan semoga sukses dalam menjalani pendidikan, serta dapat memberikan kontribusi besar kepada bangsa Indonesia khususnya kemajuan industri nasional,” kata Menperin memberikan semangat.

Sebagai upaya menyiapkan SDM industri yang kompeten, Kemenperin saat ini telah menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana melalui 11 Politeknik, dua Akademi Komunitas, sembilan SMK Vokasi Industri, dan tujuh Balai Diklat Industri yang berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin. Menurut Menperin, tantangan dalam pengembangan SDM industri saat ini adalah untuk mencetak SDM industri dalam jumlah banyak. Ia meyakini unggulnya kualitas pendidikan di sekolah dan politeknik vokasi milik Kemenperin, namun peningkatan kuantitas untuk mengejar kebutuhan sektor industri sangat diperlukan.

Seluruh satuan pendidikan Kemenperin tersebut ditetapkan dengan spesialisasi tertentu di bidang industri, dan telah link and match dengan dunia usaha industri. Menperin mengungkapkan kebanggaannya atas tingkat serapan lulusan dari Politeknik dan SMK Kemenperin yang tinggi oleh industri, dengan masa tunggu tidak sampai satu tahun.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Masrokhan menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi terus dilakukan Kemenperin. Semua unit pendidikan vokasi yang dimiliki Kemenperin, baik Politeknik, Akademi Komunitas maupun SMK-SMTI/SMAK ditargetkan menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global. Selain itu, mendorong setiap unit pendidikan vokasi untuk bisa memenuhi program one vocational unit, one great achievement.

Politeknik ATI Padang saat ini memiliki spesifikasi di bidang industri agro, sesuai dengan kompetensi inti di wilayah Sumatera Barat yang memiliki kekuatan dan kekhasan di bidang pengolahan pangan. Politeknik tersebut memiliki Program Diploma IV dengan program studi Teknologi Rekayasa Bioproses Energi Terbarukan sebagai program studi baru. “Tidak saja menjadi peningkatan jenjang pendidikan ke level sarjana terapan, program studi tersebut juga bisa mengantisipasi kebutuhan industri di masa depan dalam mendukung hilirisasi dan pengembangan industri hijau,” ujar Masrokhan.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Kemenperin Jajak Kerja Sama dengan NIPA Korea Selatan

calendar

06 September 23

Tahun 2023 adalah tahun peringatan hubungan diplomatik Republik Indonesia-Republik Korea menginjak usia ke 50 tahun. Melalui “Republic of Korea-Republic of Indonesia Joint Vision Statement for Co-Prosperity and Peace" kedua pemimpin negara sepakat untuk meningkatkan status kemitraan menjadi special strategic partnership.

Hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan menunjukkan banyak peningkatan kerja sama. Saat ini Korea Selatan menduduki peringkat ke-7 realisasi investasi di Indonesia pada periode Januari-September 2022 yang nilai investasinya mencapai USD1,66 miliar dengan total 4.016 proyek. 

“Tentunya investasi ini berkontribusi besar dalam pembangunan industri dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Kepala Pusdiklat SDM Industri, Arnes Lukman, yang mewakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan, dalam Penandatanganan MoU Kerja Sama antara BPSDMI dan National IT Industry Promotion Center (NIPA) pada Senin (4/9) di gedung PIDI 4.0, Jakarta.

Di bawah payung Dewan Riset Nasional (NRC), Kemenperin bekerjasama dengan STEPI dalam lingkup 5 sektor diantaranya adalah electric vehicle, digital transformation, digital startup, smart factory dan AR/VR.

“Terkait sektor digital transformation atau transformasi digital telah dijajaki beberapa kali diskusi dengan National IT Industry Promotion Center (NIPA), dan disepakati akan melakukan kerjasama yang akan kita laksanakan pada beberapa waktu ke depan,” lanjut Arnes.

Program kerja sama yang akan dilaksanakan adalah pertukaran informasi, mempromosikan pertukaran bisnis dan teknologi, melakukan transfer ilmu termasuk pengiriman tenaga ahli, mendorong transformasi digital pada industri manufaktur, mendorong pemanfaatan TIK pada satuan pendidikan, hingga menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan acara bersama di bidang yang menjadi kepentingan bersama.

“Karena luasnya peluang manfaat kerjasama ini, kami mengharapkan setelah penandatanganan MoU dapat dibicarakan bersama rencana implementasi kegiatan,” kata Arnes.

NIPA sendiri merupakan organisasi dari pemerintahan Korea Selatan yang berupaya meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Kami harap, NIPA dapat menghubungkan industri-industri di Indonesia dan Korea dalam melakukan transformasi digital," ujar presiden NIPA, Sung-Wook Hur.

Baca Selanjutnya

article

Menperin Berikan Kuliah Umum untuk Mahasiswa Baru Politeknik STMI Jakarta!

calendar

06 September 23

Sektor otomotif di Indonesia tidak hanya menciptakan lapangan kerja, namun juga telah menjadi katalis bagi inovasi, penelitian, dan pengembangan. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pemerintah telah menetapkan arah pengembangan industri otomotif ke arah kendaraan ramah lingkungan, melalui percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Ekspansi industri yang pesat telah membuka jalan bagi investasi besar, sehingga menghasilkan ekosistem produsen, pemasok, dealer, dan penyedia layanan yang kuat. Hal tersebut disampaikan pada kuliah umum bagi mahasiswa baru Politeknik STMI Jakarta pada Selasa (29/8) di Jakarta.

“Keberadaan kalian sebagai mahasiswa Politeknik STMI Jakarta, menjadi bagian dari ekosistem pengembangan industri otomotif melalui penyediaan kompetensi kerja yang dibutuhkan oleh industri otomotif,” kata Menperin.

Politeknik STMI Jakarta adalah perguruan tinggi vokasi industri dalam naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian yang memiliki program-program studi terkait otomotif, di antaranya Teknik Industri Otomotif, Sistem Informasi Industri Otomotif, Administrasi Bisnis Otomotif, Teknik Kimia Polimer, dan Teknologi Rekayasa Otomotif. 

Peminat politeknik tersebut cukup tinggi. Pada tahun ini, terdapat 3781 pendaftar melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) dengan hanya 400 orang yang diterima. Ke depannya, politeknik tersebut akan terus meningkatkan jumlah lulusan, dengan setidaknya 600 Sarjana Terapan per tahun untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja sektor industri otomotif.

“Saya mengapresiasi Politeknik STMI Jakarta yang telah meningkatkan kapasitas penerimaan mahasiswa baru pada tahun ini, dan Kepala BPSDMI yang telah konsisten melaksanakan target peningkatan jumlah siswa dan mahasiswa vokasi Kemenperin,” lanjut Menperin.

Kepala BPSDMI, Masrokhan, menjelaskan bahwa Politeknik STMI Jakarta bukan hanya mencetak SDM industri otomotif unggul, namun juga siap menghadapi industri 4.0. “Kementerian Perindustrian telah menerapkan secara konkrit kurikulum teknologi 4.0 dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, industri pengguna lulusan poltek STMI ini mendapatkan kualifikasi lulusan yang telah dibekali kompetensi Industri 4.0,” ujarnya.

“Industri di sektor otomotif menjadi salah satu sektor prioritas program Making Indonesia 4.0. oleh karena itu, perusahaan industri otomotif yang sedang melakukan transformasi teknologi ke Industri 4.0 membutuhkan SDM Industri yang mampu beradaptasi dengan teknologi terkini untuk menguatkan industri otomotif nasional,” lanjut Masrokhan.

Politeknik STMI Jakarta telah menjalin kerja sama internasional terkait penerapan industri 4.0 di kampus melalui Program LeMMI 4.0. Program tersebut adalah salah satu hasil kerja sama Kemenperin dengan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) Jepang. Program ini dikembangkan bersama Lexer Research dan Fuso Machine Works untuk menata dan mensimulasi proses produksi dan manufaktur. 

“Kehadiran Politeknik STMI Jakarta sebagai Politeknik Industri Otomotif telah mendapat perhatian dari luar negeri. Selain kerja sama dengan Jepang, kami sedang diarahkan ikut dalam program kerja sama root technology dari pihak pemerintah Korea Selatan. Contoh kegiatan tersebut telah  memperkuat kepercayaan diri kami, bahwa Politeknik STMI Jakarta bisa ikut berperan dalam membangun SDM Industri Otomotif Nasional,” jelas Direktur Politeknik STMI Jakarta, Mustofa.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Gandeng PT. Krakatau POSCO, Tingkatkan SDM Baja Kompeten

calendar

06 September 23

Permintaan baja dunia kian meningkat. Menurut World Steel Association, permintaan baja global pada 2023 setidaknya akan tumbuh mencapai sekitar 1,8 miliar metrik ton. Dari permintaan tersebut, 77,9 juta ton di antaranya adalah permintaan baja di kawasan Asean.

Untuk memenuhi peningkatan permintaan baja, Krakatau POSCO, yang merupakan joint venture antara POSCO dan PT. Krakatau Steel, dan berencana untuk mengembangkan Plant II. Salah satu strategi untuk memenuhi tenaga kerja proyek tersebut adalah melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian dalam penyediaan SDM Kompeten.

“Melalui kerja sama yang di bangun antara BPSDMI dengan PT. Krakatau POSCO ini, kami berharap dapat ditindak lanjuti dengan implementasi langsung dengan Politeknik Industri Petrokimia Banten ataupun dengan SMK SMTI Yogyakarta dan SMK lainnya di lingkungan Kementerian Perindustrian,” ujar Emmy Suryandari, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, yang mewakili Kepala BPSDMI Masrokhan dalam acara Penandatanganan MoU antara BPSDMI dan PT. Krakatau Posco di gedung PIDI 4.0 pada Selasa (29/8).

Ruang lingkup kerja sama antara kedua pihak di antaranya adalah penyiapan pelaksanaan pendidikan vokasi, penyiapan infrastruktur pendidikan, pengembangan program pendidikan berbasis kompetensi, pengembangan program kerja sama dengan pihak industri, pengabdian masyarakat, dan bidang lain yang disepakati.

"Politeknik Industri Petrokimia Banten dan SMK di lingkungan Kemenperin telah menerapkan pendidikan sistem ganda. Melalui sistem pendidikan ini sebagai cara untuk me-link and match-kan dunia pendidikan dengan industri sehingga menghasilkan lulusan yang langsung bekerja dengan produktivitas yang tinggi," lanjut Emmy.

POSCO sendiri merupakan pabrik baja terintegrasi pertama di Korea Selatan, dan kini POSCO telah memproduksi 41 juta ton baja mentah. Menggandeng PT Krakatau Steel, pada tahun 2010 PT Krakatau POSCO didirikan di Cilegon sebagai perusahaan joint venture.

Direktur Utama PT Krakatau POSCO, Kim Kwang Moo, mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin. "Berdasarkan kesepakatan hari ini, kami akan secara aktif memberikan dukungan ke depannya agar terciptanya kelas khusus untuk SDM industri baja yang optimal di Politeknik Industri Petrokimia Banten dan SMK yang berada di bawah Kementerian Perindustrian.”

Lulusan kelas khusus industri yang memenuhi kriteria bisa mendapatkan pengalaman bekerja lapangan di Krakatau Posco. 

“Setelah itu, melalui kerja sama yang erat antara kedua pemerintah, diharapkan tenaga kerja unggul industri baja Indonesia dapat menjalankan program kerja langsung di POSCO Korea dan perusahaan baja mitranya, yang berdasarkan hal tersebut akan memberikan peluang untuk tumbuh menjadi talenta industri baja global dengan teknologi dan kompetensi terbaik di dunia,” lanjut Kim Kwang Moo.

Kim Kwang Moo juga mengharapkan kedua belah pihak dapat bekerja sama di lebih banyak bidang, seperti pengembangan perusahaan baja dalam negeri, pengembangan teknologi bersama, dan lain-lain.

Kementerian Perindustrian sendiri menaungi 21 unit pendidikan vokasi, yang terdiri dari 9 SMK, 11 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas yang telah bekerja sama dengan industri di berbagai sektor baik dalam dan luar negeri. 

Baca Selanjutnya

article

Percepat Penyiapan SDM Industri, BPSDMI Gelar Rakornas

calendar

03 August 23

Untuk mendorong pertumbuhan dan daya saing industri manufaktur nasional, diperlukan kurang lebih 682.000 orang tenaga kerja industri per tahunnya. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian memiliki target untuk memenuhi hingga 30% dari total kebutuhan tersebut. Tenaga kerja yang dihasilkan bukan hanya kompeten, namun juga dapat menguasai teknologi terkini dan berdaya saing global.

“Kita harus siap untuk beradaptasi pada paradigma baru yang dapat mengakselerasi kinerja industri seperti pelaksanaan hilirisasi industri, renewable energy, digitalisasi dalam Making Indonesia 4.0 serta peningkatan SDM industri nasional,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BPSDMI Kemenperin yang dibuka pada Rabu (26/7) di Surabaya.

Hal ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi negara industri tangguh tahun 2035. Di antara target yang perlu diwujudkan adalah jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas sebesar 22,6 juta orang, persentase jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas terhadap total pekerja sebesar 15,7%, dan persentase jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas terhadap total pekerja sebesar 15,7%.

"Diperlukan terobosan program dan langkah-langkah kerja yang dapat mengakselerasi pembangunan SDM Industri kompeten berdaya saing global di era transformasi digital saat ini," tutur Menperin.

Dalam membangun SDM industri 4.0 yang kompeten dan berdaya saing global, BPSDMI menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan vokasi, baik bagi angkatan kerja maupun calon angkatan kerja nasional. 

“Diperlukan upaya terkoordinasi untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri melalui penyiapan tenaga kerja industri yang kompeten, yaitu pembangunan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang dapat menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi yang dihasilkan,” kata Kepala BPSDMI, Masrokhan, dalam acara tersebut.

Upaya koordinasi tersebut diwujudkan dalam Rakornas BPSDMI yang mengangkat tema “SDM Industri 4.0: Kompeten dan Berdaya Saing Global.” Rakornas ini mempertemukan Balai Diklat Industri, SMK, Politeknik, Akademi Komunitas di bawah naungan BPSDMI, stakeholder dan mitra industri, Pemerintah Daerah Jawa Timur, serta mitra SMK di Jawa Timur.

Kementerian Perindustrian telah menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana guna melaksanakan program pengembangan SDM Industri melalui 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 9 SMK Industri, dan 7 Balai Diklat Industri yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga terdapat Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 sebagai one stop solution yang menawarkan layanan untuk membantu industri dalam proses akselerasi transformasi digital.

Untuk memperluas jejaring dan ruang lingkup kerja sama dengan industri, dalam Rakornas tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara BPSDMI dengan beberapa mitra industri, yaitu PT. Mayora, PT. Petrokimia Gresik, dan PT. Denso. Selain itu, terdapat pula beberapa penandatanganan MoU antara satuan kerja BPSDMI dengan mitra industri lainnya.

Kerja sama yang dijalin antara BPSDMI, unit pendidikan dan pelatihan vokasi, mitra industri, serta mitra kerja luar negeri selama ini telah menghasilkan berbagai output yang menjadi success story program pengembangan SDM industri. Salah satu implementasi dari kerja sama tersebut adalah penyerahan hibah berupa perangkat virtual reality dengan total 10 unit oleh PT Petrokimia Gresik dan Konsulat Jenderal Amerika yang dilakukan dalam Rakornas BPSDMI tahun ini.

Bentuk apresiasi kinerja unit pendidikan dan pelatihan vokasi, serta kerja sama dari mitra industri, diberikan oleh BPSDMI dalam bentuk penghargaan bagi SMK-SMTI Padang sebagai SMK Terbaik, Politeknik STTT Bandung sebagai Politeknik Terbaik, BDI Yogyakarta sebagai BDI Terbaik dan enam mitra industri terbaik yaitu PT. Sumber Masanda Jaya, PT. Winners International, PT. TMMIN, PT. Indonesia Morowali Industrial Park, PT. Mayora Indah tbk, dan PT. Sri Rejeki Isman tbk yang dianugerahkan oleh Menteri Perindustrian.

Pada kesempatan ini, Menteri Perindustrian turut mengesahkan gedung unit pendidikan vokasi, yakni Ak-Tekstil Solo, Politeknik APP Jakarta, Politeknik ATI Padang, Politeknik STTT Bandung, dan SMK-SMAK Padang secara simbolis dengan menandatangani prasasti gedung.

Selain itu, BPSDMI juga menghadirkan seluruh unit pendidikan dan pelatihan vokasi beserta mitra industri dan mitra kerja luar negeri untuk melakukan showcase dalam bentuk pameran.

“Mitra-mitra tersebut telah mendukung unit pendidikan dan pelatihan kami dalam menyelenggarakan program pengembangan vokasi selama ini,” lanjut Masrokhan.

Pameran menampilkan program kerja, kurikulum, dan teknologi pendidikan yang digunakan unit pendidikan dan pelatihan vokasi BPSDMI, serta beberapa produk hasil teaching factory dan inkubator bisnis.

“Salah satu tujuan dari pameran ini adalah untuk mendukung kebijakan BPSDMI saat ini, yaitu One Vocational Unit, One Great Achievement, yang mendorong unit pendidikan dan pelatihan vokasi memiliki minimal satu pencapaian besar yang dapat dibanggakan dalam berbagai bidang,” jelas Masrokhan.

Baca Selanjutnya

article

Percepatan Transformasi 5G, PIDI 4.0 Hadir di Kegiatan Journey to 5G Smart City

calendar

05 July 23

Teknologi 5G telah diimplementasikan oleh pemerintah dan penyelenggara operator seluler sejak tahun 2021. Meskipun telah diluncurkan, pemanfaatan teknologi tersebut masih terus dilakukan agar dapat digunakan secara merata di berbagai provinsi di Indonesia.

PIDI 4.0 mendukung percepatan transformasi digital bagi Pemerintah Kabupaten/Kota melalui collaborative event bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melalui kegiatan Journey to 5G Smart City

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 4-5 Juli 2023 di The Royal Surakarta Heritage Hotel dan dihadiri perwakilan dari 32 Kota/Kabupaten dari Seluruh Indonesia, Perwakilan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Perwakilan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APAKSI), serta Perwakilan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Perwakilan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. 

Sebagai bagian penting dari teknologi 5G smart City, kegiatan tersebut melibatkan penyelenggara jaringan seluler yaitu PT Telkomsel yang merupakan bagian dari ekosistem PIDI 4.0, serta provider jaringan lain yaitu PT Indosat Tbk, PT XL Axiata, dan PT Smart Telecom Tbk. Untuk mendukung adopsi teknologi 5G Smart City, PIDI 4.0 juga membawa dua mitra lainnya yang memiliki teknologi pendukung untuk membangun  infrastruktur implementasi 5G Smart City di Indonesia yaitu PT Ericsson Indonesia dan PT Schneider Indonesia. 

Kegiatan dibuka oleh Dirjen PPI Menkominfo, Wayan Tony Supriyanto, dan turut hadir Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Kota Surakarta Heny Ermawati, yang memberikan  keynote speech dalam mewakili wali kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. Dalam kegiatan tersebut PIDI 4.0, Ericsson, dan Schneider berkesempatan memberikan paparan dan sharing session bagi seluruh peserta terkait teknologi 5G smart city. Diharapkan melalui partisipasi PIDI 4.0 bersama mitra dapat memberikan awareness terkait adopsi teknologi digital untuk mendukung terciptanya Smart City di seluruh Kota/Kabupaten di Indonesia. 

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Tempa ASN Berkualitas, Dorong Pembangunan Industri Nasional!

calendar

19 June 23

Dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan industri nasional, Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk mengembangkan kompetensi SDM Industri dan SDM Aparatur bidang Industri. Hal ini sejalan dengan salah satu fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini yakni SDM Unggul Indonesia Maju dengan menciptakan SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, serta menguasai IPTEK.

"Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan mampu menjalani peran sebagai motor penggerak dalam pembangunan nasional dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Saat ini, di Kemenperin sendiri terdapat 4.257 ASN dengan 2.708 ASN laki-laki atau 55,41% dari total ASN Kemenperin, serta 2.179 ASN perempuan dengan persentase 44,59%. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kompetensi ASN, salah satunya melalui beasiswa pendidikan formal.

“SDM Industri yang berdaya saing memerlukan SDM Aparatur bidang industri yang juga profesional, khususnya dalam perumusan dan implementasi kebijakan serta pembinaan industri,” pungkas Kepala BPSDMI, Masrokhan, dalam sambutannya pada acara penandatanganan nota kesepahaman dan pelepasan peserta program beasiswa Kemenperin pendidikan S2 dual degree pada Rabu (14/6) di Jakarta.

Guna mewujudkan ASN bidang Industri yang kompeten, profesional, dan berdaya saing, Kementerian Perindustrian melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan enam perguruan tinggi di Indonesia, yakni Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Institut Pertanian Bogor. 

“Kompetensi sangat perlu ditingkatkan baik melalui Pendidikan formal maupun informal. Pendidikan formal seperti melanjutkan Pendidikan ke jenjang S1, S2 dan S3 merupakan kebutuhan bagi SDM Aparatur agar SDM Apar,” lanjut Masrokhan.

Nota Kesepahaman ini akan berlaku selama 5 tahun sejak penandatanganan dan meliputi bidang Pendidikan pada jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), Double Degree dan Doktoral (S3) baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, Nota Kesepahaman mencakup pelatihan, kerja sama IPTEK, serta bidang lain yang disepakati dalam mendorong pembangunan SDM industri.

"Bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman, dalam kesempatan ini kami juga melepas penerima beasiswa S2 Dual Degree IPB dengan University of Adelaide, Australia, serta Program Pendidikan S2 Dual Degree ITB dengan universitas di Taiwan yang bekerja sama dengan Foundation for International Cooperation in Higher Education of Taiwan (FICHET)," papar Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan & Pelatihan SDM Aparatur Restu Yuni Widayati dalam acara tersebut.

Adapun peserta beasiswa adalah ASN Kemenperin yang dipilih melalui serangkaian proses seleksi, sehingga setelah lulus dapat kembali mengabdi di Indonesia sebagai ASN yang bermanfaat bagi pembangunan industri nasional.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0 Kemenperin Gandeng Korea Selatan untuk Perkuat Startup

calendar

07 June 23

Menghadapi era modern, Indonesia dan Korea Selatan turut bekerja sama untuk meningkatkan kesiapan SDM dalam menghadapi industri 4.0. Salah satunya adalah kerja sama antara Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) Kementerian Perindustrian dengan Born2Global Center, yang merupakan agensi di bawah Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan (MSIT) Korea Selatan.

“Untuk mendukung mengakselerasi transformasi industri 4.0, Kemenperin telah membangun Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0) yang telah bekerja sama dengan berbagai mitra dalam dan luar negeri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kerja sama ini juga mencakup penyelenggaraan acara dari kedua negara dengan tujuan investasi, perluasan pasar, dan kolaborasi yang menguntungkan kedua belah pihak. Salah satunya, knowledge sharing yang berfokus pada teknologi digital, ekosistem teknologi, ekuitas swasta, investasi modal ventura dan program yang dijalankan kedua pihak. Knowledge sharing tersebut di antaranya diadakan dalam bentuk workshop, webinar, hingga business matching.

Startup dengan deep technology adalah target utama pengembangan dalam MoU ini, baik melalui joint venture maupun program kerjasama lainnya. Saya bahagia karena dengan semangat kolaborasi ini, baik PIDI 4.0 dan Born2global juga bersedia untuk menyediakan fasilitas bagi startup kedua negara yang bekerjasama,” ujar Kepala BPSDMI, Masrokhan, dalam sambutannya dalam kegiatan penandatanganan MoU kerja sama tersebut pada Selasa (6/6) di PIDI 4.0, Jakarta.

PIDI 4.0 Kemenperin mempunyai visi sebagai “one stop solution” adopsi teknologi 4.0 bagi industri dan jendela bagi dunia. PIDI 4.0 mempunyai 5 fungsi utama diantaranya adalah Showcase center, Capability Center, Ecosystem Industry 4.0, Delivery Center serta Engineering dan AI Center yang mendukung industri manufaktur di Indonesia dan tentunya melibatkan startup deep technology dalam implementasinya.

Sementara itu, Born2Global Center didirikan dengan tujuan untuk mempercepat perusahaan teknologi tahap awal (startup) menjadi inovator global. Dengan berbagai programnya yang telah dimulai sejak tahun 2013, Born2Global telah mendukung pengembangan 2.962 startup untuk memasuki pasar global.

Indonesia dan Korea Selatan sendiri telah menjalin hubungan diplomatik yang erat, di mana pada tahun 2023 ini hubungan diplomatik kedua negara tersebut sudah berjalan tepat 50 tahun. Indonesia dan Korea Selatan telah menjalin kerja sama bilateral di bidang politik, sosial budaya, pendidikan, ekonomi, pertahanan, ketenagakerjaan, hingga militer dan pertahanan.

NRC (National Research Council) Korea Selatan dan Kementerian Perindustrian telah bekerjasama sejak 10 September 2018 melalui MoU Aktivitas Kerjasama terkait Industri 4.0. Untuk melaksanakan kegiatan kerjasama tersebut selanjutnya dibentuk sub Komite Bersama untuk Implementasi Aktivitas Kerjasama terkait Industri 4.0. Salah satu lembaga di bawah koordinasi NRC yang terlibat pada kerjasama ini adalah STEPI (Science and Technology Policy Institute) Korea Selatan.

“Selama 2 tahun ini, STEPI telah bekerjasama dengan Kemenperin khususnya terkait pengembangan PIDI 4.0. Setelah melakukan kajian pada tahun lalu, tahun ini adalah tindak lanjut dari hasil kajian tersebut. STEPI menghubungkan pada institusi lainnya dimana salah satunya adalah Born2Global,” lanjut Masrokhan.

CEO Born2Global Jongkap Kim mengapresiasi kerja sama yang telah dijalankan. "Perkembangan industri dan startup di Indonesia luar biasa. Indonesia berpotensi menjadi world top high-gross country berikutnya. Kami tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bekerja sama," ujarnya.

"Born2Global akan terus melanjutkan program-programnya ke berbagai negara. Ke depannya, Born2Global akan memiliki special project terkait emisi nol karbon, community factory, dan hal lainnya yang belum kami lakukan," lanjut Jongkap Kim.

Baca Selanjutnya

article

Polifurneka Kendal Cetak SDM Furnitur yang Siap Hadapi Tantangan Zaman

calendar

07 June 23

Paradigma Industri 4.0 telah menyebar cepat ke seluruh dunia dengan menawarkan platform fleksibel untuk melakukan bisnis dan manufaktur. Penggunaan teknologi Industri 4.0 telah menyebabkan pengaruh digital di pasar tenaga kerja. Penggunaan teknologi baru Industri 4.0 berdampak terhadap industri manufaktur.

“Untuk menghadapi tantangan SDM di era 4.0, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian memiliki tugas dan fungsi dalam pembangunan SDM Industri melalui pengembangan vokasi industri, pembangunan kompetensi industri 4.0, dan pembangunan SDM industri,” ujar Kepala BPSDMI Masrokhan dalam Rapat Kerja Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal pada Senin (29/5) di Batam.

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal atau kerap disebut Polifurneka Kendal merupakan salah satu Politeknik di bawah naungan Kementerian Perindustrian yang bertujuan untuk mencetak SDM andal di bidang furnitur dan pengolahan kayu.

“SDM merupakan salah satu modal dasar dalam pembangunan industri nasional. Hanya SDM yang sangat terampil dan berkualitas yang mampu mengendalikan teknologi Industri 4.0,” lanjut Masrokhan.

Polifurneka Kendal berada di dalam Kawasan Ekonomi Kendal (KEK) Kendal. KEK Kendal sendiri unggul dalam sektor industri berorientasi ekspor, substitusi impor, produk berteknologi tinggi, dan pada aplikasi khusus yang mendukung industri 4.0 serta logistik yang berbasis Industri 4.0. KEK Kendal Diproyeksikan dapat menarik investasi sebesar Rp72T dan Tenaga Kerja Sebanyak 20.000 tenaga kerja hingga tahun 2025. 

“Pada rapat kerja kali ini akan mendengarkan pemaparan capaian kinerja pada Triwulan 1 (satu) 2023 serta rencana kinerja masing-masing unit kerja yang ada di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu,” jelas Masrokhan dalam rapat kerja tersebut.

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal memiliki tiga program studi di jenjang Diploma 3, yakni Teknik Produksi Furnitur, Desain Furnitur, dan Manajemen Bisnis Industri Furnitur.

Setelah didirikan pada tahun 2017, kini jumlah mahasiswa Politeknik tersebut sebanyak 437 orang dan telah meluluskan sebanyak 262 orang (lulusan tahun 2021 sebanyak 87 orang dan lulusan tahun 2022 sebanyak 175 orang) untuk bekerja di industri furnitur, melanjutkan studi, dan wirausaha.

Politeknik tersebut memiliki kerja sama dengan 150 industri yang meliputi pengembangan kurikulum, dosen dari industri, komite industri, praktek kerja industri, pelatihan sdm industri, penelitian bersama, penyerapan lulusan dan pengembangan program studi baru. 

“Dalam mencapai target yang akan dicapai setiap tahunnya, tentunya Bapak dan Ibu akan menghadapi kendala dalam pencapaiannya. Kendala-kendala yang dihadapi akan bersama-sama diminimalisir oleh Bapak dan Ibu agar tidak mengganggu target yang akan kita capai pada tahun ini,” tutup Masrokhan.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0 Dukung Penerapan Industri 4.0 Secara Aman

calendar

02 June 23

Kemitraan yang dibangun Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) dengan berbagai pihak adalah langkah nyata penguatan ekosistem industri 4.0 Indonesia. Dalam rangka itu, PIDI 4.0 bekerjasama dengan Global Indonesia Professional’s Association (GIPA) dan SICK Indonesia menyelenggarakan hybrid seminar bertemakan “Navigating Industry 4.0 Safely” di gedung PIDI 4.0, Rabu (31/5).

Dalam pembukaan seminar, Direktur PIDI 4.0, Arnes Lukman menekankan pentingnya penguasaan teknologi terkini dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) agar industri dalam negeri bisa bersaing di pasar global.

Senada dengan itu, Hilmi Kartasasmita, selaku Head of Indonesia and Strategic Initiatives GIPA menyampaikan pentingnya kolaborasi dan pembangunan kemitraan dengan profesional Indonesia di luar negeri, dimana saat ini keanggotaan GIPA mewakili negara-negara G20 dan ASEAN. Misi pengembangan SDM dan diplomasi ekonomi dilihat sebagai kunci untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.

Dalam teknis implementasi, “tantangan penerapan industri 4.0 di manufaktur Indonesia, diantaranya adalah tingginya modal investasi, lebih besarnya fokus terhadap pertumbuhan penjualan dibandingkan peningkatan efisensi serta pilot trap” ungkap Irsyad Iskandar, Assistant Manager, Deloitte Southeast Asia. Namun, sebagai negara yang berorientasi ekspor, Indonesia juga memiliki keunggulan tersendiri sebagai produsen bahan mentah industri. Oleh karena itu, penting untuk memaksimalkan keunggulan ini melalui proses transfer teknologi yang baik dan berkelanjutan.

Dalam peningkatan efisiensi manufaktur serta modernisasi produksi dalam era industri 4.0, aspek keselamatan kerja (safety) tidak dapat dipisahkan satu dari yang lainnya. Hal ini menjadi penting karena bukan hanya kerugian produksi saja yang mungkin terjadi, namun SDM yang terlibat didalamnya yang tidak ternilai harganya. Dalam pemaparan materinya, Jayden Siew, Safety Senior Market Product Manager, SICK South East Asia menjelaskan: “Langkah-langkah penerapan machine safety diantaranya: penilaian risiko, desain keamanan, langkah-langkah perlindungan teknis, langkah-langkah administratif, serta validasi keseluruhan mesin”. Pengetahuan teknis mengenai keselamatan kerja yang benar sangat penting agar teknologi-teknologi baru yang sudah maupun akan diterapkan dapat berfungsi secara optimal.

Industri 4.0 adalah inisiatif yang membutuhkan kerjasama dalam lingkup ekosistem. Dalam kesempatan tersebut, Direktur PIDI 4.0, Arnes Lukman menyampaikan apresiasi atas tingginya minat partisipasi dari berbagai pihak, termasuk pelaku industri, pendidikan, konsultan hingga produsen serta berharap kerjasama seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan industri 4.0 di Indonesia.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0 Hadirkan Program Pelatihan Smart Factory dan Cloud-Big Data

calendar

26 May 23

Sebagai one stop solution untuk akselerasi industri 4.0 di Indonesia, Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 49 peserta Program Pelatihan Smart Factory dan Cloud-Big Data Batch ke - 4 yang merupakan program Kerjasama antara Korea International Cooperation Agency (KOICA) dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Sila University of Busan, Korea Selatan dalam rangkaian sharing session bersama PIDI 4.0 pada Kamis, 25 Mei 2023 di Gedung PIDI 4.0, Permata Hijau, Jakarta Selatan. 

Sebelumnya, seluruh 49 peserta telah mendapatkan training selama 2 bulan di KSU-4RITC UMN di BSD, Tangerang, Banten dengan tajuk pelatihan The 4th Industrial Revolution Technical Center untuk dipersiapkan sebagai calon SDM bagi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

Untuk mendukung program training tersebut, peserta menggali pengetahuan lebih dalam terkait teknologi smart factory dengan berkunjung ke Gedung PIDI 4.0. 

“Selain itu, kunjungan ke PIDI 4.0 diharapkan dapat membekali seluruh peserta dengan pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan pada era industri 4.0 serta memberikan insight yang lebih dalam terkait cloud-big data,” ungkap Johannes Boru, mewakili Manajemen UMN pada Kamis, 25 Mei 2023 siang di Gedung PIDI 4.0. 

Sharing session terkait teknologi 4.0 difasilitasi oleh PIDI 4.0 bersama PT Nippon Electric Company (NEC) Indonesia, PT Bosch Rexroth, PT Widya Inovasi Indonesia (Widya  Robotics), serta PT Festo Indonesia yang merupakan technology company yang tergabung dalam ekosistem PIDI 4.0. Selain sharing session, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dalam bentuk demo teknologi smart factory melalui kunjungan di showcase center PIDI 4.0.Peserta juga berkesempatan untuk mendapatkan penjelasan terkait teknologi 4.0 lainnya seperti mesin metal 3D printing, mesin cyber physical system factory dan cyber physical system laboratory serta berkunjung ke laboratorium automatisasi dan smart factory food and beverage yang berada di Gedung PIDI 4.0.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Bidik Puluhan Ribu Peserta Ikuti Diklat 3 in 1

calendar

26 May 23

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus membangun sumber daya manusia (SDM) kompeten dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing di sektor industri. Langkah strategis ini dilaksanakan antara lain melalui program pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1, yang meliputi pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan.

“Program pelatihan vokasi industri 3 in 1 ini diselenggarakan di tujuh Balai Diklat Industri (BDI) yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yang juga merupakan satuan kerja di bawah binaan kami,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan pada pembukaan Rapat Koordinasi Program dan Kegiatan BDI Seluruh Indonesia di Kuta, Bali, Kamis (25/5).

Kepala BPSDMI menjelaskan, selain untuk memenuhi kebutuhan industri, pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1 ini merupakan wujud nyata kolaborasi G-to-G antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, maupun yang bersifat B-to-G atau antara industri dengan pemerintah. “Hal ini mengingat pembangunan industri membutuhkan sinergi dan peran aktif antara pihak pemerintah, baik pusat maupun daerah, mitra industri dan asosiasi, serta masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Pada tahun 2023, peserta pelatihan vokasi industri sistem 3 in 1 untuk program pengembangan daerah potensial ditargetkan mencapai 26.050 orang, yang penyelenggaraannya tersebar di seluruh BDI, yaitu di BDI Medan (3.250 orang), BDI Padang (3.000 orang), BDI Jakarta (4.500 orang), BDI Yogyakarta (4.500 orang), BDI Surabaya (4.650 orang), BDI Denpasar (2.000 orang) dan BDI Makassar (4.150 orang).

“Untuk itu, kami mengimbau seluruh BDI agar dapat segera merealisasikan target yang telah ditetapkan masing-masing. Diharapkan pula realisasi capaian fisik maupun anggaran dari masing-masing BDI dapat terealisasi dengan signifikan, sehingga mampu mendukung target maksimal capaian BPSDMI secara keseluruhan,” papar Masrokhan.

Selain itu, Kepala BPSDMI juga mengharapkan dukungan dari Inspektorat Jenderal Kemenperin dalam melakukan pendampingan, pengawalan, serta monitoring dan evaluasi secara berkala kepada seluruh BDI dalam penyelenggaraan pelatihan maupun program kegiatan lainnya, sehingga program kegiatan yang diselenggarakan oleh BDI-BDI pada tahun ini dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Untuk itu, saya menyambut baik penyelenggaraan Rapat Koordinasi Balai Diklat Industri ini, untuk menjadi evaluasi bersama atas capaian kinerja BDI dan sebagai persiapan untuk perencanaan dan pelaksanaan kinerja yang lebih baik pada tahun-tahun  mendatang,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Industri BPSDMI Kemenperin, Arnes Lukman mengemukakan bahwa realisasi pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1 yang telah dilaksanakan di seluruh BDI hingga akhir April 2023, sudah mencapai 7.297 orang peserta atau 28,01 persen dari target tahun ini.

“Untuk mengoptimalkan program ini, perlu dilakukan beberapa koordinasi dan diskusi melalui Rakor di Bali ini, yang di antaranya meliputi peningkatan pemanfaatan aplikasi SIDIA sebagai platform terintegrasi untuk seluruh kegiatan utama pada BDI,” ujar Arnes.

Adapun tujuan yang ingin di capai dari acara Rakor BDI tahun ini, antara lain menyusun program setiap BDI di lingkungan BPSDMI Kemenperin dalam rangka penyelenggaraan dan pengembangan pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1. Selain itu, merumuskan sasaran dan target, serta menyusun langkah-langkah strategis roadmap pencapaian pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1 menuju peningkatan kemampuan, produktivitas, dan daya saing SDM industri.

Hasilkan SDM kompeten

Kepala BPSDMI menambahkan, industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang menjadi motor penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Tidak hanya sebagai penyumbang terbesar terhadap PDB, industri yang tergolong padat karya juga memiliki peranan besar dalam mengatasi masalah pengangguran sekaligus sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Kemenperin mencatat, pada triwulan I-2023, kontribusi industri manufaktur terhadap PDB nasional mencapai 16,77 persen atau mengalami peningkatan dibandingkan triwulan IV-2022 yang sebesar 16,39 persen. Sementara itu, kinerja pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2023 sebesar 4,67 persen (y-on-y).

Masrokhan menerangkan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian mengamanatkan bahwa tujuan pembangunan SDM industri untuk menghasilkan SDM yang kompeten guna meningkatkan peran SDM di bidang Industri. Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan Sumber Daya Industri menyatakan bahwa pembangunan industri nasional harus didukung dengan tenaga kerja industri, yang memiliki kompetensi teknis sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri.

“Jadi, selain kami melaksanakan program pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1, juga konsisten terus mengimplementasikan pola pendidikan dan pelatihan yang bertujuan memberikan pembekalan keterampilan dasar (skilling), peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini,” paparnya.

Apalagi, saat ini telah memasuki tahap kedua (periode 2020 – 2024) dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), yaitu difokuskan untuk mencapai keunggulan kompetitif dan berwawasan lingkungan melalui penguatan struktur industri dan penguasaan teknologi, serta didukung oleh SDM yang berkualitas.

“Dinamika perubahan yang berjalan dengan sangat cepat, menuntut BPSDMI untuk terus belajar dan beradaptasi secara lebih cepat, dengan mengintegrasikan seluruh sumber daya, proses bisnis dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan organisasi,” tandasnya.

Bahkan, dengan adanya perkembangan teknologi, menyebabkan materi belajar harus mudah diakses kapan saja dan di mana saja, proses bisnis pembangunan SDM harus aplikatif, relevan/adaptif, mudah diakses, dan memberikan dampak yang signifikan.

Selain target tersebut, BDI juga berupaya mempertahankan dalam pembangunan Zona Integritas pada predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). “Peran BDI sebagai Center of Excellence penyiapan SDM industri kompeten diyakini mampu untuk mewujudkan hal tersebut,” tegas Masrokhan.

Hingga saat ini, BDI yang sudah memperoleh predikat WBK, di antaranya BDI Surabaya tahun 2017, BDI Padang (2018), BDI Jakarta, BDI Yogyakarta dan BDI Denpasar pada tahun yang sama (2021), serta BDI Makassar (2022).

Baca Selanjutnya

article

Tempa SDM Industri Makassar Lewat Sekolah, Kampus, dan BDI

calendar

26 May 23

Dalam menopang kegiatan ekonomi, kota Makassar memiliki 643.368 tenaga kerja aktif, di mana 136,825 di antaranya bekerja di industri manufaktur. Sementara itu, 498,228 penduduk lainnya bekerja di bidang jasa, dan 8,315 bekerja di bidang pertanian.

Terdapat 151,801 orang yang masih menempuh bangku sekolah. Angka ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas angkatan kerja di kota Makassar ke depannya.

"Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian menaungi unit pendidikan dan pelatihan vokasi industri untuk menyiapkan SDM Industri yang kompeten dan berdaya saing global,” ujar Kepala BPSDMI Masrokhan dalam kunjungannya ke satuan kerja BPSDMI di Makassar pada Senin-Selasa (22-23/5) lalu.

BPSDMI menaungi 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 9 SMK-SMTI/SMAK, serta 7 Balai Diklat Industri (BDI). Di Makassar sendiri, terdapat 4 satuan kerja, yaitu Politeknik ATI Makassar, SMK-SMTI Makassar, SMK-SMAK Makassar, dan BDI Makassar.

“Untuk menghadapi perkembangan dan tantangan global, Kementerian Perindustrian telah menetapkan kebijakan pengembangan SDM industri yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1009 Tahun 2021 tentang pengembangan vokasi industri bertaraf global menuju corporate university,” lanjut Masrokhan.

Hampir seluruh satuan kerja BPSDMI Kemenperin di Makassar meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang dianugerahkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Unit kerja tersebut adalah SMK-SMTI Makassar, SMK-SMAK Makassar, dan BDI Makassar. Sementara itu, Politeknik ATI Makassar tengah mengajukan penilaian Zona Integritas di tahun ini untuk mendapatkan predikat WBK.

Untuk menghadapi tantangan industri 4.0, satuan kerja BPSDMI juga beradaptasi dengan perubahan zaman melalui transformasi 4.0. Salah satunya adalah Satelit PIDI 4.0 dapat menjadi referensi setidaknya di Wilayah Timur Indonesia dalam transformasi teknologi 4.0. 

Selain itu, SMK-SMTI Makassar juga telah melakukan pembuatan modul K3 dengan Virtual Reality yang di-support oleh Konsulat Jenderal Amerika Serikat. Bahkan, penerapan transformasi 4.0 di sekolah tersebut sudah dipamerkan dalam gelaran Hannover Messe di Jerman pada pertengahan April 2023 lalu.

“Saya juga meminta tenaga pengajar harus meningkatkan kompetensi 4.0-nya agar lulusannya nanti sudah dibekali keterampilan 4.0,” kata Masrokhan.

Untuk meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten serta link and match dengan industri, satuan kerja BPSDMI Kemenperin terus bekerja sama dengan berbagai perusahaan industri, Kawasan Industri maupun dengan stakeholder lainnya baik Asosiasi industri serta pemerintah daerah.

“Saya berharap Kemenperin dapat menghasilkan sumber daya manusia industri yang berkualitas dan siap menghadapi perubahan di masa depan,” tutup Masrokhan.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0 Kuatkan Ekosistem SDM Industri 4.0 Lewat Kolaborasi

calendar

24 May 23

Kementerian Perindustrian terus menggencarkan penerapan industri 4.0 di Indonesia untuk mewujudkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada tahun 2018 lalu. Salah satu langkah yang ditempuh adalah peluncuran Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) oleh Menteri Perindustrian di mana Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menjadi inisiator kegiatan tersebut.

Kepala Pusdiklat SDM Industri Kemenperin, Arnes Lukman, menekankan pesan dan arahan Kepala BPSDMI, Masrokhan “Tantangan ke depan tidak hanya cukup dengan menghasilkan SDM yang kompeten saja, namun SDM yang sudah tidak gagap dengan transformasi teknologi 4.0. PIDI 4.0 dapat menjadi jembatan untuk mengakselerasi transformasi tersebut," ujar Masrokhan.

Dalam rangka penguatan ekosistem industri 4.0, PIDI 4.0 menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penajaman Program dan kegiatan 2023 di Gedung PIDI 4.0, Selasa (23/05). 

Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini di antaranya evaluasi implementasi program dan kegiatan selama tahun berjalan untuk mendukung output serta key performance indicator (KPI) PIDI 4.0. Tercatat lebih dari 20 kegiatan dalam bentuk exhibition, conference, seminar workshop yang telah dilaksanakan oleh PIDI 4.0 bersama industri mitra, antara lain: Advantage Software & Cybersecurity Implementation to Support Digital Transformation Journey for Industry, Microcontroller Arduino, Big Data Analyst, Blockchain Technology seminar.

Selain itu, dilakukan juga diskusi dalam rangka penajaman program dan kegiatan mendatang di tahun 2023. PIDI 4.0 mendorong mitra untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam perhelatan besar nasional seperti Seminar Journey To 5G Smart City, Seminar National & Global Light House, serta Transformation Awareness Program.

Pertemuan Koordinasi ini dilaksanakan secara luring dengan total peserta dari 25 perusahaan yang bergerak di industri manufaktur. Peserta rapat  yang termasuk dalam kategori technology 4.0 user yaitu PT Indolakto dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Sedangkan industri mitra yang termasuk ke dalam kategori technology provider yaitu: PT Telkomsel, PT Jababeka Infrastruktur, PT NEC Indonesia, PT AWASIN, PT Aldik, dan PT TSM.

Partisipan rapat dari industri yang tergolong ke dalam service dan training provider yaitu PT. Jamiko, TUV Rheinland, dan PT Naganaya. Dalam kesempatan tersebut beberapa Perusahaan asing yang tergabung dalam ekosistem PIDI 4.0 juga berpartisipasi dalam rapat koordinasi ini, yaitu PT Ericsson, PT Intel, PT SKF, PT FESTO, PT Schneider Electric, PT Omron Electronics, PT Arcstone, serta PT Hexagon. Tidak kalah pentingnya pertemuan ini juga diikuti oleh beberapa startup lokal antara lain PT Bogortech Pratama Internusa, PT Widya Robotics, PT Lanius Inovasi Indonesia, PT UMG Idea Lab, PT MSMB, dan PT SSD. 

Salah satu kontribusi nyata dari mitra PIDI 4.0 adalah Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang memberikan layanan showcase center PIDI 4.0 dengan terfasilitasinya 500 kunjungan sejak diresmikannya Showcase Toyota awal tahun 2023. Showcase yang dibangun oleh TMMIN akan dimanfaatkan untuk training, dan untuk konsultasi terkait transformasi industri. 

Dalam rangka penguatan ekosistem industri 4.0, PT TSM, NEC Indonesia, dan PT Festo bersama PIDI 4.0 telah berkontribusi dalam beberapa exhibition tingkat nasional dan global seperti Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023 dan Hannover Messe 2023 di Jerman. 

Kepala Pusdiklat SDM Industri Kemenperin, Arnes Lukman, selaku pimpinan rapat turut menyampaikan apresiasi kepada para industri mitra PIDI 4.0 yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan kolaboratif yang dilaksanakan selama dua tahun terakhir sejak diresmikannya gedung PIDI 4.0 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2 Desember 2021.  

“Untuk memperkuat peran PIDI 4.0 maka perlu dilakukan audiensi dengan industri manufaktur atau asosiasi industri per sektor untuk mengidentifikasi pain point dan kebutuhan industri dalam melakukan transformasi digital,” ungkap Arnes dalam rapat koordinasi tersebut.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Jajaki Rintisan Kerja Sama Global Terkait SDM 4.0

calendar

24 April 23

Hannover Messe 2023 dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekuatan teknologi industri nasional serta mendorong keterhubungan industri Indonesia dengan jejaring rantai suplai global. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya dipandang sebagai negara yang memiliki potensi kekuatan pasar dunia, namun juga memiliki arti dan peranan penting dalam kontribusinya menunjang perkembangan teknologi industri dan pendukungnya, termasuk penyediaan SDM Industri 4.0-nya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan menyampaikan bahwa potensi kerjasama yang dapat diraih pada Hannover Messe kali ini sangat besar untuk mendukung proses transformasi teknologi 4.0 pada terutama Industri prioritas dengan hadirnya Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0).

Masrokhan menambahan kerjasama yang dapat ditindaklanjuti meliputi: Pengembangan sumber daya manusia industri terkait Industry 4.0 melalui penyelenggaraan program-program peningkatan kapasitas; Penyediaan mock-up/showcase lini mesin dan peralatan multimedia senilai hingga € 700.000 untuk ditempatkan di area pusat pameran pada PIDI 4.0 beserta program transfer teknologinya; Utilisasi mock-up lini mesin dan peralatan multimedia; Pengembangan pendidikan, kurikulum pelatihan, dan program pelatihan serta penyelenggaraan program-program peningkatan kapasitas, termasuk kunjungan dan pertukaran materi pelajaran, tenaga ahli, modul pembelajaran, kurikulum, teknologi dan/atau personil teknis.

Dalam kesempatan ini, setelah dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, BPSDMI dan Petrokimia Gresik telah menghasilkan kesepahaman tindaklanjut implementasi Digital Learning System untuk menunjang program pengembangan SDM Industri di sektor Petrokimia.

Nuril Huda, senior vice president SDM Petrokimia Gresik menyampaikan bahwa pembangunan Digital Learning System yang selama ini telah dibangun secara internal telah meningkatkan tingkat efektifitas pengembangan kompetensi pegawai dan  non pegawai di lingkungan Petrokimia Gresik.

“Dengan sistem ini, diharapkan dapat memangkas waktu admininstrasi dan percepatan dalam penguasaan materi pembelajaran  di Petrkokimia Gresik ” tambah Nuril.

Nuril menegaskan kerjasama dengan BPSDMI yang selama ini telah dilakukan dapat diperkuat dengan adanya sebuah sistem yang akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi lulusan dan siswa unit pendidikan Kemenperin yang sebagian besar berbasis kimia untuk adapat memanfaatkan sistem ini untuk pembelajaran maupun peningkatan kapasitas.

Kerjasama Global

Dalam sela sela kunjungan di Hannover Messe, Kepala BPSDMI juga bertemu dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk ​Prancis, Andorra dan Monako, Mohamad Oemar di Paris terkait kerjasama global pengembangan program pengembangan SDM Industri.

“Kami siap memfasilitasi rintisan kerjasama pengembangan SDM Industri global dengan BPSDMI melalui kegiatan yang salah satunya program vokasi,” tekan Oemar. Perancis merupakan mitra strategis Indonesia dalam hubungan ekonomi internasional yang ditandai setidaknya ada 160 perusahaan Perancis yang beroperasi di Indonesia.

Ini merupakan potensi kerjasama dalam meningkatkan investasi Perancis di Indonesia dengan penyediaan SDM Industri bagi perusahaan Perancis yang ada Indonesia maupun kerjasama peningkatan kapasitas SDM Industri melalui program magang siswa dan tenaga pengajar di Perancis.

Masrokhan menuturkan bahwa BPSDMI melalui unit pendidikan dan pelatihan vokasi yang berspesialisasi terkait sektor Industri, siap untuk berkerjasama secara global dalam menyediakan SDM Industri bagi perusahaan Perancis di bidang otomotif, makanan dan minuman, pengolahan kulit, dan kimia.

“Unit pendidikan dan pelatihan vokasi Kemenperin memang dipersiapkan untuk menghasilkan SDM Industri yang kompeten dan siap kerja. Dan sekarang sudah mampu menjawab tantangan kebutuhan terkait keterampilan Industri 4.0,” tutup Masrokhan.

Baca Selanjutnya

article

Bawa Tema SDM 4.0, BPSDMI Hadir di Hannover Messe 2023

calendar

24 April 23

Presiden RI Joko Widodo dan Kanselir Jerman Olaf Scholz meresmikan Paviliun Indonesia di Hannover Messe 2023 pada Kamis (17/4) pagi waktu Hannover. Sebagai official partner country dari perhelatan akbar industri tersebut, Indonesia menghadirkan Zona National Pavilion dengan estimasi area mencapai 3000 m2.

“Paviliun Indonesia didesain khusus mengikuti bentuk kapal tradisional Indonesia, Kapal Pinisi. Kami ingin menghadirkan semangat Indonesia dalam mengarungi tantangan massa depan. Kapal Pinisi ini memiliki kompas yang dinamakan Making Indonesia 4.0 sebagai navigator transformasi industri di Indonesia,” ujar Presiden RI Joko Widodo dalam peresmian Paviliun Indonesia di Hall 2, Hannover Messe.

“Dengan spirit “Infinite Journey”, mari berlayar bersama dan mengakselerasi transformasi industri bagi dunia yang lebih baik, karena berinvestasi di Indonesia berarti berinvestasi di masa depan yang lebih cerah,” Presiden menuturkan.

Gelaran Hannover Messe 2023 membawa dampak positif terhadap peningkatan investasi di Indonesia. Pada ajang pameran teknologi industri terbesar di dunia tersebut, terdapat sejumlah kesepakatan kerja sama yang akan ditandatangani oleh pemerintah dan pelaku bisnis.

“Perjanjian kerja sama ini merupakan capaian dari salah satu sasaran partisipasi Indonesia sebagai Partner Country Hannover Messe 2023, yaitu terwujudnya kerja sama industri dan penanaman modal asing,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Hannover, Jerman.

Menperin menyebutkan, terdapat 27 perjanjian kerjasama yang akan ditandatanganipihak Indonesia pada perhelatan Hannover Messe 2023, “Adapun 75% dari peserta penandatanganan MoU itu berasal dari co-exhibitor Hannover Messe 2023, dan sisanya diluar co-exhibitor. Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme co-exhibitor untuk menjalin kerjasama dengan mitra cukup tinggi,” ungkapnya.

Kemudian, untuk lingkup kerja sama secara G to B, di antaranya meliputi peningkatan sumber daya manusia dalam pembangunan dan transformasi industri 4.0, pengelolaan limbah menjadi energi, pengelolaan limbah dengan menggunakan sirkular ekonomi, serta kolaborasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Adapula kerja sama tentang pengelolaan limbah menjadi energi, pendirian pusat pabrik kimia dan molding, pendirian pusat pembelajaran, kerja sama dalam ekosistem pengisian ulang kendaraan listrik (electric vehicle-EV) dan informasi digital industri 4.0.

Pada kesempatan tersebut, Menperin memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyatakan komitmennya dalam upaya peningkatan investasi di Indonesia.Upaya ini diyakini akan mengakselerasi peningkatan daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi nasional. 

Hannover Messe 2023 dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekuatan teknologi industri nasional serta mendorong keterhubungan industri Indonesia dengan jejaring rantai suplai global. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya dipandang sebagai negara yang memiliki potensi kekuatan pasar dunia, namun juga memiliki arti dan peranan penting dalam kontribusinya menunjang perkembangan teknologi industri dan pendukungnya.

Indonesia menargetkan empat agenda utama pada keikutsertaannya dalam ajang Hannover Messe tahun ini. Pertama, untuk mengenalkan visi Indonesia pada peta jalan Making Indonesia 4.0. Kedua, mempromosikan kerja sama industri. Ketiga, mempromosikan investasi dan ekspor. Terakhir, untuk meningkatkan hubungan kerjasama bilateral dengan Jerman dan memasuki jejaring rantai suplai global.

Kepala BPSDMI, Masrokhan, menyampaikan bahwa potensi kerjasama yang dapat diraih pada Hannover Messe kali ini sangat besar untuk mendukung proses transformasi teknologi 4.0 pada terutama Industri prioritas dengan hadirnya Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0).

“Kerja sama yang dapat ditindaklanjuti meliputi pengembangan sumber daya manusia industri terkait industri 4.0 melalui penyelenggaraan program-program peningkatan kapasitas, penyediaan mock-up/showcase lini mesin dan peralatan multimedia senilai hingga € 700.000 untuk ditempatkan di area pusat pameran pada PIDI 4.0 beserta program transfer teknologinya, hingga utilisasi mock-up lini mesin dan peralatan multimedia,” jelas Masrokhan.

Selain itu, potensi kerja sama juga termasuk pengembangan pendidikan, kurikulum pelatihan, dan program pelatihan serta penyelenggaraan program-program peningkatan kapasitas, termasuk kunjungan dan pertukaran materi pelajaran, tenaga ahli, modul pembelajaran, kurikulum, teknologi dan/atau personil teknis.

“BPSDMI siap mendukung percepatan transformasi teknologi 4.0 dan penyiapan SDM-nya melalui PIDI 4.0 setelah Hannover Messe dengan kesepakatan dan program kegiatan bersama sesuai dengan Peta Jalan Making Indonesia 4.0,” tutup Masrokhan. 

Baca Selanjutnya

article

JARVIS Bersama 2023 Dibuka!

calendar

12 April 23

Industri pengolahan nasional mampu menarik investasi sebesar Rp 457,6 triliun atau 37,91% sehingga membuka peluang dan lapangan pekerjaan bagi 19,11 juta orang pada Agustus 2022. Sepanjang tahun 2022, terjadi penambahan tenaga kerja sektor industri sebanyak 465 ribu orang atau naik dibanding tahun sebelumnya.

“Khusus untuk aspek SDM yang terampil, SDM industri merupakan subjek pembangunan ekonomi dan tidak terpisahkan dari proses produksi. Melalui keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman para pekerja industri akan berkontribusi pada kualitas produk, efisiensi produksi, dan daya saing perusahaan,” ujar Kepala BPSDMI Masrokhan dalam pembukaan JARVIS (Jalur Penerimaan Vokasi Industri) di Politeknik APP Jakarta pada Senin (10/4).

Pada tahun 2018, Bank Dunia menyebutkan bahwa kualitas SDM Indonesia berada di peringkat 87 dari 157 negara.  Nilai Human Capital Index Indonesia (HCI) Indonesia adalah 0,53, tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara. Singapura berada di urutan pertama di dunia dengan skor 0,88. Sedangkan Vietnam memiliki skor 0,67, Malaysia dengan skor 0,62 dan Thailand memiliki skor 0,6.

“Dari data Human Capital Index, perlunya adanya peningkatan kualitas SDM industri yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Unit pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Perindustrian lahir untuk menjawab tantangan pengembangan SDM Industri sekaligus sebagai strategi dalam pengembangan industri nasional,” lanjut Masrokhan.

Unit pendidikan vokasi industri Kemenperin saat ini terdiri dari 9 SMK, 11 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas yang tersebar di 12 provinsi. Unit pendidikan tersebut diminati oleh masyarakat, ditandai dengan 31,050 pendaftar pada tahun 2022, yang meningkat dari tahun sebelumnya yakni 27,203 pendaftar. Untuk menyambut animo pendaftaran yang tinggi, diadakan seleksi pendaftaran melalui JARVIS (Jalur Penerimaan Vokasi Industri).

“Dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, maka diperlukan input yang berkualitas pula. Untuk itu, Kemenperin menyelenggarakan Jalur Penerimaan Vokasi Industri untuk yang keempat kalinya,” kata Masrokhan.

JARVIS akan memberikan kesempatan bagi lulusan Pendidikan Menengah Atas yaitu lulusan jenjang SMA, SMK, MA atau sederajat untuk masuk ke jenjang pendidikan tinggi vokasi di 11 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas di lingkungan Kementerian Perindustrian. JARVIS juga bisa dimanfaatkan oleh  lulusan pendidikan menengah yaitu jenjang SMP atau sederajat untuk masuk di 3 SMK SMAK dan 6 SMK SMTI Kementerian Perindustrian.

JARVIS terdiri dari tiga jalur pendaftaran, yaitu JARVIS Mandiri yang diadakan oleh unit pendidikan masing-masing, JARVIS Prestasi untuk seleksi bagi siswa berprestasi, dan Jarvis Bersama yang diadakan oleh Kementerian Perindustrian secara serentak bagi seluruh unit pendidikan Kementerian Perindustrian.

“Untuk JARVIS Bersama, semua proses dilakukan secara online melalui website  jarvis.kemenperin.go.id. Pendaftaran dimulai dari 10 April sampai dengan 19 Mei 2023,” jelas Emmy Suryandari, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin.

Unit pendidikan Kemenperin telah menerapkan best practice pendidikan vokasi melalui pendidikan sistem ganda (Dual System) yaitu pendidikan yang dilaksanakan secara berimbang baik di kampus maupun di industri.

"SMK dan kampus Kemenperin juga memiliki kerja sama dengan industri baik dalam penyelenggaraan pendidikan dan magang bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Selain itu, terdapat kerja sama internasional seperti dengan Jerman, Belanda, Swiss, Singapura, Canada, Australia," papar Emmy.

Unit pendidikan Kemenperin dilengkapi dengan peralatan, laboratorium, workshop standard industri dan Teaching factory (Pabrik dalam Sekolah). Fasilitas tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor industri, sehingga lulusan sudah bisa beradaptasi saat terjun ke industri.

Baca Selanjutnya

article

Penyuluh Perindag: Motor Pertumbuhan IKM di Indonesia

calendar

25 March 23

Industri kecil dan menengah (IKM) telah memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan masyarakat. Sektor IKM telah menyerap tenaga kerja hingga 12,39 juta orang atau 66,25% dari total tenaga kerja di sektor industri. Mayoritas unit usaha industri di Indonesia merupakan IKM dengan 4,4 juta unit usaha atau 99,7% dari total unit usaha lokal pada tahun 2022.

"IKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian di Indonesia karena merupakan motor pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkontribusi besar dalam menyerap tenaga kerja. Dalam pengembangan IKM daerah, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (Penyuluh Perindag) menjadi ujung tombak yang berperan sebagai one stop solution bagi IKM," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Arus Gunawan dalam Rapat Koordinasi Nasional Jabatan Fungsional Penyuluh Perindag Tahun 2023 pada Kamis (16/3) di Malang, Jawa Timur.

Rapat koordinasi ini merupakan ajang silaturahmi antara Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag (PFPP) dan Kementerian Perindustrian selaku instansi pembina. Rapat tersebut dihadiri secara luring dan daring oleh peserta yang berasal dari perwakilan PFPP dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam keanggotaan Asosiasi Profesi Penyuluh Perindag Indonesia (APPI).

“Dengan dukungan dan bimbingan yang tepat dari Penyuluh Perindag, pelaku IKM dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan mereka dalam mengembangkan usaha. Penyuluh perindag juga dapat memfasilitasi kolaborasi antara pelaku IKM dengan pihak lain, seperti universitas, lembaga riset, atau mitra bisnis. Kolaborasi ini dapat membuka peluang pengembangan produk dan peningkatan daya saing IKM,” lanjut Arus.

Kementerian Perindustrian mendorong Penyuluh Perindag yang kompeten melalui penyusunan standar kompetensi serta ujian kompetensi untuk membuktikan kualitas dari Penyuluh Perindag.

“Penyuluh Perindag perlu membekali diri dengan berbagai kompetensi agar dapat memberikan pendampingan tidak hanya terkait teknis produksi, namun juga terkait tren pasar dan serta membantu akses pasar baik pasar lokal maupun internasional,” lanjut Arus.

Standar kompetensi Penyuluh Perindag terdiri dari kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural. Kompetensi tersebut dibuktikan melalui uji kompetensi yang mengacu pada pengembangan kompetensi yang disusun Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur Kemenperin.

"Pengembangan kompetensi dilakukan melalui berbagai pelatihan, bimtek, seminar, hingga coaching dan mentoring," ujar Kepala Pusbindiklat SDMA Restu Yuni Widayati dalam acara yang sama.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut, Kementerian Perindustrian memiliki Sistem Informasi Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (SIPPA) Sistem ini berfungsi untuk pengembangan database Jabatan Fungsional Kemenperin, dengan dasbor E-Jafung yang dikembangkan melalui fitur Pelatihan dan Uji Kompetensi. Saat ini, sudah ada 305 PFPP yang terdaftar di dalam sistem SIPPA.

Dalam rapat koordinasi kali ini juga dilakukan kongres Asosiasi Profesi Penyuluh Perindag Indonesia untuk memilih ketua dan kepengurusan APPI periode 2023-2025. APPI turut berperan dalam pengembangan kompetensi dan profesionalitas bagi Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag dari seluruh Indonesia.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Selenggarakan Kick-Off Gathering PIDI 4.0

calendar

25 March 23

Sejalan dengan era revolusi industri 4.0, implementasi industri 4.0 pada sektor manufaktur di Indonesia perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri. Pemerintah Indonesia melalui Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2018 mendorong upaya transformasi tersebut.

“Untuk mendukung program Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian telah menetapkan 7 sektor prioritas yaitu makanan dan minuman, otomotif, tekstil, produk tekstil, farmasi, kimia, dan alat kesehatan. Untuk mendukung program prioritas nasional dan mengakselerasi transformasi industri 4.0, Kementerian Perindustrian telah  membangun Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0),” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya dalam Pembukaan Kick-Off Gathering PIDI 4.0 pada Selasa (14/3) di Jakarta.

Kegiatan Kick-Off Gathering tersebut dibuka oleh Menteri Perindustrian dan dihadiri oleh Dirjen IKMA, Kepala BSKJI, dan perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, Kedutaan Besar Jepang, Kedutaan Besar Korea Selatan, Kedutaan Besar Kerajaan Swedia, serta beberapa Pemangku Kepentingan termasuk Asosiasi dan industri-industri dari tujuh sektor prioritas.

“Saya sangat mengapresiasi pembentukan PIDI Hub, dan juga Metaverse PIDI 4.0 yang difasilitasi oleh PT Telkomsel yang akan diluncurkan pada hari ini bersama dengan rangkain kegiatan pada Grand Launching lainnya,” lanjut Agus.

Dalam kesempatan ini, diadakan pula pengukuhan pengurus Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRI) dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi Nasional (APTIKNAS) periode kerja tahun 2023.

Kemenperin turut memberikan penganugerahan INDI award BUMN. Dengan adanya INDI award BUMN, diharapkan dapat memacu semangat kita bersama, khusunya bagi BUMN untuk melakukan implementasi transformasi industri 4.0 di Indonesia.

“‘Kick-Off Gathering’ dipilih sebagai tema besar Grand Launching PIDI 4.0 untuk menggambarkan kolaborasi antara PIDI 4.0 dengan mitra-mitra PIDI, dan stakeholder sebagai landasan utama bagi PIDI 4.0 sebagai akselerator transformasi digital industri di Indonesia,” jelas Kepala BPSDMI Arus Gunawan dalam sambutannya di acara tersebut.

PIDI 4.0 terdiri dari delapan lantai. Dalam acara Kick-Off ini, Menteri Perindustrian mengunjungi showcase PT Toyota Manufacturing Indonesia dan showcase PT Indolakto di Lantai 1, command center di lantai 2, serta working space/booth mitra-mitra PIDI di lantai 6. Fasilitas-fasilitas di PIDI 4.0 mendukung akselerasi penerapan berbagai jenis teknologi industri 4.0 di Indonesia.

“Penerapan disruptive technologies antara lainnya terkait IoT, Artificial Intelligence (AI), 3D Printing dan Robotic Automation telah berkembanga dengan sangat cepat. Maka, PIDI 4.0 dan mitra perlu saling bekerjasama sebagai sarana transfer teknologi dan pengetahuan terkait industri 4.0 serta dapat direplikasi dan diterapkan di industri di Indonesia,” lanjut Arus.

Pada tahun 2022, PIDI 4.0 telah memiliki 35 mitra. Bersama para mitra, PIDI 4.0 juga telah melatih 1436 SDM industri melalui berbagai pelatihan terkait industri 4.0. 

“Tentunya capaian-capaian yang telah dilakukan PIDI 4.0 pada tahun lalu sudah sangat baik meskipun masih perlu untuk terus ditingkatkan. Untuk itu pada tahun 2023 ini, PIDI 4.0 telah Menyusun beberapa program yang akan dilakukan oleh masing-masing pilar,” jelas Arus.

Dalam pilar Showcase, PIDI 4.0 akan berkolaborasi dengan anchor industri akan menyusun konsep dan model bisnis showcase Edu-tour untuk sehingga nantinya akan dibuka open visit untuk keperluan edu-tour bagi Pelaku Industri dan Masyarakat umum. Dalam pilar Capability, PIDI 4.0 juga akan memfasilitasi pelatihan terkait keterampilan industri 4.0 bagi 6.000 SDM industri, dan akan dilakukan penyusunan Human Capital Readiness Index serta Grand Mapping Training Program.

Baca Selanjutnya

article

Tanzania Belajar Penyamakan Kulit dari Poltek ATK Yogyakarta

calendar

21 February 23

Industri pengolahan kulit, produk kulit, dan alas kaki tumbuh secara positif sebanyak 13,44% atau 6,94 triliun Rupiah di kuartal ketiga 2022, yang didorong oleh peningkatan volume ekspor hingga 34,28% di Januari-September 2022. Selain pertumbuhan yang positif, Indonesia turut menggandeng kerja sama terkait tekstil dengan negara lain.

“Pada tahun ini, Kementerian Perindustrian kembali bekerja sama dengan Tanzania dalam Pelatihan Penyamakan Kulit Tahap 2 yang turut difasilitasi oleh GIZ Jerman. Kerja sama tersebut memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara yang telah berjalan sejak tahun 1964,” ungkap Arus Gunawan, Kepala BPSDMI Kemenperin.

Kerja sama ini merupakan perwujudan dari South-South Triangular Cooperation (SSTC) Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman yang dituangkan dalam Implementation Agreement for the Technical Cooperation Project. Tanzania menjadi beneficiary atau penerima manfaat dari kerja sama sebagai peserta pelatihan guna meningkatkan SDM di bidang penyamakan kulit.

"Peran kami (BPSDMI Kemenperin) tahun ini adalah menyediakan pelatihan penyamakan kulit untuk peserta dari Tanzania dan Indonesia. Tanzania sendiri merupakan produsen ternak berukuran besar yang ternama di Afrika. Ini menjadi potensi yang baik bagi Tanzania dalam memproduksi produk berbasis kulit dalam cakupan domestik, regional, maupun internasional," ujar Emmy Suryandari, Kepala PPPVI BPSDMI Kemenperin, dalam sambutannya di Pembukaan Pelatihan Penyamakan Kulit Indonesia-Tanzania Tahap 2 di Politeknik ATK Yogyakarta pada Senin (20/2).

Pelatihan tahap dua ini dilaksanakan pada 20 Februari hingga 3 Maret 2023 secara luring di Politeknik ATK Yogyakarta. Berdasarkan hasil seleksi, terdapat lima orang peserta Tanzania yang akan didampingi oleh dua expert dari Dar es Salaam Institute of Technology (DIT), Mwanza. Pelatihan dimaksud merupakan kelanjutan dari online training yang sebelumnya telah diselenggarakan pada tanggal 24 Oktober – 4 November 2022 secara daring. 

Pelatihan diberikan oleh dosen-dosen Politeknik ATK Yogyakarta dengan berbagai topik terkait penyamakan kulit. Pada hari pertama, seluruh peserta melakukan tour untuk berkeliling dan melihat fasilitas yang ada di Politeknik ATK Yogyakarta.

Politeknik ATK Yogyakarta merupakan satu-satunya kampus di Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang pengolahan kulit di Indonesia. Politeknik ini memiliki hubungan baik dengan industri. Sebagian dari peserta training berasal dari industri yang akan merekrut lulusan Politeknik tersebut.

“Kami percaya bahwa SDM, fasilitas, dan alat-alat yang disediakan Politeknik ATK Yogyakarta merupakan yang terbaik. Selain ilmu, kami berharap peserta dari Tanzania dapat belajar lebih banyak tentang budaya Indonesia dan keberagamannya," ujar Noviyanti, Noviyanti, Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara.

Kerja sama ini juga diapresiasi secara positif oleh Direktur Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri, Maria Renata Hutagalung. "Diharapkan dalam pelatihan ini terdapat true sharing of knowledge, yang ilmunya benar-benar dapat diaplikasikan. Kami juga akan sangat senang apabila pengetahuan dan keterampilan yang dibagikan Indonesia menjadi sebuah kisah sukses," katanya. 

Kerja sama tersebut akan berlangsung selama tiga tahun sejak dimulai pada tahun 2021 lalu, dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan pihak yang terlibat. 

"Kami berterima kasih atas sambutan yang baik, tuntunan, hingga saran yang diberikan. Kami menantikan kelanjutan dari kolaborasi ini," kata Albert Mmari, Dosen perwakilan DIT Mwanza Tanzania.

Baca Selanjutnya

article

Karir Siswa dan Mahasiswa Vokasi Makin Cerah dengan CDC BPSDMI

calendar

20 February 23

SDM industri pengolahan berperan besar dalam membuka peluang lapangan pekerjaan. Pada triwulan III tahun 2022, SDM industri pengolahan menempati urutan ketiga terbesar dalam distribusi penduduk bekerja. Dari 135,30 juta penduduk yang bekerja, SDM industri pengolahan menyumbang 14,17 persen tenaga kerja setelah industri pertanian 28,61 persen dan industri perdagangan sebesar 19,36 persen.

Untuk memasok calon tenaga kerja industri berkualitas, Kementerian Perindustrian menghadirkan Career Development Center (CDC) yang memfasilitasi siswa dan mahasiswa vokasi industri secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum. CDC memberikan informasi seputar lowongan pekerjaan, pengembangan diri, beasiswa, hingga cara untuk mengembangkan bisnis.

"Pengembangan CDC dilatarbelakangi oleh peminatan bakat siswa dan mahasiswa unit pendidikan Kemenperin yang belum termonitor secara maksimal. Beberapa unit pendidikan sudah memiliki unit serupa CDC, namun belum terintegrasi dengan pusat,"  ujar Arus Gunawan, Kepala BPSDMI Kemenperin dalam sambutan Forum Peningkatan Kerja Sama SDM Industri SMK-SMTI Banda Aceh, Kamis (9/2) di Medan.

CDC memberikan manfaat bagi alumni, khususnya lulusan sekolah vokasi industri, untuk mendapatkan informasi lowongan kerja maupun acara bursa kerja. Untuk siswa dan mahasiswa aktif, CDC bisa menjadi sarana persiapan karir, konseling, informasi praktek kerja industri, sekaligus sarana penjaringan bakat, minat, dan bidang pekerjaan.

“Kehadiran Career Development ini sejalan dengan visi Pendidikan Vokasi Kementerian Perindustrian, yakni menjadi penyelenggara pendidikan kejuruan industri yang excellence dan bertaraf internasional,” lanjut Arus. 

CDC juga memiliki Tracer Study yang memberikan informasi terkait profil siswa vokasi industri termasuk kompetensi terkait yang dapat bermanfaat bagi perusahaan industri.

"Untuk perusahaan industri, informasi yang terintegrasi dalam CDC bisa membantu rekrutmen SDM terkait. Perusahaan industri juga bisa memberikan saran dan masukan terkait SDM industri, misalnya mengenai kompetensi apa yang sedang dibutuhkan industri saat ini agar bisa dimasukkan dalam kurikulum siswa," kata Arus.

Portal Career Development Center bisa diakses di laman cdcbpsdmi.kemenperin.go.id. Untuk dapat menggunakan seluruh fitur di platform tersebut, pengguna harus mendaftarkan diri dengan menghubungi admin agar dilakukan proses verifikasi. Akun pengguna terdiri dari dua, yakni pencari karir (siswa, mahasiswa, dan alumni) serta pencari kandidat (perusahaan industri).

Setelah mendapatkan akun beserta password, peserta dapat masuk menggunakan akun tersebut. Adapun dashboard platform CDC BPSDMI memiliki beberapa fitur, yaitu Tips Karir, Lowongan Kerja, Prakerin (Praktek Kerja Industri), Tes Minat dan Bakat, Pelatihan TopEdu, Informasi Beasiswa, hingga Klinik Vokasi Industri untuk konsultasi karir.

“Ke depannya, diharapkan akan terus ada kolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas Career Development Center BPSDMI untuk penyelenggaraan pendidikan vokasi yang link and match dengan industri agar terbangun SDM industri kompeten,” tutup Arus.

Image by benzoix on Freepik

Baca Selanjutnya

article

Siswa Kemenperin Belajar Robotik bersama Axioo!

calendar

16 February 23

Di era industri 4.0, teknologi robotik berperan penting mendukung efisiensi pekerjaan di industri manufaktur. Robot dapat membantu otomatisasi dalam lini produksi, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu lebih singkat. Dalam penerapan robotik ke industri nasional, dibutuhkan SDM yang kompeten dan mahir dalam bidang tersebut.

“Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan PT Tera Data Indonusa atau Axioo dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang robotik melalui pendidikan vokasi di lingkungan Kemenperin," ujar Arus Gunawan, kepala BPSDMI.

Perjanjian kerja sama ini meliputi penyelenggaraan kelas industri berupa akademi robotik Axioo - BPSDMI Kemenperin yang akan berjalan minimal tiga tahun dan bisa diperpanjang setelah dievaluasi. Terdapat dua unit pendidikan Kemenperin yang akan menjadi tempat dilaksanakannya kerja sama ini, yaitu SMK-SMTI Makassar dan SMK-SMTI Padang.

"Bukan hanya untuk peserta didik, pelatihan bidang robotik juga dilaksanakan bagi tenaga pendidik, dengan pelatih tamu langsung dari industri," jelas Mufidah, Subkoordinator Fungsional Pengembangan Pendidikan Kejuruan Industri BPSDMI Kemenperin dalam rapat pembahasan kerja sama tersebut pada Kamis (9/2) di SMK-SMTI Makassar.

Axioo juga akan menyelenggarakan uji kompetensi di bidang robotik untuk 50 peserta didik unit pendidikan Kemenperin. Uji kompetensi memiliki fungsi untuk mengakui kompetensi peserta didik, yang nantinya sertifikat kompetensi kelulusan akan berguna bagi jenjang karir.

“Bukan hanya itu, melalui kerja sama ini, peserta didik yang memenuhi kriteria dapat melaksanakan praktek kerja lapangan di Axioo. Praktek kerja lapangan tersebut merupakan bagian dari sistem pendidikan link and match Kemenperin, di mana siswa tidak hanya belajar di kelas, namun juga belajar di industri agar bisa memahami langsung dunia kerja industri,” lanjut Mufidah.

Axioo juga menghibahkan alat praktek berupa dua set komputer berisi program simulator robotic arm, dua set perangkat halocode dan dua set robot mBot. Program simulator robotic arm dapat digunakan sebagai praktik Internet of Things (IoT) dan robotik. Sementara itu, perangkat halocode merupakan wireless single board computer yang didesain untuk programming software yang berkaitan dengan pengaplikasian Artificial Intelligence (AI) dan IoT. mBot adalah coding robot yang menyerupai miniatur mobil, yang didesain untuk pembelajaran coding terhadap robot untuk pemula.

Program kerja sama antara Kemenperin dan Axioo ini akan dilaksanakan terlebih dahulu di SMK-SMTI Makassar, dengan kegiatan pelatihan guru mekatronika untuk robotik pada akhir April 2023.

“Selanjutnya, untuk mendirikan kelas Robotik Axioo di SMK-SMTI Makassar, akan dilakukan penyusunan kelengkapan peralatan lab mekatronika, sinkronisasi kurikulum dan silabus robotik, workshop, pendampingan, hingga pembentukan inkubator bisnis robotik,” tutup Mufidah.

Baca Selanjutnya

article

Workshop BDI Denpasar Libatkan Penyandang Disabilitas

calendar

06 February 23

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor industri agar semakin kompeten sehingga bisa lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing. Oleh karenanya, berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi gencar dilaksanakan, termasuk kegiatan workshop yang melibatkan para penyandang disabilitas sebagai calon tenaga kerja industri.

“Hal ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk seluruh elemen masyarakat. Kami di Kemenperin aktif mendorong seluruh sektor industri agar selalu ramah bagi para penyandang disabilitas, dengan turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Arus Gunawan di Jakarta, Senin (6/2).

Salah satu unit kerja BPSDMI Kemenperin yang kerap menerima penyandang disabilitas dalam kegiatan workshop dan pelatihannya, yaitu Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Bali. Kegiatan tersebut antara lain adalah workshop fotografi dan social media marketing serta pengembangan produk kerajinan.

“Kami rutin setiap tahunnya menyelenggarakan workshop yang melibatkan teman-teman disabilitas. Tahun ini akan juga ada program inkubator bisnis. Mereka bisa mengajukan proposal bisnisnya, yang nanti diseleksi untuk mendapatkan mentoring dan materi tentang kewirausahaan,” papar Kepala BDI Denpasar, Ali Khomaini.

Ali menjelaskan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan sejumlah komunitas disabilitas seperti Inkrebilitas (Inovatif Kreatif Bisabilitas). “Kami berharap, pelatihan yang kami gelar bisa menjadi katalis dalam upaya mengembangkan SDM industri kompeten dan juga menumbuhkan wirausaha mandiri,” ujarnya.

Lanjut Ali, terkait pemasaran produk yang dihasilkan para peserta penyandang disabilitas, BDI Denpasar menyediakan ruang promosi galeri untuk produk kerajinan. “Jadi, selain memfasilitasi dalam bentuk pengetahuan serta ruangan dan alat, kami juga menyediakan space untuk memamerkan produk kerajinan dalam bentuk galeri yang ada di BDI Denpasar,” imbuhnya.

Ia mengemukakan, setiap ada kunjungan baik dari instansi pemerintah, swasta, maupun lembaga pendidikan, BDI Denpasar selalu mengarahkan para pengunjung dapat melihat hasil karya kerajinan dari para peserta pelatihan di Makerspace, termasuk karya teman-teman disabilitas. “Kunjungan tersebut dapat digunakan sebagai pemasaran yang baik bagi produk hasil karya mereka agar semakin dikenal di kalangan luas,” terangnya.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin & Toyota Hadirkan Pusat Keunggulan Elektrifikasi Industri Otomotif

calendar

02 February 23

Pada Triwulan 3 tahun 2022, industri pengolahan merupakan penyumbang terbesar PDB bila dibandingkan dengan sektor lainnya yaitu 17,88% dengan pertumbuhan industri pengolahan sebesar 4.83%. Hal tersebut tidak terlepas dari peran SDM di tengah era industri 4.0.

“Untuk mendukung kualitas tenaga kerja industri, Kemenperin memiliki 9 unit SMK, 13 Politeknik dan Akademi Komunitas, serta 7 Balai Diklat Industri yang tersebar dari Aceh sampai dengan Morowali. Kurikulum pendidikan dan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan industri serta mengikuti era industri 4.0,” ujar Arus Gunawan, Kepala BPSDMI Kemenperin.

Untuk mendukung penerapan teknologi 4.0 di SMK, Kemenperin turut menggandeng PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dalam peluncuran SMK Pusat Keunggulan Elektrifikasi Industri Otomotif di Wilayah Jawa yang berlokasi di SMK-SMTI Yogyakarta pada Selasa (31/1).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Link and Match antara SMK dengan Industri melalui peningkatan skill guru dan program CSR dalam pengembangan pendidikan vokasi terkait metode pembelajaran Augmented Reality dan Animasi berbasis teknologi elektrifikasi,” kata Restu Yuni Widayati, Kepala PPPVI BPSDMI Kemenperin.

Dalam program ini, dipilih 10 SMK percontohan sebagai pusat vokasi edukasi elektrifikasi industri otomotif yang masing-masing diberikan 10 unit tab oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia sebagai Augmented Reality device.

Materi teknologi elektrifikasi yang diakses pada media pembelajaran ini dibuat lebih atraktif dalam bentuk animasi teknologi kendaraan elektrifikasi lengkap, diantaranya dasar pengetahuan mengenai teknologi multi-pathway, pembahasan elemen-elemen utama kendaraan elektrifikasi seperti mesin, transaxle, baterai, power control unit (PCU), dan juga electric motor.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia sendiri merupakan perusahaan manufaktur global yang sudah hadir di Indonesia selama lebih dari 50 tahun. Produk yang dibuat di Indonesia telah diekspor ke lebih dari 80 negara.

“Setelah menyelenggarakan serangkaian seminar nasional bertemakan teknologi elektrifikasi lengkap untuk civitas akademika di sejumlah Perguruan Tinggi di wilayah Indonesia, kali ini kami terus memberikan dukungan nyata kepada Pemerintah, dengan memperkuat kompetensi SDM Vokasi sebagai ‘Center of Excellence’ yang menjadi elemen penting menjawab tantangan ekonomi dan industri, khususnya ketika memasuki era elektrifikasi,” ujar Direktur Hubungan Eksternal PT TMMIN, Bob Azam.

Baca Selanjutnya

article

Innofashion Expo 2023: Industri Kulit Makin Eksis!

calendar

02 February 23

Pada kuartal II tahun 2022, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mengalami kenaikan 13,12% (yoy) yaitu sebesar Rp7,57 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp6,7 triliun.

Perkembangan industri kulit nasional tidak terlepas dari peran SDM. Untuk meningkatkan kualitas SDM industri kulit, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pendidikan di Politeknik ATK Yogyakarta yang mencetak calon tenaga kerja andal di bidang kulit dan produk kulit.

“Demi memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pendidikan berbasis kompetensi yang Link and Match dengan industri,” jelas Arus Gunawan, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian.

Politeknik ATK Yogyakarta mendorong mahasiswa, alumni, hingga peserta program inkubator bisnis melalui gelaran Leather Innofashion Expo 2023, yang merupakan kerja sama antara Politeknik ATK Yogyakarta dengan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM.

“Leather Innofashion Expo 2023 dibuka dengan Pameran Leather Product Exhibition menampilkan karya dari mahasiswa semester 5 TPPK (Desain Produk Kulit), Semester 3, alumni serta tenant Inkubator Bisnis Industri,” jelas Sugiyanto, Direktur Politeknik ATK Yogyakarta dalam pembukaan acara tersebut di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta, Jumat (13/1) lalu. Produk yang dipamerkan di antaranya berupa tas, sepatu, sarung tumbler, pakaian, dan lain-lain.

Pada hari kedua pameran, diadakan talkshow yang menghadirkan Dluwang dan Oak Leather, yang merupakan brand lokal Yogyakarta yang telah dikenal untuk produk-produk kreatif. Dluwang dan Oak Leather menyampaikan pemanfaatan material daur ulang menjadi produk  yang sustainable, serta tips dalam penciptaan produk melalui riset guna pengkonsepan produk yang berkualitas.

Leather Innofashion Expo 2023 diselenggarakan dari bulan Januari hingga Juni 2023.  Ke depannya, akan dihadirkan Talkshow Entrepreneur pada 25 Februari, Workshop Eco Design pada 18 Maret, National Footwear Design Competition pada 14 April, Workshop & Tenant Corner pada 13-14 Mei, dan acara puncak Fashion Show yang diadakan 24 Juni mendatang.

"Rangkaian kegiatan ini nantinya bukan hanya menginspirasi dan menumbuhkan kepercayaan diri bagi mahasiswa dan lulusan Politeknik ATK Yogyakarta saja dalam berkreasi dan berwirausaha namun juga bermanfaat bagi masyarakat Yogyakarta," kata Sugiyanto.

Diana Ross Arief, selaku Ketua Inkubator Bisnis Industri (IBI) Politeknik ATK Yogyakarta menyampaikan, Roadshow IBI Politeknik ATK Yogyakarta diselenggarakan dalam rangka sosialisasi dan perekrutan inkubator tenant di Politeknik ATK Yogyakarta sekaligus juga soft launching dalam memperkenalkan gedung PDIN sebagai pusat desain dan inovasi di Wilayah Yogyakarta. 

“Dalam pameran ini para pengunjung yang hadir akan diperkenalkan tentang ruang lingkup desain produk melalui gagasan atau ide hingga menjadi sebuah karya, menggali proses kreatif dan problem solving dalam penciptaan dan inovasi produk,” tutur Diana.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin dan Kemnaker Tingkatkan Pembinaan SDM K3

calendar

13 January 23

Peran implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada SDM sangat krusial untuk menekan angka kecelakaan kerja. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, angka kecelakaan kerja, termasuk penyakit akibat kerja, terus meningkat. Pada tahun 2020 tercatat 221,740 kasus, disusul 234,370 kasus pada tahun 2021. Sementara itu pada tahun 2022 hingga bulan November, terdapat 265,334 kasus.

“Pada SDM industri, budaya K3 harus benar-benar diterapkan karena tingginya risiko kecelakaan kerja di beberapa sektor industri,” ujar Arus Gunawan, Kepala Badan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian.

Untuk meningkatkan penerapan K3 di industri, dibutuhkan ahli atau spesialis K3 yang dapat membantu menanamkan prinsip K3 di tempat kerjanya. BPSDMI Kemenperin bersama Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker menjalin kerja sama Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

“Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia pada Satuan Kerja BPSDMI Kemenperin di bidang K3 melalui implementasi SMK3 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” jelas Arus.

Ruang lingkup perjanjian kerja sama yang akan berlangsung selama tiga tahun tersebut meliputi pembinaan bagi Pembina K3 sesuai dengan bidang keahlian bagi dosen dan tenaga kependidikan BPSDMI. 

Selain itu, akan diadakan pula pembinaan Ahli K3 Umum, Ahli K3 Bidang Listrik, Ahli K3 Bidang Pesawat Tenaga dan Produksi, Ahli K3 Bidang Kimia, dan Auditor SMK3 bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa kampus Kementerian Perindustrian.

Penandatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari serangkaian acara  Peringatan Bulan K3 pada Kamis (12/1) di di PT. Amerta Indah Otsuka, Sukabumi, Jawa Barat.

“Dalam wujud pelaksanaan K3 secara nasional, salah satunya dengan meningkatkan kolaborasi dengan asosiasi-asosiasi profesi K3 dan perguruan tinggi dengan melakukan kesepakatan bersama,” ungkap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam sambutannya.

Selain penandatanganan kerja sama antara Kemnaker dan Kemenperin, Peringatan Bulan K3 tahun 2023 mengusung tema besar Terwujudnya Pekerjaan Layak yang Berbudaya K3 Guna Mendukung Keberlangsungan Usaha di Setiap Tempat Kerja.

“Pelaksanaan K3 harus menjadi prioritas bagi dunia kerja di Indonesia. Kami mengajak dan mendorong kepada perusahaan sehingga budaya K3 melekat pada setiap individu di perusahaan,” kata Ida.

Baca Selanjutnya

article

SKKNI dan KKNI, Langkah Strategis Kemenperin Dorong SDM Kompeten

calendar

06 January 23

Peran SDM dalam pembangunan industri sangat krusial. BPS memperkirakan, kebutuhan tenaga kerja sektor industri pada 2024 adalah sebesar 20,21 juta orang, atau bertambah rata-rata sekitar 682 ribu pekerja per tahun selama periode tahun 2021-2024.

“Dengan imbas era disrupsi teknologi, pada tahun 2030 akan banyak pekerjaan baru dengan skill khusus dibutuhkan dibanding pekerjaan yang hilang akibat penerapan teknologi otomasi,” ujar Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan.

Agar tenaga kerja industri di Indonesia memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri, Pusdiklat SDM Industri BPSDMI Kemenperin setiap tahunnya aktif dalam menyiapkan infrastruktur kompetensi SDM Industri, salah satunya melalui pengembangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

“SKKNI adalah dokumen rumusan kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu kompetensi. Rumusan kemampuan ini akan menjadi kriteria yang jelas terkait aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang perlu menjadi materi pembelajaran dalam pendidikan/pelatihan berbasis kompetensi dan juga materi uji kompetensi dalam kegiatan uji kompetensi,” jelas Tirta Wisnu Permana, Kepala Pusdiklat SDM Industri BPSDMI Kemenperin.

Adapun KKNI adalah dokumen yang berisi penetapan jenjang kualifikasi kompetensi dan pengemasan kompetensi dari jabatan kerja (okupasi). KKNI ini akan menjadi gambaran profil okupasi di industri dan juga profil lulusan pendidikan/pelatihan sehingga memberi rujukan yang jelas dalam membangun program pendidikan/pelatihan berbasis kompetensi dan juga skema uji kompetensinya. 

“Pada tahun 2022, BPSDMI memfasilitasi penyusunan 7 dokumen Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan 3 dokumen Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI),” lanjut Wisnu.

SKKNI yang telah disusun di antaranya Manufaktur Otomotif Roda 4, Jigs & Fixtures, Furnitur Alat Kesehatan, Sarung Tangan Kulit, Servis Kendaraan Listrik, Rekayasa Nano Material, dan Rekayasa Bioproses Energi Terbarukan. 

Sementara itu, Kemenperin juga telah menyusun KKNI Perajutan Tekstil, Industri Serat Stapel Rayon Viskosa, dan Industri Serat Sintetis Pemintalan Leleh.

Tim Perumus dalam penyusunan SKKNI dan KKNI terdiri dari praktisi dari perusahaan industri, akademisi, perwakilan asosiasi industri, perwakilan asosiasi profesi, perwakilan Lembaga Sertfikasi Profesi (LSP). Penetapan dokumen SKKNI akan dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan dan dokumen KKNI akan dilakukan oleh K/L pembina sektor, dalam hal ini Menteri Perindustrian.

“Penyusunan SKKNI yang melibatkan banyak pihak, diharapkan dapat mengurangi permasalahan mismatch antara supply dan demand penyediaan SDM industri yang selama ini terjadi di Indonesia,” tutup Wisnu.

Baca Selanjutnya

article

Menempa SDM Siap Kerja di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan

calendar

03 January 23

Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,27 persen year-on-year, berdasarkan data dari BPS. Produksi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,03 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Kabupaten Barru menjadi salah satu wilayah yang memberikan sumbangsih pada pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan. Dengan penduduk kurang lebih 170 ribu jiwa, Kabupaten Barru tengah menuju Kawasan Ekonomi Khusus dengan pembangunan yang dimulai pada tahun 2020 lalu.

Perkembangan tersebut menjadi peluang bagi Kabupaten Barru untuk menyerap tenaga kerja industri di daerahnya. Dibutuhkan SDM kompeten untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. “Keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri dimana sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujar Arus Gunawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyelenggarakan pendidikan tinggi pada beberapa jenjang, mulai dari Diploma sampai dengan Magister Terapan, termasuk program setara Diploma 1 kerjasama industri. 

“Di Kabupaten Barru sendiri, telah dilaksanakan Program Setara D1 Teknik Industri Agro Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan dengan Politeknik ATI Makassar Kementerian Perindustrian,” kata lanjut Arus pada acara pelantikan lulusan program tersebut di Makassar (29/12).

Pendidikan Setara D1 Kerjasama Industri dilaksanakan selama satu tahun dan lulusannya langsung diserap bekerja di industri. Mahasiswa mengikuti Praktek Kerja Lapangan atau Magang setiap akhir semester masing-masing selama tiga bulan, sehingga dari satu tahun pendidikan, 50% kegiatan pembelajaran dilakukan langsung di industri.

“Pendidikan Setara D1 Kerjasama Industri ini merupakan bagian dari kebijakan BPSDMI Kementerian Perindustrian menuju Corporate University. Salah satu misi yang harus diwujudkan oleh Politeknik adalah Menyelenggarakan pendidikan dual system dengan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) learning model berstandar global dan mengembangkan kelas industri,” lanjut Arus.

Pendidikan Setara D1 kerjasama industri dilaksanakan sebagai wujud nyata kerjasama antara pemerintah, institusi pendidikan dengan dunia industri. Melalui program ini diharapkan akan memperkecil competency gap antara dunia industri dengan dunia pendidikan yang akhirnya tercipta SDM industri kompeten tanpa adanya program retraining oleh industri.

“Pada tahun 2021, Kementerian Perindustrian telah memfasilitasi sebanyak 981 mahasiswa mengikuti pendidikan ini yang tersebar di 21 kabupaten/kota di 11 Provinsi,” jelas Restu Yuni Widayati, Kepala PPPVI BPSDMI Kemenperin.

Dalam pelaksanaanya, Program Pendidikan Setara D1 diselenggarakan oleh unit pendidikan Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan industri. Dalam program Pendidikan D1 Teknik Industri Agro di Kabupaten Barru, Politeknik ATI Makassar Kemenperin menyediakan tenaga pengajar beserta fasilitas, sementara industri terkait akan menerima mahasiswa lulusan D1 sesuai dengan perjanjian kerja sama, sehingga lulusan akan langsung bekerja.

“Kami berharap program ini merupakan upaya nyata Kementerian Perindustrian dalam mengatasi permasalahan SDM industri yaitu besarnya jumlah pengangguran terbuka, tingkat pendidikan angkatan kerja yang masih rendah, dan produktivitas tenaga kerja yang masih rendah,” kata Restu.

Baca Selanjutnya

article

Kawasan Baru SMK-SMAK Bogor Resmi Mulai Dibangun

calendar

27 December 22

Keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri dimana sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. SMK-SMAK Bogor, salah satu unit pendidikan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, berupaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri di Bogor melalui kawasan gedung baru. 

Sekolah yang sebelumnya berlokasi di Ciheuleut, Bogor, tersebut akan direlokasi ke Tanah Baru, Bogor dengan lahan seluas 35,000 m2. Selain memiliki fasilitas sekolah yang lengkap yang dapat menampung 1200 siswa untuk kegiatan pembelajaran, laboratorium, hingga ekstrakurikuler, kawasan baru SMK-SMAK Bogor juga akan dilengkapi viewing deck dan kolam retensi.

“Gedung yang dibangun ini, diharapkan tidak hanya memperkuat dan meningkatkan semangat sivitas akademika SMAK Bogor, tetapi juga akan menginspirasi lahirnya berbagai gagasan dan inovasi yang akan memantapkan kiprah SMK SMAK Bogor sebagai sekolah vokasi berwawasan global dan berkarakter,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang meresmikan Groundbreaking Kawasan Gedung Baru SMK-SMAK Bogor tersebut pada Senin (26/12).

Melalui lahirnya Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, pemerintah mengubah pola pendidikan dan pelatihan vokasi yang awalnya masih berorientasi supply menjadi sistem vokasi yang berorientasi demand. Hal ini dimaksudkan agar program pendidikan dan pelatihan vokasi menghasilkan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan industri dan juga mampu berkembang menjadi pengusaha mandiri.

“Kementerian Perindustrian menyadari bahwa penyediaan SDM kompeten belum dapat dilakukan sesuai dengan situasi yang kita harapkan. Terdapat ketidaksesuaian antara supply dari dunia pendidikan dengan demand dari pasar kerja industri, sehingga perlu diselaraskan. Untuk itulah pada hari ini, melalui kegiatan Groundbreaking pembangunan Gedung pendidikan SMK SMAK Bogor, kita akan membangun pendidikan vokasi yang menjadi best practice kemitraan yang link and match antara dunia pendidikan dan dunia Industri,” jelas Agus.

SMK-SMAK Bogor menerapkan dual system di mana metode pembelajaran mengutamakan praktik daripada teori pembelajaran, dengan proporsi 70% praktik dan 30% teori. SMK-SMAK Bogor juga menerapkan kurikulum yang terintegrasi antara Kemendikbud, Industri Internasional, serta Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Lama pembelajaran di SMK-SMAK Bogor adalah empat tahun, termasuk program magang di industri selama enam bulan.

Menperin mengapresiasi SMK-SMAK Bogor yang serapannya tinggi dan telah meraih nilai UTBK tertinggi tingkat SMK se-Indonesia pada tahun 2022. “Melalui SMAK Bogor ini, setiap tahunnya pada saat wisuda lulusan sudah terserap bekerja di industri dan saat ini menjadi SMK terbaik di negeri ini diantara 14.199 SMK yang ada. Inilah kebanggaan kita bersama,” ujar Agus.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan mengungkapkan bahwa upaya pengembangan SMAKBO ini merupakan bagian dari strategi Kementerian Perindustrian  dalam menyiapkan SDM industri yang kompeten.

“Karena dengan penyiapan SDM industri kompeten akan dapat mendorong kinerja sektor industri, selain upaya penarikan investasi dan penguasaan teknologi. Untuk itu, Kementerian Perindustrian memiliki strategi pengembangan SDM industri yang tertuang keputusan Menteri Perindustrian nomor 1009 tahun 2021 tentang BPSDMI Corporate University,” ujar Arus.

“Pembangunan Gedung dan fasilitas pendidikan SMAK Bogor ini dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dan pekerjaan konstruksinya direncanakan selesai pada semester 1 tahun 2024 bersamaan dengan pengisian peralatan praktek workshop dan laboratorium. Dengan demikian gedung pendidikan SMAK Bogor, akan dapat dioperasikan pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2024/2025,” tutup Arus.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin dan Korea Selatan Kerja Sama dalam Pengembangan SDM Industri

calendar

12 December 22

Indonesia dan Korea Selatan memiliki sejarah panjang dalam kerja sama antarnegara. Pada tahun 2023, kerja sama kedua negara tersebut telah berlangsung tepat 50 tahun.

Investasi Korea Selatan di Indonesia dalam kurun waktu 2017-2021 menunjukkan bahwa Korea Selatan telah menjadi investor terbesar ketiga sebesar US$8,18 miliar. Pada kunjungan Presiden Indonesia bulan Juli 2022 ke Korea Selatan, juga telah ditandatangani kesepakatan USD6,37 Miliar dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja.

Terkait pengembangan SDM Industri, Kementerian Perindustrian menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ulsan College dan Kocham Indonesia pada Senin (12/12) di Jakarta.

“Dalam MoU tersebut, di antaranya telah disepakati kerja sama pelatihan antara Ulsan College dan Kocham bersama Balai Diklat Industri Kemenperin dan PIDI 4.0, kerja sama pendidikan antara Ulsan College dan Politeknik Kemenperin, sertifikat kompetensi, program pendidikan untuk ASN Kemenperin, program akademik jangka pendek khusus atau program budaya, hingga penelitian dan publikasi bersama,” jelas Arus Gunawan, Kepala BPSDMI pada kegiatan Penandatanganan MoU tersebut.

Kerja sama juga mencakup pengembangan tenaga kerja dan kerja sama ketenagakerjaan di Indonesia dan Korea Selatan, pertukaran informasi dan materi yang menjadi kepentingan bersama, termasuk kunjungan benchmarking dan pertukaran tenaga ahli, modul pembelajaran, kurikulum, teknologi, dan tenaga teknis terkait transformasi industri 4.0.

“Penandatanganan MoU ini adalah langkah awal yang tentunya perlu ditindaklanjuti dengan rencana teknis yang disepakati oleh tim teknis kedua pihak agar terlaksana,” lanjut Arus.

Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kemenperin, Andi Rizaldi, mengapresiasi kerja sama tersebut. "MoU Perkembangan Eco-Industrial Park (EIP) Model Korea di Indonesia dapat mempercepat transformasi Industrial Estates di Indonesia menuju Eco-Industrial Park," ucap Andi.

Kementerian Perindustrian sendiri menaungi 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 9 Sekolah Menengah Kejuruan, serta 7 Balai Diklat Industri yang setiap tahun menghasilkan ribuan SDM kompeten dan siap kerja.

“Kami harapkan dari MoU ini akan dilahirkan banyak kesempatan penyerapan tenaga kerja baik di Indonesia dan Korea Selatan serta peningkatan keahlian teknologi dan manajemen Indonesia dari benchmarking Korea Selatan,” kata Arus.

Sebelumnya, dengan Kemenperin, kerja sama Korea Selatan dan Indonesia berupa kerja sama strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat dengan Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT), aktivitas kerjasama terkait industri 4.0 dengan NRC, pembangunan smart factory dan test bed di PIDI 4.0 dengan KITECH, ILJOO GnS dan Gachon University.

“Dalam lingkup berbagai kerjasama tersebut telah ada beberapa kerjasama yang sedang berjalan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin diantaranya kerjasama terkait pengembangan pusat ekosistem startup di PIDI 4.0 yang didukung oleh STEPI serta pengenalan ICT practical enterprise di Indonesia untuk pendidikan vokasi yang didukung KRIVET, keduanya merupakan afiliasi lembaga riset NRC,” jelas Arus.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Latih 804 CPNS untuk Cetak Aparatur Profesional

calendar

07 December 22

Birokrasi di Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai macam tantangan di tengah berbagai dinamika dan perubahan yang terjadi di berbagai lapisan. Oleh karena itu, diperlukan birokrasi yang gesit dan sumber daya manusia yang dapat memberikan pelayanan prima dan kinerja maksimal.

Tahun 2022, Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) melaksanakan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang dilaksanakan sejak bulan April 2022 sampai dengan Desember 2022 di Badan Pengembagan SDM Industri (BPSDMI) dan Balai Diklat Industri di lingkungan Kementerian Perindustrian. Pelatihan ini diikuti sebanyak 804 orang yang dibagi dalam 5 gelombang sebanyak 20 angkatan. 

CPNS tersebut merupakan peserta yang lolos melalui serangkaian tes ujian masuk CPNS yang diselenggarakan secara serentak dan transparan pada tahun 2021 lalu. Pelatihan dasar ini merupakan salah satu syarat wajib agar CPNS dapat resmi diangkat menjadi PNS.

“Untuk dapat mendorong industri agar dapat bertumbuh dan berdaya saing, Kementerian Perindustrian memerlukan SDM Aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya. Oleh karena itu, diperlukan pelaksanaan pengembangan kompetensi SDM Aparatur agar dapat menciptakan aparatur yang kompeten dan profesional sesuai dengan kebutuhan organisasi dan industri, sehingga diharapkan dapat mendukung pembangunan industri nasional. ” ujar Arus Gunawan, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian pada penutupan Pelatihan Dasar CPNS pada Sabtu (3/12) di Jakarta.

Dalam rangka peningkatan kompetensi SDM Aparatur bidang industri ini, BPSDMI tengah membangun Corporate University (CorpU). CorpU ini akan menjadi wadah bagi seluruh SDM Aparatur bidang Industri dapat belajar secara terus menerus (knowledged worker) dan saling berbagi pengetahuan secara berkesinambungan serta terkoneksi dalam ekosistem pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas Industri Nasional. 

“Dan diharapkan pula SDM Aparatur bidang industri dapat menjadi digital talent dan digital leader yang nantinya siap mendukung transformasi birokrasi digital di era revolusi industri 4.0,” lanjut Arus.

Para CPNS ini dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan dalam memajukan industri nasional. Para CPNS ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada unit kerja masing-masing dengan memanfaatkan wawasan dan pengetahuan yang telah diperoleh dari pelatihan ini dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai generasi baru di lingkungan Kementerian Perindustrian.

“Latsar CPNS tahun 2022 dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala LAN No. 13 tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Latsar CPNS dan Keputusan Kepala LAN No. 14 tahun 2022 tentang Kurikulum Latsar CPNS,” jelas Dadi Marhadi, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur.

Dalam keputusan Kepala LAN tersebut, digunakan metode Blended learning yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan atau mengkombinasikan antara pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Metode ini terdiri atas empat tahapan yaitu Massive Open Online Course selama 16 hari, Distance Learning selama 22 hari, Habituasi paling singkat selama 30 hari kerja, dan Klasikal selama 6 hari.

“Pelatihan Dasar tahun 2022 ini terdiri dari 4 agenda yaitu Kesiapsiagaan Bela negara, Nilai Dasar ASN “BerAKHLAK”, Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI, dan Habituasi. Di akhir pelatihan tiap peserta mempresentasikan laporan Aktualisasi yang mereka susun,” tutup Dadi.

Baca Selanjutnya

article

Program Silver Expert: Jurus BPSDMI Tingkatkan SDM Industri

calendar

02 December 22

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) lewat Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM yang mampu berdaya saing dan sesuai dengan kebutuhan industri. Selain menerapkan kurikulum yang link and match dengan industri, BPSDMI Kemenperin juga menghadirkan program pembelajaran Silver Expert pada unit pendidikan yang dikelolanya, yakni 9 SMK, 11 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas yang tersebar di wilayah Indonesia.

"Program pembelajaran Silver Expert merupakan program yang dilaksanakan seluruh unit pendidikan Kemenperin, dengan cara menghadirkan pelaku industri yang sudah berpengalaman di bidangnya untuk mengajar di lingkungan sekolah," ujar Erika Fatma, Kepala Prodi Manajemen Logistik Industri Elektronika di Politeknik APP Jakarta (1/12).

Pada tahun ini, Politeknik APP Jakarta menghadirkan beberapa pelaku industri yang menjadi dosen tamu dari industri-industri ternama di Indonesia, di antaranya ialah Alexander Gunadisastra (Head of EOL PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia), Sendy D.C Sopacua (Fulfillment Director PT JD.ID), Indah Suciarti (Manager Capability Academy Management PT. Kimia Farma, Tbk), serta Wahyu K Wicaksono (Supply Chain Director Avian Brand).

“Silver Expert sangat membantu menambah wawasan mahasiswa mengenai perkembangan terkini dan masalah-masalah aktual yang terjadi di industri, serta memahami aplikasi dari ilmu dan keterampilan yang telah dipelajari di kampus. Kami juga melihat mahasiswa antusias untuk mendengarkan materi dari praktisi,” jelas Erika.

Tidak hanya bertujuan untuk berbagi dengan mahasiswa di Politeknik APP Jakarta, program pembelajaran Silver Expert ini juga diselenggarakan sebagai wadah untuk berbagi dengan dosen mengenai perkembangan isu-isu, tantangan dan strategi yang dihadapi oleh perusahaan terkait dengan bidang mata kuliah yag diajarkan.

Untuk membentuk SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri, program pembelajaran Silver Expert didakan 1 kali dalam setiap Semester, sehingga masing-masing mahasiswa akan mendapatkan program ini sebanyak 5 kali hingga lulus. "Expert yang diundang pun merupakan Expert di bidangnya, dengan posisi minimal Senior Manager ke atas dengan pengalaman lebih dari 5 tahun," tambah Erika.

Sebelumnya, Kepala BPSDMI Arus Gunawan mengungkapkan masalah-masalah yang dihadapi penyelenggaraan vokasi nasional, di antaranya ialah kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi yang belum selaras dengan kebutuhan industri.

"Dari permasalahan yang kita hadapi, kunci keberhasilan penyelenggaraan pendidikan vokasi adalah kerja sama dengan industri dalam mencetak lulusan yang langsung dapat bekerja di industri," ujar Arus.

Oleh karena itu, program pembelajaran Silver Expert dihadirkan sebagai bentuk kerja sama dengan industri, serta mendorong dan meningkatkan daya saing SDM industri di Indonesia.

Baca Selanjutnya

article

Industrial Vocational Year 2023, Menyongsong Pendidikan Vokasi yang Lebih Baik

calendar

01 December 22

Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperkuat sektor industri di Indonesia dan menyediakan tenaga kerja industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi industri.

“Kementerian Perindustrian, menyadari bahwa penyediaan SDM kompeten merupakan bagian investasi pengembangan industri. Upaya perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Jakarta (25/11).

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis teknologi sebagai salah satu strategi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja industri di era digitalisasi industri 4.0.

Pada minggu ke-4 bulan November 2022 ini, BPSDMI menggelar Industrial Vocational Week (IVW) 2022 yang merupakan serangkaian kegiatan bersama mitra industri dan mitra pembangunan dari dalam dan luar negeri dalam rangka mensosialisasikan kegiatan pengembangan SDM Industri melalui program vokasi industri.

Penyelenggaraan kegiatan ini telah melibatkan 144 perusahaan industri, 127 peserta dari KADIN, KADINDA, dan para mitra, serta 947 dari SMK dan politeknik secara offline, online, dan hybrid dengan total sebanyak 1730 peserta.

Kegiatan yang berjalan selama 4 hari dari tanggal 21 hingga 24 November 2022 ini kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Launching of Industrial Vocational Year (IVY) 2023 sebagai puncak acara  berlokasi di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta yang dibuka oleh Kepala BPSDMI Arus Gunawan.

Arus menyampaikan bahwa keberhasilan program pendidikan dan pelatihan vokasi adalah karena terjalinnya kemitraan antara lembaga pendidikan dan pelatihan dengan industri yang mengurangi permasalahan mismatch supply dan demand penyediaan SDM industri.

”BPSDMI Kemenperin telah menyelenggarakan program-program memiliki best practice kemitraan yang link and match antara dunia pendidikan dan dunia Industri sehingga mismatch supply dan demand di unit pendidikan dan pelatihan industri tidak terjadi,” jelas Arus.

Berdasarkan data proyeksi Kementerian Perindustrian, kebutuhan SDM industri setiap tahunnya kini mencapai 682.000 orang, sementara jumlah tenaga kerja yang tersedia masih sangat sedikit.

Hal ini memicu Kemenperin untuk melakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan vokasi nasional melalui pendidikan vokasi berupa SMK, Politeknik, Akademi Komunitas, penyelenggaraan diklat 3-in-1, program setara diploma satu, serta penguatan revitalisasi Link and Match SMK dan industri guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut.

“Kami juga tidak segan belajar dari negara-negara sahabat yang berhasil mengelola pendidikan vokasi yang baik dan terbangun sehingga kami juga mendapatkan best practice nya,” tambahnya.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan ini merupakan hasil kolaborasi BPSDMI Kemenperin dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KADIN Indonesia, TVET System Reform (TSR) GIZ, S4C Swisscontact, Prospera, dan Axioo.

Sekretaris Negara dan Direktur Ketenagakerjaan Swiss Boris Zürcher mengatakan bahwa Swiss telah berkolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan keterampilan yang menjadi prioritas utama untuk program kerja sama Swiss selama 50 tahun.

“Kami sangat bangga untuk melanjutkan kolaborasi ini melalui Kerja Sama Ekonomi dan Program Pembangunan Swiss dengan Indonesia. Kami berharap dapat melanjutkan kemitraan yang sukses ini dengan Indonesia, khususnya Kementerian Perindustrian,” ujar Boris.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lepel mengungkapkan bahwa Pemerintah Jerman selama ini telah memberikan dukungan kepada Indonesia dalam menerapkan peraturan dan strategi TVET nasional yang mencakup reformasi yang signifikan serta untuk memastikan penerapan pendekatan berbasis permintaan.

“Inilah salah satu faktor kunci keberhasilan visi Indonesia di balik reformasi TVET. Platform yang diluncurkan hari ini juga penting untuk menyoroti peran penting sektor swasta dalam pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas,” kata Ina.

Mengusung tema sentral “Sosialisasi Implementasi Program Vokasi Industri Kementerian Perindustrian yang Berorientasi pada Digitalisasi dan Penggunaan Teknologi Berkolaborasi dengan Mitra dalam dan Luar Negeri dalam Menyiapkan SDM Industri Unggul dan Siap Kerja”, konsep penyelenggaraan acara peluncuran IVY 2023 ini menerapkan prinsip “paperless” dan online registration sebagai wujud komitmen BPSDMI dan unit pendidikannya dalam menggunakan teknologi dan praktik-praktik ramah lingkungan.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Restu Yuni Widayati memaparkan bahwa BPSDMI sudah menginisiasi penggunaan teknologi 4.0 sejak diluncurkannya program Making Indonesia 4.0 dengan menerapkan kurikulum 4.0 hingga assessment TVET 4.0-nya.

“Kemitraan dengan industri menjadi faktor kunci suksesnya penyelenggaraan program vokasi industri. BPSDMI secara konsisten memfasilitasi industri untuk berperan aktif mendukung program vokasi di Indonesia yang ditunjukkan melalui pemanfaatan Super Tax Deduction,” pungkas Restu.

Pada acara peluncuran IVY 2023 ini, Kemenperin juga menganugerahkan tiga penghargaan, meliputi Sarana Penelitian Industri Terapan (SPIRIT) dan Assessment TVET 4.0 bagi unit pendidikan Kemenperin serta Best Practice Pengembangan Vokasi Indonesia bagi mitra industri yang telah mendukung dan mengimplementasikan kegiatan vokasi industri.

Tidak hanya itu, mitra kerja sama dan unit pendidikan Kemenperin juga menampilkan demonstrasi teknologi yang akan digunakan sebagai sarana pembelajaran unit pendidikan dalam penyiapan SDM industri unggul, kompeten, dan siap kerja, di antaranya Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Extended Reality (XR).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra kami yang berkomitmen kuat dalam bekerja sama mendukung program pengembangan SDM melalui Program Vokasi Industri yang sesuai dengan amanah Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi,” tutup Restu.

Baca Selanjutnya

article

Adopsi Sistem di Jerman, Kemenperin Cetak Master Trainer

calendar

01 December 22

Kementerian Perindustrian mengadopsi sistem in-company training yang telah diterapkan oleh Jerman di Indonesia. Dalam in-company training tersebut, pekerja dilatih oleh pelatih profesional sesuai dengan Peraturan Kelayakan Pelatih Tempat Kerja (AEVO) Jerman. 

“Manfaat dari sistem ini adalah perusahaan dapat mencetak dan memperoleh tenaga ahli kompeten yang benar-benar memenuhi tuntutan dan kebutuhan perusahaan sendiri dibandingkan menerima pelamar dari luar, sehingga dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga dalam proses rekrutmen,” kata Kepala BPSDMI Arus Gunawan.

Kebutuhan akan pelatih tempat kerja (in-company trainer) sendiri akan semakin tinggi. Pada tahun 2030, ditargetkan KADINDA (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) di seluruh provinsi di Indonesia dapat menyediakan layanan pelatihan Pelatih Tempat Kerja.

“BPSDMI Kemenperin terlibat aktif dalam penyusunan Strategi Nasional Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebagai turunan dari Perpres nomor 68 tahun 2022 yang di dalamnya membahas penyediaan Pelatih Tempat Kerja sebagai salah satu aspek utama pendidikan dan pelatihan vokasi,” ujar Arus.

Untuk mendukung penyediaan pelatih tempat kerja di Indonesia, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian mengadakan pelatihan Master Trainer, di mana Master Trainer tersebut akan bertugas melatih dan mencetak pelatih-pelatih tempat kerja di Indonesia. Program ini bekerja sama dengan Kemenko Perekonomian, Kadin Indonesia, Program Kemitraan IHK Trier (Jerman), GIZ-TSR (Jerman), dan Program Swisscontact S4C (Swiss).

“Peserta berjumlah 16 orang yang merupakan lulusan-lulusan pelatihan AdAIB terbaik dari berbagai daerah, dan hasil saringan melalui proses seleksi yang cukup ketat. Selama 5 hari peserta akan dilatih oleh para Senior Master dan di akhir pelatihan akan dilaksanakan ujian,” jelas Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin Restu Yuni Widayati dalam kegiatan pelatihan dan ujian yang berlangsung pada 7-13 November 2022 di Tangerang.

Syarat agar dapat menjadi Pelatih Tempat Kerja melalui pelatihan tersebut adalah merupakan pekerja tetap, sehat, memiliki kompetensi teknis & metodologi pelatihan, ditunjuk oleh manajer, serta memahami peraturan pemagangan.

Pelatih tempat kerja juga bertugas dalam pemilihan calon pemagang, menyusun rencana alur kerja pemagang, hingga menerapkan materi pelatihan vokasi di perusahaan agar kualitas pemagang sesuai dengan yang diharapkan.

“Setelah kegiatan ini, peserta akan mendapatkan tugas sebagai instruktur dalam pelatihan pelatih tempat kerja di Indonesia. Untuk itu, saya berpesan agar peserta dapat mempersiapkan diri dan terus memperkuat jejaring kerja sama dan saling mendukung, sebagai Master Trainer yang merupakan bagian dari ekosistem Pendidikan Vokasi Industri,” tutup Restu.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Telah Latih Lebih dari 200 Ribu Orang Lewat Diklat 3 in 1

calendar

01 December 22

Keberadaan SDM yang kompeten dan berdaya saing merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja industri manufaktur. Upaya pembangunan SDM Industri yang kompeten dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian diantaranya melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi industri serta penyiapan infrastruktur kompetensi sektor industri.

Penyelenggaraan pelatihan vokasi industri sudah dilakukan oleh BPSDMI sejak tahun 2014 melalui program Pelatihan 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan). Hingga tahun 2021 setidaknya sudah 225.000 orang dihasilkan melalui program tersebut pada berbagai sektor industri. 

“Program yang awalnya ditujukan hanya untuk penyiapan calon tenaga kerja pada perusahaan industri (skilling), telah dikembangkan pula untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja baik up-skilling maupun re-skilling. Desain kurikulum dan modul pelatihan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan industri melalui penyusunan Program dan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi,” ujar Kepala BPSDMI Arus Gunawan pada acara Temu Industri di Batam (9/11).

BPSDMI terus mengembangkan penyelenggaraan diklat 3 in 1 melalui tujuh Balai Diklat Industri yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Ketujuh BDI tersebut tidak hanya menyelenggarakan diklat di kota-kota lainnya di Indonesia agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari diklat 3 in 1 secara merata.

“BPSDMI juga selalu aktif dalam penyiapan infrastruktur kompetensi yang dibutuhkan oleh sektor industri meliputi ketersediaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) beserta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Asesor Kompetensi serta Tempat Uji Kompetensi (TUK) hingga fasilitasi sertifikasi kompetensi. Hal ini dilakukan agar roda industri Indonesia benar-benar digerakkan oleh tenaga kerja industri yang kompeten,” papar Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Tirta Wisnu Permana, dalam acara yang sama.

Hingga saat ini setidaknya terdapat 177 SKKNI, 16 KKNI dan 84 LSP sektor industri. BPSDMI juga melakukan fasilitasi penyiapan asesor kompetensi serta fasilitasi sertifikasi kompetensi kepada tenaga kerja industri setiap tahunnya. Setidaknya sudah 1.705 orang asesor kompetensi dihasilkan dan 33.000 orang mendapatkan fasilitasi sertifikasi sejak tahun 2015 hingga 2022.

Program pelatihan Kementerian Perindustrian tidak terlepas dari peran dan kerja sama industri. Karenanya, Kementerian Perindustrian terus menggandeng industri salah satunya melalui kegiatan Temu Industri. Temu Industri pada 9 November di Batam mempertemukan Asosiasi Industri, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan beberapa perusahaan industri di wilayah Batam dan sekitarnya. 

Temu Industri tersebut mengangkat dua sektor industri yaitu Otomotif serta Tekstil dan Produk Tekstil. Perwakilan dari Asosiasi Serat Tekstil, LSP Tekstil, LSP Garmindo Plus, GIAMM, LSP Teknisi Otomotif Indonesia, Politeknik STTT Bandung dan Politeknik STMI Jakarta membagikan pengalamannya dalam mengimplementasikan infrastruktur kompetensi pada pelaksanaan pendidikan dan pelatihan vokasi industri.

“Dengan kolaborasi dan sinergi yang baik antar seluruh pihak, baik Asosiasi Industri/Profesi, perusahaan mitra industri, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Kementerian dan Lembaga Pusat dan Daerah, Instansi Dalam dan Luar Negeri akan membawa percepatan pembangunan SDM Industri Nasional,” ujar Wisnu.

Baca Selanjutnya

article

Rekatkan Kerja Sama Bilateral, Kemenperin dan Korea Akselerasi SDM Industri 4.0

calendar

01 November 22

Percepatan transformasi teknologi digital pada sektor industri manufaktur salah satunya dipengaruhi oleh penerapan industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan nilai tambah pada struktur industri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada tahun 2018 telah menyusun program “Making Indonesia 4.0” yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo untuk mengimplementasikan strategi dan Peta Jalan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia dengan salah satu wujudnya adalah pembangunan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0).

Guna memperkuat fungsi dan fasilitas PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian, pemerintah menjalin kerja sama bilateral dengan pemerintah Korea Selatan dalam hal penyediaan Digital Manufacturing Innovation Testbed. Kerjasama bilateral tersebut dikukuhkan melalui penandatangan MoU Pre-Feasibility Study on The Establishment of Digital Manufacturing Innovation Testbed Center in Indonesia yang ditandatangani oleh Tirta Wisnu Permana selaku Direktur PIDI 4.0, Kim Jeong-Yeop selaku CEO ILJOOGNS, Junhee Hong selaku Direktur of Gachon Energy Research Institute, dan Bae Gun-Yeol selaku Direktur KITC.  

Proyek hasil kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan Korea Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITC) dan Korean Institute Advancement of Technology (KIAT) ini memiliki berbagai tujuan, salah satunya meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional melalui transformasi industri 4.0 dan kerja sama industri manufaktur digital Kemenperin dengan KIAT.

Selain itu, proyek ini turut mendukung pertumbuhan Smart Manufacturing Company melalui implementasi Testbed Digital Manufacture, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan menciptakan lapangan pekerjaan di bidang Advanced Digital Technology, serta meningkatkan kerja sama ekonomi antar negara dan memberikan manfaat langsung kepada industri, penyedia teknologi dan pemerintah.

Dalam waktu yang bersamaan dengan acara penandatangan MoU dimaksud, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian menggelar seminar Indonesia-Korea "Smart Factory Promotion Conference" pada Kamis (13/10). Konferensi ini dilaksanakan di gedung PIDI 4.0 yang berlokasi di Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua BPSDMI Arus Gunawan memberikan apresiasi atas kerjasama dengan Pemerintah Korea dalam bentuk Official Development Assistance Project untuk pembangunan Smart Factory Showcase dan testbed di PIDI 4.0. 

"Saya berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan bersama oleh seluruh ekosistem PIDI, masyarakat dan industri untuk pembelajaran, pengujian, dan pembuktian konsep atau Proof of Concept (PoC) terkait teknologi industri PIDI 4.0," ujar Arus.

Konferensi yang dibuka oleh Arus Gunawan (Kepala BPSDMI-Kemenperin) dan Chung Keunyong (Commercial Attache Korean Embassy) juga dihadiri oleh pembicara dari dalam dan luar negeri, di antaranya: Tirta Wisnu Permana (Direktur PIDI 4.0), Kim Jae Su (ILJOOGNS), Muhammad Sahrozi (Autonics), Anindia Rahmiwati (Telkomsel), dan Prof. Andi Isra Mahyuddin (ITB). Beberapa pemangku kepentingan lainnya termasuk Tim Teknis Percepatan Making Indonesia 4.0 di lingkungan Kemenperin serta 35 mitra PIDI 4.0 yang terdiri dari industri, Perguruan Tinggi dan Teknologi Akademi juga ikut meramaikan konferensi yang dilaksanakan secara hybrid ini.

Arus juga mengajak para pelaku mitra industri dari technology provider, service provider, industrial zone dan seluruh stakeholders industri 4.0 untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam mengakselerasi transformasi Industri 4.0 di Indonesia.

"Seluruh kegiatan yang dilaksanakan ini guna mendukung fungsi PIDI 4.0 sebagai solusi satu atap dalam percepatan transformasi industri 4.0 di Indonesia dan menjadi jendela Indonesia 4.0 untuk dunia," ujar Arus.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Telah Fasilitasi 33 Ribu Sertifikasi Kompetensi

calendar

01 November 22

Untuk memastikan kompetensi SDM yang akan menggerakkan roda industri, diperlukan sertifikat kompetensi yang diperoleh melalui rangkaian kegiatan uji kompetensi dan mengacu pada Standar Kompetensi. Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah memfasilitasi sekitar 33.136 orang untuk mendapatkan sertifikat kompetensi sejak tahun 2015.

“Di tahun 2022 sendiri jumlah fasilitasi diberikan kepada 1.572 orang tenaga kerja industri yang mencakup sektor industri otomotif, elektronika, logam mesin, tekstil dan produk tekstil, animasi/kreatif, serta wirausaha industri,” papar Arus Gunawan, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian.

Sertifikasi kompetensi dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja, yang bisa menjadi bekal SDM seiring tingginya jumlah dan kebutuhan tenaga kerja. BPS mencatat bahwa terjadi kenaikan jumlah tenaga kerja pada bulan Februari 2022 menjadi 18,64 juta dibanding Februari 2021 dengan jumlah 17,73. Diperkirakan, kebutuhan tenaga kerja sektor industri pada 2024 adalah sebesar 20,21 juta orang, atau bertambah rata-rata sekitar 682 ribu pekerja per tahun selama periode tahun 2021-2024. 

Sertifikasi kompetensi dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia dan sekaligus meningkatkan penghargaan perusahaan kepada tenaga kerja atas kepemilikan kompetensi tertentu. Sertifikasi kompetensi juga dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan SDM pada perusahaan, baik dalam penerimaan tenaga kerja, penempatan ataupun pengembangan karir pegawai.

“Kami menyadari bahwa kesadaran akan kepemilikan sertifikat kompetensi bagi tenaga kerja industri saat ini masih perlu terus dikembangkan. Biaya uji kompetensi bagi sebagian kalangan masih dianggap sebagai beban daripada sebuah investasi,” kata Tirta Wisnu Permana, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri BPSDMI Kementerian Perindustrian dalam Temu LSP Pelaksana Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Industri 2022 pada 25 Oktober lalu.

Oleh karenanya, pemerintah terus mendorong industri agar tenaga kerjanya memiliki sertifikat kompetensi, salah satunya melalui upaya fasilitasi sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja industri.

“Fasilitasi yang kami berikan bukan berarti memanjakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan perusahaan industri dengan subsidi dari pemerintah, namun lebih dimaksudkan sebagai stimulus agar pelaksanaan sertifikasi kompetensi pada tenaga kerja industri lebih masif lagi,” lanjut Wisnu.

Saat ini, jumlah LSP sektor industri yang termasuk dalam lingkup Kementerian Perindustrian saat ini yaitu 82 LSP yang terdiri dari  35 LSP Pihak 1, 3 LSP Pihak 2 dan 44 LSP Pihak 3.

Untuk langkah selanjutnya, Kementerian Perindustrian juga akan melakukan sertifikasi kompetensi kepada tenaga pendidik dan pelatih pada 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas industri, 9 SMK dan 7 Balai Diklat Industri naungan Kementerian Perindustrian yang tersebar di beberapa provinsi Indonesia. Sertifikasi tersebut membutuhkan kerja sama dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan LSP pihak ketiga yang memiliki skema sertifikasi yang sesuai.

“Kepada BNSP, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Kami berharap kita terus dapat bersinergi dalam membina dan mengembangkan LSP, penyediaan asesor kompetensi, penjaminan mutu pelaksanaan sertifikasi kompetensi, termasuk pengembangan kerjasama sertifikasi internasional,” ungkap Wisnu.

Baca Selanjutnya

article

Industri Kulit Nasional Kuat, Tanzania Belajar dari Indonesia

calendar

28 October 22

Industri kulit merupakan salah satu subsektor industri pengolahan nonmigas. Pada kuartal II tahun 2022, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mengalami kenaikan 13,12% (yoy) yaitu sebesar Rp7,57 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp6,7 triliun.

Kondisi tersebut didorong tingginya permintaan ekspor, investasi, serta pengalihan order ke Indonesia. Sumber daya manusia yang kompeten pun turut menjadi salah satu faktor mulusnya industri kulit nasional. Untuk membantu meningkatkan tenaga kerja berkualitas di industri kulit, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pendidikan melalui Politeknik Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta (Politeknik ATK Yogyakarta), ungkap Arus Gunawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri,  di Jakarta (24/10).

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, BPSDMI Restu Yuni Widayati dalam Pembukaan Pelatihan Penyamakan Kulit di Yogyakarta pada Senin (24/10) menambahkan, "Politeknik ini memiliki kekhususan di bidang pemrosesan kulit. Kampus ini telah berdiri 68 tahun sejak 1954, dan telah mencetak banyak pekerja dan wirausaha di bidang pemrosesan kulit dan telah memproduksi berbagai produk, mulai dari jaket, sepatu, tas, hingga sarung tangan." 

Pelatihan tersebut merupakan kerja sama Indonesia dan Tanzania, di mana Indonesia menjadi Pivotal Partner sebagai pihak yang membagikan pengetahuan dan keahlian di bidang industri kulit melalui Politeknik ATK Yogyakarta yang berada di bawah naungan BPSDMI.

Sementara itu, Tanzania selaku Beneficiary Partner menjadi pihak yang mempelajari pengetahuan dan keahlian pada Pivotal Partner, dengan target pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas industri kulit di negara tersebut. 

Kerja sama didukung oleh Jerman selaku Facilitating Partner yang membantu menghubungkan kedua negara dan mendukung penyelenggaraan kegiatan.

Kerja sama triangular cooperation atau kerja sama tiga negara antara Indonesia, Tanzania, dan Jerman ini direncanakan, diimplementasikan, dan dievaluasi oleh program South-South Triangular Cooperation (SSTC) Technical and Vocational Educational Training (TVET). Pembiayaan program dilakukan secara co-sharing dari pihak-pihak yang terlibat. Adapun tujuan dari kerja sama tiga negara ini adalah transfer pengetahuan dan keahlian terkait industri kulit agar sumber daya manusia industri kulit Tanzania lebih kompeten. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, yaitu Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Politeknik ATK Yogyakarta, GIZ Jerman, serta pemerintah Tanzania dalam terselenggaranya kegiatan ini,” kata Noviyanti, Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara.

Indonesia Bantu Hidupkan Potensi Industri Kulit di Tanzania

Tanzania merupakan negara kedua di Afrika yang memiliki populasi hewan ternak terbanyak setelah Ethiopia. Industri kulit memiliki potensi besar karena banyaknya kulit yang tersedia dari populasi hewan ternak yang tinggi tersebut. Akan tetapi, SDM kompeten di industri kulit masih menjadi tantangan tersendiri bagi Tanzania.

“Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk kulit di Tanzania. Pelatihan ini merupakan hal yang penting untuk membantu menghadapi tantangan SDM industri kulit kami," ujar Staf Kementerian Industri dan Perdagangan Tanzania, Dr. Lugano Wilson.

Maria Renata Hutagalung, Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional Kementerian Luar Negeri, turut melihat potensi industri kulit di Tanzania. "Menurut laporan FAO pada 2020, aktivitas peternakan berkontribusi 7,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Tanzania. Banyaknya hewan ternak dan tersedianya SDM yang memadai dapat menjadi keuntungan bagi Tanzania untuk memenuhi permintaan kulit dan produk kulit secara domestik, nasional, dan internasional.”

Pelatihan yang dilakukan terfokus pada penyamakan kulit yang merupakan pelatihan pendahuluan secara daring. Untuk mendapatkan kompetensi menyeluruh, akan diadakan pelatihan luring atau offline untuk 6 peserta dari Tanzania yang dilakukan di Politeknik ATK Yogyakarta.

“Kami berharap program ini akan memperkuat hubungan antara kedua negara. Kami juga berharap pelatihan dapat membantu mengembangkan industri pemrosesan kulit di Tanzania melalui SDM yang kompeten," tutup Restu.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0 Dukung Correctio Wujudkan Silicon Valley Indonesia

calendar

20 September 22

Ekosistem untuk menopang perkembangan teknologi nasional, khususnya pada industri 4.0, semakin dibutuhkan untuk bisa menghadapi tantangan global. Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk membangun kawasan Silicon Valley di Indonesia. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah peluncuran kawasan komersial bernama Correctio yang dibangun PT. Jababeka.

“Di kawasan ini akan dikembangkan sejumlah fasilitas kelas dunia yang siap mendukung perkembangan Industri 4.0 dan Society 5.0 seperti pengembangan district cooling system, pengaplikasian solar panel, urban farming, Fabrication Lab, data center, smart command center, dan masih banyak lagi serta tak tertinggal pengembangan kota berbasis TOD untuk mempermudah aksesibilitasnya,” papar Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono dalam Grand Launching Correctio pada Kamis (8/9) di President University, Cikarang.

Sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Cikarang dipilih menjadi kawasan Correctio yang memiliki potensi besar untuk memajukan industri tanah air. Area ini juga telah dilengkapi dengan desain tata kota berbasis TOD yang dapat dijangkau LRT, MRT, kereta cepat, damri, dan jalan raya yang menunjang kemudahan akses komunitas bagi transportasi publik, pejalanan kaki, dan pesepeda.

Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0) Kementerian Perindustrian turut berperan dalam pembangunan ekosistem Correctio. PIDI 4.0 sebagai perwujudan Making Indonesia 4.0 diharapkan menjadi solusi satu atap dan pendorong transformasi industri 4.0 di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan Correctio yang berbasis 4.0.

“Dalam hal ini, PIDI 4.0 memberikan fasilitas bagi para startup lokal yang akan mengembangkan usahanya di PIDI 4.0. Kami akan mengkolaborasikan startup-startup tersebut dengan mitra global, sehingga mereka akan memiliki pengalaman dan network yang mumpuni untuk berkontribusi di dalam New Silicon Valley di Indonesia,” ungkap Direktur PIDI 4.0 sekaligus Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian.

PIDI 4.0 juga bekerja sama dengan Fablab Jababeka, Fablab pertama di Indonesia yang diresmikan PT. Jababeka pada Maret 2021 silam. Fablab Jababeka dijadikan fasilitas untuk pengembangan industri 4.0 di Kawasan Industri Jababeka, juga sebagai satelite dari PIDI 4.0

Dalam Talk Show bertajuk “Creating a New Silicon Valley in Indonesia” sebagai bagian dari rangkaian acara Grand Launching Correctio, Wisnu mengapresiasi komitmen kerja sama dan kontribusi Jababeka sebagai mitra industri pertama yang menjadi satelit PIDI 4.0. 

“Dengan kesempatan ini kami berharap industri-industri yang ada di kawasan Jababeka dan startup-startup lokal yang ada di daerah kawasan Jababeka bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu untuk mengembangkan usahanya,” ungkap Wisnu.

Jababeka menyatakan bahwa pihaknya telah membuka akses bagi perusahaan rintisan dan industri untuk terus berkembang serta menghasilkan inovasi dan solusi berbasis teknologi di Correctio. Hal tersebut dimungkinkan berkat kemitraan yang telah terjalin dengan BRIN, Indogen, BISA AI, Telkomsel, Mitsubishi Heavy Industries (MHI), Auk Industries, Gamatechno, Arcstone, Sembcorp, dan PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian.

“Kami juga berharap fablab Jababeka bersama PIDI 4.0 dan mitra industri lainnya bisa melahirkan startup-startup unggul yang bisa menyediakan solusi dari masalah-masalah yang dihadapi industri terkait dengan transformasi industri 4.0 di kawasan Jababeka khususnya dan secara nasional pada umumnya,” kata Wisnu.

Baca Selanjutnya

article

Politeknik Baru Kemenperin Mulai Jalankan Kegiatan

calendar

20 September 22

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) berkomitmen untuk mendukung pembangunan industri nasional yang berdaya saing dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara industri tangguh melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Pada Senin (12/09), BPSDMI menyelenggarakan acara Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di unit pendidikannya yang baru, yakni Politeknik Industri Petrokimia Banten dihadiri pula oleh Pemerintah Daerah Provinsi Banten, asosiasi industri dan perusahaan mitra.

Kepala BPSDMI Arus Gunawan menyampaikan dalam sambutannya bahwa pendirian dan perizinan Politeknik Industri Petrokimia Banten ini telah melalui proses yang panjang hingga resmi mendapatkan izin dari Kementerian terkait di tahun 2022 ini.

“Dalam perjalanan panjang pengurusan izin ini, Kemenperin juga senantiasa mendapatkan dukungan dari Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik, Industri Petrokimia, dan Pemerintah Daerah di Banten,” jelas Arus.

Pendirian Politeknik Industri Petrokimia Banten ini merupakan salah satu upaya Kemenperin untuk memenuhi kebutuhan produk-produk dan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri petrokimia dengan memanfaatkan potensi daerah, khususnya di Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Industri petrokimia merupakan industri tingkat hulu penghasil berbagai produk dan bahan kimia penting yang menjadi bahan baku primer untuk menyokong operasi komersial industri otomotif, mesin, elektronika, konstruksi, aplikasi rumah tangga, dan lainnya.

Meskipun produk petrokimia sebagian telah diproduksi dalam negeri, namun belum mencukupi kebutuhan domestik sehingga perlu diimpor dari berbagai negara dan kebutuhannya diproyeksi akan terus meningkat pada masa yang akan datang.

Kebutuhan tenaga kerja industri petrokimia di Provinsi Banten hingga kini telah mencapai hingga 2.800 orang. Hal inilah yang mendorong Kemenperin bekerja sama dengan asosiasi dan mitra industri setempat untuk mendirikan politeknik yang lulusannya akan langsung diserap kerja pada industri.

Ketua Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) Suhat Miyarso menjelaskan bahwa Kemenperin dan INAPLAS telah merencanakan pendirian Politeknik Industri Petrokimia Banten sejak 2018 dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM yang siap pakai dan kompeten untuk industri petrokimia yang kian meningkat.

“Politeknik ini sejalan dengan program peningkatan pendidikan yang sedang dilaksanakan di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang,” imbuh Suhat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya menerangkan bahwa tuntutan tenaga kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan di bidang industri sehingga diperlukan SDM yang memenuhi kebutuhan tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Serang menjadikan aktivitas pendidikan prioritas program kami, dan kami mendukung seluruh kegiatan pembelajaran di politeknik ini,” tegas Asep.

Setelah resmi mendapatkan izin pendirian dan pengoperasian, BPSDMI melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) di bulan Juli 2022 dengan pendaftar sebanyak 2.379 orang, dan yang diterima atau lulus sebagai mahasiswa baru Politeknik Industri Petrokimia Banten sebanyak 125 orang.

Arus juga turut menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa baru dan mengungkapkan bahwa pada jenjang pendidikan vokasi ini, kegiatan praktik akan mendominasi dibandingkan dengan kegiatan teori sebagai upaya membangun kompetensi lulusan. 

“Para mahasiswa ini akan mengikuti kegiatan perkuliahan dan praktik di industri petrokimia selama 3 (tiga) tahun di Politeknik Industri Petrokimia Banten, dan setelah lulus program Diploma 3 (tiga) akan langsung ditempatkan bekerja pada 11 (sebelas) perusahaan industri petrokimia,” tuturnya.

Politeknik Industri Petrokimia Banten saat ini membuka 3 (tiga) program studi, yaitu Teknologi Mesin Industri Petrokimia, Teknologi Instrumentasi Industri Petrokimia, dan Teknologi Proses Industri Petrokimia.

Harapannya, keberadaan politeknik ini dapat terus menghasilkan lulusan yang siap kerja dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri petrokimia ke depannya serta mendapatkan dukungan penuh dari asosiasi dan mitra industri sehingga penyediaan SDM industri petrokimia berjalan dengan baik guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri petrokimia nasional. 

Baca Selanjutnya

article

Kampus Kemenperin Semakin Siap Making Indonesia 4.0

calendar

20 September 22

Sebagai salah satu langkah menuju peta jalan Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap dalam menerapkan industri 4.0 di Indonesia. Terlebih pada tahun 2025, industri ditargetkan mampu berkontribusi pada PDB nasional sebesar USD133 miliar. Sasaran ini akan didukung dengan 185 juta penduduk yang telah memiliki akses internet, terbesar ke-4 di dunia. Selain itu, Indonesia merupakan pemain ekonomi digital dan industri 4.0 tercepat di Asia tenggara.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian berupaya mewujudkan kesiapan SDM industri di lingkungan pendidikan vokasi melalui Technical and Vocational Education and Training (TVET) 4.0.

"TVET 4.0 adalah pendidikan dan pelatihan vokasi yang memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk pekerjaan di bidang industri 4.0," ujar Kepala BPSDMI Arus Gunawan.

Agar penerapan industri 4.0 di unit pendidikan tinggi Kementerian Perindustrian dapat dilakukan secara maksimal, BPSDMI melakukan Asesmen TVET 4.0 sebagai instrumen untuk mengukur level implementasi TVET 4.0 di kampus-kampus vokasi Kementerian Perindustrian sebagai langkah awal. 

Pelatihan asesmen untuk asesor internal diselenggarakan BPSDMI melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kementerian Perindustrian di 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas di lingkungan Kementerian Perindustrian pada Agustus hingga September 2022.

"Melalui asesmen tersebut dapat menjadi acuan bagi unit pendidikan untuk menyusun strategis dan menentukan prioritas dalam implementasi Industri 4.0 karena pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi sesuai dengan kebutuhan industri 4.0," kata Direktur Politeknik ATI Makassar Muhammad Basri pada kegiatan pelatihan asesmen di Makassar pada 6-7 September 2022.

Asesmen TVET 4.0 dapat bermanfaat bagi institusi, industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk institusi pendidikan terkait, hasil asesmen TVET 4.0 bisa menjadi pedoman untuk mengembangkan strategi dan capaian pendidikan tinggi, serta dapat mendongkrak akreditasi pendidikan tinggi dan brand image.

"Hasil asesmen dapat menjadi referensi bagi industri untuk memilih mitranya dalam mengembangkan keterampilan 4.0 sesuai kebutuhan industri. Dengan memahami status atau kemajuan TVET, industri dapat mengembangkan strategi kemitraannya dan mengembangkan keterampilan 4.0 bersama-sama," papar Kepala PPPVI BPSDMI Restu Yuni Widayati.

Pemangku kepentingan lain termasuk mitra pembangunan, asosiasi, LSM, universitas, pusat penelitian, profesional, dan pemangku kepentingan terkait lainnya juga dapat menggunakan hasil asesmen sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Asesmen TVET 4.0 terdiri dari Asesmen Mandiri dan Asesmen Internal. Asesmen Mandiri atau Self Assessment adalah asesmen yang dilakukan oleh Pendidikan Tinggi sesuai arahan dari Tim Asesmen TVET 4.0. Asesmen mandiri merupakan bagian dari proses Asesmen TVET 4.0, biasanya dilakukan sebelum Asesor untuk Asesmen TVET 4.0 melakukan asesmen. Hasil Asesmen Mandiri diserahkan kepada Asesor Asesmen TVET 4.0.

Asesmen Internal adalah asesmen yang dilakukan oleh Pendidikan Tinggi, tanpa terkait dengan waktu Asesmen TVET 4.0. Asesmen Internal dapat dilakukan kapan saja oleh Pendidikan Tinggi sesuai kebutuhan. Hasil asesmen internal tidak wajib diserahkan kepada Tim Asesmen TVET 4.0.

Diharapkan, Asesmen TVET 4.0 Berkontribusi pada penciptaan sistem yang lebih baik di lingkungan unit pendidikan Kementerian Perindustrian untuk pengembangan keterampilan 4.0, sehingga lulusan kampus Kemenperin semakin menghadapi tantangan global di era industri 4.0 ini.

Baca Selanjutnya

article

Menuju Indonesia 4.0, PIDI 4.0 Percepat Transformasi Industri

calendar

06 September 22

Dengan perkembangan industri global yang semakin pesat, Indonesia terus berupaya untuk mengakselerasi transformasi industri dalam negeri. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan peta jalan “Making Indonesia 4.0” untuk mendorong digitalisasi industri manufaktur dengan tujuan untuk memperkuat daya saing internasional industri manufaktur tanah air.

Sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan peta jalan tersebut, Kementerian Perindustrian membangun Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) untuk mengembangkan penerapan industri 4.0 di Indonesia.

“PIDI 4.0 didirikan sebagai solusi satu atap penerapan industri 4.0 di Indonesia, sekaligus menjadi Jendela Indonesia 4.0 pada dunia,” papar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pembukaan Indonesia 4.0 Conference & Expo Tahun 2022 di Jakarta, Rabu (24/8).

Di dalam acara konferensi dan pameran tersebut, PIDI 4.0 turut berpartisipasi dengan menghadirkan booth PIDI 4.0 yang turut menampilkan showcase beberapa mitra PIDI 4.0 yakni Rexroth, TÜV Rheinland, AWASIN, dan Widya Robotics. Selain itu, Direktur PIDI 4.0 sekaligus Kepala Pusdiklat SDM Industri Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Tirta Wisnu Permana turut menjadi salah satu Keynote Speaker dalam dengan topik “PIDI 4.0 for All”.

“Sektor manufaktur di Indonesia selalu berkembang seiring dengan transformasi digital. Untuk mempercepat transformasi Industri 4.0 di Indonesia, diharapkan seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi dan berkontribusi secara aktif melalui PIDI 4.0,” tutur Wisnu.

PIDI 4.0 memiliki 5 pilar atau layanan, yaitu Showcase Center untuk meningkatkan kesadaran tentang industri 4.0 dan menyajikan pengalaman real bagaimana industri 4.0 di implementasikan dalam lini produksi, Capability Center sebagai pusat pelatihan untuk meningkatkan keahlian tenaga kerja industri dan ASN, Ecosystem For Industry 4.0 sebagai tempat kolaborasi pengembangan implementasi industri 4.0, Delivery Center sebagai tempat pendampingan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0 dan Engineering and AI Center yang membantu permasalahan industri dengan teknologi rekayasa dan kecerdasan buatan.

Kehadiran PIDI 4.0 dalam Indonesia 4.0 Conference & Expo Tahun 2022 diharapkan dapat memperkokoh eksistensi PIDI 4.0 baik di dalam maupun luar negeri, dan membuka peluang kerja sama untuk bersama memajukan industri 4.0.

Sebelumnya, PIDI 4.0 menjadi salah satu tujuan visitasi Sherpa G20 yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2021. Dalam kesempatan ini, PIDI 4.0 berupaya menunjukkan komitmennya dalam mempercepat implementasi Revolusi Industri 4.0. Tiga fokus utama yang ditampilkan dalam visitasi Sherpa G20 adalah digitalisasi industri, green industry, dan inclusive economy.

Presiden Federasi Jerman, Frank Walter Steinmeier turut mengunjungi PIDI 4.0 pada 16 Juni 2022 lalu. Dalam kunjungan tersebut, diadakan pertemuan bisnis yang bertajuk “German-Indonesia Business Round Table” yang diikuti Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama delegasi Jerman.

Sampai dengan saat ini, PIDI 4.0 telah memiliki 26 Mitra yang terdiri dari 24 perusahaan dan 2 universitas. Dengan Mitra Industri yang sudah bergabung, diharapkan PIDI 4.0 dapat terus mempercepat transformasi industri, sebagaimana tagline PIDI 4.0 yaitu Accelarates Your Transformation.

Baca Selanjutnya

article

Agar Lulusan Sesuai Kebutuhan Industri TPT, Kemenperin Ajak Diskusi Stakeholder

calendar

06 September 22

Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merupakan salah satu Industri padat karya berorientasi ekspor yang diprioritaskan pengembangannya agar semakin berkinerja positif dan berdaya saing global. Pada bulan Januari sampai dengan April 2022, industri TPT merupakan penghasil devisa negara dengan Nilai Ekspor sebesar 5,36 miliar USD atau 7,7% dari total ekspor nasional.

“Dengan kontribusi ini menjadikan Industri TPT memiliki peranan yang cukup strategis dalam mendorong perekonomian nasional,” ujar Kepala Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan, pada acara Temu Industri Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta Tahun 2022 yang diselenggarakan pada Kamis (25/8) di Semarang.

Industri TPT tentunya akan berjalan dengan lebih baik jika ditopang oleh SDM yang memadai dan kompeten. Pada masa pandemi Covid-19, industri TPT menyerap tenaga kerja 3,65 juta orang atau sekitar 19,5% dari total tenaga kerja industri manufaktur. Meskipun begitu, industri TPT nasional masih kekurangan SDM dengan jumlah yang signifikan dengan kebutuhan tenaga kerja TPT sebesar 135.000 orang per tahun.

Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, Kementerian Perindustrian menghadirkan berbagai program, di antaranya melalui pembangunan unit pendidikan vokasi industri Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta pada tahun 2015. Selain itu, Kementerian Perindustrian juga terus meningkatkan kualitas Politeknik STTT Bandung yang sudah berdiri selama 100 tahun. Bukan hanya itu, Kementerian Perindustrian juga telah menyelenggarakan diklat sistem 3 in 1 (Pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja) untuk memenuhi tenaga kerja industri TPT tingkat operator.

Agar lulusan dari unit pendidikan vokasi industri Kementerian Perindustrian dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan industri, BPSDMI terus menggandeng stakeholder industri dalam berbagai forum dan diskusi, yang melibatkan pelaku usaha, industri dan asosiasi mulai dari perencanaan program studi, penyusunan kurikulum, kegiatan pengajaran, kegiatan praktek kerja industri, hingga penyerapan lulusan.

“Untuk itu, kegiatan hari ini merupakan contoh hal baik yang harus terus dilakukan Akom Tekstil Solo dalam menyerap aspirasi kebutuhan industri tekstil yang selanjutnya dituangkan dalam rencana pembelajaran,” tambah Arus.

Untuk dapat mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja dari lulusan unit pendidikan vokasi industri, Kementerian Perindustrian melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI menghadirkan Career Development Center (CDC) Unit Pendidikan Kementerian Perindustrian. CDC dibangun dengan konsep yang dibuat oleh Skills for Competitiveness (S4C) yang merupakan proyek bilateral antara Swiss dan Indonesia, serta diintegrasikan dengan konsep yang telah disusun oleh tim developer unit pendidikan BPSDMI.

CDC akan menjadi integrated platform sekaligus ikon BPSDMI yang menjadi role model bagi instansi lainnya. Ada beragam fitur yang dirancang di system CDC untuk membantu peserta didik dalam perjalanan karir mereka, seperti fitur Lowongan Kerja, Klinik Vokasi Industri, Tes Minat dan Bakat, Lowongan Prakerin, Kewirausahaan, Beasiswa, dan lain-lain.

Selain bermanfaat bagi peserta didik, CDC juga memberikan angin segar bagi industri karena dengan kehadiran program tersebut, perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan. CDC juga dapat menjadi wadah atau sarana masukan terkait SDM industri.

Pemaparan CDC di Temu Industri Akom ITPT Surakarta diharapkan dapat semakin memperkenalkan program tersebut kepada industri, sehingga partisipasi industri dalam program CDC semakin meningkat. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan agar unit pendidikan vokasi industri Kementerian Perindustrian dapat segera menerapkan CDC di satuan kerjanya. Saat ini, sebanyak 63,6% Pendidikan Tinggi Kementerian Perindustrian telah menerapkan CDC.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPSDMI mendorong agar Akom ITPT Surakarta dapat mengimplementasikan Corporate University (CorpU). BPSDMI CorpU berperan sebagai strategi pengembangan pembelajaran individu dan organisasi, dengan pemanfaatan manajemen ilmu pengetahuan dan program-programnya yang berfokus pada tujuan dan strategi organisasi.

“Saya mengingatkan para dosen agar terus mendorong implementasi kebijakan Corporate University di Akom ITPT Surakarta. Karena kebijakan ini telah ditetapkan sejak akhir tahun lalu dan rencana tindak serta target waktu pelaksanaan juga sudah diisi,” pesan Arus.

Baca Selanjutnya

article

Dukung Industri Sektor Nikel di Sulawesi, Kemenperin Kembali Buka Program Setara D1 Alat Berat yang Siap kerja

calendar

25 August 22

Berkembangnya sektor industri nasional ini, tidak lepas dari tiga faktor yaitu investasi, teknologi dan sumber daya manusia (SDM). Keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri dimana sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kebutuhan akan tenaga kerja industri mencapai kurang lebih 600.000 orang setiap tahunnya.

Guna mendukung industri dalam penyediaan tenaga kerja kompeten, Kementerian Perindustrian telah menyelenggarakan pendidikan tinggi pada beberapa jenjang, mulai dari Diploma sampai dengan Magister Terapan, termasuk program setara Diploma 1 kerjasama industri.

“Pendidikan Setara D1 kerjasama industri dilaksanakan sebagai wujud nyata kerjasama antara pemerintah, institusi pendidikan dengan dunia industri. Melalui program ini diharapkan akan memperkecil competency gap antara dunia industri dengan dunia pendidikan yang akhirnya tercipta SDM industri kompeten tanpa adanya program retraining oleh industri,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan, dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri dengan PT. Huadi Nickel-Alloy Indonesia, Jakarta Senin (22/8).

BPSDMI telah resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Huadi Nickel-Alloy Indonesia terkait Program Kerja Sama Pendidikan Vokasi Industri Setara Diploma 1 (D1) yang juga melibatkan salah satu unit pendidikan di bawah naungan Kemenperin, yakni Akademi Komunitas Industri Manufaktur di Bantaeng.

“Program Setara D1 Operator Alat Berat akan diselenggarakan selama 1 (satu) tahun di AK-Manufaktur Bantaeng dan lulusannya langsung ditempatkan bekerja dalam rangka meningkatkan daya saing industri,” tambah Arus.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Restu Yuni Widayati mengungkapkan tujuan dari penyelenggaraan pendidikan D1 ini adalah membekali calon tenaga kerja dengan keahlian terapan atau keterampilan teknis yang diperlukan untuk bidang pekerjaan tertentu.

“Kegiatan ini diikuti oleh 48 orang sebanyak 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang per kelas yang seluruhnya direkrut langsung oleh industri,” ucap Restu.

Direktur PT. Huadi Nickel-Alloy Indonesia Leonard Hadyanto dan Manager HR & HS PT. Huadi Nickel-Alloy Indonesia A. Adrianti Latippa menyampaikan bahwa program ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu karena sangat membantu proses pertumbuhan perusahaannya di Kabupaten Bantaeng.

“Tahun 2021, dua angkatan dengan dua program studi hasil kerja sama kami dengan BPSDMI Kemenperin telah kami serap 100% di perusahaan kami,” kata Adrianti.

Program Pendidikan Setara D1 Kerja Sama Industri ini merupakan bagian dari program Corporate University BPSDMI dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan dual system dengan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) learning model berstandar global dan mengembangkan kelas industri.

Pada tahun 2021 lalu, Kemenperin telah memfasilitasi sebanyak 981 mahasiswa untuk mengikuti pendidikan yang tersebar di 21 kabupaten/kota di 11 provinsi.

Arus berharap program ini dapat mengatasi permasalahan SDM industri di Indonesia, yaitu besarnya jumlah pengangguran terbuka, tingkat angkatan kerja yang masih rendah, dan produktivitas tenaga kerja yang masih rendah.

Lebih lanjut, di akhir sambutannya ia menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya sinergi dan kerja sama yang baik antara BPSDMI Kemenperin dengan PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten dan siap kerja.

Baca Selanjutnya

article

CPNS Kemenperin Ikuti Pelatihan Dasar 2022

calendar

15 August 22

Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Aparatur (Pusbindiklat SDM Aparatur) BPSDMI Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI pada tahun 2022 menyelenggarakan Pelatihan Dasar Calon PNS (Latsar CPNS) Kementerian Perindustrian sebanyak 20 angkatan dengan masing-masing angkatan terdiri dari sekitar 40 peserta.

Berdasarkan ketentuan Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 10 Tahun 2021, penyelenggaraan Latsar CPNS dilaksanakan secara Blended Learning selama 74 hari setiap angkatan, dari bulan April hingga November 2022.

Ada 3 tahapan dalam pelaksanaan Latsar 2022:

Tahap I: Pelatihan Mandiri (MOOC) seluruh peserta pada tanggal 11-28 April di portal swajar-asnpintar.lan.go.id

Tahap II: Distance Learning peserta per angkatan di portal pusbindiklatsdma.kemenperin.go.id

Tahap III: Pembelajaran klasikal (offline) peserta per angkatan di BPSDMI dan Balai-balai Diklat Industri Kementerian Perindustrian

Kelulusan Pelatihan Dasar ini merupakan tahapan yang harus dilalui, karena menjadi syarat agar CPNS bisa diangkat menjadi PNS.

Baca Selanjutnya

article

Bupati Beltim Apresiasi Perusahaan Sawit Tampung 50 Lulusan Program Pendidikan Vokasi Industri

calendar

15 August 22

Beltimnews.com, Dendang – Bupati Belitung Timur, Burhanudin mengapresiasi perusahaan-perusahaan sawit yang akan menampung lulusan program pendidikan vokasi industri setara Diploma Satu (D-1) tahun 2022.

Program pendidikan vokasi industri setara Diploma satu (D-1) merupakan kerjasama Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, PT Sahabat Mewah dan Makmur, dan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.

Hal tersebut disampaikan Burhanudin dalam acara pelepasan lulusan program pendidikan vokasi setara D-1 di Gedung Learning Center ALC PT. SMM, Desa Jangkang Kecamatan Dendang, (06/08/2022)

Menurut Bupati Beltim yang akrab disapa Aan ini, program pendidikan vokasi adalah cara untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (putra-putri Belitung) yang berkualitas guna bersaing di dunia kerja, khususnya di perusahaan sawit.

“Alhamdulillah perusahaan-perusahaan sawit di Belitung Timur siap menampung 50 lulusan yang baru lulus pendidikan Vokasi setara d-1 ini,” kata Bupati Aan.

Selain itu, Ia juga mengatakan program pendidikan vokasi industri ini akan terus berlanjut. Hanya saja, mungkin jurusannya berbeda, menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja perusahaan sawit di Belitung Timur.

“Kita tidak mungkin menerima pegawai terus-menerus dari luar pulau Belitung tetapi dengan program ini putra putri asli daerah mampu bekerja dan memiliki skill di bidang tersebut sehingga mereka berkontribusi dan tidak hanya menjadi penonton untuk perusahaan sawit didaerahnya,” ujarnya.

Jumlah mereka yang lulus dan memiliki sertifikat dari (BPSDMI) adalah 50 orang, yang terdiri dari dua program studi yaitu teknik mekanika dan teknik kimia dan proses, yang mana semua peserta merupakan putra asli Pulau Belitung.

Tulisan ini merupakan berita yang dirilis oleh beltimnews.

https://beltimnews.com/bupati-beltim-apresiasi-perusahaan-sawit-tampung-50-lulusan-program-pendidikan-vokasi-industri/

Baca Selanjutnya

article

Rapat Kerja BPSDMI 2022

calendar

09 August 22

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2022 dengan tema “Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Industri Bertaraf Global Menuju Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian dalam menghadapi era Industri 4.0

Maksud dilaksanakannya acara Rapat Kerja Tahun 2022  BPSDMI dengan Unit-Unit Kerja di Lingkungan BPSDMI Kementerian Perindustrian adalah:

  1. Menyamakan persepsi dalam rangka pengembangan vokasi industri bertaraf global menuju Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian;
  2. Membangun komitmen unit pendidikan dan pelatihan vokasi industri di lingkungan Kementerian Perindustri dalam rangka pengembangan vokasi industri bertaraf global menuju Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian; dan
  3. Meningkatkan peran dan fungsi pendidikan dan pelatihan vokasi industri agar menghasilkan tenaga kerja industri kompeten yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan industri.

Tujuan yang ingin di capai dari acara Rapat Kerja Tahun 2022  BPSDMI dengan Unit-Unit Kerja di Lingkungan BPSDMI Kementerian Perindustrian adalah:

  1. Menyusun best practice pada setiap unit pendidikan vokasi industri di lingkungan Kementerian Perindustrian dalam rangka Pengembangan Vokasi Industri Bertaraf Global Menuju Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian;
  2. Merumusan sasaran dan target serta menyusun langkah-langkah strategis roadmap pencapaian Pengembangan Vokasi Industri Bertaraf Global Menuju Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian menuju peningkatan kemampuan, produktivitas, dan daya saing SDM industri .

Acara dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Kepala BPSDMI, Kepala Pusdiklat Keuangan Umum BPPK Kementerian Keuangan, Direktur Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BAPPENAS, Eselon-eselon II BPSDMI, Inspektur I Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian, Tenaga Ahli BPSDMI, Bpk Ansari Bukhari dan Bpk. Mujiyono, serta para Kepala BDI, SMK, dan Para Direktur Politeknik / Akom.

Pada kesempatan ini, BPSDMI turut memberi penghargaan pada satuan kerja yang berprestasi, di antaranya 6 satuan kerja yang mendapat predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dalam Penilaian Zona Integritas yang diselenggarakan Kementerian PANRB.

Selain itu salah satu satker BPSDMI, SMK – SMAK Padang melalui inovasi Limbah Darah Sapi POC Darsa Rupawan juga berhasil masuk menjadi Finalis Top 99 SINOVIK (Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik) yang merupakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMN yang diselenggarakan Kementerian PAN dan RB .

Prestasi yang membanggakan juga diraih oleh SMK – SMAK Bogor dan SMK – SMTI Yogyakarta yang secara berurutan menempati peringkat 1 dan 2 dari 10 SMK Terbaik di Indonesia versi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  berdasarkan nilai UTBK tahun 2020 dan 2021.

Baca Selanjutnya

article

Pelatihan Pertolongan Pertama dalam Gangguan Psikologis

calendar

22 July 22

Gangguan psikologis atau gangguan kesehatan mental bisa dialami siapa saja. Untuk menolong orang yang mengalami gangguan psikologis, dibutuhkan pertolongan pertama yang tepat.

Sebagai salah satu rangkaian Sertifikasi Sistem Manajemen K3 ini, BPSDMI bekerja sama dengan S4C menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama dalam Gangguan Psikologis untuk para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal.

Pelatihan tersebut diselenggarakan di Jakarta pada 12 Juli 2022. Pelatihan dibuka oleh Ibu Restu Yuni Widayati selaku Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri.

Pelatihan ini ditujukan agar tenaga pendidik dan kependidikan mampu mengenali dan memberikan pertolongan pertama pada gangguan psikologis yang dialami mahasiswa atau rekan sejawat, serta menjadi contoh/role model dalam menerapkan perilaku yang berbasis keselamatan dan kesehatan kerja.

Setelah pelatihan ini, diharapkan peserta dapat :

  1. Memahami prinsip dasar tindakan mental.
  2. Sadar bahwa tindakan mental berkaitan dengan pencegahan kecelakaan kerja.
  3. Memahami tanda awal kesehatan mental dan Teknik sederhana penanganan masalah psikologis.
  4. Memiliki kesadaran untuk menjalankan aturan K3 secara konsisten, dan menjadi panutan bagi mahasiswa.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Tingkatkan Kemitraan PIDI 4.0 untuk Akselerasi Digitalisasi Industri

calendar

18 July 22

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan upaya akselerasi Industri 4.0 melalui penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0. Untuk mewujudkan salah satu prioritas peta jalan tersebut, Kemenperin membangun Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 sebagai one stop solution implementasi Industri 4.0 di Indonesia sekaligus menjadi jendela Indonesia 4.0 bagi dunia.

“PIDI 4.0 dijalankan dengan konsep kemitraan dan kerjasama pemanfaatan antara pemerintah dan perusahaan swasta, juga universitas. Saya menyambut bahagia dengan banyaknya industri dan universitas yang antusias menjadi mitra PIDI 4.0. Ini penting bagi seluruh stakeholder industri 4.0 untuk bergabung dan berkontribusi aktif dalam mengakselerasi transformasi Industri 4.0 di Indonesia,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan pada kegiatan Evaluasi Program Kegiatan PIDI 4.0 dan Mitranya di Denpasar, Rabu (13/7).

Arus menyampaikan, PIDI 4.0 mengusung lima pilar yakni Showcase Center, Delivery Center, Capability Center, Engineering and AI Center, dan Ecosystem for Industry 4.0. Sebagai Showcase Center, PIDI 4.0 memiliki program dan kegiatan yang siap menampilkan inovasi teknologi, di antaranya dari sektor makanan dan minuman berupa production line ice cream PT Indolakto, serta dari sektor otomotif dengan menghadirkan model factory Toyota. “Salah satu tujuan PIDI 4.0 adalah agar bisa menjadi wadah yang menampilkan inovasi-inovasi teknologi 4.0 di bidang manufaktur seperti yang sudah dilakukan dua perusahaan tersebut,” ucap Arus.

Pilar Capability Center merupakan fungsi PIDI 4.0 untuk menempa para pakar industri 4.0 dengan menggunakan kurikulum paduan teori dan praktik seiring dengan pengalaman langsung serta memberikan sertifkat kompetensi kepada para pekerja industri dalam bidang teknologi industri 4.0.

PIDI 4.0 telah menghasilkan modul dan kurikulum sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang pada tahun 2022 ditargetkan untuk manager, maintainers, dan engineer, sedangkan pada tahun 2023 hingga 2025 ditargetkan bagi mechatronics, automasi industri, cyber security, lean manufacturing, dan big data.

Selanjutnya PIDI 4.0 berfungsi sebagai Capability Center yang menyediakan pendidikan dan pelatihan (diklat) dan sertifikasi bagi tenaga kerja industri 4.0. Pada tahun 2022, PIDI menargetkan diklat dan sertifikasi bagi 1.400 naker, dan 5.000 naker di tahun 2025.

PIDI 4.0 juga memberikan workshop dan seminar dalam kapasitasnya sebagai Delivery Center kepada industri dari tujuh sektor prioritas pengembangan Industri 4.0, yakni industri tekstil dan pakaian jadi, industri makanan dan minuman, industri kimia, industri otomotif, industri elektronika, industri farmasi, serta industri alat kesehatan. “Lewat pilar ini, kami mendampingi serta memfasilitasi perusahaan industri dalam perjalanan transformasi industri 4.0,” jelas Arus.

Pada pilar Engineering and AI Center, PIDI 4.0 memfasilitasi perusahaan yang akan bertransformasi ke dalam industri 4.0 untuk melakukan kegiatan penelitian (reseach brokerage) dan testbed (prototyping) di antaranya melalui computer visual & artificial intelligence, mikroelektronika dan controller, tooling dan parts. Fasilitas ini memberikan solusi untuk permasalahan yang dihadapi industri serta menyediakan test bed untuk aplikasi teknologi baru.

Untuk pilar Ecosystem for Industry 4.0, PIDI 4.0 telah mengandeng perusahaan-perusahaan nasional dan global, serta universitas sebagai mitra. Para stakeholder tersebut telah menyatakan minat untuk menjadi bagian dari ekosistem PIDI 4.0. Hingga saat ini, PIDI 4.0 telah memiliki 25 mitra dari industri dan dua universitas yang ada di Indonesia. “Saya sangat yakin masih banyak mitra dari industri dan universitas yang akan menjadi bagian dari ekosistem PIDI 4.0,” kata Kepala BPSDMI.

BPSDMI Kemenperin juga telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Jababeka Infrastruktur, PT Ericsson Indonesia, PT Gan Inovasi Solusindo-Plug and Play, PT Amazon Web Services Indonesia. Selain itu, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang kolaborasi pelaksanaan kegiatan Hackathon, pelatihan SDMI Industri, Webinar, dan Demonstrasi Produk industri 4.0 antara PT Jababeka Infrastruktur dengan PIDI 4.0 yang ditandatangani oleh Kepala Pusdiklat SDMI sebagai derivative contract dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala BPSDMI Kemenperin dengan PT Jababeka infrastruktur. Arus menambahkan, PIDI 4.0 sangat terbuka terhadap ide dan peluang yang mendukung suksesnya transformasi industri 4.0 di Indonesia. Ia berharap industri yang telah menjadi mitra bisa memberikan gagasan konstruktif bagi pengembangan PIDI 4.0.

“Saya berharap, kerjasama antara PIDI 4.0 dengan mitranya benar-benar dapat direalisasikan untuk mendukung program pemerintah Making Indonesia 4.0. Sekali lagi saya berpesan dan mengajak para pelaku industri yang merupakan technology providerservice provider, dan seluruh stakeholder untuk bergabung dan berkontribusi aktif dalam mengakselerasi transformasi Industri 4.0 di Indonesia melalui PIDI 4.0,” Arus berpesan.

PIDI Hadir dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022

Untuk semakin memperkenalkan peran dan fungsi PIDI 4.0, BPSDMI Kemenperin berpartisipasi pada ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 di Denpasar, Bali. Dalam pameran yang diselenggarakan Bank Indonesia tersebut, PIDI 4.0 menjadi salah satu exhibitor di kluster inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Di pameran yang berlangsung pada 11-15 Juli 2022 itu, PIDI 4.0 menyajikan virtual reality gedung dan layanan PIDI 4.0. Selain itu, PIDI 4.0 juga menggandeng Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar yang menampilkan start-up binaannya di bidang augmented reality dan virtual reality. Bahkan, para pengunjung pameran dapat mencoba memainkan prototipe virtual reality alat musik gamelan Bali di booth PIDI 4.0 dan menyimak cerita rakyat Bali melalui inovasi Lont-AR.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Kunjungi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia

calendar

07 July 22

Badan Pengembangan SDM Industri melakukan kunjungan industri ke PT Hyundai Motor Manufacturing yang berlokasi di Cikarang pada 28 Juni 2022 lalu.

Selama ini,  PT. Hyundai Motor Manufacturing Indonesia telah turut serta dalam pengembangan SKKNI bidang industri Manufaktur Otomotif. SKKNI ini juga digunakan sebagai rujukan dalam membangun materi pembelajaran pada satuan pendidikan dan pelatihan industri untuk penyiapan tenaga kerja industri otomotif.

Hadir pula perwakilan dari Politeknik STMI Jakarta yang menyelenggarakan program pendidikan Diploma IV yang difokuskan pada sektor industri otomotif dengan pola pembelajaran Dual System.

Selain itu, Politeknik STMI Jakarta juga disiapkan sebagai satelit Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0), yang diresmikan pada Desember 2021 lalu sebagai wadah dan solusi satu atap implementasi industri 4.0 di Indonesia.

Melalui kunjungan ini harapannya BPSDMI mendapatkan gambaran terkait aktivitas produksi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), sehingga dapat mendefinisikan kompetensi SDM yang diperlukan di sektor otomotif khususnya pembuatan kendaraan listrik. Sekaligus tentunya membahas potensi Kerjasama BPSDMI dan PIDI 4.0 dengan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia

Baca Selanjutnya

article

Info Pendaftaran Politeknik Industri Petrokimia Banten

calendar

07 July 22

Demi mewujudkan adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menyeluruh, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuka Politeknik Industri Petrokimia di Kabupaten Serang, Banten. Mengenai tata cara serta jadwal lengkap pendaftaran Politeknik Industri Petrokimia Banten, Anda bisa menyimaknya di artikel berikut ini. 

Jadwal Pendaftaran Politeknik Industri Petrokimia Banten

Mengenai jadwal, pendaftaran Politeknik Industri Petrokimia Banten sudah dibuka pada 1 Juli 2022 dan akan ditutup pada 31 Juli 2022. Di waktu yang sama, calon peserta ujian seleksi pendaftaran mesti mengisi dan memverifikasi data pribadi. 

Setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi data, peserta pendaftaran Politeknik Industri Petrokimia Banten akan menjalani ujian Computer Assisted Test (CAT) pada 3 Agustus 2022. Hasil dari ujian CAT itu akan diumumkan pada 7 Agustus 2022. 

Peserta yang dinyatakan lulus ujian CAT wajib mengikuti seleksi terakhir, yaitu tes wawancara yang akan berlangsung pada 13-14 Agustus 2022. Pengumuman kelulusan dari proses pendaftaran Politeknik Industri Petrokimia Banten sendiri akan diadakan pada 18 Agustus 2022. 

Tata Cara Pendaftaran Politeknik Industri Petrokimia Banten

Untuk tata cara daftar Politeknik Industri Petrokimia Banten, ada tujuh hal yang harus dilakukan oleh peserta seleksi, yaitu:

1. Kunjungi situs jarvis.kemenperin.go.id/politeknikpetrokimia-banten

2. Buat akun

3. Masuk ke akun dan lengkapi formulir pengisian data yang tersedia, seperti identitas diri, identitas orang tua, identitas sekolah, serta pemilihan jurusan

4. Upload dokumen seperti foto dan persyaratan program studi (jika ada) 

5. Validasi pendaftaran

6. Unduh kartu peserta yang telah divalidasi. Kartu peserta digunakan untuk mengikuti ujian sesuai tanggal yang tertera pada kartu.

Program Studi Politeknik Industri Petrokimia Banten

Menyoal Politeknik Industri Petrokimia Banten sendiri, ada tiga program studi yang tersedia di institusi tersebut, yakni Teknologi Mesin Industri Petrokimia, Instrumentasi Industri Petrokimia, dan Teknologi Proses Industri Petrokimia. 

Satu hal yang membuat Politeknik Industri Petrokimia Banten layak menjadi pilihan adalah keterlibatan industri petrokimia secara intensif dalam proses akademisnya, mulai dari penyusunan kurikulum, perekrutan mahasiswa, praktik kerja industri, hingga penempatan kerja. 

Selain kerja sama tersebut, Politeknik Industri Petrokimia Banten juga menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap. Mulai dari laboratorium papan atas, workshop, serta teaching factory dengan mesin dan peralatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.   

Tentu saja, keberadaan Politeknik Industri Petrokimia Banten tak lepas dari misi Kemenperin untuk memajukan kualitas SDM di Indonesia dan ini menjadi kesempatan bagi banyak generasi muda untuk berkembang. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan ini dan lakukan pendaftaran Politeknik Industri Petrokimia Banten segera.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0 Hadirkan Digital Forum Menuju Transformasi Industri 4.0

calendar

01 July 22

Akselerasi industri yang dilakukan oleh Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) melalui pelaksanaan Tusi dan penyelenggaraan kegiatan bersama industri merupakan implementasi salah satu Prioritas Nasional Making Indonesia 4.0. Setelah peresmian PIDI 4.0 oleh Menko Bidang Perekonomian dan Menteri Perindustrian pada tanggal 2 Desember 2021, PIDI 4.0 telah menyelenggarakan perhelatan yang melibatkan pemangku kepantingan nasional maupun internasional.

PIDI 4.0 bersama Industrial Transformation ASIA-PACIFIC (ITAP) menyelenggarakan acara Kick-off Digital Accelerating Future Industrial Transformation 4.0 in Indonesia, yang di dalamnya terdapat serangkaian acara, salah satunya Digital Forum.

Di awal acara, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Perindustrian Indonesia) berkenan membuka acara Kick-off tersebut.

“Solusi digital merupakan hal yang sangat esensial saat ini. Transformasi digital industri melangkah menuju model bisnis baru yang ditopang oleh tiga pilar: automation, pengembangan factory processes, dan produksi,” papar Menteri Perindustrian dalam pembukaan acara.

Sambutan Menteri Perindustrian kemudian dilanjutkan dengan beberapa sambutan dari Mr. Darren Seah (Portfolio Director, Industrial Transformation, Constellar, Singapura) serta Arus Gunawan (Kepala BPSDMI).

Dalam kegiatan ini, Digital Forum sendiri merupakan ajang diskusi dan pertukaran informasi yang menghadirkan berbagai pakar industri dengan berbagai tema terkait industri 4.0. Digital Forum tersebut diselenggarakan pada Kamis, 30 Juni 2022 pukul 14.00-15.45 WIB melalui Zoom serta dapat disaksikan secara livestream melalui YouTube BPSDMI Kemenperin.

Terdapat pula Pembahasan Studi Kasus: Bagaimana Konektivitas Mengubah Implementasi Teknologi Pabrik Cerdas dengan pembicara Mr. Kiyoshi Kurata (Presiden Direktur, PT. Azbil Berca Indonesia).

Setelah itu, diadakan Diskusi Panel dengan tema “Perkembangan Transformasi Digital dan Industrialisasi di Indonesia I4.0” yang menghadirkan Bapak Tirta Wisnu Permana (Kepala Pusdiklat SDM Industri Kemenperin), Bapak Fadli Hamsani (GM Industrial IoT, Telkomsel), Mr. Malachy Martin (Global Director, Center of Excellence, SAP Digital Supply Chain),  Bapak Asep Noor (General Manager Manufacturing, Indolakto Indofood CBP Tbk), Bapak Hedi Santoso (Prescription and Government Relations Director Indonesia and Timor-Leste Cluster, Schneider Electric) serta Mr. Carlos Karo Karo (Advisor & Leader DCC Indonesia, McKinsey & Company) selaku moderator.

Kegiatan Kick-off tersebut merupakan salah satu acara yang tergabung dalam “The ITAP 2022 Voice of the Markets Regional Roadshow series”, yang merupakan rangkaian acara dari pameran Industrial Transformation ASIA-PACIFIC (ITAP) 2022 yang akan diselenggarakan di Singapura, tanggal 18-20 October 2022.

Selain kegiatan kerja sama ini, PIDI 4.0 juga mengembangkan ekosistem denga menjalin kerjasama dengan mitra lainnya. Sampai dengan saat ini PIDI 4.0 telah memiliki 26 Mitra yang terdiri dari 24 perusahaan dan 2 universitas. Dengan Mitra Industri yang sudah bergabung maka diharapkan akselerasi PIDI 4.0 akan berjalan dengan lebih cepat, sebagaimana tagline PIDI 4.0 Accelarates Your Transformation.

Harapannya, melalui acara Digital Forum ini, terdapat insight dan solusi yang bisa membantu transformasi industri 4.0 di Indonesia.

Baca Selanjutnya

article

Dorong Pelayanan Prima, BPSDMI Hadirkan Seminar Bagi Satuan Kerja

calendar

01 July 22

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian memiliki Satuan Kerja berupa Politeknik, Akademi Komunitas, SMK, hingga Balai Diklat Industri. Satuan-satuan Kerja tersebut bersinggungan langsung dengan masyarakat dan stakeholder, sehingga Satuan Kerja BPSDMI seyogyanya memiliki pelayanan yang prima dan memuaskan.

Dalam rangka mendorong penyajian pelayanan prima, BPSDMI Kementerian Perindustrian  melakukan pembekalan bagi aparatur dalam lingkup satuan kerja BPSDMI melalui kegiatan Seminar Pelayanan Publik Prima dan Kehumasan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 23-24 Juni 2022 bertempat di Gedung Pascasarjana Politeknik STTT Bandung.

Adapun peserta kegiatan adalah Pranata Humas dan aparatur yang bertugas di bidang pelayanan publik atau kehumasan pada 10 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 9 SMK-SMTI/SMAK, dan 7 Balai Diklat Industri Kementerian Perindustrian.

Pada hari pertama, Ibu Divdeni Syafri selaku founder Value Consult Training memberikan materi pelatihan terkait Service Excellent. Ibu Divdeni membekali peserta tentang standar pelayanan prima, service personality, mengenali karakter pelanggan, hingga bagaimana menghadapi berbagai jenis keluhan. Bukan hanya memberikan materi, kegiatan juga dilaksanakan secara interaktif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi.

Pada hari kedua, Bapak Ilhamullah selaku Koordinator Strategi Komunikasi dan Monitoring Media Biro Humas memberikan materi terkait kehumasan di lingkungan Kementerian Perindustrian. Hadir pula Ibu Hakiki Nurmajesty dan Ibu Susanti Utami dari Biro Humas yang memberikan presentasi terkait media monitoring hingga pengelolaan media sosial yang efektif. Pada salah satu sesi kegiatan, peserta melakukan brainstorming terkait konten berita yang menarik sesuai dengan kelompok unit satuan kerja.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menempa aparatur di bidang pelayanan publik dan kehumasan dalam memberikan pelayanan prima yang dapat memuaskan penerima layanan melampaui ekspektasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan saling berbagi pengetahuan serta wawasan,” ungkap Achmad Zainoedien, Subkoordinator Pelayanan Publik BPSDMI.

Diharapkan melalui seminar ini, aparatur di lingkungan BPSDMI dapat menyajikan layanan publik yang prima dan mengaplikasikan ilmu yang didapat di Satuan Kerja masing-masing.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin, Singapura, dan Kemdikbudristek Akselerasi Transformasi Industri 4.0

calendar

01 July 22

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta The Institute of Technical Education Services (ITEES) Singapura yang juga didukung oleh Temasek Foundation dalam menyelenggarakan Post-Training Sharing Workshop (PSW) 2022.

Kegiatan yang resmi dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin dan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek pada Selasa, 14 Juni 2022 ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Leaders Training Workshop (LTW) 2022.

Kepala PPPVI Restu Yuni Widayati menjelaskan bahwa kegiatan PSW ini adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM yang merupakan salah satu prioritas nasional dalam program Making Indonesia 4.0.

“Salah satu inisiatif kunci yang perlu dilakukan adalah memperbaharui sekolah kejuruan untuk mendukung Industri 4.0 sehingga diperlukan langkah transformasi agar siswa lulusan SMK dapat sesuai dengan kebutuhan Industri 4.0,” ucap Restu.

PSW ini diikuti oleh 173 SMK yang merupakan SMK Pusat Keunggulan dan SMK Industri Berorientasi 4.0 dengan materi yang disampaikan oleh 54 peserta kegiatan LTW dan Diklat Transformasi Industri 4.0 Batch 1 yang berasal dari SMK dalam program Link and Match Kemenperin.

54 peserta tersebut telah dibekali terkait bagaimana mentransformasi sekolahnya dengan keterampilan yang telah dibagikan dari Kemenperin dan ITEES Singapura.

Selain itu, agar memberikan manfaat sebaik-baiknya bagi sekolah dan lingkungannya, mereka diharapkan dapat melaksanakan PSW. Setiap peserta LTW juga diminta untuk membuat minimal 1 program perubahan di SMK-nya.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Wardani Sugiyanto mengatakan bahwa kegiatan PSW ini sangat penting dan merupakan upaya yang dilakukan dalam transformasi industri 4.0 terutama bagi SMK.

“Transformasi industri 4.0 ini harus dilakukan untuk SMK supaya penyiapan SDM kita tepat sasaran,” imbuh Wardani.

Untuk mengukur implementasi program ini, Kemenperin telah menyusun INDI 4.0 sebagai assessment tools dan juga menjaga sustainability peningkatan implementasi industri 4.0.

Kegiatan ini adalah bentuk dukungan Kemenperin terhadap program Link and Match SMK di lingkungan Kemdikbudristek yang melibatkan 856 industri dan 2.156 SMK.

Beberapa kegiatan lain yang telah dilakukan hingga saat ini adalah peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, magang, dan teaching factory, diklat asesor kompetensi, pemberian bantuan alat ke SMK, monitoring dan evaluasi, pelatihan in-company trainer, dan coaching clinic super tax deduction.

Menurut Restu, implementasi transformasi di sektor industri dinilai berpotensi besar meningkatkan produktivitas dan daya saing, mengurangi konsumsi energi, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya di sektor tersebut sehingga keberhasilan implementasi Making Indonesia 4.0 harus didukung program yang terencana dan terstruktur guna meningkatkan kesadaran industri untuk memahami transformasi 4.0 serta melakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

“Kementerian Perindustrian mendorong pendekatan terintegrasi untuk memajukan industri 4.0 sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kinerja sektor industri yang menjadi penyumbang PDB nasional terbesar,” pungkasnya.

Dengan mendorong implementasi industri 4.0 pada sektor tersebut, data Kemenperin menyebutkan bahwa Indonesia diprediksi akan mendapatkan PDB yang berasal dari peningkatan input tenaga kerja dan peningkatan produktivitas mencapai total 155 Miliar USD dengan tambahan tenaga kerja digital manufaktur yang mencapai 4.5 juta orang dan tenaga kerja penunjang manufaktur sebesar 12,5 juta orang.

“Peran aktif Bapak Ibu sangat kami harapkan agar dapat memanfaatkan dengan maksimal hasil dari pelatihan ini untuk mentransformasi sekolahnya sehingga dapat menghasilkan lulusan dengan Skill 4.0 yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan industri,” kata Restu menutup sambutannya.

Baca Selanjutnya

article

Diklat Asesor Kompetensi Angkatan 3 2022

calendar

13 June 22

BPSDMI melalui Pusdiklat SDM Industri mengadakan Diklat Asesor Kompetensi Angkatan 3 tahun 2022. Diklat dibuka oleh Ibu Ariantini (Subkoordinator Fungsi Penyusunan Kualifikasi Kompetensi SDMI) yang mewakili Kapusdiklat SDM Industri.

Kegiatan diklat asesor kompetensi dilakukan untuk mencetak tenaga-tenaga asesor yang handal dalam melakukan pengujian kompetensi. Hal ini merupakan upaya Kementerian Perindustrian dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten. 

Diklat ini diselenggarakan di Grand Dafam Signature Surabaya, selama 4 hari pelaksanaan diklat yang dimulai tanggal 06 sampai dengan 09 Juni 2022 dengan total 40 JPL. Satu hari pelaksanaan asesmen pada tanggal 10 Juni 2022 di TUK Diklat PT PAL Indonesia Surabaya. 

Pada kesempatan kali ini, pelaksanaan diklat asesor terkait sektor/bidang logam/mesin pada LSP P1 SMK SMTI Pontianak dan Politeknik ATI Makassar, serta LSP P2 PT PAL Indonesia dan LSP P3 Perkapalan. LSP P-1 yang menjadi peserta pada diklat ini merupakan LSP pada satuan kerja Pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian. 

Diklat yang berkoordinasi dengan BNSP ini merupakan diklat pertama pada yang diikuti oleh ketiga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1, P2, dan P3 secara bersamaan tahun ini. Biasanya, diklat asesor LSP dilakukan secara terpisah.

Selama 4 hari pembelajaran diklat, peserta akan dibekali kompetensi metodologi dalam: Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen, Melaksanakan Asesmen, serta Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen. Sehingga diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti Asesmen Calon Asesor dan layak untuk direkomendasikan sebagai seorang asesor kompetensi. 

Adapun Master Asesor yang menjadi Tenaga Pengajar adalah Ibu Nurul Indah Susanti dan Ibu Windiyati Wahjudi Nugroho yang ditunjuk BNSP.

Baca Selanjutnya

article

Luncurkan JARVIS 2022, Kemenperin Siap Cetak SDM Industri Unggul!

calendar

18 April 22

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) meluncurkan Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2022 yang diresmikan oleh Menteri Perindustrian secara daring pada Kamis, 14 April 2022.

JARVIS merupakan platform inovasi BPSDMI Kemenperin dengan alamat website jarvis.kemenperin.go.id yang digunakan untuk melakukan proses seleksi penerimaan siswa dan mahasiswa baru secara daring pada seluruh unit pendidikan di bawah naungan Kemenperin, yakni 10 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, dan 9 SMK.

Melalui JARVIS, Kemenperin juga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lulusan Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan untuk masuk ke politeknik dan akademi komunitas Kemenperin, serta memberikan kesempatan bagi lulusan Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah untuk masuk ke SMK Kemenperin.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya mengemukakan bahwa JARVIS diluncurkan sebagai bentuk komitmen Kemenperin untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas sehingga menjadi sumber daya manusia yang kompeten dan menjawab kebutuhan industri.

“JARVIS yang telah diselenggarakan ke-3 kalinya ini merupakan upaya Kemenperin dalam beradaptasi dengan keadaan saat ini di mana kita harus bertransformasi ke dunia digital,” ujar Agus.

Pada penyelenggaraan JARVIS 2022 ini, Politeknik dan Akademi Komunitas Kemenperin memiliki target untuk menjaring 3.877 mahasiswa baru yang termasuk di dalamnya adalah 498 mahasiswa dengan bebas biaya kuliah, terdiri dari 96 mahasiswa pada Politeknik Industri Logam Morowali, 120 mahasiswa pada Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, 72 mahasiswa pada Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, dan 210 mahasiswa pada Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta. Sedangkan untuk SMK, Kemenperin akan menampung sebanyak 2.537 siswa di SMK-SMAK/SMTI Kemenperin.

Seluruh unit pendidikan vokasi industri Kemenperin yang tersebar di 11 provinsi Indonesia telah menerapkan pendidikan berbasis kompetensi yang bermitra dengan industri penggunanya, mulai dari proses perekrutan, prakerin, sampai penempatan kerja sehingga seluruh lulusan sekolah dan kampus Kemenperin dapat terserap oleh industri, melanjutkan pendidikan, dan menjadi wirausaha.

“Sekolah dan kampus Kemenperin memiliki kualitas yang menjadi best practice penyelenggaraan pendidikan sistem ganda yang link and match dengan industri, terbukti dari terpilihnya SMAK Bogor dan SMTI Yogyakarta sebagai SMK terbaik di Indonesia pada posisi pertama dan ketiga selama 2 tahun berturut-turut,” terangnya.

Tidak hanya itu, unit pendidikan Kemenperin dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi juga mendapatkan dukungan dari mitra luar negeri, di antaranya adalah Pemerintah Swiss, Jerman, dan Singapura. Adapun saat ini, Kemenperin juga sedang menjajaki penyelarasan kualifikasi lulusan dengan standar Eropa yang difasilitasi oleh Dubes RI di Jerman.

Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas unit pendidikan Kemenperin dalam mencetak SDM industri unggul tidak hanya bertaraf nasional, namun juga siap bersaing di dunia global, seperti yang tertuang dalam visi BPSDMI melalui kebijakan Corporate University yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1009 Tahun 2021.

Penyelenggaraan pendidikan vokasi bertaraf global ini bertujuan untuk mendukung pembangunan industri nasional yang berdaya saing dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara industri tangguh.

“Pertumbuhan Industri nasional perlu didukung oleh penyediaan Sumber Daya Manusia Industri unggul untuk memenuhi kebutuhan sebesar 682.000 orang per tahun. Oleh karena itu, diperlukan program yang me-link dan match-kan unit pendidikan dan pelatihan dengan industri penggunanya,” jelasnya.

Kepala BPSDMI Arus Gunawan melaporkan bahwa dalam menghadapi transformasi teknologi industri 4.0, unit pendidikan Kemenperin telah siap dalam memenuhi kebutuhan Skills 4.0, di antaranya melalui penyusunan modul lengkap dan penyelenggaraan Training of Trainers 4.0 untuk para tenaga pengajar yang didukung oleh mitra dalam dan luar negeri.

BPSDMI juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sehingga unit pendidikan Kemenperin dapat menjadi yang pertama di Indonesia yang menghasilkan lulusan dengan pemahaman dan kemampuan menerapkan prinsip-prinsip K3.

Ke depannya, JARVIS akan dikembangkan dan diintegrasikan dalam sebuah platform pengembangan karir atau disebut dengan Career Development Center. Platform inovasi BPSDMI ini dapat memonitor perkembangan karir siswa dan mahasiswa hingga lulus dan ditempatkan bekerja, serta dapat menelusuri rekam jejaknya.

Baca Selanjutnya

article

Pelatihan Upskilling 3in1, Tingkatkan TK Industri Pengelasan

calendar

18 April 22

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian secara konsisten terus mengimplementasikan pola pendidikan dan pelatihan yang bertujuan memberikan pembekalan keterampilan dasar (skilling), peningkatan keterampilan (upskilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini. Hal tersebut direalisasikan melalui Program Pelatihan Vokasi Industri Berbasis Kompetensi Sistem 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan) sebagai wujud nyata dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri (Pusdiklat SDMI) BPSDMI Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan PT. Louis Alain dan LPK Geweld menyelenggarakan Program Pelatihan Peningkatan Kompetensi (Upskilling) Sektor Pengelasan 6G di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Pusdiklat SDM Industri, Tirta Wisnu Permana, ST, MAB, pada Selasa (13/4) di Kota Batam. Sebanyak 30 peserta akan melakukan pelatihan selama 13 hari, dan selanjutnya peserta akan melakukan uji kompetensi selama 1 hari untuk mendapatkan sertifikat kompetensi Pengelasan 6G FCAW.

Salah satu sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja yang kompeten adalah bidang pengelasan. Mulai dari perkapalan, pertambangan, oil and gas, power plant adalah beberapa contoh sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja bidang pengelasan dengan jumlah yang besar.

Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, BPSDMI Kementerian Perindustrian telah melaksanakan pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1 bidang pengelasan untuk lebih dari 7500 orang.  Tahun 2022 ini, BPSDMI Kementerian Perindustrian akan melaksanakan pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1 bidang pengelasan dengan skema upskilling maupun reskilling yang bekerjasama dengan PT. Kampuh Welding, PT. Bintan Inti Industrial Estate (PT. BIIE) dan Kawasan Industri di Bintan, JICA dan termasuk juga dengan  Kawasan Lytech Industrial Park dan LPK. Geweld yang saat ini bersama-sama sedang diselenggarakan.

Pelatihan Upskilling  ditujukan bagi para tenaga kerja industri untuk meningkatkan keahlian teknis mereka ke level yang lebih tinggi dari keahlian yang sudah dimiliki. Pelatihan jenis ini diharapkan dapat membekali tenaga kerja untuk memperoleh kompetensi pada jenjang karir yang lebih tinggi dan lebih baik dari posisi mereka saat ini di tempat kerjanya masing-masing.

Dengan Pelatihan Berbasis Kompetensi Upskilling Pengelasan 6G FCAW ini, diharapkan terjadi peningkatan keahlian tenaga kerja yang kompeten dari yang sebelumnya. Misalnya, dari keahlian mengelas pada posisi 3G atau vertikal menjadi keahlian yang kompeten untuk mengelas pada posisi 6G atau circular (pipa), sehingga dapat meningkatkan hasil produksi yang lebih baik lagi.

Baca Selanjutnya

article

Forum Group Discussion Mitra PIDI 4.0

calendar

22 March 22

Akselerasi pengembangan kegiatan dan fungsi Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sangat dibutuhkan sebagai upaya mewujudkan Program Nasional “Making Indonesia 4.0. Setelah diresmikan dan diluncurkan oleh Menko Bidang Perekonomian dan Menteri Perindustrian pada tanggal 2 Desember 2021, PIDI 4.0 sudah menyelenggarakan beberapa kegiatan pelatihan bekerjasama dengan Lexer Jepang sebagai salah satu layanan dan fungsi PIDI 4.0 terutama di Capabilty Center.

PIDI 4.0 memiliki 5 pilar atau layanan, yaitu:

Showcase Center

Untuk meningkatkan kesadara tentang industri 4.0 dan menyajikan pengalaman real bagaimana industri 4.0 di implementasikan dalam lini produksi.

Capability Center

sebagai pusat pelatihan untuk meningkatkan keahlian tenaga kerja industri dan ASN.

Ecosystem for Industry 4.0

sebagai tempat kolaborasi para stakeholder PIDI 4.0 (Pemerintah, Institusi Pendidikan, Lembaga/institusi Pembiyaan, Institusi Riset, dan Komunitas) untuk pengembangan dan akselerasi implementasi industri 4.0 di Indonesia.

Delivery Center

sebagai tempat pendampingan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0 bekerjasama dengan institusi pendidikan, lembaga reset, dan Ditjen Pembina industri.

Engineering and AI Center

membantu permasalahan industri dengan teknologi rekayasa dan kecerdasan buatan melalui dua aktivitas utama, yaitu: research brokerage dan test-bed.

Selain layanan PIDI 4.0 di Capabality Center yang sudah berjalan, saat ini PIDI 4.0 juga mengembangkan ekosistem denga menjalin kerjasama dengan mitra pendukungnya. Sampai dengan saat ini PIDI 4.0 telah memiliki 24 Mitra yang terdiri dari 22 perusahaan dan 2 universitas. Dengan Mitra Industri yang sudah bergabung maka diharapkan akselerasi PIDI 4.0 akan berjalan dengan lebih cepat, sebagaimana tagline PIDI 4.0 Accelarates Your Transformation. 

Acara Forum Group Discussion PIDI 4.0 ini diselenggarakan pada hari Senin, 21 Maret 2022 gedung PIDI 4.0 Jl. Kebayoran Lama 41 Jakarta Selatan secara hybrid (daring dan luring). Dalam kegiatan ini dibahas milestone dan timeline detail kegiatan dari ruang lingkup kerjasama yang telah disepakati antara PIDI 4.0 dan para mitranya. Selain kegiatan tersebut dilaksanakan penandatanganan MoU bagi 17 mitra PIDI 4.0 yang telah hadir dalam seremoni peluncuran PIDI 4.0 pada tanggal 2 Desember 2021. Ke-17 mitra tersebut adalah:

  1. Arcstone Pte. Ltd.
  2. UMG Idealab
  3. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
  4. PT Andal Wahana Sinergi (Awasin)
  5. PT SKF Industrial Indonesia
  6. PT Tata Sarana Mandiri
  7. PT Indolakto
  8. PT Schneider Indonesia
  9. PT Aldik Sejahtera Bersama (Bosch dan Bosch Rexroth)
  10. PT Festo
  11. PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI)
  12. PT Widya Inovasi Indonesia (Widya Robotics)
  13. PT Lanius Inovasi Indonesia (Machine Vision Indonesia)
  14. PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB)
  15. PT Bogortech Pratama Internusa
  16. PT TUV Rheinland Indonesia
  17. PT Tekno Logika Utama

Harapannya, melalui acara Forum Group Discussion ini terwujud rencana nyata pengembangan PIDI 4.0 sebagai langkah awal dalam perjalanan mewujudkan cita-cita Making Indonesia 4.0 dan sustainable development goals.

Baca Selanjutnya

article

Pelatihan Infografis ASN Kemenperin Angkatan 2

calendar

21 March 22

Pusat Pembinaan dan Pendidikan SDM Aparatur (Pusbindiklat SDMA) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian membuka pelatihan infografis angkatan 2 yang dikhususkan bagi ASN Kementerian Perindustrian sebagai peserta.

Acara dibuka oleh Kepala Pusbindiklat SDMA Bapak Dadi Marhadi pada Senin (7/3) di BPSDMI, Jakarta Selatan.

Kegiatan diselenggarakan atas dasar Peraturan Pemerintah Nomor: 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS, dan Keputusan Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur Nomor: 20 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Infografis Angkatan II Tahun 2022.

Pelatihan Infografis Angkatan II ini diselenggarakan selama 12 (dua belas) hari dengan metode Blended Learning atau setara dengan 118 (Seratus delapan belas) JP, mulai tanggal 7 Maret sampai dengan 31 Maret 2022 melalui sistem e-learning Pusbindiklat SDMA, Aplikasi Zoom, dan Klasikal di Gedung BPSDMI.

Pelatihan Infografis Angkatan II ini diikuti oleh Aparatur Kementerian Perindustrian dengan jumlah peserta sebanyak 40 (empat puluh) orang dari berbagai unit pendidikan Kementerian Perindustrian.

Sementara itu, tenaga Pengajar pada Pelatihan Infografis Angkatan II adalah Pengajar dari PT. Kastil Avindo.

Semoa kegiatan ini dapat mewujudkan aparatur di lingkungan Kementerian Perindustrian yang memiliki keterampilan dalam penyajian informasi dan data secara visual.

Baca Selanjutnya

article

Rapat Koordinasi Pembinaan Penyuluh Perindag 2022

calendar

15 March 22

Dalam rangka melakukan kegiatan pembinaan bagi SDM Industri khususnya jabatan fungsional Penyuluh Perindag yang merupakan ujung tombak pembinaan industri kecil dan menengah di daerah, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi pejabat fungsional Penyuluh Perindag.

BPSDMI melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur (Pusbindiklat SDM Aparatur) selaku instansi pembina menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pembinaan Jabatan Penyuluh Perindag (PFPP) yang secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) pada 9 Maret 2021 secara luring/offline bertempat di Hotel Horison, Bekasi, Jawa Barat.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 9-11 Maret 2022 yang pesertanya merupakan perwakilan pejabat fungsional Penyuluh Perindag dari seluruh provinsi, pengurus Asosiasi Profesi Penyuluh Perindag Indonesia (APP Indonesia) serta beberapa pejabat fungsional analis SDM dan Sekretaris Dinas Perindustrian tingkat Provinsi

Kepala BPSDMI Arus Gunawan dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam rangka pemulihan industri, maka perlu terus dilakukan program peningkatan produktivitas selama masa pandemi Covid 19, peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan program substitusi import sebesar 35 %. Program tersebut harus dilakukan secara terintegrasi, komprehensif, dan sinergis antara pemerintah pusat dengan daerah, dunia usaha, dan masyarakat industri, sehingga dapat meningkatkan daya saing industri. Salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan daya saing industri adalah tersedianya SDM Industri yang kompeten, khususnya untuk pejabat fungsional Penyuluh Perindag.

 “Kepala Badan Arus Gunawan mengucapkan selamat bagi pengurus yang telah terpilih, semoga amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus. APPI harus dapat menjadi wadah aspirasi dan berperan dalam pengembangan kompetensi dan profesionalitas bagi pejabat fungsional Penyuluh Perindag dari seluruh Indonesia.   Selain itu, Kami juga berharap APPI dapat bersinergi dengan Pusbindiklat SDMA BPSDMI serta menjadi mitra kerja produktif untuk mendukung kegiatan pembinaan bagi Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag (PFPP)”, ujarnya.

Kepala Pusbindiklat BPSDMI, Dadi Marhadi mengatakan Rapat koordinasi ini merupakan agenda rutin ajang silaturahmi antara PFPP dan Pusbindiklat BPSDMI Kementerian Perindustrian selaku instansi pembina. Dalam rakor ini nantinya diharapkan terciptanya sinergitas antara PFPP dan   Pusbindiklat SDMA dan diperoleh  masukan pengembangan  untuk menjadi usulan perbaikan program pembinaan kedepan. 

Selain membuka acara rakor, Kepala BPSDMI juga sekaligus mengukuhkan pengurus Asosiasi Profesi Penyuluh Perindag Indonesia (APPI)  yang sudah terbentuk sebelumnya.

Baca Selanjutnya

article

Mematahkan Bias, BPSDMI dan Prospera Gelar Webinar Hari Perempuan

calendar

14 March 22

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bersama Prospera menggelar Webinar Hari Perempuan Internasional 2022 bertajuk ‘Mematahkan Bias’ dalam TVET dan STEM (International Women’s Day Webinar 2022: ‘Break the Bias’ in TVET and STEM) yang resmi dibuka oleh Kepala BPSDMI pada Jumat, 11 Maret 2022.

Didukung oleh Pemerintah Australia, acara ini dihadiri oleh seluruh unit pendidikan di Kemenperin beserta perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Mitra Pembangunan yang meliputi Kedutaan Besar Australia di Jakarta, mewakili Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Staf dan konsultan Prospera, VAPRO Internasional Indonesia, TVET System Reform Program-GIZ, ILO, IBCWE, Skill For Competitiveness Program (S4C), ADB, UNESCO-UNEVOC, ASEAN Secretariat, dan program DFAT lainnya.

Penyelenggaraan webinar ini merupakan salah satu wujud kepedulian Kemenperin pada kesetaraan gender dan upaya untuk mendorong peran perempuan dalam bidang TVET (Technical and Vocational Education and Training) dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Webinar ini juga adalah sebagai wadah diskusi bagi kementerian, lembaga, organisasi, industri, serta unit pendidikan untuk membangun strategi-strategi peningkatan peran perempuan. Fokus diskusi yang dibahas pada kegiatan ini antara lain Perempuan di SMK dan Politeknik, Perempuan di Dunia Kerja, serta Mitra Industri.

Kepala BPSDMI Arus Gunawan mengatakan bahwa peran kesetaraan gender di Indonesia sangat diperlukan karena berpengaruh terhadap peningkatan PDB nasional.

Sebuah studi dari Mckinsey Global Institute Report (2015) juga menyatakan bahwa terdapat pertumbuhan sebesar 10% pada GDP, dan kesetaraan gender diyakini menjadi salah satu faktor meningkatnya GDP sebesar $135 juta pada 2025.

“BPSDMI menjalin kerja sama dengan mitra baik di dalam dan di luar negeri untuk dapat meningkatkan partisipasi Perempuan dalam bidang STEM,” jelas Arus.

Berdasarkan data BPS Agustus 2021, jumlah pekerja perempuan pada sektor industri mencapai 43,82% dari total pekerja sektor industri yang berjumlah 18,69 juta orang.

Sementara itu, mengacu pada data Kemenperin tahun 2018, perempuan hanya terdiri dari 12% dari semua lulusan jurusan terkait STEM di Indonesia. Jumlah ini lebih rendah dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Hal ini dinilai mempengaruhi partisipasi perempuan dalam sektor terkait STEM yang menjadi terbatas. Sebagai contoh, perempuan hanya mewakili 22% dari Angkatan kerja di perusahaan teknologi.

“Kegiatan webinar ini menjadi salah satu langkah BPSDMI untuk meningkatkan peran perempuan sehingga dapat menempati posisi dan kualifikasi di Hard STEM,” ungkap Arus.

Menurut Direktur Prospera David Nellor, perempuan menyumbang 54% dari angkatan kerja Indonesia sehingga memiliki potensi pertumbuhan yang luar biasa. Penting bagi ekosistem pendidikan dan pelatihan Indonesia, lingkungan kerja, dan industri untuk mendukung dan inklusif terhadap partisipasi dan pemberdayaan perempuan yang lebih besar.

Adapun kebijakan pengurangan ketimpangan dan peningkatan partisipasi perempuan dalam STEM dikemukakan oleh Direktur Ketenagakerjaan Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto, yakni dengan mengedukasi rumah tangga/keluarga dan masyarakat; memperbaiki mekanisme pembelajaran STEM dengan penyediaan pendidik, materi, dan proses; meningkatkan layanan bimbingan karir, beasiswa afirmasi, dan mentoring responsive gender; mengurangi gender gap; mempermudah perempuan mengakses pasar kerja; serta mendukung kebijakan transformasi ekonomi yang menyediakan lebih banyak lapangan kerja bidang STEM.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Restu Yuni Widayati mengungkapkan bahwa telah banyak tindakan yang dilakukan pemerintah, industri, dan unit pendidikan dalam rangka meningkatkan peran perempuan dalam TVET dan STEM, namun juga ada poin-poin penting dalam diskusi yang sangat bermanfaat untuk dapat diterapkan.

“Ke depan, BPSDMI akan menerapkan poin-poin tindakan ini dan akan terus mendorong peran perempuan di Indonesia dalam TVET dan STEM,” tambah Restu menutup acara.

Sebelumnya, Prospera telah melaksanakan asesmen berbasis gender terhadap unit pendidikan di Kemenperin dengan melakukan analisis awal terhadap data dosen, guru, dan siswa, serta program studi.

Kajian awal tersebut menunjukkan bahwa siswi perempuan mayoritas ada pada soft STEM, dan sedikit yang masuk dalam hard STEM.

BPSDMI Kemenperin juga bekerja sama dengan GIZ Jerman menyelenggarakan Woman Innovation Camp yang fokus pada Internet of Things (IoT) didukung oleh Axioo dan Makeblock yang diikuti oleh para siswi dan tenaga pengajar di unit pendidikan Kemenperin.

Baca Selanjutnya

article

Tingkatkan Penyajian Informasi Visual, BPSDMI Hadirkan Pelatihan Infografis

calendar

14 March 22

BPSDMI melalui Pusbindiklat SDM Aparatur Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan Infografis untuk Angkatan I 2022 bagi pegawai Kemenperin. Pelatihan Infografis Angkatan Iini diselenggarakan selama 12 (dua belas) hari dengan metode Blended Learning atau setara dengan 118 (Seratus delapan belas) JP , mulai tanggal 21 Pebruari sampai dengan 17 Maret 2022 melalui sistem e-learning Pusbindiklat SDMA dan Aplikasi Zoom.

Dasar penyelenggaraan kegiatan ini adalah Peraturan Pemerintah Nomor: 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS, dan Keputusan Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur Nomor: 13 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Infografis Angkatan I Tahun 2022.

Pelatihan Infografis Angkatan I ini diikuti oleh Aparatur Kementerian Perindustrian dengan jumlah peserta sebanyak 40 (empat puluh) orang dari berbagai unit kerja. Tenaga Pengajar pada Pelatihan Infografis Angkatan I adalah Pengajar dari PT. Kastil Avindo.

"Pelatihan Infografis bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan mengenai penyajian informasi dan data secara visual," ujar Bapak Dadi Marhadi, Kepala Pusbindiklat SDM Aparatur dalam pembukaan diklat tersebut.

Baca Selanjutnya

article

FMIPA UI dan BPSDMI Gelar Pelatihan Upskilling Analis Kimia

calendar

01 March 22

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) bersama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) membuka kegiatan Pelatihan Upskilling Analis Kimia jenjang kualifikasi KKNI Level 5.

FMIPA UI dan BPSDMI hadir menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi Kimia Industri (LSP KI) dan Lembaga Sains Terapan (LST) FMIPA UI. Dekan FMIPA UI, Dede Djuhana menyambut baik kerja sama yang dilakukan dengan BPSDMI dan LSP Kimia Industri.

"Karena sejalan dengan program FMIPA
UI dalam mempersiapkan lulusan yang siap pakai di industri dengan memberikan fasilitas dan menyediakan tenaga ahli yang dapat berperan sebagai instruktur," kata Dede dalam keterangannya, Selasa, 15 Februari 2022.

Selain itu, amanat pemerintah untuk menerapkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di perguruan tinggi menjadi program kampus saat ini. Tujuannya agar lulusan memiliki sertifikat kompetensi.

"Dengan kurikulum berbasis kompetensi kami, di FMIPA UI mempersiapkan calon lulusan yang sesuai kebutuhan pengguna," terang Dede.

BPSDMI yang diwakili Analis Kerja sama Diklat, Rosita Ayuni menjelaskan, bahwa pelatihan upskilling ditujukan bagi para tenaga kerja industri untuk meningkatkan keahlian teknis pada tingkat keahlian yang lebih tinggi. "Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal tenaga kerja untuk memperoleh kompetensi pada jenjang karier yang lebih tinggi dari posisi mereka saat ini di industri," ujar Rosita.

Di samping itu, Ketua Dewan Pengarah LSP Kimia Industri, Mas Ayu Elita Hafizah menambahkan, bahwa tujuan sertifikasi kompetensi profesi ini adalah untuk memastikan kompetensi seseorang. Terutama yang telah didapatkan melalui pembelajaran, pelatihan atau pengalaman kerja di mana kebijakan penerapan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada semua sektor menjadi amanat UU No.13 tahun 2003.

Juga ditambahkan dengan keterlibatan asosiasi, dalam hal ini adalah Federasi Industri Kimia Indonesia (FIKI) telah membangun rantai hubungan semua stakeholder antara pengguna, regulator, akademisi tercapai dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LST, Jatna Supriatna memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siapa saja yang ingin melakukan pengembagan diri. "Karena kami memiliki tenaga ahli dengan kompetensi yang bervariasi sehingga memenuhi kebutuhan pasar terutama di era Revolusi Industri 4.0," tutupnya.

Baca Selanjutnya

article

Akselerasi Transformasi Industri 4.0 di SMK Se-Indonesia

calendar

16 February 22

Kementerian Perindustrian terus melakukan upaya akselerasi transformasi industri 4.0 dengan melaksanakan program-programnya yang sejalan dengan program utama pemerintah Making Indonesia 4.0, salah satunya adalah program pengembangan SDM industri kompeten yang dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).

BPSDMI menggelar Diklat Transformasi Industri 4.0 di SMK secara daring/online yang dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) pada Senin, 7 Februari 2022.

Diklat yang diikuti oleh 50 orang dari 25 SMK program Link and Match SMK dengan Industri ini merupakan kegiatan pendahuluan dari Pelatihan Transformasi Industri 4.0 di SMK yang akan dilakukan setelahnya.

BPSDMI menyelenggarakan rangkaian pelatihan tersebut bekerja sama dengan The Institute of Technical Education Services (ITEES) Singapura didukung oleh Temasek International dengan tujuan agar jajaran manajemen SMK program Link and Match siap mengantisipasi transformasi teknologi 4.0.

Kepala PPPVI Restu Yuni Widayati menjelaskan dalam sambutannya bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM yang merupakan salah satu prioritas nasional dalam program Making Indonesia 4.0.

“Salah satu kunci yang perlu dilakukan adalah memperbaharui sekolah kejuruan untuk mendukung industri 4.0,” kata Restu.

Menurut Restu, kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik bagi peserta untuk dapat menyusun langkah-langkah strategis pengembangan pembelajaran yang mengantisipasi kebutuhan masa depan sektor industri sebagai pengguna lulusan sekolah kejuruan peserta.

Sebelumnya, Pemerintah Singapura telah mendukung pelatihan teknis bidang otomasi dan kelistrikan untuk Guru SMK program Link and Match yang dilakukan di Singapura serta pelatihan penyusunan kurikulum 4.0 bekerja sama dengan Singapore Polytechnic yang sempat dilihat langsung oleh Presiden Singapura Halimah Jacob.

“Kerja sama dengan Singapura ini sendiri merupakan program implementasi yang ketiga,” ujarnya.

Program Link and Match sendiri merupakan tindak lanjut dari revitalisasi SMK yang telah dilakukan sejak 2017 dan melibatkan sebanyak 856 industri dan 2.615 SMK dengan beberapa kegiatan yang telah dilakukan yaitu peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, magang dan teaching factory, diklat asesor kompetensi, pemberian bantuan alat ke SMK, monitoring dan evaluasi, pelatihan in-company trainer, dan coaching clinic super tax deduction.

“Keberhasilan implementasi Making Indonesia 4.0 harus digulirkan secara masif dan terstruktur guna mengajak masyarakat industri menyadari kunci dari revolusi industri 4.0 serta melakukan kolaborasi atau konektivitas dengan setiap pemangku kepentingan,” lanjut Restu.

Program Making Indonesia 4.0 diluncurkan pada tahun 2018 sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kinerja sektor industri dengan aspirasi untuk mewujudkan Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

Dengan mendorong implementasi industri 4.0 pada sektor-sektor industri yang menjadi fokus Kemenperin, yaitu industri makanan dan minuman, otomotif, kimia, elektronika, tekstil dan garmen, serta farmasi dan alat kesehatan, dinilai dapat menambah PDB yang berasal dari peniingkatan input tenaga kerja dan peningkatan produktivitas mencapai USD 155 miliar dengan tambahan tenaga kerja digital manufaktur mencapai 4,5 juta orang serta tenaga kerja penunjang manufaktur sebesar 12,5 juta orang.

Berdasarkan data Kemenperin, kontribusi sektor industri manufaktur terhadap PDB mencapai 17,33% pada semester III tahun 2021 dan menjadi sektor penyumbang PDB terbesar dibandingkan sektor-sektor lainnya.

Hal ini sejalan dengan PMI manufaktur bulan Januari sebesar 53,70 yang naik dibandingkan dengan Desember 2021 dan telah melampaui ASEAN, Korea Selatan, Rusia, dan Cina.

“Program nasional ini telah menjadi perhatian utama dan dijalankan secara masif di industri,” tambahnya.

Dalam mengukur implementasi industri 4.0, Kemenperin terlah menyusun INDI 4.0 sebagai assessment tool dan juga menjaga keberlanjutannya.

Selain itu, Kemenperin juga mendirikan Pusat Inovasi Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) yang diluncurkan pada Desember 2021 lalu.

Melalui Diklat Transformasi Industri 4.0 di SMK ini, peserta nantinya dapat memahami revolusi industri 4.0, teknologi 4.0, INDI 4.0, penerapan transformasi industri 4.0 pada perusahaan di Indonesia, dan membuat roadmap transformasi pendidikan di sekolah berbasis 4.0 pada sekolah kejuruan masing-masing.

“Peran aktif Bapak Ibu sangat kami harapkan agar dapat memanfaatkan dengan maksimal hasil dari pelatihan ini untuk mentransformasi sekolahnya sehingga menghasilkan lulusan dengan skill 4.0 sesuai dengan harapan dan kebutuhan industri,” tutup Restu.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Buka Program Setara D1 Berbasis 4.0 dengan PT INDOLAKTO

calendar

26 January 22

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui BPSDMI terus mendorong peningkatan kualitas SDM sektor industri melalui kerjasama dengan industri. Dengan menggandeng industri susu yang telah menerapkan industri 4.0 PT Indolakto, BPSDMI melalui salah satu Perguruan Tinggi Vokasi yang dibinanya yaitu Politeknik AKA Bogor menyelenggarakan pendidikan setara diploma 1 bidang penjaminan Industri pangan. 

Program ini menyelaraskan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi dimana calon peserta juga akan dibekali dengan mata kuliah terkait industri 4.0.  Total beban SKS sebanyak 40 SKS terdiri dari 70% praktik dan 30% teori. Untuk mengimplementasikan hasil perkuliahan, calon lulusan diwajibkan magang dan menerapkan industri 4.0 pada industri tempat magang.  Program setara D1 akan diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari 4 pabrik indolakto yang berlokasi di Jakarta, Cicurug, Pandaan dan Purwosari.

Penandatangan MOU kerjasama dilaksanakan pada tanggal 25 januari 2022 di gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI), Permata Hijau - Jakarta antara Kepala BPSDMI-Kemenperin, Bapak Arus Gunawan dan GM Human Resources PT Indolakto Bpk Tito Rianto disaksikan oleh Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BPSDMI, Direktur Politeknik AKA Bogor dan jajaran pimpinan dari PT Indolakto dan Politeknik AKA Bogor.  

Kepala BPSDMI Bpk Arus Gunawan mengemukakan, BPSDMI Kemenperin sangat mendorong upaya penguatan dan pengembangan SDM Industri melalui program vokasi yang link and match dengan industri, salah satunya adalah melalui penyelenggaraan program setara Diploma 1 antara politeknik AKA Bogor dan PT Indolakto yang disepakati pada hari ini. 

Selain itu, dalam menyiapkan SDM menghadapi Revolusi Industri 4.0, Kementerian Perindustrian juga membangun Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0) sebagai solusi satu atap implementasi Industri 4.0 di Indonesia dan sebagai Jendela Industri 4.0 Indonesia pada dunia. PIDI 4.0 akan menyediakan layanan transformasi Industri 4.0 bagi seluruh pelaku industri dalam bentuk showcase, capacity building, ecosistem industri 4.0, pendampingan, serta rekayasa dan pengembangan kecerdasan buatan. 

Menurut GM Human Resources PT Indolakto, Bpk Tito Rianto,  kerjasama yang baru ini akan menambah portofolio sinergi PT Indolakto dengan pemerintah khususnya dengan Kementrian Perindustrian dan institusi Pendidikan. Sebelumnya dalam pengembangan Industry 4.0 Indolakto telah memperoleh  Award INDI 4.0 dan ditetapkan sebagai light house program digitalisasi untuk kategori Industri makanan dan minuman. PT Indolakto adalah anak perusahaan PT Indofood yang  memiliki program Indofood Riset Nugraha sejak tahun 2006 dimana sekitar 642 mahasiswa dan 122 universitas telah menjalin kerjasama.

Terkait pengembangan Industri 4.0, PT. Indolakto juga akan menjadi bagian dari showcase PIDI 4.0 dengan menyediakan miniplant industri makanan di PIDI 4.0, untuk pembelajaran bagi masyarakat dan industri terkait industri 4.0 dan implementasinya pada industri manufaktur.

Tindak Lanjut Kerjasama

Menurut Direktur Politeknik AKA Bogor Henny Rochaeni, perkuliahan Program Diploma 1 ini akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2022 sampai akhir tahun 2022.  Perkuliahan teori dilaksanakan secara online sedangkan praktik akan dilaksanakan secaara offline di Laboratorium Learning Center PT Indolakto Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Selain itu calon lulusan diberikan kesempatan mengikuti uji kompetensi  dengan skema “ Menyusun dokumentasi HACCP” oleh LSP yang terlisensi BNSP.  Melalui program setara D1 ini seluruh lulusan dapat terserap industri dan dapat meningkatkan daya kinerja perusahaan, khususnya PT Indolakto terutama pada implementasi industri 4.0 bidang industri pengolahan susu.

Lebih lanjut, program setara D1 ini dapat dilanjutkan dengan Kerjasama pengembangan prodi Penjaminan Mutu Industri pangan melalui pengembangan show case industri 4.0 pengolahan susu sebagai bagian dari implementasi kurikulum industri 4.0.  Selain itu PT Indolakto bisa dijadikan tempat praktik mahasiswa Politeknik AKA Bogor dalam menerapkan industri 4.0 di industri pengolahan susu.

Baca Selanjutnya

article

Kampus Kemenperin Gelar Munas FLMPI ke-24

calendar

12 January 22

Unit pendidikan Kementerian Perindustrian yang dinaungi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggelar acara Munas Forum Lembaga Mahasiswa Perindustrian Indonesia (FLMPI) ke XXIV pada Selasa, 11 Januari 2022 di Politeknik AKA Bogor.


Acara yang resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian ini juga turut dihadiri oleh Kepala BPSDMI beserta seluruh Direktur Politeknik dan Akademi Komunitas Kemenperin.

FLMPI merupakan sebuah wadah untuk menyambut baik aspirasi-aspirasi mahasiswa yang berada dalam lingkup 12 kampus di bawah Kemenperin. Melalui FLMPI, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menjalin kerja sama antar mahasiswa perindustrian Indonesia dengan terlibat aktif dalam memajukan sektor industri untuk terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan dalam sambutannya bahwa tantangan di sektor industri pada era perkembangan teknologi digital yang semakin maju dan canggih ini terkait dengan kesiapan dan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi, serta kesiapan dan kemampuan sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Sebagai bentuk upaya mendorong industri tumbuh dan berkembang, Pemerintah telah meluncurkan Making Indonesia 4.0. Salah satu dari 10 agenda program prioritas nasional dalam Making Indonesia 4.0 adalah peningkatan kualitas SDM,” ungkap Agus.


Menurutnya, SDM yang berkualitas akan mampu mendorong 7 sektor industri utama dalam agenda Making Indonesia 4.0, yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan busana, industri otomotif, industri kimia, industri elektronika, industri farmasi, dan industri alat kesehatan.


“Ketujuh sektor ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 70% dari total PDB manufaktur, 65% ekspor manufaktur, dan menyerap 60% pekerja industri,” lanjutnya.


Berdasarkan data Kemenperin, aspek kontribusi dalam PDB, kontribusi industri manufaktur pada Triwulan III tahun 2021 sebesar 17,33% yang merupakan tertinggi di antara sektor ekonomi lainnya. Sementara itu, pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur menunjukkan pemulihan dari segi penyerapan tenaga kerja yang seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, yaitu ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja meningkat ke angka 18,64 juta orang.


“Melalui Musyawarah Nasional Forum Lembaga Mahasiswa Perindustrian Indonesia (FLMPI) ke XXIV ini, kami harap dapat menghasilkan suatu ide ataupun rekomendasi yang dapat mendorong kompetensi sumber daya manusia industri serta membantu meningkatkan daya saing industri,” tambah Agus.


Kepala BPSDMI Arus Gunawan dalam sambutannya juga mengatakan bahwa di era digital ini, kreativitas dari SDM merupakan kebutuhan utama dari industri masa depan yang harus dipenuhi oleh dunia pendidikan.


“Oleh karena itu, pendidikan vokasi yang kita selenggarakan juga harus mampu menjawabnya dan melahirkan kreativitas yang ada di diri para mahasiswa,” ujar Arus.


Arus berpesan kepada seluruh bahasiswa peserta Munas FLMPI agar memiliki keterampilan teknis yang andal dan dibuktikan dengan kompetensi serta memiliki wawasan luas dalam berorganisasi. Kemampuan dalam menyeimbangkan keduanya dinilai Arus penting agar para mahasiswa memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan apapun, baik yang kini dihadapi maupun yang akan dihadapi di masa depan.


“Yang paling penting, para mahasiswa Kemenperin harus selalu PD dengan potensi yang dimilikinya karena menjadi bagian penting dalam solusi permasalahan, baik di lingkungan sendiri, kampus, tempat magang, ataupun di tempat kerja nantinya,” pungkasnya.


Tentunya, acara Munas FLMPI ini menjadi salah satu bukti nyata upaya Kemenperin dalam mendorong mahasiswa untuk dapat berinisiatif, berinovasi, mengembangkan kompetensi diri, dan membangun kepercayaan diri mahasiswa. Tidak hanya itu, acara ini juga merupakan wujud keterlibatan aktif mahasiswa dalam berkontribusi untuk kemajuan negara, khususnya pada sektor industri nasional.


“Semoga acara Munas FLMPI ke XXIV ini berjalan lancar sesuai dengan rencana dan menghasilkan ide/usulan kongkrit terkait pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia,” tutup Arus

Baca Selanjutnya

article

Sinergi BPSDMI dan Pemkab Morowali, Tingkatkan SDM Industri

calendar

11 January 22

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah resmi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Morowali yang ditandai dengan penandatanganan MoU terkait Penyelenggaraan dan Pengembangan Program Pendidikan Setara Diploma Satu Vokasi Industri pada Jumat, 7 Januari 2022 di BPSDMI Kemenperin, Jakarta.

Kerja sama yang dilakukan kedua belah pihak bertujuan untuk mengembangkan program pendidikan vokasi yang menyesuaikan dengan kebutuhan industri di Kabupaten Morowali melalui Program Setara D1 berbasis kompetensi di bidang Pengolahan Logam.

Kepala BPSDMI Arus Gunawan mengemukakan bahwa Kemenperin siap untuk terus mendukung pengembangan industri di Kabupaten Morowali, seperti yang sudah dilakukan selama ini melalui Politeknik Industri Logam Morowali yang telah menghasilkan lulusan kompeten untuk pemenuhan SDM industri di Kabupaten Morowali.

Diketahui bahwa jumlah kebutuhan SDM industri per-tahun telah tembus di angka 682.000 orang. Sementara itu, pembangunan pabrik smelter nikel milik PT. Gunbuster Nickel Industry di Kabupaten Morowali beberapa waktu lalu menyerap hingga 27.000 tenaga kerja sehingga jumlah rata-rata kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Morowali sudah mencapai 40.000 orang per-tahun.

“Penyelenggaraan Program Setara D1 yang melibatkan unit pendidikan di lingkungan Kemenperin, yaitu Politeknik Industri Logam Morowali ini adalah salah satu yang akan dikerjasamakan dengan Pemkab Morowali,” tambah Arus.

Melalui Program Setara D1 ini, Kemenperin dan Pemkab Morowali ingin meningkatkan potensi pengembangan industri pengolahan logam di Kabupaten Morowali.

Kabupaten Morowali memang terkenal dengan sumber daya alam mineral logamnya, terutama nikel yang menjadi daya tarik utama bagi industri sektor pertambangan untuk dapat mengelolanya dan menjadi potensi nasional yang memiliki nilai ekspor tinggi.

Dilansir dari data Menko Perekonomian, nilai ekspor logam Indonesia melonjak semakin tinggi hingga mencapai USD 20,8 miliar pada tahun 2021 yang sebelumnya hanya berada di angka USD 1 atau 2 miliar per-tahun.

Hal ini menjadi perhatian dan memacu Kemenperin untuk menjalin kerja sama dengan Pemkab Morowali dalam mendorong potensi daerah Morowali yang merupakan salah satu komoditi penyumbang nilai ekspor tertinggi secara nasional.

Bupati Kabupaten Morowali, Taslim mengatakan bahwa kerja sama dengan Kemenperin ini ditujukan untuk pengembangan potensi daerah Kabupaten Morowali secara menyeluruh, salah satunya adalah sektor pengolahan logam.

Taslim menambahkan, Pemda Morowali berkeinginan pula untuk mengembangkan Sentra IKM untuk sektor tekstil dan pengolahan ikan roa.

 “Ke depannya, kerja sama yang dilakukan tidak hanya untuk penyediaan industri ini saja tapi juga pengembangan sentra IKM di bidang garmen dan program-program pengembangan SDM industri lainnya,” ujar Taslim.

Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa BPSDMI Kemenperin terus bersinergi dan berkomitmen dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Daerah untuk mengembangkan pendidikan vokasi industri guna menghasilkan SDM industri kompeten sehingga dapat memenuhi kebutuhan SDM industri, serta terus mendorong potensi daerah guna meningkatkan daya saing SDM industri nasional.

Baca Selanjutnya

article

Transformasi Menuju Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian

calendar

05 January 22

oleh Bintang Nugroho, Analis Anggaran Muda pada Sekretariat BPSDMI

Kementerian Perindustrian mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perindustrian untuk membantu Presiden menyelenggarakan pemerintahan negara. Kementerian Perindustrian menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan dan penetapan kebijakan di bidang pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri, pengembangan perwilayahan industri, pengamanan dan penyelamatan industri, peningkatan dan penguatan industri 4.0, pembinaan jasa industri, dan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan usaha industri dan kegiatan kawasan industri;
  2. pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri, pengembangan perwilayahan industri, pengamanan dan penyelamatan industri, peningkatan dan penguatan industri 4.0, pembinaan jasa industri, dan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan usaha industri dan kegiatan Kawasan industri;
  3. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Perindustrian di daerah;
  4. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Perindustrian;
  5. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perindustrian;
  6. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Perindustrian;
  7. pelaksanaan koordinasi, perumusan, penerapan, pemberlakuan, dan pengawasan standardisasi industri, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, penguatan industri hijau, dan penyusunan rekomendasi kebijakan jasa industri;
  8. pelaksanaan pembangunan sumber daya manusia industri; dan
  9. pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian adalah inisiatif strategis program reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan. Peran strategis Kementerian Perindustrian dalam meningkatkan produktivitas industri perlu didukung dengan SDM yang handal dan kompeten, serta dapat menyelesaikan tugas dengan efektif dan efisien. Salah satu aspek kunci dalam mencetak SDM dengan kriteria tersebut adalah dengan menyediakan pembelajaran yang link and match dengan kebutuhan industri. Transformasi CorpU BPSDMI Kementerian Perindustrian dilatarbelakangi beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pengembangan SDM industri belum fokus pada kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.
  2. Dalam rangka meningkatkan produktivitas industri, diperlukan proses pengembangan SDM yang lebih aplikatif, relevan/adaptif, mudah diakses, dan berdampak tinggi melalui penerapan Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian.
  3. Skill/kompetensi SDM industri sifatnya masih tersebar dan melekat pada orang, sehingga perlu mekanisme agar skill tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal.
  4. Perkembangan teknologi memiliki konsekuensi pada pergeseran metode pelatihan, sehingga diperlukan online system untuk dapat menjawab tantangan tersebut. Selain itu harus mampu dengan cepat menjawab permasalahan dalam industri (just in time).

Terdapat perbedaan yang signifikan antara pusat pelatihan (training center) dan corporate university, perbedaan mendasar antara training center dan corporate university adalah pada fokus pembelajarannya. Training center berfokus pada pemenuhan kompetensi individu, sedangkan corporate university berfokus pada strategic organization issue dan business performance. Karena corporate university memiliki tugas yang lebih berat dibandingkan training center, maka untuk memenuhinya corporate university akan menerapkan learning and development model. Training center hanya menerapkan structured learning, sedangkan corporate university menggunakan semua jenis strategi pembelajaran pada structured learning, learning from other, dan workplace integrated learning. Imbasnya adalah, produk dari corporate university akan menjadi lebih banyak daripada training center. Corporate University bukan lembaga atau institusi pendidikan dan pelatihan yang menempel (embedded), tetapi strategi manajemen agar terjadi pembelajaran individu dan pembelajaran dalam organisasi, serta pengelolaan pengetahuan individu dan pengetahuan strategis organisasi. Pembentukan ekosistem organisasi pembelajar memberikan kesempatan bagi seluruh komponen untuk belajar setiap saat dan mengembangkan diri untuk memenuhi standardisasi potensi atau talenta.

Paradigma CorpU berdampak pada tiga perubahan yang paling menonjol, yaitu desain pengembangan SDM, pendekatan analisis kebutuhan pembelajaran, dan sinergi antar bagian organisasi. Pertama, lembaga pelatihan cenderung fokus pada pemenuhan kesenjangan atas kompetensi individu sehingga mengutamakan kuantitas daripada kualitas. Hal ini berbeda dengan konsepsi CorpU yang fokus pada pencapaian program strategis organisasi sehingga mengarah pada spesialisasi pelatihan yang berdampak terhadap kebutuhan nyata organisasi dalam lingkup pelayanan publik. Kedua, analisis kebutuhan pengembangan SDM, baik pendidikan dan pelatihan seringkali dilakukan dari bawah ke atas sehingga kebutuhan organisasi belum dikaji secara serius. Model analisis kebutuhan dalam konsep CorpU lebih didasarkan atas hasil rapat pimpinan tertinggi (Learning Council Meeting) dalam mengidentifikasi kebutuhan pengembangan. Strategi analisis kebutuhan pengembangan berdasarkan isu-isu strategis organisasi yang diputuskan oleh manajemen tertinggi, akan menghasilkan cetak biru pengembangan untuk tahun berikutnya. Pada posisi inilah masing-masing unit eselon II di BPSDMI, berperan sebagai “dekan” untuk memutuskan skala prioritas sekaligus pemetaan isu strategis program pelatihan. Ketiga, lembaga pelatihan sudah sejak lama diposisikan sebagai “pemasak” daftar menu pelatihan, yang menempatkan para pemangku kepentingan sebagai konsumen yang memesan pelatihan. Strategi CorpU menempatkan, semua pihak sebagai “pemasak masakan” yang terlibat dalam merumuskan program, pengembangan, dan pelaksanaan.

CorpU bertanggungjawab untuk dapat memastikan bahwa semua pegawai belajar dan mempelajari hal-hal secara benar, dengan cara penyampaian pembelajaran yang benar. Langkah tersebut tentu sangat membutuhkan kemampuan dalam proses manajemen pengetahuan, yaitu memeroleh sumber pengetahuan, pendokumentasian, pendistribusian pengetahuan, dan penerapan pengetahuan. Oleh karena itu, Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian merupakan strategi untuk meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan daya saing SDM industri sesuai dengan tugas dan fungsi BPSDMI. Strategi ini dilaksanakan oleh seluruh elemen BPSDMI sebagai motor penggerak utama pencetak SDM Industri, baik pada satuan kerja pusat maupun daerah, dengan dukungan dari seluruh unit eselon I di lingkungan Kementerian Perindustrian. Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian bertanggung jawab dalam pengembangan SDM serta peningkatan kapabilitas dan daya saing, sehingga Corporate University harus mampu go beyond training and development dalam memastikan bahwa skill yang diperoleh dapat diimplementasikan dan memiliki link and match dengan kebutuhan industri.

Perjalanan menuju CorpU BPSDMI Kementerian Perindustrian tentu berawal dari keberadaan lembaga pelatihan yang ada di Kementerian Perindustrian. Persiapan pembentukan CorpU BPSDMI Kementerian Perindustrian tersebut bisa dikatakan dimulai pada tahun 2012, ketika Pusdiklat Industri yang pada saat itu berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal menetapkan kebijakan Reposisi bagi seluruh satuan pendidikan dan pelatihan yang berada di lingkungan Kementerian Perindustrian. Kebijakan Reposisi merupakan penguatan kembali penyelenggaraan dan pengembangan SDM Industri melalui kegiatan pendidikan vokasi yang spesialis dan berbasis kompetensi, serta program diklat yang memberikan dampak secara langsung terhadap penyediaan dan peningkatan kompetensi kerja (job skill) tenaga kerja industri. Dalam perjalanannya, setelah kebijakan Reposisi Tahap I mencapai maksud dan tujuan yang diharapkan dalam 4 (empat) tahun, Pusdiklat Industri kembali mengeluarkan kebijakan Reposisi Tahap II yang memberikan penajaman arah pengembangan SDM Industri oleh satuan pendidikan dan pelatihan Kementerian Perindustrian serta peningkatan peran Pusdiklat Industri sebagai leading sector pembangunan SDM Industri Nasional.

Upaya pengembangan terus dilakukan agar Pusdiklat Industri dapat menjangkau kepada stakeholder yang lebih luas. Dalam pembangunan SDM, Pusdiklat Industri diharapkan mampu menjadi koordinator pelaksanaan kesatuan sistem pembangunan SDM Industri yang melibatkan lintas sektor dan lintas kementerian/lembaga. Perkembangan peran Pusdiklat Industri dan semangat koordinasi yang dikembangkan mendorong peningkatan tugas dan fungsi sekaligus peningkatan organisasi Pusdiklat Industri menjadi unit eselon 1 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2020 tentang Kementerian Perindustrian, dengan nama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). BPSDMI Kementerian Perindustrian sesungguhnya bentuk dari keseriusan untuk menjadikan Kementerian Perindustrian sebagai leadingsector pembangunan nasional bidang industri melalui penyiapan SDM Industri yang kompeten. Sebagai salah satu upaya untuk menguatkan posisi sebagai pelaksana pembangunan SDM Industri di lingkungan Kementerian Perindustrian, BPSDMI terus melakukan pembenahan dan penataan organisasi, salah satunya dengan mempersiapkan diri sebagai Corporate University (CorpU) BPSDMI Kementerian Perindustrian.

Corporate University (CorpU) dapat dikatakan sebagai salah satu mesin strategis suatu organisasi yang mengintegrasikan apa yang telah tersedia, yaitu sumber daya, proses bisnis, dan orang-orang terlibat dalam proses pembelajaran untuk mencapai performansi terbaik dan secara terus menerus meningkatkan kompetensi (Knowledge, Skill dan Attitude) dari orang-orang yang berada dalam ekosistem organisasi dengan didukung oleh pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management). Jika membangun suatu konstruksi gedung, hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dengan serius adalah konstruksi pondasinya. Dalam konsep CorpU sebagai sebuah bangunan rumah, maka pondasinya adalah kepastian dan strategi tata kelola (strategy governance) sehingga dapat dilakukan strategi implementasi.

Konstruksi bangunan House of CorpU BPSDMI Kementerian Perindustrian dapat dipahami sebagai berikut:

  1. tata Kelola Strategi Pengembangan, merupakan bentuk organisasi pelaksana corporate university, sekaligus manajemen dan tata kelola koordinasi guna menghindari irisan maupun benturan kewenangan antar pelaksana pengembangan;
  2. fokus pengembangan, merupakan domain atau ruang lingkup dan jenjang pengembangan yang dilakukan dalam posisi unit pelaksana corporate university;
  3. manajemen pengetahuan, merupakan proses identifikasi, capturing, penyimpanan, distribusi, dan pemanfaatan pengetahuan;
  4. Infrastruktur pengembangan, merupakan sarana pembelajaran fisik dan non-fisik berupa layanan, baik berupa smart classroom danpenguatan Learning Management System (LMS);
  5. Arsitektur solusi pengembangan, merupakan desain pembelajaran, peta kebutuhan,danstrategiimplementasi pembelajaran,yang dikuatkan adanya unit assessment center, pengelola beasiswa pendidikan, sekolah pengembangan kader kepemimpinan, dan unit penelitian pembelajaran; dan
  6. Sistem penyampaian dan pengembangan, merupakan model atau format penyelenggaraan pembelajaran secara terintegrasi antara input, proses, dan output pembelajaran dengan kinerja dan talenta.
  7. Pelaksana akademik dan pendidikan, merupakan unit operasional teknis dan taktis dalam pengembangan pendidikan terapan atau vokasional bidang industri.

Desain bangunan tersebut saling berkesinambungan dalam upaya mendukung efektivitas pencapaian tujuan strategis organisasi, serta memerankan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pada Pasal 51yang menyatakan bahwa manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan sistem merit. Meritokrasi dalam pengelolaan ASN merupakan kondisi yang mengedepankan proses pengembangan, sebagai konsekuensi menempatkan pegawai sebagai capital.

Komposisi Anggaran Corporate University BPSDMI

BPSDMI sebagai Pusat Peningkatan Kemampuan dan Produktivitas SDM Industri Kompeten harus mampu menjadi Leading Sector dalam menyiapkan SkillSet masa depan “Go beyond Skill For The Future”, dengan total anggaran Rp. 982 Milliar pada tahun anggaran 2022 pengembangan infrastruktur untuk pembangunan SDM industri yang kompeten harus difokuskan pengembangan dan peningkatan kapasitas fungsi kelembagaan, yaitu fokus pada:

  1. mengembangkan Pendidikan Vokasi Industri Dual System bertaraf global sebagai referensi model pendidikan vokasi nasional;
  2. mengembangkan dan menyelenggarakan pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri;
  3. membangun Balai Diklat Industri sebagai Center of Excellences pembangunan Tenaga Kerja Industri;
  4. membangun Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) sebagai HUB dan Ecosystem Center Industry 4.0;
  5. mengembangkan kelembagaan inkubator bisnis industri pada lembaga pendidikan dan pelatihan industri;
  6. membangun Digital ASN and Knowledge Management Center sebagai Pusat Pembinaan ASN Pembina Industri;
  7. membangun pusat pengembangan (Development Center) infrastruktur kompetensi Industri;
  8. membangun wadah (HUB Center) sinergi, kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh stakeholder nasional dan global dalam mengembangkan vokasi industri.

Baca Selanjutnya

article

Kaleidoskop BPSDMI 2021

calendar

30 December 21

Sepanjang tahun 2021, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah melaksanakan berbagai kegiatan. Kegiatan BPSDMI turut melibatkan 28 Satuan Kerja (Satker), stakeholder, industri, dan ribuan masyarakat Indonesia. Berikut ringkasan beberapa kegiatan akbar BPSDMI di tahun 2021 ini.

12 Januari

Kick Off Diklat 3 in 1

Pusdiklat Industri BPSDMI menyelenggarakan Kick Off Diklat 3 in 1 sebagai pembuka berbagai diklat yang akan dilaksanakan sepanjang tahun. Diklat dibuka serentak di berbagai kota, dan melibatkan 7 Balai Diklat Industri (BDI) Kemenperin.

20 Januari

Bapak Arus Gunawan resmi menjadi Kepala BPSDMI, menggantikan Bapak Eko S.A. Cahyanto yang telah menjabat sebelumnya.

1 April – 10 Mei

Pendaftaran JARVIS Bersama 2021

PPPVI BPSDMI menyelenggarakan Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama di mana pendaftaran unit Pendidikan BPSDMI berlangsung secara serentak dan satu pintu. Sebanyak sebanyak 13.503 orang telah mengikuti JARVIS Bersama tahun ini.

11 Juni

Pembukaan Latsar CPNS

Pusbindiklat SDM Aparatur BPSDMI menyelenggarakan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Perindustrian. Latsar yang diperuntukkan bagi CPNS yang mendaftar tahun 2019 ini terdiri dari 9 angkatan, dilaksanakan secara daring dari Juni hingga Desember.

Oktober-Desember

12 Politeknik/Akom dan 9 SMK-SMTI/SMAK Kemenperin menyelenggarakan wisuda atau pelantikan kelulusan. Mayoritas lulusan unit Pendidikan di lingkungan BPSDMI terserap di dunia kerja atau melanjutkan ke jenjang berikutnya.

1-7 Desember

Industrial Vocational Week

PPPVI menyelenggarakan Pekan Vokasi Industri (Industrial Vocational Week). Ragam kegiatan seputar pendidikan vokasi seperti seminar, workshop, peresmian kerja sama, hingga peluncuran PIDI 4.0 yang diikuti mitra dalam dan luar negeri.

2 Desember

Peluncuran PIDI 4.0

Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) diresmikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartato dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. PIDI 4.0 bertujuan menjadi solusi satu atap dalam pengadopsian industri 4.0 d Indonesia.

9 Desember

BPSDMI CORPU

Segenap pegawai BPSDMI berkomitmen untuk mewujudkan Corporate University di lingkungan BPSDMI di Bandung, Jawa Barat. BPSDMI CORPU dapat lebih meningkatkan kualitas SDM BPSDMI.

Sepanjang tahun, BPSDMI juga telah melaksanakan berbagai program, kerja sama, dan kegiatan lainnya. Follow Instagram @bpsdmi.kemenperin untuk info ter-update!

Baca Selanjutnya

article

Kebijakan Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian

calendar

30 December 21

oleh : Bintang Nugroho, Analis Anggaran Muda pada Sekretariat BPSDMI

Re-Inventing: Daya Saing Global

Daya saing telah digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui tingkat kemajuan suatu entitas tertentu termasuk negara, terutama untuk mengukur tingkat kesiapan inovasi, terlebih setelah komunitas bangsa-bangsa semakin terbuka dalam persaingan global yang ketat dan tajam. Demikian pula, globalisasi telah menjadi keniscayaan bagi suatu negara karena batas-batas bangsa semakin terbuka, akan menggilas negara yang tidak siap menghadapi fenomena ini. Tidak gampang, menghimpun, memilih, dan menimbang kekuatan suatu negara untuk dipentaskan di panggung dunia sebagai branding pembangunan berbasis IPTEK. Banyak bangsa yang gagal dalam meningkatkan daya saing bukan saja disebabkan oleh ketidakmampuannya dalam menguasai teknologi, namun juga karena faktor lingkungan strategis yang melingkupinya, seperti korupsi, birokrasi yang tidak efisien, masalah infrastruktur, akses permodalan, kebijakan yang tidak kondusif serta etika kerja yang rendah. Daya saing yang lemah menyebabkan pertumbuhan ekonomi sangat rentan terhadap pengaruh dinamika lingkungan dan karenanya mudah tertimpa krisis ekonomi yang berkelanjutan.

Perekonomian suatu negara akan bangkit menjadi perekonomian yang kuat, tangguh dan terhormat jika indeks daya saing berada pada tingkat yang tinggi, seperti Korea, Jepang, Singapura, dan Malaysia. Perlu dicatat bahwa membangun perekonomian yang berdaya saing tidak semudah membalik tangan, melainkan harus ditunjang dengan basis industri yang mantap dan tangguh, mengandalkan teknologi tinggi sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang memadai. Sebaliknya dengan fondasi yang rapuh, ekonomi suatu negara akan mudah masuk kedalam “Valley of Death” dan akan menghentikan sejarah pencapaian pertumbuhan untuk selamanya. Setidaknya ada 4 (empat) faktor utama daya saing yang telah diteliti oleh Michael Porter pada tahun 1990, yaitu: (1) strategi, struktur dan tingkat persaingan usaha, untuk menggerakkan sub sistem dalam perusahaan melalui engorganisasian, pengembangan usaha, dan tata kelola yang baik; (2) faktor kondisi, bagaimana ketersediaan sumber daya di suatu negara, yakni sumber daya manusia, bahan baku, pengetahuan, modal, dan infrastruktur; (3) permintaan dalam negeri antara lain terhadap produk barang dan jasa industri, khususnya hasil industri yang berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif sektor industri. Dalam hal ini pelanggan dalam negeri akan menentukan jenis produk yang dibutuhkan sehingga improvement secara kontinu selalu diperlukan; serta (4) industri pendukung untuk memasok bahan baku atau suku cadang sehingga mampu bersaing di tingkat global.

Korelasi antara industri utama dengan industri pendukung sangat erat, karena kualitas produk industri utama sangat ditentukan oleh kualitas industri pendukung. Porter menegaskan, Inter-dependensi terhadap ketiga faktor tersebut sangatlah tinggi, lemahnya satu faktor akan memengaruhi yang lain dan akibatnya akan terjadi gagal tumbuh daya saing dalam suatu negara secara tak berkesudahan. Kekuatan sebuah negara yang tergantung dari produktivitas, ekonomi dan kekhasan, menjadi pilar kokoh bagi sebuah negara di era global. Asean Competitiveness Institute (ACI) Lee Kuan Yew School of Public Policy NUS Singapore, merilis Competitiveness Analysis of ASEAN-10 Countries and Indonesian Provinces pada tahun 2016, yang bertujuan memberikan informasi dalam kemudahan melakukan usaha di 34 (tiga puluh empat) provinsi di Indonesia, melihat tantangan regional dan solusinya untuk kemajuan Indonesia. Dalam mengukur daya saing regional Indonesia, ACI menggunakan 4 (empat) variabel penting, 12 (dua belas) sub variabel dan 103 (seratus tiga) indikator. Keempat variabel itu adalah: (1) Kestabilan Makroekonomi (Macroeconomy Stability), (2) Pemerintah dan Pengaturan Kelembagaan (Government and Institutional Setting), (3) Kondisi Tenaga Kerja, Keuangan dan Usaha (Financial, Business and Manpower Conditions), dan (4) Pengembangan Infrastruktur dan Kualitas Hidup (Quality of Life and Infrastructure Development).

Total Factor Productivity sebagai Kunci Daya Saing

Produktivitas adalah perbandingan antara hasil produksi (output) dengan sumber daya produksi (input) (Rasmussen, 2013). Produktivitas kerja dikatakan tinggi jika hasil yang diperoleh lebih besar dari pada sumber kerja yang digunakan (Hadari & Hadawi, 1990). Faktor-faktor penentu untuk mencapai produktivitas yaitu investasi, teknologi, manajemen, serta keterampilan dari tenaga kerja (Sinungan, 2003). Produktivitas diukur dengan Produktivitas Kerja atau Work Productivity (WP) dan/atau Total Factor Productivity (TFP). TFP merupakan rasio antara output total terhadap input total (Coelli et al., 2005). Produktivitas sendiri merupakan penentu daya saing individu, industri, dan negara. Jika dibandingkan dengan sektor lain, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap PDB Indonesia. Hal ini berarti bahwa industri pengolahan menjadi leading sector bagi sektor-sektor yang lain dan merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia (Kurniawaty, 2016).

Produktivitas pada industri ditentukan oleh proses produksi, di mana fungsi produksi Cobb-Douglas menunjukkan bahwa input kapital dan tenaga kerja adalah input yang paling penting dalam proses produksi. Fungsi produksi menunjukkan bahwa output tergantung dari penggunaan input dan tingkat teknologi. Dengan demikian input yang digunakan dalam proses produksi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu input faktor produksi, kapital dan tenaga kerja, sedangkan input yang lain adalah teknologi, teknik produksi yang efisien yang dapat dilihat melalui tingkat produktivitas. Semakin banyak input faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi maka output sektor industri tersebut juga akan semakin banyak. Atau output sektor industri akan dapat bertambah banyak dengan input faktor produksi yang tetap tetapi dengan penggunaan input yang lebih produktif bisa dilakukan dengan adanya manajemen produksi yang lebih baik atau adanya teknik produksi yang lebih efisien. Sehingga kenaikan output sektor industri bisa disebabkan oleh penggunaan input yang lebih banyak (input driven) atau dengan adanya peningkatan produktivitas (productivity driven) (Dornbusch et al., 2001).

Pertumbuhan produktivitas dibagi menjadi technical change atau pergerakan dalam batas teknologi bagi subsektor tertentu, dan catching-up yang menggambarkan peningkatan dalam produktivitas yang akan membawa suatu negara mendekati seimbang antara bangsa (global frontier) (Färe et al., 1998). Daya saing level negara diukur dengan Global Competitiveness Index (CGI) yang merupakan indeks untuk mengukur progres perkembangan faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas suatu negara. CGI mengukur seberapa efisien penggunaan faktor produksi untuk memaksimalkan produktivitas atau TFP dan mencapai pertumbuhan ekonomi.

CGI sejak tahun 2018 sudah disesuaikan dengan Revolusi Industri 4.0, dan disebut CGI 4.0. Faktor-faktor yang menentukan CGI antara lain lingkungan yang mendukung/kondusif (enabling environment), modal manusia (human capital), aspek pasar (markets), dan ekosistem inovasi (innovation ecosystem) (Anonim, 2019). The Asian Productivity Organization (APO), melaporkan pertumbuhan TFP Indonesia tahun 1970–1990, 1990-2010, dan 2010-2017 masing-masing sebesar 0,3; -1,1; dan -1,5, terendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN (APO, 2019). Peringkat CGI Indonesia dalam laporan World Economic Forum (WEF) turun dari peringkat 45 dari 140 negara pada tahun 2018 menjadi peringkat 50 dari 141 negara pada tahun 2019

Sumber Daya Manusia sebagai Kunci Daya Saing

Peningkatan produktivitas melalui kebijakan penguatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing. Perbaikan kualitas sumber daya manusia dapat berkontribusi dengan meningkatkan ketersediaan tenaga kerja berkeahlian tinggi (skilled labor). Rifin (2017) menjelaskan bahwa industri perlu untuk meningkatkan skill pekerja agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap output yang dihasilkan. Kendati memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki kualitas sumber daya manusia yang masih rendah. Karena kualitas rendah, maka produktivitas tenaga kerja Indonesia juga rendah. Peningkatan daya saing bangsa dilakukan dengan membangun SDM Indonesia, sehingga membangun kompetensi dan keterampilannya penting untuk dilakukan. Kalangan industri seringkali mengeluhkan kualitas SDM yang dihasilkan oleh dunia pendidikan di Indonesia. Masih ada gapantara kompetensi yang dihasilkan oleh dunia pendidikan dengan standar kompetensi industri. Kondisi ini menyebabkan bebarapa industri mempunyai Lembaga Pendidikan sendiri salah satunya adalah Astra group yang memiliki Politeknik Astra sebagai pusat pelatihan dan pengembangan karyawan.

Pemerintah saat ini telah melakukan pengembangan pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas tenaga pengajar melalui program yang dilaksanakan secara inklusif di seluruh wilayah Indonesia, mencakup daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T). Selain itu, Pemerintah perlu berkolaborasi dengan industri/swasta memberikan program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan, antara lain melalui implementasi Program Kartu Prakerja. Program Kartu Prakerja tersebut diprakirakan terus berlanjut dalam jangka menengah untuk meningkatkan ketersediaan tenaga kerja berkeahlian dan mendorong perbaikan produktivitas. Pengembangan industri yang berkualitas memerlukan SDM yang andal dengan kompetensi di bidang industri serta penguasaan teknologi. Peta jalan Making Indonesia 4.0 menjadi arah dan strategi yang jelas dalam upaya mengembangkan industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global di era digital. Aspirasi besarnya adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 (sepuluh) negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Guna mencapai sasaran tersebut, salah satu program prioritas di dalam Making Indonesia 4.0, yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar semakin kompeten, khususnya di sektor industri. SDM Industri kompeten menjadi salah satu kunci utama dalam mendongkrak kemampuan industri, selain melalui investasi dan teknologi. SDM industri berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, tenaga kerja di sektor manufaktur menyumbang cukup besar dari total pekerja di Indonesia. SDMindustri perlu didorong untuk memanfaatkan teknologi terkini agar dapat memacu produktivitas dan inovasi. Adapun lima teknologi digital sebagai fundamental dalam kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0, di antaranya artificial intelligence, internet of things, wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, serta 3D printing. Melalui program Making Indonesia 4.0 dapat menghasilkan SDM industri yang kompeten dengan teknologi digital sehingga kegiatan produksi semakin efisien, produktif, dan inovatif. Ini tentunya akan mendongkrak daya saing manufaktur di pasar domestik hingga global (Anonim, 2019).

Teknologi sebagai Kunci Daya Saing

Industrialisasi merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Negara-negara di Eropa mentransformasi diri menjadi negara-negara maju melalui revolusi industri pada abad ke-18. Penemuan teknologi mesin uap saat itu mendorong peningkatan drastis produktivitas di sektor industri manufaktur. Tidak hanya itu, penggunaan teknologi tersebut kemudian berkembang pada sektor transportasi sehingga mendisrupsi aktivitas perdagangan. Industrialisasi juga menjadi faktor kunci bagi Amerika Serikat, Tiongkok, dan Korea Selatan untuk tampil dalam kancah global sebagai kekuatan ekonomi dunia. Inovasi merupakan penentu pertumbuhan produktivitas (Brynjolfsson & McAfee, 2014). Pertumbuhan produktivitas bukan hanya tentang bagaimana menurunkan biaya, tetapi juga memproduksi produk lebih banyak tanpa menurunkan kualitas. Hal tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya penerapan teknologi dan inovasi. Teori Produksi Cobb-Douglas merupakan model yang menggambarkan pengaruh teknologi terhadap produktivitas perusahaan industri manufaktur (de la Fuente-Mella et al., 2019), yang menyatakan bahwa peningkatan teknologi memungkinkan perusahaan untuk memproduksi output lebih banyak dari jumlah sebelumnya dengan menggunakan input dalam jumlah yang sama. Pertumbuhan produktivitas tenaga dipengaruhi oleh peningkatan teknologi sehingga memungkinkan tenaga kerja untuk menggunakan faktor produksi lainnya dengan efektif (Pindyck & Rubinfeld, 2013).

Indonesia merupakan negara dengan potensi SDA dan SDM yang melimpah. Industri yang berbasis SDA memiliki keunggulan komparatif pada produk primer, sedangkan industri berbasis SDM memiliki keunggulan dalam produk padat teknologi. Keunggulan komparatif dicapai melalui melalui penguasaan teknologi untuk mengelola sumber daya. Negara yang menguasai teknologi, dalam persaingan global akan lebih diuntungkan daripada negara yang hanya menguasai sumber daya alam. Kebaruan teknologi mampu mendorong industri beroperasi secara efisien dan meningkatkan produktivitas. penggunaan teknologi terbarukan di Indonesia dapat dikatakan masih sangat kecil (Fazri et al., 2018), sehingga sudah saatnya adanya transfer teknologi untuk kemajuan industri di Indonesia. Pemilihan teknologi tidak hanya berfokus pada capaian volume (kuantitas), tetapi juga menghasilkan output dengan kualitas sesuai standardisasi pasar internasional. Tercapainya industri yang efisien secara teknis diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sebagai tolok ukur keberhasilan. Indonesia juga termasuk ke dalam salah satu negara yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan kemampuan inovasi dalam mengejar ketertinggalan dari negara maju, bahkan Indonesia masuk ke dalam salah satu jajaran inovator teratas di antara negara-negara berkembang pada tahun 2017-2018. Namun untuk kesiapan dalam peningkatan teknologi, Indonesia masih tertinggal jauh di belakang, selain itu teknologi di Indonesia masih belum menyebar secara merata dalam masyarakat.

Making Indonesia 4.0

Pada tahun 2018 Presiden RI telah meluncurkan “Making Indonesia 4.0”. Melalui Making Indonesia 4.0 diharapkan Indonesia akan menjadi top 10 ekonomi global dengan net ekspor mencapai 10% PDB, meningkatkan produktivitas industri hingga 2 kali lipat, dan membangun kemampuan inovasi lokal dengan meningkatkan alokasi pembiayan R&D mencapai 2% PDB. Untuk mencapai aspirasi tersebut, telah ditetapkan 10 (sepuluh) prioritas nasional dalam Peta Jalan Making Indonesia 4.0, antara lain : 1) Perbaikan alur aliran barang dan material, 2) Desain ulang zona industri, 3) Akomodasi standar-standar keberlanjutan (sustainability), 4) Pemberdayaan IKM, 5) Membangun infrastruktur digital nasional, 6) Menarik minat investasi asing, 7) Peningkatan kualitas SDM, 8) Pembangunan ekosistem inovasi, 9) Insentif untuk investasi teknologi, dan 10) Harmonisasi aturan dan kebijakan.

Untuk mengakselerasi implementasi Making Indonesia 4.0 Kementerian Perindustrian telah mengidentifikasi dan memilih 5 (lima) sektor Making Indonesia 4.0 berdasarkan dampak yang akan dihasilkan dan kemudahan implementasinya. Kelima sektor tersebut adalah Industri Makanan dan Minuman, Tekstil dan Pakaian Jadi, Otomotif, Kimia, dan Elektronik yang kelimanya memberikan kontribusi mencapai 70% terhadap PDB Industri, 65% ekspor industri, dan 60% tenaga kerja sektor industri manufaktur. Dengan adanya pandemi COVID-19 sejak awal tahun 2020 ini, Kementerian Perindustrian juga menambahkan fokus akselerasi pada sektor industri farmasi dan alat Kesehatan. Kajian yang dilakukan oleh Mc. Kinsey pada tahun 2019 menunjukkan bahwa implementasi industri 4.0 memberikan peluang yang siginifikan berupa peningkatan PDB sampai dengan 120 Miliar Dolar USD pada tahun 2025, peningkatan produktivitas mencapai 40%-70% pada tahun 2025 serta penciptaan lebih kurang 20 juta pekerjaan baru pada tahun 2030. Namun demikian, implementasi industri 4.0 di Indonesia masih memiliki beberapa tantangan yaitu masih rendahnya tingkat adopsi industri 4.0, hanya 21% dari total industri, dan sebanyak 79% diantaranya masih terjebak dalam tahapan uji coba (pilot) tanpa melakukan scale up. Selain itu, untuk mendorong terwujudnya implementasi industri 4.0 terdapat pula tantangan re-skilling dan up-skilling tenaga kerja mencapai 6 hingga 29 juta pekerjaan pada tahun 2030. Tantangan ini tentunya perlu disikapi dengan menyiapkan infrastruktur inovasi dan kompetensi serta SDM yang unggul untuk mengakselerasi transformasi industri 4.0 di Indonesia

Apa itu Corporate University?

Dunia menghadapi inovasi digital dan tantangan globalisasi, oleh karena itu, SDM dalam organisasi harus meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka untuk beradaptasi dengan perkembangan saat ini. Selain itu, karena meningkatnya ketergantungan pada SDM dengan keahlian tertentu, organisasi memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, perencanaan strategi yang akan berkontribusi pada keunggulan kompetitif (Ilyas, 2017). Keunggulan kompetitif di masa lalu ditentukan oleh aset fisik/mesin dan modal, tetapi saat ini berganti menjadi aset SDM. SDM merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan dan kemajuan ekonomi suatu negara. Namun dari sudut pandang yang lain meningkatnya tenaga kerja justru sering kali menjadi persoalan ekonomi yang sulit untuk diselesaikan oleh pemerintah. Salah satu penyebabnya adalah link and match antara dunia pendidikan dan industri belum optimal sehingga tenaga kerja tidak terserap secara optimal. Saat ini terdapat beberapa tantangan SDM industri (Kolo et al., 2013) di era globalisasi dan inovasi digital, antara lain:

  1. A graying workforce, hal ini disebabkan karena ketergantungan industri terhadap tenaga kerja usia 65 (enam puluh lima) tahun ke atas untuk menjaga agar keterampilan/skill tetap ada.
  2. Harapan generasi Y yang terlalu tinggi terhadap kesempatan berkembang dan gaji yang diperoleh. Seringkali hal ini menjadi alasan untuk keluar dari perusahaan, sehingga perusahaan harus mencari SDM pengganti.
  3. Kepemimpinan sebagai salah satu tuntutan pada era globalisasi. Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan beradaptasi dan multitasking.
  4. Gap tenaga kerja dan pasar yang disebabkan karena rendahnya mutu SDM sebagai akibat dari rendahnya tingkat pendidikan, kompetensi kerja, dan kecocokan skill dengan pekerjaan. Ketidaksesuaian antara perusahaan dan tenaga kerja dalam mendapatkan pekerja dan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian juga merupakan permasalahan dalam menciptakan pengangguran

Pemerintah perlu berperan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Peningkatan produktivitas dan daya saing industri dapat diukur berdasarkan kompetensi/skill. Perlu dilakukan strategi prioritas untuk menghasilkan SDM industri sesuai kebutuhan industri. Terobosan pemanfaatan teknologi dan inovasi dapat menumbuhkan terbentuknya ekosistem inovasi. Pengetahuan dan pembelajaran yang diperbarui bagi individu dan organisasi diperlukan pada era inovasi digital saat ini. Clinton, Merritt, & Murray, (2009) menyarankan bahwa sebuah organisasi harus memberi para pekerjanya kemampuan untuk mengubah keterampilan dan pengetahuan mereka secara terus-menerus dan melatih diri mereka dengan keterampilan di luar pelatihan di tempat kerja. Program yang efektif untuk melakukan ini adalah “Corporate University (CorpU)”. CorpU adalah entitas pendidikan yang merupakan alat strategis dan dirancang untuk membantu organisasi induk dalam mencapai misinya dengan melakukan kegiatan yang dapat menumbuhkan atau meningkatkan pembelajaran, pengetahuan, dan kebijaksanaan baik individu maupun organisasi (Allen, 2002).CorpU menawarkan kepada SDM kesempatan untuk menambah value pengetahuan dan keterampilan, dan selanjutnya SDM harus memberikan output untuk organisasi melalui inovasi, efisiensi, dan produktivitas. CorpU selain berguna untuk mengembangkan karier SDM juga bertujuan untuk mengembangkan bisnis. CorpU dapat menambah nilai bagi bisnis dalam hal pendapatan dan laba, peningkatan retensi pelanggan, produktivitas karyawan, pengurangan biaya, dan retensi karyawan berbakat (Ilyas, 2017). CorpU merupakan “pabrik” yang melakukan rangkaian proses pemerolehan, pembentukan, penyimpanan, penyebarluasan, dan penerapan pengetahuan organisasi kepada seluruh SDM. CorpU merupakan fasilitas dan strategi organisasi untuk menjadikan semua SDM belajar terus menerus (knowledged worker) dan saling berbagi pengetahuan secara berkesinambungan. CorpU memberikan kesempatan seluruh komponen organisasi untuk terlibat serta terkoneksi dalam ekosistem pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas (Khamdan, 2020).

Anggaran Corporate University

Dengan semua kelebihan yang dimiliki oleh Corpu, berapa alokasi anggaran yang harus disiapkan untuk mempersiapkan Corpu? Sebagai contoh PT Bank Negara Indonesia (BNI) mengalokasikan dana Rp 400 miliar untuk lembaga pengembangan kompetensi pegawainya, yakni BNI Corporate University. Jumlah itu sekitar 5 persen dari total anggaran Sumber Daya Manusia atau Human Capital (HC) Cost perseroan pada 2019. Sekitar 26 persen dari Rp 400 miliar itu akan dianggarkan bagi salah satu program pembelajaran, yakni BNI Learning Wallet (BLW). Kementerian Perindustrian sendiri melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah mengeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1009 Tahun 2021 tentang Pengembangan Vokasi Industri Bertaraf Global Menuju Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian. Dengan adanya kepmen ini maka BPSDMI bertanggung jawab untuk melaksanakan Corporate University dalam rangka penyiapan SDM Industri yang kompeten dan bertaraf global. Sehingga seluruh anggaran yang ada di BPSDMI secara otomatis menjadi alokasi anggaran yang disiapkan Kementerian Perindustrian untuk mempersiapkan Corpu. Adapun anggaran BPSDMI pada Tahun Anggaran 2022 adalah sebesar Rp. 982 Milliar. Jumlah itu sekitar 34% dari total anggaran Kementerian Perindustrian sebesar Rp. 2,8 Triliun. Dengan alokasi anggaran yang sedemikian besar itu diharapkan agar Corporate University Kementerian Perindustrian dapat menghasilkan SDM Industri yang berkualitas dan kompeten baik dari Aparatur maupun Tenaga Kerja Industri.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0, Membangun Ekosistem Industri 4.0 di Indonesia

calendar

22 December 21

Revolusi Industri 4.0 memberikan peluang bagi Indonesia untuk merevitalisasi sektor industri manufaktur dan menjadi salah satu cara untuk mewujudkan visi besar Indonesia menjadi bagian dari 10 negara perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Sebagai pendukung visi Indonesia tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyusun program “Making Indonesia 4.0” yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018 untuk mengimplementasikan strategi dan Peta Jalan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia dan salah satunya dengan membangun Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai solusi satu atap dalam percepatan transformasi industri 4.0 di Indonesia dan menjadi jendela Indonesia 4.0 untuk dunia.

Saat ini PIDI 4.0 dikelola oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri – Kementerian Perindustrian. Gedung PIDI 4.0 yang berlokasi di Permata Hijau, Jakarta Selatan berdiri di atas lahan seluas 12.957 m2 dengan luas bangunan 17.600 m2. Gedung PIDI 4.0 dirancang menerapkan konsep smart building sehingga pengelolaan gedung lebih efisien dan terkontrol terutama dalam segi keamanan, penggunaan energi, dan pemanfaatan fasilitas.

PIDI 4.0 memiliki 5 pilar atau layanan, yaitu:

1. Showcase Center

Untuk meningkatkan kesadara tentang industri 4.0 dan menyajikan pengalaman real bagaimana industri 4.0 di implementasikan dalam lini produksi.

2. Capability Center

Sebagai pusat pelatihan untuk meningkatkan keahlian tenaga kerja industri dan ASN

3. Ecosystem For Industry 4.0

Sebagai tempat kolaborasi pengembangan implementasi industri 4.0

4. Delivery Center

Sebagai tempat pendampingan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0

5. Engineering and AI Center

Membantu permasalahan industri dengan teknologi rekayasa dan kecerdasan buatan.

Kelima pilar/layanan tersebut saling terkait dan sangat mendukung keberhasilan pengadopsian industri 4.0.

Pada Kamis, 2 Desember 2021 Kementerian Perindustrian resmi meluncurkan PIDI 4.0 dalam acara soft launching PIDI 4.0 di Pusat PIDI Permata Hijau Jl. Raya Kebayoran Lama No. 41 Kebon Jeruk Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Soft launching PIDI 4.0 dilakukan oleh Menteri Perindustrian dan dihadiri oleh Kemenko Perekonomian, Kementerian/Lembaga terkait, pegiat industri dan start up. Dalam acara soft launching digelar juga Start-Up for Industry Award yang merupakan pemberian penghargaan kepada 5 start-up terbaik. Diharapkan dengan adanya Start-Up for Industry Award ini dapat memotivasi pelaku start up untuk memunculkan solusi-solusi terbaiknya dalam hal teknologi dan mengembangkan inclusive economy.

Selain acara soft launching, PIDI 4.0 juga menjadi salah satu tujuan visitasi Sherpa G20 yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2021. Selaras dengan tema Presidensi G20 Indonesia recover together, recover stronger, dalam kesempatan ini, Indonesia berupaya menunjukkan komitmennya dalam mempercepat implementasi Revolusi Industri 4.0. Tiga fokus utama yang akan ditampilkan dalam visitasi Sherpa G20 adalah digitalisasi industri, green industry, dan inclusive economy.

Acara soft launching PIDI 4.0 ini merupakan salah satu dari rangkaian acara Industrial Vocational Week yang diselenggarakan oleh BPSDMI Kemenperin bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, GIZ Jerman dan Kadin Indonesia dan berlangsung pada 1 Desember hingga 7 Desember 2021.

Beberapa kegiatan yang diadakan dalam rangka Industrial Vocational Week selain soft launching PIDI 4.0 dan Visitasi Sherpa G20 di antaranya Showcase Virtual Marketplace Vokasi Industri, Acara Perdana Trilateral antara Indonesia, Jerman, dan Tanzania, serta Penandatanganan MoU antara BPSDMI dengan AOTS Jepang.

Harapannya, melalui soft launching dan visitasi Sherpa G20 menjadi langkah awal dalam perjalanan mewujudkan cita-cita Making Indonesia 4.0 dan sustainable development goals.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Menuju Corporate University

calendar

16 December 21

Segenap pegawai di lingkungan BPSDMI menandatangani komitmen dalam menjalankan Corporate University (CorpU) BPSDMI pada Kamis (9/12). Terkait dengan urgensi Revisi PP Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, maka BPSDMI menjalankan berbagai program Pembangunan SDM Industri dalam RIPIN guna mewujudkan Corporate University BPSDMI.

Pemerintah perlu berperan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Peningkatan produktivitas dan daya saing industri dapat diukur berdasarkan kompetensi/skill. Perlu dilakukan strategi prioritas untuk menghasilkan SDM industri sesuai kebutuhan industri. Terobosan pemanfaatan teknologi dan inovasi dapat menumbuhkan terbentuknya ekosistem inovasi.

CorpU menawarkan kepada SDM kesempatan untuk menambah value pengetahuan dan keterampilan, dan selanjutnya SDM harus memberikan output untuk organisasi melalui inovasi, efisiensi, dan produktivitas. CorpU selain berguna untuk mengembangkan karier SDM juga bertujuan untuk mengembangkan bisnis. CorpU dapat menambah nilai bagi bisnis dalam hal pendapatan dan laba, peningkatan retensi pelanggan, produktivitas karyawan, pengurangan biaya, dan retensi karyawan berbakat (Ilyas, 2017).

Transformasi CorpU BPSDMI Kementerian Perindustrian dilatarbelakangi beberapa hal sebagai berikut:

a. Pengembangan SDM industri belum fokus pada kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.

b. Dalam rangka meningkatkan produktivitas industri, diperlukan proses pengembangan SDM yang lebih aplikatif, relevan/adaptif, mudah diakses, dan berdampak tinggi melalui penerapan Corporate University BPSDMI Kementerian Perindustrian.

c. Skill/kompetensi SDM industri sifatnya masih tersebar dan melekat pada orang, sehingga perlu mekanisme agar skill tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal.

d. Perkembangan teknologi memiliki konsekuensi pada pergeseran metode pelatihan, sehingga diperlukan online system untuk dapat menjawab tantangan tersebut. Selain itu harus mampu dengan cepat menjawab permasalahan dalam industri (just in time).

Baca Selanjutnya

article

Tingkatkan Kualitas SDM, BPSDMI dan BPSDMP Kemenhub Bersinergi

calendar

16 December 21

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan rata-rata kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) industri setiap tahunnya mencapai sebesar 682.000 orang. Sedangkan dengan target pertumbuhan industri di tahun 2022 sebesar 5%, angka tersebut akan semakin meningkat. Di sisi lain, seiring dengan target pertumbuhan industri dan meningkatnya potensi investasi, pemerintah berupaya segera mengakselerasi pemenuhan kebutuhan SDM untuk mendukungnya. “BPSDMI telah melakukan kerjasama melalui MoU dengan beberapa pihak dalam upaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi di bawah koordinasi BPSDMI Kemenperin serta melakukan kolaborasi-kolaborasi yang dibutuhkan agar kebutuhan 682.000  tenaga kerja industri dapat terpenuhi,” imbuhnya.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, penyelenggaraan progam pendidikan dan pelatihan vokasi harus mengacu pada kebutuhuan penggunanya atau demand driven. Selanjutnya, kemitraan antara lembaga pendidikan dan pelatihan dengan industri akan mengurangi mismatch supply dan demand penyediaan SDM Industri.

Kepala BPSDMI juga menambahkan bahwa perguruan tinggi yang dimiliki Kemenperin perlu bersinergi dengan perguruan tinggi di bawah Kemenhub untuk bersama-sama bergotong royong dalam menciptakan lulusan yang memenuhi kebutuhan industri. “Terkait konektivitas, Kemenperin perlu bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Kepala BPSDMI, Plt. Kepala BPSDMP Kemenhub Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc. menyampaikan bahwa perlunya sinergi dan kolaborasi antara Kemenhub dengan Kemenperin untuk memenuhi kebutuhan industry dan meningkatkan efisiensi. “Diharapkan kedepannya agar terwujud kolaborasi antara perguruan tinggi di bawah Kemenperin dengan perguruan tinggi di bawah Kemenhub terkait pelaksanaan Merdeka Belajar,” ungkapnya.

Pada pertemuan tersebut, terdapat rencana kolaborasi antara BPSDMI Kemenperin dengan BPSDMP Kemenhub, ada beberapa unit pendidikan tinggi di lingkungan Kemenperin dan Kemenhub yang memiliki potensi untuk dapat dikerjasamakan. Seperti halnya adalah bidang logistik, kedua kementerian negara tersebut memiliki Politeknik yang mempunyai program studi bidang logistik yang dapat dikerjasamakan serta pada beberapa prodi lainnya.

“Informasi dari kedua belah pihak dapat menjadi bahan bagi penerapan kolaborasi implementasi ke depan serta inovasi-inovasi kerjasama baru kami harapkan dapat muncul dari diskusi ini,” tutup Kepala BPSDMI yang disambut rasa optimisme seluruh peserta rapat yang hadir.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI dan SwissCham Teken Kerja Sama

calendar

01 December 21

SwissCham Indonesia resmi menandatangani Letter of Intent dengan Skills for Competitiveness (S4C) Project dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) pada Kamis (25/11), sekaligus memfasilitasi Penandatanganan MoU antara SwissContact dan 5 (lima) Politeknik Indonesia untuk menghadirkan pengalaman dan pengetahuan untuk pendidikan kejuruan.

Setelah penandatanganan LoI, 5 (lima) perusahaan anggota SwissCham, Buehler, En-dress+Hauser, Givaudan, Indesso Primata dan Sicpa Peruri Securink bergandengan tangan untuk menandatangani MoU dengan tiga Institut Politeknik Nasional Indonesia, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Industri dan Logam Morowali dan Akademi Komunitas Bantaeng.

Head of Human Capital Sectoral Group dan Vice Chairman SwissCham Indonesia, Henry Chia mengatakan, “Pemerintah Swiss dan perusahaan anggota SwissCham Indonesia sangat antusias untuk terlibat dan membantu upaya Pemerintah memperkuat Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET). Kami berharap Swiss dapat terus mendukung agenda nasional Indonesia dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia untuk membantu Indonesia mencapai potensi ekonominya secara penuh.”

Momentum ini merupakan bagian dari MoU Proyek S4C sebelumnya yang ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss pada 26 Januari 2018 di Davos, yang menandai komitmen Pemerintah Swiss untuk memberikan bantuan teknis senilai Rp 110 miliar dari 2018 hingga 2026.

Dengan sejarah dan pengalaman jangka panjang mereka dalam pendidikan kejuruan ganda, perusahaan Swiss berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pendidikan kejuruan Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan dalam sambutannya mengatakan, untuk mengembangkan sumber daya manusia bangsa, Indonesia memerlukan reformasi besar pada lembaga pendidikan dan vokasinya.

“Peningkatan kualitas dan relevansi lulusan SMK untuk memenuhi kebutuhan sektor swasta baik dari tingkat SMK dan Politeknik akan menjadi faktor keberhasilan penting dalam meningkatkan daya saing global, mengurangi ketidaksesuaian keterampilan dan pengangguran kaum muda serta berkontribusi pada perekonomian Indonesia yang kompetitif,” tambahnya.

Swiss dikenal dengan sistem pendidikan kejuruannya yang kuat yang berangkat dari tradisi keunggulan operasional, maka bekerja sama dengan sektor swasta untuk berkontribusi dalam pengembangan tenaga kerja yang kompeten telah menjadi salah satu kualitas utama yang berkontribusi pada ekonomi Swiss.

Hingga saat ini, Swiss mempertahankan sistem Pelatihan Pendidikan Kejuruan (VET) ganda yang digerakkan oleh industri yang kuat.

“Kami belajar dari yang terbaik dan kami menghargai Swiss kembali dan membagikan keahliannya kepada kami,” lanjutnya.

Program Skills for Competitiveness (S4C) merupakan Kemitraan Pemerintah Swasta (PPP) Swiss-Indonesia dengan Pemerintah Indonesia yang mendirikan 5 (lima) politeknik di bawah bantuan teknis Pemerintah Swiss.

Program ini dibangun dengan memperkuat 5 Politeknik terpilih dalam hal Komponen Pengembangan Sekolah yang beroperasi di 3 (tiga) sektor ekonomi yang berbeda (logam, furnitur, kayu, pengolahan makanan) dan Komponen Pengembangan Sistem secara keseluruhan.

Fokus program ini adalah pembentukan sistem dan proses manajemen yang sangat baik dan pengembangan pendekatan pelatihan yang berorientasi pada sistem VET ganda, termasuk penguatan kapasitas manajemen sekolah dengan fokus pada hubungan industrial, mendukung pengembangan pengajaran 'pabrik' di Politeknik, pengembangan pendekatan pengajaran pada pelatihan ganda dan peningkatan dan penguatan kapasitas mengajar.

Sebagai hasil dari program tersebut, Politeknik Morowali, Politeknik Kendal, dan Akademi Komunitas Bantaeng mendapat akreditasi “baik” dari Badan Akreditasi Nasional, sedangkan Bakery Teaching Factory Politeknik Jember mendapat akreditasi B dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Selain itu, 14 dosen industri Politeknik Kendal telah diusulkan untuk sertifikasi Recognition of Prior Learning (RPL) dan dipilih enam mahasiswa IT Politeknik Jember untuk mengikuti magang selama 12 bulan di Indomarco group Jakarta.

Sejak tahun 1970-an, Swiss telah bekerja sama dengan Indonesia dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerjanya. Hal ini telah menghasilkan pengakuan positif oleh mitra Pemerintah dan masyarakat.

Beberapa lembaga kunci yang didukung termasuk National Hotel Institute (NHI Bandung) yang sekarang dikenal sebagai STP Bandung, Politeknik Mekanik Swiss (PMS Bandung), yang sekarang dikenal sebagai POLMAN Bandung; Pusat Pengembangan Politeknik (PEDC di Bandung); Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan (VEDC Malang) dan Pusat Pelatihan Guru untuk Pengetahuan Mata Pelajaran (SMK); serta Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Solo, yang sebagian didukung oleh Pemerintah Swiss.

Sementara itu, ada berbagai peluang kolaborasi yang bisa dijajaki dari perspektif sektor swasta yang termasuk membangun atau memperluas program pelatihan keterampilan internal perusahaan, bermitra dengan lembaga pelatihan (Politeknik dan/atau SMK), bersama dengan program Link and Match untuk melakukan program pelatihan serupa. Salah satu program unggulannya adalah memberikan kesempatan pelatihan kerja bagi guru/instruktur dan siswa untuk mendapatkan pengalaman wawasan praktik serta menugaskan para profesional dari perusahaan untuk menjadi dosen tamu sambil terlibat dalam proses pengembangan kurikulum.

Tahun 2021 jelas menjadi waktu yang menyenangkan bagi Swiss dan Indonesia. Baru-baru ini merayakan ulang tahun ke-70 hubungan diplomatik, kedua negara memperkuat hubungan mereka sebagai mitra untuk pertumbuhan, ditandai dengan diplomasi yang lebih kuat, awal yang telah lama ditunggu-tunggu dari Perjanjian Ekonomi Komprehensif EFTA-Indonesia dan perdagangan bilateral yang lebih tinggi dari sebelumnya.

“SwissCham dan perusahaan anggotanya berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusianya dan mencapai keunggulan operasional di industri. Dengan lebih banyak engagement, kita bisa membawa pengalaman dan pengetahuan pada pendidikan vokasi dan memperkuat daya saing perekonomian Indonesia,” tutup Henry.

Referensi : 

https://ekonomi.bisnis.com/read/20211125/257/1470343/kemenperin-gandeng-kamar-dagang-swiss-tingkatkan-sdm-industri

https://eduwara.com/read/kamar-dagang-swiss-indonesia-gabung-konsorsium-penguatan-pendidikan-vokasi

Baca Selanjutnya

article

Wisuda Politeknik/Akom Kemenperin Tahun 2021

calendar

16 November 21

10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas (Akom) di lingkungan Kementerian Perindustrian menyelenggarakan wisuda atau pelantikan mahasiswa.

Pelantikan tersebut dilaksanakan oleh masing-masing kampus dari bulan November hingga Desember 2021. Berikut jadwal lengkapnya:

Politeknik Industri Logam Morowali, 6 November
Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan, 16 November
Politeknik ATI Padang, 18, 22, dan 25 November
Politeknik AKA Bogor, 20 November
AK-Tekstil Solo, 24 November
Politeknik Industri Furnitur Kendal, 25 November
Politeknik STMI Jakarta, 30 November
Politeknik APP Jakarta, 1 Desember
Politeknik STTT Bandung, 4 Desember
AK-Manufaktur Bantaeng, 14 Desember
Politeknik ATI Makassar, 15 Desember
Politeknik ATK Yogyakarta, 18 Desember

BPSDMI mengucapkan selamat bagi mahasiswa yang telah dan akan diwisuda. Semoga dapat berprestasi dan berperan dalam industri nasional sebagai #insanindustriunggul.

Baca Selanjutnya

article

Wisuda SMK-SMTI/SMAK Kemenperin Tahun 2021

calendar

16 November 21

SMK-SMTI/SMAK di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian tengah melaksanakan wisuda atau pelantikan lulusan siswa. Total terdapat 9 SMK-SMTI/SMAK Kemenperin yang menerapkan pendidikan vokasi industri.

Wisuda tersebut dilaksanakan di masing-masing sekolah mulai dari akhir Oktober hingga Desember 2021.

Berikut jadwal lengkapnya:
SMK-SMTI Pontianak, 30 Oktober
SMK-SMTI Banda Aceh, 11 November
SMK-SMAK Padang, 13 November
SMK-SMTI Padang, 14 November
SMK-SMAK Makassar, 15 November
SMK-SMTI Bandar Lampung, 17 November
SMK-SMTI Yogyakarta, 23 November
SMK-SMAK Bogor, 27 November
SMK-SMTI Makassar, 2 Desember

Selamat bagi siswa dan siswi yang telah dilantik. Semoga dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan industri nasional!

Baca Selanjutnya

article

9 Kepala Sekolah SMK-SMTI/SMAK Resmi Dilantik

calendar

11 November 21

Sembilan Kepala Sekolah SMK-SMTI/SMAK di lingkungan Kementerian Perindustrian telah resmi dilantik pada Senin, 8 November 2021. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Ruang Garuda BPSDMI, Jakarta.

Kepala Sekolah dilantik oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian, Bapak Dody Widodo. Pelantikan juga dihadiri Kepala BPSDMI Bapak Arus Gunawan, Para Pejabat Eselon 2 BPSDMI beserta jajaran Pejabat lainnya.Semoga Bapak/Ibu dapat terus memajukan SMK Vokasi Industri.

Berikut daftar nama kepala sekolah yang telah dilantik.

  1. Junaidi, S.Kom., M.Si - SMK-SMTI Banda Aceh
  2. Sylvi, S.T. M.Si - SMK-SMTI Padang
  3. Drs. Nasir - SMK-SMAK Padang
  4. Dwika Riandari, M.Si. - SMK-SMAK Bogor
  5. Farid Hardiana, S.E., M.Ak - SMK-SMTI Bandar Lampung
  6. Raden Rara Ening Kaekasiwi, ST, MP - SMK-SMTI Yogyakarta
  7. Marwandi, M.Pd - SMK-SMTI Pontianak
  8. Basri Nur, S.Pd. M.Pd - SMK-SMTI Makassar
  9. Drs. Bakhtiar, M.Si. - SMK-SMAK Makassar

Selamat bagi Kepala Sekolah SMK-SMTI/SMAK Kemenperin yang telah dilantik. Semoga dapat amanah dalam mengemban tugasnya dan semakin memajukan unit pendidikan Kemenperin!

Baca Selanjutnya

article

Pembukaan Diklat 3 in 1 Pengelasan di Bintan

calendar

25 October 21

Halo #sobatindustri, adakah yang sudah pernah atau ingin mengunjungi Bintan, Kepulauan Riau? Selain terkenal sebagai destinasi wisata, Bintan juga tengah meningkatkan industrinya.

Salah satunya melalui Diklat 3 in 1 Pengelasan yang diadakan di daerah ini. Pelatihan diadakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian melalui Pusdiklat SDM Industri bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE).

Pelatihan dibuka pada Selasa (19/10) di Bintan Industrial Estate. Peresmian kerja sama dihadiri oleh Bapak Aditya Laksamana (General Manager PT BIIE), Bapak Ansar Ahmad (Gubernur Kepri), serta Bapak Arief Fadillah (Koor. Pelatihan Vokasi Pusdiklat SDMI). Sambutan dari Kepala BPSDMI Bapak Arus Gunawan diwakilkan oleh Bapak Arief Fadillah.

Harapannya, SDM industri bidang pengelasan di Bintan akan semakin berkualitas dan kompeten.

Baca Selanjutnya

article

Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Raih Emas PON XX Papua 2021

calendar

21 October 21

Salah satu mahasiswa Politeknik STMI Jakarta bernama Taufan Abdillah Jabbar yang tergabung dalam Tim Bola Tangan Putra DKI Jakarta meraih medali emas di PON XX Papua 2021 cabang olahraga bola tangan.

Medali emas tersebut diraih setelah berhasil mengalahkan Tim Bola Tangan Putra Jawa Barat dalam laga final PON XX Papua 2021 pada Kamis (14/10) lalu dengan skor 35-34.

Taufan yang menjadi salah satu punggawa Tim Bola Tangan Putra DKI Jakarta merupakan mahasiswa program studi Administrasi Bisnis Otomotif Politeknik STMI Jakarta.

Politeknik STMI Jakarta merupakan salah satu unit pendidikan Kementerian Perindustrian yang terletak di Kota Jakarta Pusat dan memiliki 5 program studi pendidikan vokasi, yakni Program Studi Teknik Industri Otomotif (TIO), Sistem Informasi Industri Otomotif (SIIO), Teknik Kimia Polimer (TKP), Administrasi Bisnis Otomotif (ABO), dan Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO).

Sejak tahun 2017, Taufan mulai menekuni olahraga bola tangan dan terus bekerja keras untuk mengikuti kegiatan perkuliahan serta menjalani latihan olahraga bola tangan dengan seimbang. Meskipun harus menghadapi masa pandemi, mahasiswa sekaligus atlet berusia 22 tahun ini tetap bekerja keras dan semangat menjalani rutinitasnya itu.

Hasil kerja kerasnya kini terbayar setelah berhasil membawa Tim Bola Tangan Putra DKI Jakarta untuk meraih medali emas pada salah satu ajang olahraga besar tingkat nasional, PON XX Papua 2021.

Tidak hanya itu, Taufan juga dikabarkan telah lulus dengan IPK 3,66 dan akan diwisuda pada tanggal 30 November 2021 dengan predikat Cum Laude.

Kedua torehan prestasi tersebut tentu menjadi pencapaian dan kebanggaan tersendiri bagi atlet perwakilan DKI Jakarta pada cabang olahraga bola tangan ini.

“Semua berkat doa orang tua,” ucap Taufan sembari memegang medali emasnya.

PON XX Papua 2021 atau Pekan Olahraga Nasional XX Papua 2021 adalah ajang olahraga nasional tahunan ke-20 yang diselenggarakan di Papua pada 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021.

Lokasi utama penyelenggaraan PON XX Papua 2021 ini bertempat di Stadion Lukas Enembe, stadion yang terletak di Kabupaten Jayapura dengan kapasitas 40.000 orang dan menjadi salah satu stadion dengan kapasitas terbesar di Pasifik.

Pada PON XX Papua 2021, terdapat 56 cabang olahraga yang dilombakan dengan total sebanyak 7.039 atlet yang berpartisipasi.

Berita ini dipublikasikan di laman SIVA BPSDMI Kemenperin

Baca Selanjutnya

article

Satker BPSDMI Latih Wirausahawan Muda di Bidang Otomotif

calendar

19 October 21

Politeknik STMI Jakarta bekerja sama dengan Direktorat Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut (Dit IKM LMEA) dan Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta melakukan Pelatihan Kewirausahaan untuk menumbuhkan wirausahawan baru di Industri Otomotif. Diharapkan, melalui kerjasama ini dapat meningkatkan sinergitas program yang dijalankan oleh Politeknik STMI Jakarta, BPSDMI, Dit IKM LMEA, BDI Jakarta.

Pada hari ini Senin (18/10), Pembukaan Pelatihan Kewirausahaan dilakukan luring di Ruang Aula Lantai 7 Politeknik STMI Jakarta maupun daring menggunakan aplikasi zoom. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPSDMI Arus Gunawan, Kepala BDI Jakarta Hendro Kuswanto, Direktur Politeknik STMI Jakarta Mustofa, Direktur IKM LMEA Dini Hanggandari, Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) Made Dana Tangkas, Ketua erkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Rosalina, Pejabat di lingkungan BPSDMI, Dit IKM LMEA, BDI Jakarta dan 20 (dua puluh) tenan peserta pelatihan.

Dalam arahan dan pembukaan dari Kepala BPSDMI menyampaikan kegiatan Pelatihan Kewirausahaan merupakan kegiatan yang mulia dan bukan kegiatan yang mudah sehingga diharapkan dengan kerjasama dari ketiga pihak dapat menumbuhkan wirausahwan baru di Industri otomotif.

Pelatihan Kewirausahaan ini dilaksanakan dibawah Unit Inkubator Bisnis Politeknik STMI Jakarta yang bertujuan agar peserta dapat menjadi wirausaha di industri otomotif atau industri pendukungnya. Sehingga mereka juga akan berkontribusi secara langsung dalam menumbuhkan ekonomi bangsa. Keberadaan wirausaha di negara Indonesia sangat dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar. Tantangan Indonesia memiliki wirausaha industri kecil menengah (IKM) tier 2 dan 3 yang masih berjumlah seribuan masih tertinggal dari Thailand memiliki 2.500an, kata Presiden IOI. Dengan adanya pelatihan kewirausahaan diharapkan bisa meningkatkan jumlah pelaku wirausaha IKM Komponen Otomotif. Dapat disampaikan kegiatan yang dilakukan Inkubator bisnis dalam mendorong tenant untuk menjadi wirausaha dalam industri yang terkait dengan otomotif meliputi (1) Kewirausahaan; (2) Pelatihan tekhnis; (3) Bimbingan dan pendampingan kepada tenan berbagai aspek bisnis, seperti legalitas, tekhnologi,aspek manajemen, keuangan serta akan melaksanan temu usaha untuk mengantarkan mereka menjadi seorang pengusaha.

Ketua Inkubator Bisnis, Dr Busharmaidi mengatakan dari hasil rekrutmen tenant wirausahawan, hari ini sudah terpilih 20 orang sebagai tenan Inkubator Bisnis merupakan para lulusan Polteknik STMI Jakarta untuk menjadi seorang wirausaha. Tenant siap untuk melaksanakan kegiatan pertama yaitu mengikuti pelatihan Kewirausahaan selama 14 hari di BDI Jakarta. Pelatihan yang terdiri dari 9 Modul ini akan dilaksanakan secara penuh dengan luring selama 14 hari efektif di BDI Jakarta tentu menerapkan protokol kesehatan ketat, dimana peserta akan diinapkan di BDI Jakarta.

Pelatihan Kewirausahaan ini dibiayai oleh BDI Jakarta, kurikulum pelatihan disusun bersama antara Polteknik STMI Jakarta, Dit IKM ILMEA dan BDI Jakarta menggunakan SKKNI Wirausaha Industri sesuai dengan SK Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Penetapan Kompetensi Kerja Nasiona Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Profesional Ilmiah Dan Teknis Kewirausahaan Industr, dan dalam pelaksanaan pelatihan ini mengkombinasikan dengan model pelatihan yang sudah lama dikembangkan Kementerian Perindustrian yaitu CEFE (Creation of Enterprice and Formation of Enterpreneurs).

Berita ini merupakan rilis pres resmi dari Politeknik STMI Jakarta

Baca Selanjutnya

article

Deputi Kemenko PMK dan Kepala BPSDMI Kunjungi Politeknik ATK Yogyakarta

calendar

14 October 21

Pada Senin, 04 Oktober 2021, Politeknik ATK kedatangan tamu dari Kemenko PMK yaitu Bapak Prof. Agus Sartono, selaku Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, dan Bapak Asril selaku Asisten Deputi Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Tinggi.

Agenda kunjungan ini yaitu dalam rangka meninjau proses praktikum dan peralatan yang dimiliki oleh Politeknik ATK Yogyakarta. Kunjungan ini juga didampingi oleh oleh kepala BPSDMI – Ir. Arus Gunawan, Sekretaris BPSDMI – Drs. Yedi Sabariyadi, Tenaga Ahli Pendidikan Vokasi – Mujiono, MM., Kepala Pusdiklat Industri – Tirta Wisnu Permana, ST.,MAB., dan Ir. Restu Yuni Widiyawati, MA – Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri.

Berita ini telah dipublikasikan di laman atk.ac.id

Baca Selanjutnya

article

Unit Pendidikan Kemenperin Raih Nilai Rata-rata UTBK Tertinggi

calendar

07 October 21

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengumumkan TOP 10 SMK dengan nilai rata-rata UTBK tertinggi di tahun 2021.
10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipilih dari 64 SMK yang masuk TOP 1000 sekolah dengan nilai rata-rata UTBK tertinggi.
Hal tersebut diumumkan LTMPT di kanal Youtube resminya, LTMPT OFFICIAL pada 1 Oktober 2021.


Dari hasil yang diberikan, SMK SMAK Bogor menduduki urutan 1 TOP 10 SMK dengan nilai UTBK tertinggi. SMK SMAK Bogor adalah satu-satunya SMK dari provinsi Jawa Barat yang masuk TOP 10 SMK. Di posisi kedua, terdapat SMK SMTI Yogyakarta. Keduanya merupakan unit pendidikan di naungan Kementerian Perindustrian.

Selain SMK SMAK Bogor dari provinsi Jawa Barat, ada juga 9 SMK lainnya yang berasal dari pulau Jawa. TOP 10 SMK yang berasal dari pulau Jawa, tersebar di 4 provinsi yakni Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.
Berikut TOP 10 SMK dengan nilai rata-rata UTBK tertinggi menurut LTMPT.

  1. SMA-SMAK Bogor - Jawa Barat
  2. SMK SMTI - DI Yogyakarta
  3. SMKN 2 Depok - DI Yogyakarta
  4. SMKN 1 Wonosari - DI Yogyakarta
  5. SMK Negeri 1 Temanggung - Jawa Tengah
  6. SMK Negeri 7 Semarang - Jawa Tengah
  7. SMKN 1 Karanganyar - Jawa Tengah
  8. SMK Negeri 1 Pengasih - DI Yogyakarta
  9. SMK Negeri 2 Temanggung - Jawa Tengah
  10. SMKN 48 Jakarta - DKI Jakarta

Dengan tingginya nilai rata-rata UTBK di sekolah Kemenperin, hal ini membuktikan bahwa siswa SMK-SMAK dan SMK-SMTI Kemenperin dapat berprestasi di bidang akademik!

Baca Selanjutnya

article

Sinergi Kemenperin-Jerman-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi Industri Indonesia

calendar

27 September 21

Menyediakan SDM Industri yang sesuai dengan kebutuhan industri merupakan salah satu tugas utama Kementerian Perindustrian dalam rangka mendorong perekonomian nasional.

Dalam menjalankan tugasnya, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan vokasi industri pada unit pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin.

Kemenperin juga menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai pihak dari dalam dan luar negeri untuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi industri, seperti Pemerintah Jerman dan Swiss.

Pada Senin, 27 September 2021, Kemenperin resmi membuka Pelatihan Master Trainer untuk Pelatih Tempat Kerja di Indonesia sebagai salah satu program kerja sama dengan Pemerintah Jerman dan Swiss.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bukti nyata yang dilakukan Kemenperin dengan negara yang selama ini menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi, yakni Jerman dan Swiss.

“Tujuan utama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi Kemenperin yang didukung dua negara ini yaitu menyediakan SDM Industri yang sesuai dengan kebutuhan industri untuk mendukung pemerataan pertumbuhan industri di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Agus.

Selain itu, Pelatihan Master Trainer ini juga merupakan implementasi dari program unggulan Kemenperin, yakni Link and Match dengan industri sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi para pelatih di tempat kerja yang memiliki peran sangat dominan dalam membimbing para peserta Praktik Kerja guna mencapai kompetensi agar siap kerja.

“Para Pelatih Tempat Kerja ini terbukti juga menjadi motor bagi perusahaannya untuk mengajukan insentif Super Tax Deduction. Oleh karena itu, penyediaan Pelatih Tempat Kerja menjadi salah satu kunci suksesnya implementasi pendidikan dual system di Indonesia,” tambah Agus.

Kerja sama Kemenperin dengan Pemerintah Jerman terkait TVET (Technical Vocational Education and Training) diketahui telah dimulai sejak tahun 2001 dan telah membangun serta menguatkan unit pendidikan dan pelatihan Kemenperin hingga saat ini menjadi role model yang menghasilkan lulusan kompeten dan siap kerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor industri sebanyak 682.000 orang setiap tahunnya.

Sementara itu, Kemenperin juga sudah lama berkolaborasi dengan Pemerintah Swiss dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan kejuruan sistem ganda yang diterapkan pada 9 SMK dan 12 Unit Pendidikan Tinggi Kemenperin.

Kedutaan Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein menyambut baik program Pelatihan Master Trainer ini sebagai program strategis guna menghasilkan SDM berkualitas dan siap memasuki pasar kerja.

“KBRI Bern mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keterampilan professional melalui pendidikan vokasi untuk mengurangi tingkat pengangguran sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia,” ungkap Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Dharmansyah Hadad.

Menurutnya, Swiss menjadi salah satu negara yang sudah lama mendukung pendidikan vokasi di Indonesia, dan hubungan Indonesia-Swiss telah semakin meningkat, tidak hanya antar pemerintah tetapi juga antar pebisnis, dan people-to-people.

“Saat ini, Indonesia dan Swiss juga dalam proses rencana penandatanganan Young Professional Agreement dengan Swiss yang diharapkan dalam waktu dekat akan ditandatangani oleh Indonesia dan Swiss sehingga mulai entry into force pada November 2021,” tambahnya.

Kedutaan Besar RI untuk Jerman memberikan dukungannya terhadap kegiatan Pelatihan Master Trainer ini sebagai salah satu upaya dalam mengimplementasikan pendidikan sistem ganda pada sekolah vokasi di Indonesia yang selama ini telah diterapkan di Jerman dengan sangat baik.

Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno berpendapat bahwa salah satu kekuatan perekonomian Jerman selama ini terletak pada industri/usaha ukuran kecil dan menengah yang kuat dengan ditopang ketersediaan tenaga kerja terampil dalam jumlah dan kualitas yang cukup merata dan terstandardisasi di seluruh Jerman.

“Ratusan MoU tiap tahun ditandatangani antara sekolah dan industri di Jerman karena Industri anggap keterlibatan dalam kegiatan vokasi adalah investasi,” tegas Arif Havas.

Saat ini, Kemenperin telah melaksanakan Pelatihan Pelatih Tempat Kerja Internasional untuk Kualifikasi Dasar yang diikuti oleh sebanyak 151 orang dan Master Trainer sebanyak 32 orang.

Harapannya, melalui Pelatihan Master Trainer ini, Kemenperin dapat terus menghasilkan lebih banyak pelatih tempat kerja kompeten di industri dan ke depannya, dapat terus menjalin kerja sama yang baik serta berkolaborasi dengan Pemerintah Jerman dan Swiss dalam memajukan pendidikan vokasi Indonesia.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Kembangkan Portal Perpustakaan Digital

calendar

27 September 21

Di masa pandemi ini, kehadiran layanan pemerintah yang diselenggarakan secara luring menjadi kurang optimal. Pegawai pemerintah pun menerapkan Work From Home (WFH) secara bergantian untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 yang belum usai. Begitu pula di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).

Untuk memudahkan layanan, BPSDMI menerapkan layanan secara daring. Salah satunya adalah pengembangan portal perpustakaan digital. Layanan tersebut dapat diakses di website.kemenperin.go.id dan klik Media -> Perpustakaan, atau langsung melalui alamat library.ct-bpsdmi.com.

Layanan perpustakaan digital di antaranya adalah pengecekan ketersediaan buku fisik di Perpustakaan BPSDMI, e-book yang bisa diunduh secara gratis, artikel informasi terkini, dan lain-lain.

Untuk koleksi buku di Perpustakaan Digital tersebut pun beragam. Mulai dari buku seputar industri, teknologi, kewirausahaan, bahasa asing, novel, dan lain-lain.

Mari membaca dan kunjungi Perpustakaan Digital BPSDMI!

Baca Selanjutnya

article

Vaksinasi Poltek STTT Bandung, Bakti Tekstil untuk Negeri

calendar

23 September 21

Politeknik STTT Bandung dalam usianya menuju 100th, terus menunjukkan peran dan tanggungjawab yang besar terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri di bidang tekstil. Sejalan dengan hal tersebut, selain melalui pendidikan dan penelitian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai perwujudan dari tridarma perguruan tinggi juga terus dilakukan oleh Politeknik STTT Bandung. Masih dalam rangka menyongsong 100th Pendidikan Tekstil Indonesia, pada tanggal 18-19 September 2021 Politeknik STTT Bandung melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa program Vaksinasi Covid-19 bekerja sama dengan Kesehatan Daerah Militer (Kesdam) III/Siliwangi. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna Politeknik STTT Bandung, jl. Jakarta no. 31 Bandung.

Program vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan Politeknik STTT Bandung terhadap Pemerintah dalam rangka menyukseskan program vaksinasi warga negara Indonesia. Pemerintah Indonesia dan negara-negara di dunia terus berupaya mengembangkan, dan menghadirkan vaksin covid-19 serta merencanakan pelaksanaan vaksinasi untuk melindungi setiap warganya. Dengan dilaksanakannya program ini diharapkan dapat memperluas jangkauan vaksinasi ke berbagai lapisan masyarakat. Jika semakin banyak orang di masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi, maka dapat mengurangi penyebaran, memutus rantai penularan, dan menghentikan wabah, sehingga terbentuk kekebalan kelompok.

Selain itu, kegiatan vaksinasi ini juga merupakan salah satu langkah terstruktur yang dilakukan Politeknik STTT Bandung dalam rangka mempersiapkan perkuliahan tatap muka yang belum akan secara terburu-buru dilaksanakan, hal ini dikarenakan terdapat banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan disiapkan secara matang, sehingga dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi.  Direktur Politeknik STTT Bandung, Tina Martina menyampaikan bahwa pada program vaksinasi ini terdapat 2.000 dosis vaksin jenis Sinovac dengan sasaran utama vaksinasi adalah Pegawai Politeknik STTT bandung beserta kerabat, mahasiswa Politeknik STTT Bandung, serta warga sekitar kampus Politeknik STTT Bandung, setelah itu prioritas berikutnya adalah warga masyarakat umum lainnya. Dalam kesempatannya, Tina Martina juga menghimbau kepada pihak yang sudah menerima vaksin ataupun yang belum menerima vaksin untuk tetap terus bersama-sama menerapkan protokol kesehatan. Hal ini bertujuan untuk menurunkan resiko penyebaran dan penularan Covid-19 terutama di lingkungan Politeknik STTT Bandung. Melihat antusiasme dan banyaknya peserta vaksinasi, serta mempertimbangkan beberapa hal, kegiatan yang sejatinya hanya akan dilaksanakan 1 hari ini kemudian dilaksanakan selama 2 hari yakni sabtu, 18/09/2021 dan minggu, 19/09/2021.

Dalam pelaksanaannya, Politeknik STTT Bandung bekerja sama dengan Kesdam III/Siliwangi menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Peserta wajib menggunakan masker medis serta dalam keadaan sehat. Untuk menghindari kerumunan, peserta vaksinasi diminta untuk datang sesuai dengan waktu yang ditentukan serta menyiapkan kartu kendali vaksin sebelum memasuki area vaksinasi. Sejumlah persyaratan terkait kondisi kesehatan peserta vaksinasi juga diperhatikan sebelum menerima vaksin untuk menghindari efek samping, diantaranya penderita penyakit jantung, penderita penyakit paru (asma, tuberkulosis), penderita penyakit ginjal, penderita HIV, penderita reumatik autoimun, ibu hamil dan menyusui, pernah terkonfirmasi positif covid-19, serta penderita gejala ISPA (batuk, pilek, sesak napas) dalam tujuh hari terakhir sebelum vaksinasi.

Di tengah masa pandemi covid-19, kesadaran dan antusiasme masyarakat terhadap program vaksinasi ini sangat tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya pendaftar vaksinasi melalui form pendaftaran yang disebarkan melalui media sosial. Lebih dari 1.000 kuota pendaftar langsung terpenuhi hanya dalam waktu 1 hari. Pendaftar program vaksin ini juga tersebar dari berbagai daerah di wilayah kota bandung dan sekitarnya. Meskipun jumlah tersebut masih jauh dari perbandingan total masyarakat di Indonesia, namun diharapkan nantinya akan semakin banyak masyarakat yang dapat dijangkau untuk mendapatkan program vaksinasi covid-19.

Program vaksinasi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menyentuh masyarakat dan memberikan dampak yang lebih luas, yang tentunya juga semakin menunjukkan bakti Politeknik STTT Bandung terhadap Indonesia yang dapat dirasakan berbagai lapisan masyarakat. Tina Martina juga menambahkan dalam pemarapannya “Ini adalah bentuk bakti kami, bakti tekstil terhadap negeri dengan memperkuat imun bangsa untuk melawan pandemi, demi Indonesia yang semakin kuat, dan maju”.

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Teken MoU dengan Pemkot Surakarta

calendar

23 September 21

Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) karena merupakan sektor yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai perkembangan teknologi saat ini.

Guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil tersebut, langkah yang ditempuh oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), di antaranya adalah menyelenggarakan pendidikan vokasi industri. Kegiatan ini memerlukan kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain perusahaan industri dan pemerintah daerah.

“Misalnya, dalam memasok SDM kompeten untuk industri TPT di Jawa Tengah, kami menggelar acara Temu Industri di Kota Surakarta dengan mengundang berbagai perusahaan industri serta Pemerintah Kota Surakarta yang telah menjalin kerja sama dalam pengembangan pendidikan vokasi industri yang diinisiasi Kemenperin,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan di Surakarta, Kamis (16/9).

Kepala BPSDMI menjelaskan, acara Temu Industri tersebut merupakan langkah untuk mewujudkan pendidikan vokasi yang selalu adaptif dengan kebutuhan industri. “Melalui acara ini, unit pendidikan senantiasa bertemu dan berkomunikasi dengan mitra industrinya untuk melakukan evaluasi dan pengembangan penyelenggaraan pendidikan agar senantiasa sejalan dengan perkembangan di industri,” paparnya.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Iken Retnowulan menyampaikan bahwa Temu Industri ini bertujuan untuk membangun kerja sama dan kolaborasi antara Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah, industri TPT, dan Pemkot Surakarta dalam menyelenggarakan pendidikan sistem ganda bidang TPT.

“Kami mengumpulkan masukan/usulan dari asosiasi, dunia industri tekstil dan Pemerintah Kota Surakarta yang nantinya digunakan sebagai rencana aksi bagi AK-Tekstil Solo terkait pengembangan Akademi Komunitas Industri,” ungkapnya.

Selain itu, Iken menyampaikan bahwa Temu Industri dilaksanakan untuk membangun harmonisasi antara kebutuhan dunia industri dengan implementasi kebijakan pendidikan vokasi industri dalam memajukan industri TPT melalui penyediaan SDM yang kompeten.

Dalam acara tersebut, BPSDMI juga secara resmi memperpanjang kerja sama dengan Pemkot Surakarta terkait Sinergi Pengembangan Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta melalui penandatanganan Nota Kesepakatan antara kedua belah pihak.

Arus mengatakan perpanjangan kerja sama dengan Pemkot Surakarta ini bertujuan untuk mengembangkan AK-Tekstil Solo sehingga dapat menghasilkan SDM industri yang berkualitas dan kompeten, khususnya di sektor industri TPT dan menguatkan pertumbuhan industri TPT sebagai kontributor utama perekonomian nasional.

Berdasarkan catatan Kemenperin, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang tahun 2020 mencapai USD7,04 miliar. Dalam hal ini, sektor industri tekstil mampu memberikan kontribusi sebesar 6,76 persen pada PDB industri pengolahan nonmigas di tahun 2020 lalu.

AK-Tekstil Solo merupakan salah satu unit pendidikan Kemenperin yang didirikan tahun 2015 sebagai hasil kerja sama antara Kemenperin dengan Solo Technopark milik Pemkot Surakarta beserta Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri TPT di Kota Surakarta dan sekitarnya.

AK-Tekstil Solo menyelenggarakan program pendidikan setara Diploma II dan terdiri dari 3 program studi, yakni Teknik Pembuatan Benang, Teknik Pembuatan Kain Tenun, dan Teknik Pembuatan Garmen yang lulusannya langsung ditempatkan bekerja di industri TPT Surakarta dan sekitarnya.

Dalam menyelenggarakan pendidikan tersebut, AK-Tekstil Solo juga berkolaborasi dengan unit pendidikan vokasi Kemenperin lainnya, yaitu Politeknik STTT Bandung serta pelaku usaha dan industri TPT sebagai perwujudan dari program unggulan BPSDMI, yaitu Link and Match yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan di kampus dengan di industri sehingga meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan industri dan siap bekerja langsung di industri.

Mulai Tahun 2017 sampai dengan 2020, AK-Tekstil Solo telah meluluskan dan menempatkan bekerja sebanyak 727 orang. Sedangkan, pada tahun 2021 ini, akan meluluskan 231 orang untuk langsung di tempatkan bekerja di 22 industri TPT.

Ke depannya, AK-Tekstil akan terus mengimplementasikan kurikulum Industri 4.0 pada semua prodi karena industri TPT saat ini merupakan salah satu industri prioritas dalam program Making Indonesia 4.0. “Kami berharap dengan sinergi ini, akan melahirkan SDM industri tekstil yang kompeten dan mampu mendorong indsutri tekstil berdaya saing global,” tambah Arus sekaligus menutup sambutannya pada acara Temu Industri dan Penandatanganan Nota Kesepakatan antara BPSDMI dengan Pemkot Surakarta.

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

https://www.youtube.com/watch?v=OebwZehjNmY
https://www.instagram.com/p/CT4H18SJB2v/?utm_medium=share_sheet

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Selenggarakan Apel Pagi Kemenperin

calendar

06 September 21

Pada Selasa, 6 September 2021, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) berkesempatan untuk menyelenggarakan Apel Pagi Kementerian Perindustrian yang dilaksanakan secara daring (online). Bapak Arus Gunawan selaku Kepala BPSDMI menjadi Pembina Acara.

Dalam Apel Pagi tersebut, Bapak Arus Gunawan menyampaikan bahwa sektor industri merupakan sektor utama penggerak ekonomi nasional. Hal tersebut dikarenakan kontribusi sektor industri terhadap PDB dan juga berkontribusi besar terhadap pembentukan daya saing nasional.

Dalam menghidupkan sektor industri nasional, dibutuhkan SDM yang kompeten. BPSDMI berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan program vokasi industri di unit pendidikan Kemenperin yang menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, sehingga setelah belajar di unit pendidikan Kemenperin, lulusan sudah kompeten dan siap diserap oleh industri. Tercatat, sektor industri masih membutuhkan lebih dari 600.000 tenaga kerja industri per tahun, khususnya tingkat supervisor dan operator.

BPSDMI sendiri menaungi 9 SMK-SMTI/SMAK, 12 Politeknik/Akademi Komunitas, dan 7 Balai Diklat Industri untuk mencetak SDM industri yang andal.

Diharapkan, melalui kegiatan Apel Pagi, pegawai Kementerian Perindustrian dapat meningkatkan nilai nasionalisme serta kedisiplinan, serta dapat terus mendapatkan wawasan terkait program-program Kementerian Perindustrian.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Gandeng BLSDM Kominfo Siapkan SDM Industri Bidang Digital

calendar

01 September 21

Indonesia saat ini mempunyai PDB sebesar 3.969,1 Trilyun rupiah yang merupakan tertinggi ke-16 di dunia dan masuk menjadi anggota G-20 selama 13 tahun. Dari PDB tersebut, sektor industri merupakan penggerak utama perekonomian nasional.

Peranan penting sektor industri pada PDB nasional ditunjukkan dengan kontribusi sektor industri pengolahan sebesar 19.29 % pada triwulan 2 tahun 2021.

Untuk terus mendukung industri dan membangun ekonomi yang kokoh, Kemenperin menginisiasi Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan oleh Presiden RI pada tanggal 4 April 2018.

Dengan adanya implementasi Industri 4.0 diharapkan pada tahun 2030 ada pertumbuhan ekonomi yang akan menciptakan kurang lebih 10 juta lapangan pekerjaan.

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah resmi bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika (Balitbang SDM Kominfo) terkait Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Komunikasi dan Informatika.

Melalui kerja sama ini, BPSDMI dan Balitbang SDM Kominfo memfasilitasi penyerapan lulusan Program Digital Talent Scholarship (DTS) dan meningkatkan pembangunan kapasitas bidang digital bagi SDM industri dan organisasi. Ini tentu saja akan membantu Kemenperin dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja Industri manufaktur sebanyak 600.000 orang per tahun.

Kepala Balitbang SDM Kominfo Hary Budiarto menjelaskan bahwa Program DTS ini dirancang untuk generasi milenial Indonesia dengan target tahun 2021 sebanyak 100.000 peserta yang memiliki keterampilan menengah dan berfokus pada komputasi awan, AI, IoT, Big Data Analysis, dan lainnya.

Selain itu, kedua belah pihak juga berkolaborasi dalam penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi guna mempercepat peningkatan daya saing SDM industri, komunikasi, dan informatika Indonesia dalam menciptakan ekosistem ketersediaan SDM yang sesuai kebutuhan industri dan lembaga.

Baca Selanjutnya

article

Dorong Peran Perempuan dalam Industri & Teknologi

calendar

01 September 21

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan PROSPERA menyelenggarakan Webinar Pendidikan Vokasi Responsif Gender pada 3 Agustus 2021 sebagai upaya mendorong peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional, khususnya pada pengembangan pendidikan vokasi industri.

Kepala Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Iken Retnowulan menjelaskan bahwa Prospera telah melaksanakan asesmen berbasis gender terhadap unit pendidikan di lingkungan BPSDMI dengan melakukan analisis awal terhadap data dosen, guru dan mahasiswa/siswa, serta program studi.

Hasil review data tersebut nantinya dijadikan salah satu dasar kebijakan yang akan diambil lebih lanjut untuk pengembangan vokasi industri sesuai kebutuhan industri, terutama dalam hal mewujudkan kesetaraan gender pada berbagai prodi sehingga lulusan perempuan yang bekerja di sektor industri juga menjadi penyumbang dalam peningkatan GDP di Indonesia.

“Peran kesetaraan gender di Indonesia sangat diperlukan karena menurut Mckinsey Global Institute Report (2015) dengan adanya dengan pertumbuhan sebesar 10% lebih tinggi kesetaraan gender diyakini mampu meningkatkan GDP sebesar $135 juta pada 2025 dari business as usual,” tambah Iken.

Eni Widiyanti, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang juga hadir dalam webinar ini menyampaikan bahwa memang peran perempuan di bidang STEM (science, technology, engineering and mathematic) masih kurang dan partisipasinya dalam dunia kerja di bidang teknologi juga masih sedikit. Menurut data BPS ada sekitar 57% perempuan yang keluar dari pekerjaan.  “Kita membutuhkan desain pekerjaan masa depan yang flexible untuk membantu para perempuan dalam melakukan pekerjaaanya.,” tambah Eni.

Menurut studi dari UNESCO pada 2015, rendahnya tingkat partisipasi pekerja perempuan di bidang industri disebabkan oleh persepsi bahwa lingkungan kerja di industri yang melibatkan pekerjaan fisik dan dominan pekerja laki-laki sehingga tidak menarik bagi pekerja perempuan. Sementara itu, berdasarkan Sakernas BPS tahun 2020, jumlah pekerja pada sektor industri adalah 17,48 juta dengan proporsi pekerja perempuan adalah 43,68% yang menunjukkan jumlah cukup tinggi.

Sebelumnya, BPSDMI bersama GIZ telah menyelenggarakan Women Innovation Camp bertema Perempuan dan Teknologi yang fokus pada Internet of Things. “Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan dunia kerja di masa depan yang sudah sangat terpengaruh oleh teknologi informasi dan komunikasi serta digitalisasi. Di samping itu juga pada webinar ini kami menghadirkan role model perempuan yang sukses berkarir di bidang yang didominasi oleh laki-laki,” papar Adviser Project TVET System Reform GIZ Wulandari.

Tidak hanya itu, BPSDMI juga berkolaborasi dengan Axioo dan Makeblock untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pada 54 siswi dan mahasiswi yang memiliki project terbaik setelah menyeleksi proposal-proposal inovasi mereka.

Menurut Lead Adviser, Market Prospera Julia Tijaja, potensi digital bisa dioptimalisasi untuk sektor-sektor tradisional, seperti sekarang ini, banyak secara jumlah partisipasi wanita dalam pendidikan vokasi. “Ke depannya, peran serta dari industri akan menjadi sangat penting sekali. Kolaborasi ini adalah sesuatu yang perlu kita optimalisasi,” jelasnya.

Harapannya, upaya yang dilakukan oleh BPSDMI dan mitra kerja sama dapat meningkatkan peran perempuan dalam mendukung pertumbuhan Industri, penggerak perekonomian rumah tangga, dan pembentuk generasi muda berkarakter.

Rilis ini telah dipublikasikan di portal SIVA Kemenperin

Baca Selanjutnya

article

Menuju SDM Industri Kertas Berdaya Saing Global

calendar

04 August 21

Kementerian Perindustrian berupaya untuk meningkatkan kinerja industri kertas di tanah air melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Langkah strategis ini guna memacu ekonomi nasional.

Peran tersebut diwujudkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, yang menjalin kerja sama dengan tujuh perusahaan industri kertas untuk membuka program setara D1 Teknologi Kertas. Lulusannya nanti ditempatkan bekerja di tujuh perusahaan tersebut, yaitu PT Eco Paper IndonesiaPT Surabaya Mekabox, PT Kertas Padalarang, PT Enggal Subur Kertas, PT Pemalang Agro WangiPT Budi Makmur Perkasa,sertaPT Indah Kiat Pulp dan Kertas Tbk Serang Mill.

“Keberadaan SDM terampil menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, di mana industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berharap peserta program ini memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan pada Penandatangangan MoU antara BPSDMI dengan tujuh perusahaan industri kertas, Kamis (22/7). Pada penandatanganan MoU tersebut, disaksikan pula oleh Kepala Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) dan Yayasan Selullosa Indonesia (YASI).

Menurut Arus, penyelenggaraan Program Setara D1 Teknologi Kertas ini merupakan bagian dari program Kemenperin yang memfasilitasi 899 mahasiswa untuk bisa mengikuti pendidikan vokasi dan bisa langsung bekerja di industri. Mereka berasal dari 10 Provinsi dan 12 Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Kebutuhan tenaga kerja industri kertas dan barang kertas sebanyak 241.651 pada tahun 2020, sedangkan kebutuhan pada tahun 2021 diperkirakan bertambah mencapai 10.563 orang,” ungkapnya.

Industri pulp di Indonesia mampu berdaya saing dengan menempati peringkat ke-8 dunia, dan industri kertas di peringkat ke-6 dunia. Daya saing ini, selain ditopang oleh ketersediaan bahan baku, juga didukung dengan adanya SDM industri kompeten dan pemanfaatan teknologi.

Apalagi, perkembangan permintaan global terhadap produk industri pulp dan kertas, baik di dalam negeri maupun ekspor masih menjanjikan, diantaranya, produk kertas tissue, kertas kemasan dan sebagainya. Bahkan, dengan tren transaksi e-commerce yang kian meningkat, juga dapat mendorong kebutuhan kertas untuk kemasan kertas dan karton sehingga industrinya bisa tumbuh.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Iken Retnowulan menyampaikan, program perkuliaan ini diselenggarakan oleh Politeknik STMI Jakarta melalui Program Studi Teknik Kima Polimer (TKP). “Peserta mengikuti perkuliahan selama dua semester dengan total 43 SKS dengan kombinasi daring dan luring disesuaikan dengan kondisi pandemi sekarang ini. Sementara untuk Praktek Kerja Industri, akan dikerjakan di masing-masing perusahan dan ruang laboratorium di BBPK,” paparnya.

Bukan hanya program setara D1 Teknologi Kertas ini saja, lanjut Iken, tahun ini Politeknik STMI Jakarta juga telah menyelenggarakan Program Pendidikan Setara D1 untuk bidang Alat Berat yang bekerja sama dengan PT. Komatsu Indonesia sebanyak dua angkatan yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Industri Otomotif.

Direktur PT Indah Kiat Pulp dan Kertas Tbk Serang Mill, Heppy Moiras memaparkan bahwa penyelenggaraan program setara D1 Teknologi Kertas merupakan langkah awal dari industri kertas dalam mendapatkan pasokan SDM secara spesifik yang belum dapat di pasok oleh pendidikan secara umum.

“Kerja sama seperti ini kami harapkan terus dapat ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing Industri Kertas nasional,” ujar Heppy sekaligus mengingatkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di sektor ini begitu besar dan baru hanya tercukupi sebagian kecil saja.

Pada tahun 2019, kapasitas produksi kertas nasional sebesar 10,1 juta ton dengan konsumsi 6,3 juta ton. Sementara itu, pulp tercatat sebagai salah satu komoditas yang memiliki potensi ekspor sebesar 5,3 juta ton. Meskipun di tengah dampak pandemi Covid-19, permintaan pulp dan kertas secara global masih meningkat sekitar 2,1 persen. Sedangkan, di dalam negeri, dalam lima tahun terakhir ini permintaannya tumbuh mencapai 63 persen.

Berita ini merupakan siaran pers PPPVI BPSDMI

Baca Selanjutnya

article

Dukungan Jepang untuk SDM Otomotif Indonesia

calendar

28 July 21

Dalam mengembangkan Industri 4.0, Kemenperin juga telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri termasuk kegiatan yang hari ini kita lakukan merupakan bukti nyata kerjasama yang erat antara Indonesia dan Jepang terutama di bidang otomotif. 

Kerjasama antara Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kemenperin dengan Lexer Reserch Inc dimulai dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) tentang Kerjasama Pengembangan Pendidikan Terkait Lean Manufacturing pada tanggal 19 Maret 2019 yang dilanjutkan dengan diadakannya Simposium Jepang – Indonesia terkait SDM Industri pada tgl 17 Desember 2019. Kegiatan ini yang menjadi kick-off program SDGs terkait pengembangan SDM Industri di Indonesia yang didukung penuh oleh pemerintah Jepang melalui pendanaan JICA, bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI.

Selasa, 27 Juli 2021, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Pemerintah Jepang terus berkomitmen dukung penih Kemenperin dalam mengembangan SDM sektor Industri Otomotif. Bukti nyatanya adalah dengan hibah berupa 2 (dua) set alat peraga bottle cap dan seperangkat peralatan pendukung IT berbentuk Server dan Laptop dengan total sebanyak 50 unit.

“Alat hibah ini akan dipasang di Politeknik STMI Jakarta dan Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI 4.0), termasuk juga dilengkapi aplikasi simulator untuk mendukung pembelajaraan Digital Engineering” tambah Agus saat memberikan sambutan pada pembukaan Training of Trainer (TOT) tenaga pengajar Lean Manufacturing 4.0 dan Serah Terima Alat Peraga sebanyak 1 (satu) set yang telah dipasang di Politeknik STMI Jakarta bekerjasama dengan Lexer Reseach Inc Jepang.

Heri Akhmadi, Duta Besar RI untuk Jepang memaparkan bahwa Transformasi industri 4.0 tidak hanya merombak aspek industri, bahkan juga mampu mengubah berbagai aspek dalam kehidupan manusia. Indonesia punya pasar dalam negeri yang kuat, dan memiliki banyak talenta dari jumlah sekolah/lembaga pendidikan /universitas yang ada, sehingga tersedianya pool of talent, oleh karena itu kerjasama dengan Pemerintah Jepang melalui program JICA dalam meningkatkan kompetensi SDM industri sangatlah tepat.

Sementara dalam remark pembukannya, Masahiro Nakamura, CEO Lexer menyampaikan bahwa Jepang akan mendukung peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan untuk dosen, instruktur, praktisi industri dan mahasiswa serta memberikan kuliah di Politeknik STMI Jakarta.

“Komitmen untuk terus menjalin kerjasama kembali dilakukan pada tanggal 3 Juni 2021 melalui penandatanganan Minutes of Meeting antara BPSDMI dan JICA terkait Kerjasama Pengembangan SDM Industri Sektor Manufaktur Di Bidang Digital Engineering 4.0.” tekan Nakamura yang dengan Lexer Research yang dipimpinnya telah melakukan pelatihan teknis lean manufacturing baik untuk praktisi Industri maupun akademis sepanjang tahun 2020.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi banyak pihak yaitu Ditjen ILMATE, Ditjen KPAII, Asosiasi Industri meliputi IAIPD, PIKKO, IOI GIAMM, TMMIN, Cikarang Technopark, ATMI Cikarang, Omron Manufacturing Indonesia (OMI) yang dikordinasikan oleh IJB Net Indonesia.

“Dalam menjawab tantangan penyediaan SDM Unggul yang mampu beradaptasi dengan Teknologi Indusri 4.0, ini contoh baik kolaborasi antara unit pendidikan, Indusri, asosiasi dan pemangku kepentingan terkait,” tutup Arus Gunawan, Kepala BPSDMI dalam laporannya.

Berita ini merupakan press release dari PPPVI BPSDMI

Baca Selanjutnya

article

Target Naik 4 Kali Lipat, RI-Singapura Terus Tingkatkan Kualitas SDM Industri 4.0

calendar

14 July 21

Indonesia dan Singapura semakin memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten khususnya mampu menguasai perkembangan teknologi industri 4.0. Langkah strategis ini salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian RI dengan Singapore Polytechnic.

“Ini merupakan komitmen nyata dari kami dalam mendukung program pemerintah pada impelementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satu tujuannya adalah menghasilkan SDM industri yang siap memasuki era industri 4.0,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan di Jakarta, Jumat (9/7).

Kepala BPSDMI mengemukakan, pada tahun 2018-2019, Kemenperin telah memfasilitasi pelatihan sebanyak 100 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) produktif. Pelatihan ini hasil dari program link and match antara SMK dengan industri di seluruh wilayah Indonesia, yang berhasil melibatkan 500 guru penerima manfaat dari program tersebut.

“Kegiatan pelatihan dilaksanakan di kampus ITE Singapura yang didukung oleh Temasek Foundation,” ungkapnya. Pada tahun 2020, Temasek Foundation kembali mendukung program kolaborasi antara BPSDMI Kemenperin dengan Singapore Polytechnic dalam program pelatihan SDM industri 4.0 melalui hasil MoU yang ditandatangani tahun 2019 lalu.

“Saat ini, dari target output yang telah ditetapkan sebanyak 96 orang, penerima manfaat dari pelatihan ini telah mencapai 380 orang. Ini artinya hampir empat kali lipat dari target,” tutur Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri BPSDMI Kemenperin, Iken Retnowulan.

Gerald Yeo selaku Senior DirectorTemasek Foundation menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung program pengembangan SDM yang diinisiasi oleh Kemenperin dalam bentuk peningkatan kompetensi tenaga pengajar yang akan melakukan multiplikasi kepada lebih banyak orang. “Melihat kesuksesan penyelenggaraan pelatihan ini, Temasek berniat untuk melanjutkan kerja sama seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Deputy Principal Singapore Polytechnic, Georgina Phua menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang antusias mengikuti semua rangkaian pelatihan ini walaupun dihadapkan dengan kondisi yang mengharuskan pelatihan dilaksanakan secara online karena dampak pandemi. “Singapore Polytechnic membuka peluang untuk kerja sama lanjutan untuk bidang teknis yang lebih luas,” ucapnya.

Kepala BPSDMI menambahkan, kerja sama baik antara Indonesia dengan Singapura ini dapat terus berlanjut. “Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Singapura, Temasek Foundation dan Singapore Polytechnic untuk dukungan dan kerja samanya dalam upaya peningkatan kualitas SDM di Indonesia, khsususnya kompeten dalam bidang industri 4.0,” tandasnya.

Berita ini merupakan press release dari kemenperin.go.id

Baca Selanjutnya

article

Empowerment Pegawai Sebagai Upaya Meningkatkan Kepuasan Kerja Pegawai

calendar

12 July 21

Oleh : Tedy Hermawan *)

Stephen P. Robbins menyatakan bahwa organisasi merupakan kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama. Secara umum, organisasi dapat dibedakan ke dalam organisasi profit seperti organisasi perusahaan-perusahaan swasta dan organisasi non profit seperti organisasi pemerintah. Kementerian Perindustrian merupakan sebuah organisasi publik yang dibentuk dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat/pelayanan publik. Tujuan utama dari organisasi ini adalah untuk memberikan layanan dan bukan untuk mencari keuntungan karena organisasi ini merupakan bagian/elemen dari komitmen sebuah negara untuk memberikan layanan kepada warganya.

Sejak Tahun 2016, Kementerian Perindustrian telah mencanangkan nilai dan budaya Kemenperin yaitu Integritas, Profesional, Inovatif, Produktif, dan Kompetitif yang di akronimkan menjadi INSAN OKE. Pada prinsipnya, nilai dan budaya ini merupakan standar yang harusnya menjadi acuan dan perlu dicapai oleh seluruh pegawai Kemenperin. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya nilai-nilai ini bisa tertanam ke dalam masing-masing individu pegawai sehingga dapat meningkatkan semangat kerja pegawai serta kinerja kementerian secara umum?

Sebagaimana kita ketahui bersama, sumber daya manusia dan nilai organisasi merupakan dua unsur penting dalam sebuah organisasi. Kementerian Perindustrian telah memulai proses rekruitmen pegawai yang menghasilkan pegawai-pegawai yang handal dan baik dari sisi kemampuan akademik. Ini menjadi aset yang sangat berharga bagi organisasi. Namun demikian, sebenarnya terdapat permasalahan terkait proses identifikasi kebutuhan pegawai baik terutama dari kesesuaian baik dari sisi jurusan (latar belakang pendidikan) dan level jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan yang akan diserahkan kepada calon pegawai. Dampaknya seringkali ditemui di berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Perindustrian, banyak pegawai yang telah diterima yang merupakan orang-orang pilihan dengan berbagai macam keahlian yang dimiliki, tidak termanfaatkan dengan baik disiplin ilmunya. Banyak dari mereka terpaksa ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan administratif alih-alih mengerjakan pekerjaan yang teknis substanstif. Padahal seharusnya dengan latar belakang dan jenjang pendidikan yang dimiliki, mereka bisa diberdayakan pada pekerjaan-pekerjaan yang lebih strategis. Justifikasi yang seringkali terlontar adalah karena alasan klise “tidak ada orang” lagi. Kondisi ini, selain “merugikan” organisasi juga dapat menimbulkan ketidakpuasan dari pegawai dan pada akhirnya akan berdampak pada menurunnya semangat dan kepuasan kerja pegawai tersebut dalam menjalankan pekerjaan.

Osborn (1982:40) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai “derajat positif atau negatif perasaan seseorang mengenai segi tugas-tugas pekerjaannya, tantanan kerja serta hubungan antar sesama pekerja”. Lebih jauh lagi untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja Herzberg, dkk (1959) melakukan penelitian terhadap 200 orang insinyur dan akuntan Pittsburg. Kepada mereka diminta untuk mengambarkan secara detail bilamana mereka merasa puas dan tidak puas dengan pekerjaannya. Dari analisa yang dilakukan terhadap data yang terkumpul, Herzberg dkk, menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang menimbulkan kepuasan kerja berbeda dengan faktor-faktor yang menimbulkan ketidakpuasan kerja.

Perbaikan terhadap faktor-faktor yang dapat mengurangi atau menghilangkan ketidakpuasan, tidak akan otomatis menimbulkan kepuasan kerja karena ini bukan sumber kepuasan kerja. Teori ini yang kemudian dikenal dengan teori dua faktor, yaitu dalam pekerjaan terdapat hygiene factor yang dapat mencegah atau membatasi ketidakpuasan kerja, tetapi tidak dapat memperbaiki kepuasan kerja, serta motivator factor yang dapat memperbaiki kepuasan kerja, tetapi tidak dapat menyelesaikan ketidakpuasan kerja. Yang termasuk ke dalam Hygiene factor antara lain: gaji, tunjangan, hubungan kerja, kondisi fisik lingkungan kerja, keamanan kerja, dll. Sementara yang termasuk ke dalam motivator factor antara lain: reward, pengakuan atas prestasi, peluang untuk tumbuh dan promosi, tanggung jawab atas pekerjaan, tantangan pekerjaan, dll. Empowerment pegawai menjadi salah satu bentuk motivation factor untuk meningkatkan kepuasan kerja pegawai.

Istilah empowerment telah luas digunakan dalam organisasi. Wood dkk (2001), mendefinisikan empowerment sebagai proses dimana pimpinan berusaha membantu bawahan untuk mendapatkan dan menggunakan power yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan terhadap hal-hal yang mempengaruhi kondisi kerja dan keadaan diri bawahan. Ketika kondisi empowerment terbentuk, motivasi pada individu dengan sendirinya ikut berkembang. Motivasi itu sendiri, tidak hanya dapat membangkitkan produktivitas, tapi juga mempengaruhi kemampuan dan menciptakan kondisi kerja yang kondusif (Spector, 2003). Namun empowerment disini lebih menekankan pada pemberdayaan pegawai sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki untuk kemajuan organisasi.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa banyak pegawai yang merupakan orang-orang pilihan dari hasil rekruitmen yang ketat dengan berbagai macam keahlian yang dimiliki “tidak termanfaatkan dengan baik disiplin ilmunya karena terpaksa harus mengerjakan pekerjaan yang sifatnya administratif. Pegawai memang telah mendapatkan imbal hasil yang cukup dari gaji dan tunjangan kinerja serta penghasilan tambahan dari berbagai kegiatan yang ada. Jika kondisi ini dihubungkan dengan teori dua faktor dari Herzberg, maka hygiene factor di Kemenperin sepertinya tidak terlalu bermasalah bagi kepuasan kerja pegawai saat ini. Permasalahan justru terdapat pada motivator factor yaitu terkait dengan: pekerjaan itu sendiri (the work it self), prestasi yang diraih (achievement), peluang untuk maju (advancement), pengakuan orang lain (recognition), tanggung jawab (responsible).

Pegawai yang “tidak termanfaatkan” tersebut akan sedikit terganggu “kepuasan kerja”nya akibat dari tugas-tugas yang dikerjakan saat ini tidak sesuai dengan kompetensi dan ekspektasi mereka. Pekerjaan rutinitas administratif dirasa kurang menantang dan justru membuat pegawai menjadi stagnan atau tidak  berkembang. Lama kelamaan hal ini akan menyebabkan penurunan kepuasan kerja pegawai.

Solusi yang dapat diambil adalah dengan melakukan perbaikan pada faktor ini dengan memberikan kepercayaan lebih dan porsi pekerjaan yang lebih menantang kepada pegawai sesuai dengan kompetensinya. Dengan meminjam teori dua faktor dari Herzberg maka pimpinan di semua level harus mulai fokus untuk menjamin faktor motivator yang dapat mendorong peningkatan kepuasan kerja pegawai. Pimpinan harus dapat memastikan setiap pegawai diberikan tugas pekerjaan yang menantang sesuai keahliannya sehingga bisa lebih bermanfaat bagi organisasi, sehingga pegawai akan lebih termotivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih baik lagi. Dengan demikian diharapkan nilai-nilai Integritas, Profesional, Inovatif, Produktif, dan Kompetitif (INSAN OKE) bisa dilaksanakan oleh seluruh pegawai sesuai dengan peran dan beban tanggung jawabnya masing-masing.

*) Penulis merupakan Widyaiswara Muda pada Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur BPSDMI Kementerian Perindustrian

Baca Selanjutnya

article

Pasok SDM Industri, Program D1 di Bantaeng Dibuka

calendar

12 July 21

Tindak lanjut kunjungan kerja Kepala Badan Pengembangan SDM Industri Kementerian Perindusrian ke Sulawesi beberapa waktu yang lalu, hari ini Rabu, 7 Juli 2021, BPSDMI bekerjasama dengan PT. Huadi Nickel Alloy yang berlokasi di Bantaeng meluncurkan Program Setara Diploma Satu untuk sebanyak total 72 mahasiswa.

BPSDMI melalui unit pendidikan tinggi vokasi industrinya di Bantaeng menyeleggarakan program setara diploma satu ini untuk tiga prodi yaitu: Program Studi Mekanik, Program Studi Alat Berat ,serta Program Studi Kewirausahaan Smart untuk masing – masing prodi berjumlah 24 mahasiswa.  

Kepala BPSDMI, Arus Gunawan menyampaikan dalam sambutannya bahwa Keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri dimana sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. 

“BPSDMI telah menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi mulai dari jenjang Diploma termasuk Pendidikan Setara D1 hingga Magister Terapan untuk mendukung industri dalam penyediaan tenaga kerja yang kompeten.” lanjut Arus.

Program kerjasama antara Akademi Komunitas Manufaktur Bantaend dan PT. Huadi Nickel Alloy ini dilaksanakan sebagai wujud penyelarasan dan kerjasama antara institusi pendidikan dengan dunia industri dalam mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di Sulawesi Selatan khususnya di kabupaten Bantaeng dalam memenuhi kebutuhan SDM bidang alat berat dan mekanik.

Pada kesempatan sebelumnya, Manager HRD PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, A.Adrianti Latippa juga menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di PT Huadi Nickel Alloy Indonesia cukup besar. “Hingga tahun 2022, kebutuhan tenaga kerja mencapai 1.500 orang,”katanya. Pembukaan program ini merupakan gerak cepat BPSDMI dalam menanggapi kebutuhan SDM Industri di daerah.

Bupati Bantaeng,  Ilham Azikin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI dalam upaya penyediaan tenaga kerja yang terampil di wilayahnya.

“Kehadiran Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng telah memberikan ruang bagi pemerintah daerah Kabupaten Bantaeng untuk berkontribusi menyiapkan SDM unggul serta penciptaan wirausaha yang smart” tutur Ilham terus mengarpresiasi Kementerian Perindustrian untuk komitmennya terus mendorong pemenuhan kebutuhan tenaga kerja industri kompeten dan siap kerja.

Ke depan, akan terus didorong program – program pengembangan SDM Industri di bidang lain antara AK Manufaktur Bantaeng yang dipimpin oleh Zaenal Abidin dengan lebih banyak industri di wilayah Bantaeng pada khususnya dan Sulawesi pada umunnya.

Berita ini merupakan press release Kementerian Perindustrian

Baca Selanjutnya

article

Distance Learning di Latsar CPNS 2021

calendar

05 July 21

Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS telah memasuki tahap distance learning atau pembelajaran jarak jauh. Sebelumnya, seluruh peserta CPNS melakukan pembelajaran mandiri melalui portal MOOC.

Distance learning ini tidak diikuti sekaligus oleh seluruh peserta CPNS, namun secara bertahap sesuai dengan gelombang atau kelompok angkatan yang sudah dibentuk sebelumnya. Angkatan I dan II memulai pelaksanaan belajar daring pada 21 Juni hingga 15 Juli 2021, dilanjutkan dengan Angkatan III dan IV dan seterusnya. Total, terdapat 9 angkatan dengan jumlah 348 peserta.

Kegiatan distance learning dilakukan melalui platform Zoom, dengan aktivitas pemberian materi, diskusi, hingga tugas mandiri. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas CPNS sehingga menjadi pegawai yang kompeten dan berwawasan luas.

Pelaksanaan Latsar tahun ini menerapkan metode blended learning, yang mengombinasikan pembelajaran daring dan luring. Setelah pembelajaran mandiri MOOC dan distance learning via Zoom secara daring, peserta pun akan melaksanakan Latsar secara luring (offline) di Jakarta sesuai dengan jadwal gelombang/angkatan masing-masing.

Rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar ini dilaksanakan oleh Pusat Pembinaan Diklat Sumber Daya Manusia Aparatur (Pusbindiklat SDMA) BPSDMI Kemenperin.

Baca Selanjutnya

article

Daftar Diklat 3 in 1 Kemenperin, Bisa Kerja di Industri

calendar

30 June 21

Pandemi Covid-19 masih memberikan dampak yang nyata di Indonesia. Maraknya PHK serta berbagai sektor bisnis yang lesu meningkatkan tingkat pengangguran. Berdasarkan data BPS atau Badan Pusat Statistik pada 2020 lalu, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) mencapai 7,07 persen dari 138,22 juta angkatan kerja, atau terdapat 9,77 juta penduduk pengangguran terbuka.

Dengan tingginya angka pengangguran, masyarakat pun semakin sulit mencari pekerjaan baru karena persaingan seleksi lowongan kerja semakin ketat. Tidak sedikit yang banting setir atau mencari kompetensi dan keahlian baru agar bisa bertahan di masa sulit ini.

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) berupaya untuk menghadapi dampak Covid-19 tersebut dengan membuka pelatihan Diklat 3 in 1 bagi masyarakat.

Diklat 3 in 1 adalah program Pusdiklat Industri BPSDMI yang memberikan pelatihan gratis bagi masyarakat agar mendapatkan kompetensi yang dibutuhkan industri sehingga siap terjun langsung di dunia kerja.

Dengan mengikuti Diklat 3 in 1, masyarakat mendapatkan 3 hal dalam 1 pelatihan, yakni (1) pelatihan, (2) sertifikasi kompetensi, dan (3) penempatan kerja di industri.

Cara Mendaftar Diklat Lewat Website Sidia

Masyarakat dapat mendaftar untuk mengikuti diklat Kemenperin dengan mudah lewat website sidia.kemenperin.go.id. Caranya, masuk ke website sidia.kemenperin.go.id, klik "pendaftaran peserta diklat" di bagian atas, lalu pilih diklat yang ingin kamu ikuti dan klik daftar.

Diklat Kemenperin beragam dan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini terdapat 7 Balai Diklat Industri (BDI) selaku penyelenggara diklat. Ketujuh BDI tersebut adalah BDI Jakarta, BDI Yogyakarta, BDI Denpasar, BDI Makassar, BDI Medan, BDI Surabaya, dan BDI Padang. Pelatihan tidak hanya dilaksanakan di tempat-tempat BDI tersebut berada, namun juga di kota-kota lainnya di Indonesia.

Diklat 3 in 1 Kemenperin gratis sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Bahkan, Kemenperin menyediakan fasilitas bagi peserta agar kegiatan diklat berlangsung secara lancar.

Tunggu apa lagi, yuk daftar diklat 3 in 1 di Kemenperin!

Baca Selanjutnya

article

Swiss Dukung Penuh Vokasi Industri Kemenperin

calendar

24 June 21

Dalam menciptakan SDM unggul terutama di Sektor Industri, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) berkomitmen untuk menyelenggarakan program – program pengemabangan SDM Industri yang salah satunya melalui pendidikan vokasi Industri.

Kepala BPSDMI, Arus Gunawan memaparkan bahwa Kemenperin memiliki 9 Sekolah Menengah Kejuruan, 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas yang berbasis kompetensi dan memilki spesialiasi sektor Industri yang mengimplementasikan Pendidikan Sistem Ganda (Dual System) yang diadposi dari negara Eropa, termasuk Swiss. Swiss sudah lama mendukung pendidikan vokasi di Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan dan Tengah bersama dengan Kepala Swiss Secretariat for Economic Cooperation (SECO), Phillip Orga dan tim proyek S4C atau Skill For Competitiveness.

Phillip Orga menjelaskan bahwa Pemerintah Swiss mendukung pengembangan pendidikan tinggi vokasi kemenperin dalam proyek S4C untuk membagikan expertise Swiss dalam menciptakan sekolah vokasi seperti yang mereka lakukan sejak lama terhadap ATMI Solo dan STP Bandung.

Pemerintah lndonesia dan Swiss telah menandatangani MoU mengenai Kerjasama Teknis dalam Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Sistem Ganda  atau Proyek S4C pada 26 Januari 2018 di Davos, Swiss dengan komitmen bantuan teknis sebesar 110 Milyar Rupiah direncanakan dalam 2 fase yaitu Fase 1 dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan Fase 2 hingga tahun 2026.

Proyek S4C diperuntukkan untuk mengembangkan pendidikan vokasi Sistem Ganda yang meliputi 4 (empat) Politeknik dan Akademi Komunitas di bawah Kementerian Perindustrian dan 1 (satu) Politeknik di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai berikut: Politeknik lndustri Logam Morowali, Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng, Politeknik lndustri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Politeknik lndusri Petrokimia Banten yang masih dalam proses pengajuan ijin operasional serta Politeknik Negeri Jember.

Bantuan teknis diberikan dalam bentuk Pengembangan Kampus dan Penguatan Sistem yang meliputi kegiatan sebagai berikut: Penyusunan Kurikulum berbasis kebutuhan industri, Asesmen kebutuhan peralatan workshop/ laboratorium, Peningkatan Kapasitas Tenaga Pengajar dan Manajemen Kampus, Dukungan terhadap akreditasi kampus, dan Fasilitasi kerjasama dengan lndustri

Kerjasama dengan Industri yang erat menjadi ciri khas yang sekolah vokasi di Eropa yang diadopsi di Indonesia agar lulusannya kompeten dan siap kerja. Hal senada disampaikan oleh Djoko Suprapto, Manajer Umum PT. IMIP Morowali pada saat kunjungan kerja BPSDMI dan SECO Swiss ke Morowali dan Bantaeng lalu.

“Semua mahasiswa magang diperlakukan dengan baik dan mendapatkan tempat praktek kerja industri sesuai dengan apa yang dipelajari selama di kampus” tambahnya. “sebagian diminta segera langsung bekerja di pabrik,” tegas Djoko sambil menjelaskan kalau saat prakerin, mahasiswa juga dibimbing oleh Pelatih Tempat Kerja yang bersertifikat internasional.

Dukungan Swiss juga diberikan melalui konsultan teknisnya yang ditempatkan di setiap Politeknik dan Akademi Komunitas dalam Proyek S4C, termasuk di Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng yang lulusannya 100% diserap oleh Industri.

“Pengembangan SDM unggul di sektor Indusri dapat terlaksana melalui Program Vokasi Industri, didukung mitra dalam negeri dan luar negeri”, tutup Arus menyudahi kunjungan kerja ke wilayah Sulawesi.

Berita ini merupakan press release yang dimuat di siva.kemenperin.go.id

Baca Selanjutnya

article

Penyediaan SDM Industri, Kemenperin Genjot Pengembangan Vokasi

calendar

04 June 21

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi industri pengolahan nonmigas akan mengalami pertumbuhan sebesar 3,95 persen pada tahun 2021.

Dilansir dari rilis resmi Kemenperin, pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas bakal terus berlanjut seiring dengan peningkatan ekspor dan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia yang meningkat sejak Oktober 2020.

Selain itu, perkembangan teknologi yang kian pesat pun menjadi tantangan tersendiri bagi industri nasional agar tetap dapat bersaing secara global. Karenanya, dibutuhkan SDM kompeten dalam jumlah banyak yang dapat menyokong pertumbuhan industri nasional sekaligus dapat beradaptasi dengan teknologi masa kini.

Untuk menjawab kebutuhan industri nasional tersebut, Kemenperin menyelenggarakan program pengembangan pendidikan vokasi dengan lulusan yang dapat menjadi tenaga kerja siap pakai di industri.

Program ini dilaksanakan melalui unit-unit pendidikan vokasi Kemenperin yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terdiri dari 9 SMK-SMAK/SMTI dan 12 Politeknik/Akademi Komunitas sebagai berikut:

  1. SMK-SMTI Banda Aceh
  2. SMK-SMTI Padang
  3. SMK-SMTI Bandar Lampung
  4. SMK-SMTI Yogyakarta
  5. SMK-SMTI Pontianak
  6. SMK-SMTI Makassar
  7. SMK-SMAK Padang
  8. SMK-SMAK Bogor
  9. SMK-SMAK Makassar
  10. Politeknik Teknik Kimia Industri Medan
  11. Politeknik ATI Padang
  12. Politeknik STMI Jakarta
  13. Politeknik APP Jakarta
  14. Politeknik AKA Bogor
  15. Politeknik STTT Bandung
  16. Politeknik ATK Yogyakarta
  17. Politeknik ATI Makassar
  18. Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal
  19. Politeknik Industri Logam Morowali
  20. Akademi Komunitas Tekstil Surakarta
  21. Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng

Pengembangan pendidikan vokasi juga didukung oleh program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan industri nasional, salah satu program unggulannya yaitu Link and Match. Program Link and Match merupakan pelaksanaan pendidikan dengan menyusun kurikulum dan program pembelajaran berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. 

Apa itu Program Link and Match?

Kemenperin menggandeng industri untuk terlibat dalam program Link and Match ini khususnya dalam proses penyusunan kurikulum, rekrutmen, dan implementasi pendidikan sistem ganda (dual system).

Sistem pendidikan ganda ini merupakan penyelenggaraan pendidikan dengan menerapkan penggabungan sistem pembelajaran di kelas dan di industri secara langsung. Sejak tahun 2017 hingga saat ini, Kemenperin telah menandatangani 4.997 MoU dan me-link and match kan 2.615 SMK dengan 856 Industri.

Sebagai pendukung program Link and Match, Kemenperin menyediakan gedung Teaching Factory yang dilengkapi dengan berbagai mesin peralatan pada unit pendidikannya.

Teaching Factory merupakan model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui sinergi sekolah dengan industri sehingga siswa dan mahasiswa mendapatkan pengalaman kegiatan produksi sebelum mereka lulus dan terjun langsung bekerja di industri.

Melalui penerapan model pembelajaran Teaching Factory, unit pendidikan di Kemenperin telah mampu menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti:

  • Produksi dan distribusi masker oleh SMK-SMTI Padang, SMK-SMAK Bogor,  SMK-SMTI Pontianak, dll
  • Ventilator oleh SMK-SMTI Yogyakarta melalui kerjasama dengan PT YPTI
  • Hand sanitizer oleh SMK-SMTI Bandar Lampung, SMK-SMTI Makassar, dll
  • Desinfektan oleh SMK-SMTI Pontianak, SMK-SMTI Padang, dll
  • Face Shield oleh SMK-SMTI Pontianak

Tidak hanya itu, SMK-SMTI Yogyakarta juga telah dipercaya untuk terlibat dalam kegiatan produksi alat pendeteksi Covid-19 bernama GeNose C19. 

Kegiatan perakitan GeNose C19 ini merupakan hasil kolaborasi SMK-SMTI Yogyakarta dengan PT. Yogya Presisi Teknikatama Industri dan unit usaha Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni PT. Swayasa Prakarsa dengan melibatkan 30 tenaga operator yang merupakan siswa-siswi SMK-SMTI Yogyakarta dan dilakukan di gedung Teaching Factory SMK-SMTI Yogyakarta.

Pada penyelenggaraan pendidikan vokasi, para siswa dan mahasiswa juga difasilitasi dengan program magang dan praktik kerja industri sehingga mereka dibekali dengan pengalaman bekerja langsung di industri sebelum mereka lulus.

Pelatihan 3 in 1

Link and Match juga didukung oleh program Pelatihan 3 in 1 yang terdiri dari kegiatan pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja. Dalam program ini, para siswa dan mahasiswa dididik dan dilatih sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri, kemudian diuji kompetensinya dan setelah lulus uji kompetensi, mereka diberikan sertifikat yang membuktikan bahwa mereka kompeten dalam bidangnya masing-masing. Setelah itu, mereka ditempatkan bekerja di industri yang membutuhkan kemampuan atau keahlian mereka.

Di tahun 2019, Kemenperin telah menargetkan jumlah peserta Pelatihan 3 in 1 sebanyak 69.040 peserta. pada Desember 2019, peserta Pelatihan 3 in 1 mencapai 69.836 peserta dari 232 daerah sehingga target Kemenperin telah terlampaui.

Di tahun 2020, peserta Pelatihan 3 in 1 yang telah mengikuti pelatihan dan telah ditempatkan bekerja di industri mencapai 18.919 orang. Sementara itu, Kemenperin telah menetapkan target tahun 2021 untuk Pelatihan 3 in 1 sebanyak 55.878 peserta.

Selain siswa dan mahasiswa, tenaga pendidik unit pendidikan vokasi Kemenperin juga difasilitasi dengan pelatihan guru dan dosen serta kegiatan pemagangan yang pesertanya telah mencapai 4.022 peserta.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengembangkan kompetensi tenaga pendidik sehingga dapat mengikuti perkembangan teknologi yang kini semakin pesat. Dengan begitu, ilmu yang mereka dapatkan juga akan tersalurkan kepada siswa dan mahasiswa yang mereka didik.

Program D1

Untuk menyediakan SDM Industri kompeten, adaptif, serta siap kerja di industri melalui pendidikan berbasis dual system, Kemenperin juga gencar dalam mendirikan program Diploma 1 (D1) di mana mahasiswa dapat menyelesaikan program tersebut dalam satu tahun.

Baik siswa lulusan SMA/SMK/sederajat, calon karyawan mitra industri, maupun calon karyawan dari perusahaan lainnya (non mitra industri) dapat mengikuti program ini. Adapun jumlah mahasiswa 20 hingga 30 orang per kelasnya.

Untuk dapat lulus dan mendapatkan gelar, mahasiswa harus mengambil minimal 36 SKS dan maksimal 40 SKS dengan komposisi jumlah jam teori 25-30% dan jam praktik 70-75%. 

Kurikulumnya sendiri dikembangkan oleh unit pendidikan penyelenggara dan mitra industri dengan mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Program D1 ini telah tersebar di berbagai unit pendidikan Kemenperin, di antaranya di Politeknik AKA Bogor, APP Jakarta, ATK Yogyakarta, STTT Bandung, ATI Padang, dan ATI Makassar. Ke depannya, program D1 tersebut akan semakin banyak tersedia mengikuti perkembangan dan kebutuhan industri.

Unit Pendidikan di Wilayah Industri

Dalam membangun unit pendidikannya, Kemenperin memperhitungkan lokasi yang dipilih, yaitu dengan memperhatikan lokasi wilayah industri. Unit pendidikan yang mempunyai bidang spesialisasi tertentu dibangun di lokasi wilayah industri dengan spesialisasi dan bidang yang sama.

Sebagai contoh, Politeknik Industri Logam Morowali dibangun di lokasi wilayah industri bidang hasil pertambangan logam, khususnya Nikel, yaitu di Pulau Sulawesi. Kemenperin juga membangun Politeknik STTT Bandung dan Akademi Komunitas Tekstil Surakarta di lokasi wilayah industri bidang tekstil, yaitu di Pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencetak SDM industri yang kompeten di lokasi strategis tersebut. Siswa dan mahasiswa akan lebih mudah dalam melakukan magang atau praktik kerja industri karena lokasi yang terjangkau. Kehadiran unit pendidikan juga dapat memudahkan masyarakat lokal yang ingin bekerja di daerah kelahirannya sehabis lulus.

Untuk rencana ke depannya, Kemenperin akan membangun beberapa unit pendidikan di wilayah industri, salah satunya adalah Politeknik Industri Petrokimia yang terletak di lokasi wilayah industri petrokimia daerah Cilegon, Banten.

Kehadiran unit pendidikan Kemenperin lewat program unggulan seperti Link and Match dapat menjadi jawaban dari tantangan SDM industri yang dihadapi saat ini.

Dengan dukungan dari stakeholder dan masyarakat luas, program tersebut dapat semakin berkembang  dan memberikan lebih banyak manfaat, salah satunya menurunkan angka pengangguran.

Kini, masyarakat juga dapat terlibat dalam meningkatkan kualitas SDM industri, misalnya dengan merekomendasikan sekolah dan politeknik Kemenperin bagi mereka yang membutuhkan karena siswa/mahasiswa dapat langsung bekerja setelah lulus.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai siswa atau mahasiswa pada unit pendidikan Kemenperin dapat melakukan pendaftaran melalui JARVIS (Jalur Penerimaan Vokasi Industri).

Seluruh proses pendaftaran dan seleksi penerimaannya dilakukan secara daring/online sehingga memudahkan masyarakat untuk mendaftar dan mempercepat seluruh prosesnya.

Pelaku usaha industri juga dapat mendukung program pengembangan pendidikan vokasi dengan cara menjalin kerja sama dengan unit pendidikan Kemenperin. Kerja sama yang dilakukan dapat berupa fasilitasi mesin peralatan, pelaksanaan pelatihan, pemagangan, dan lainnya.

Kemenperin juga sudah menyiapkan fasilitas berupa pengurangan pajak hingga 200%, yaitu Super Tax Deduction beserta Coaching Clinic-nya yang dapat dimanfaatkan oleh industri untuk keberlangsungan usahanya.

Artikel ini telah dimuat di viva.co.id

Baca Selanjutnya

article

Pelatihan Infografis dengan Menggunakan Metode Blended Learning

calendar

10 May 21

Seiring dengan perkembangan zaman, infografis memiliki peranan penting dalam menyampaikan suatu informasi dengan lebih mudah dan cepat. Boomingnya sosial media seperti Facebook, Instagram dan Twitter yang menjadi media baru dalam menyampaikan infografis. Kementerian Perindustrian melalui Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan SDM Aparatur telah melaksanakan pelatihan Infografis untuk 40 orang pegawai Kementerian Perindustrian terbagi dalam 2 Batch pelaksanaan.

Metode pelatihan Infografis 2021 ini menggunakan metode blended learning dengan penyempurnaan tahapan yang pernah dijalankan pada tahun 2020. Bekerja sama dengan Castle Production sebagai fasilitator, pelatihan ini terlaksana pada tanggal:

  • Distance Learning: 24 Maret – 1 April 2021
  • Klasikal Batch A: 5 - 7 April 2021
  • Klasikal Batch B: 12 - 14 April 2021

Dibuka oleh Bapak Drs. Dadi Mahardi, M.M. pada tanggal 24 Maret 2021. Peserta pelatihan Infografis sangat antusias untuk mengikuti pelatihan ini. Terlihat dari pendaftar pelatihan ini yang mencapai orang 222 orang.

Pada pelatihan ini peserta diberikan materi tentang Pengenalan Umum Infografis, Ide dan Konsep Infografis, Pengenalan Sofware Desain Infografis, dan Aplikasi Desain Infografis. Pada tahap distance learning pembelajaran dibagi menjadi metode pembelajaran ceramah dan pembimbingan.

Setelah melakukan sesi distance learning, peserta juga mendapatkan pembimbingan klasikal di Gd. BPSDMI Kementerian Perindustrian dengan protokol kesehatan yang ketat. Peserta dapat menanyakan kesulitan pengerjaan infografis yang dialami baik terkait dengan ide maupun teknis aplikasi Adobe Photoshop. Pada akhir pelatihan, peserta membuat  dan mempresentasikan tugas akhir infografis yang terkait dengan pekerjaannya. Acara penutupan pelatihan tahap klasikal batch B dihadiri oleh Kepala Pusbindiklat SDM Aparatur Bapak Drs. Dadi Mahardi, M.M.

Baca Selanjutnya

article

Bimbingan Teknis Analis Kebijakan di Lingkungan Kemenperin

calendar

10 May 21

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian melalui Pusdiklat Industri secara resmi telah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimbingan Teknis) untuk para pejabat fungsional Analis Kebijakan. Bimbingan Teknis ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan bagi fungsional analis kebijakan peralihan Pejabat Struktural eselon 3 dan 4 di lingkungan Kementerian Perindustrian. Bimbingan Teknis ini terselenggara atas kerjasama antara Pusdiklat Industri dengan Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Bimbingan Teknis yang terselenggara pada tanggal 17 sampai dengan 19 Februari 2021 tersebut dibuka oleh Kepala BPSDMI, Bapak Ir. Arus Gunawan dan dihadiri oleh Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN) Bapak Dr. Tri Widodo W. Utomo, S.H., M.A. Bimbingan Teknis ini diikuti oleh 207 orang peserta dengan rincian 2 orang Analis Kebijakan Ahli Utama, 58 orang Analis Kebijakan Ahli Madya dan 142 orang Analis Kebijakan Ahli Muda, serta 5 orang struktural. Peserta Bimbingan Teknis ini berasal dari beberapa unit kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Direktorat Jenderal Industri Agro, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional, dan Sekretariat Jendral.

Materi Bimbingan Teknis Analis Kebijakan meliputi:

  1. Kebijakan Pembinaan Jabatan Fungsional Analis Kebijakan, Standard Kompetensi, Pengembangan Karir dan Pengembangan kompetensi serta Sasaran Kinerja Pegawai.
  2. Kebijakan Penilaian Angka Kredit, Kenaikan Pangkat, Kenaikan Jenjang dan Butir-Butir Kegiatan Jabatan Fungsional Analis Kebijakan.
  3. Pengenalan Jenis-Jenis Karya Tulis Kedinasan.
  4. Simulasi Penyampaian DUPAK dan Alur Pelayanan Daftar Usulan Perhitungan Angka Kredit.
  5. Praktik Penulisan Karya Tulis Kedinasan (Telaahan Staf).

Para pengajar Bimbingan Teknis Analis Kebijakan berasal dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Melihat kondisi penyebaran Covid-19 yang masih cukup tinggi sehingga metode Bimbingan Teknis dilakukan secara distance learning (daring) dengan memanfaatkan aplikasi Zoom untuk ruang meeting online. Bimbingan Teknis ini juga menggunakan Learning Management System http://pusdiklat.kemenperin.go.id/ untuk absensi dan pengumpulan tugas. Peserta Bimbingan Teknis ditugaskan untuk membuat penulisan karya tulis kedinasan berupa Telaahan Staf yang dinilai oleh fasilitator dari LAN. Peserta mendapatkan Sertifikat dari Pusbindiklat SDM Aparatur setelah mengikuti Bimbingan Teknis ini.

Baca Selanjutnya

article

Bimbingan Teknis Perencana di Lingkungan Kemenperin

calendar

10 May 21

Bimbingan Teknis Perencana diselenggarakan bagi para Pejabat Fungsional Perencana untuk memberikan wawasan dan pengetahuan terkait tugas pokok dan fungsi di lingkungan Kementerian Perindustrian. Bimbingan Teknis Perencana dilaksanakan pada tanggal 15-17 Maret 2021 secara daring yang dibuka oleh Kepala BPSDMI Bapak. Ir. Arus Gunawan, Bimbingan teknis ini juga dihadiri Kepala Pusbindiklatren Kementerian PPN/Bappenas Bapak Dr. Guspika, MBA dan Kepala Pusbindiklat SDM Aparatur BPSDMI Kemenperin Bapak Drs. Dadi Mahardi, MM. Bimbingan Teknis ini terlaksana atas kerja sama antara Pusbindiklat SDM Aparatur BPSDMI dengan Pusbindiklatren Kementerian PPN/Bappenas.

Bimbingan Teknis ini diikuti oleh 85 peserta yang berasal dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Balai Besar, Balai Riset, Direktorat Jenderal Industri Agro, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional, Inspektorat Jenderal, dan Sekretariat Jendral. Materi Bimtek Perencana meliputi:

  1. Kebijakan Jabatan Fungsional Perencana
  2. Petunjuk Teknis Jabatan Funsional Perencana
  3. Studi Kasus Perencanaan
  4. Simulasi Penyusunan Dupak

Sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang masih berdampak, metode Bimtek dilakukan secara distance learning (daring) dengan memanfaatkan aplikasi Zoom. Bimtek ini juga menggunakan Learning Management System http://pusdiklat.kemenperin.go.id/ untuk absensi dan pengumpulan tugas. Peserta mendapatkan Sertifikat dari Pusbindiklat SDM Aparatur setelah mengikuti Bimtek ini.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0, Melangkah Menuju Transformasi Industri

calendar

13 April 21

Era Industry 4.0 telah tiba, ditandai dengan peningkatan konektivitas, interaksi, serta konvergensi masyarakat, mesin, dan sumber daya lainnya sebagai hasil dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini telah mempengaruhi seluruh rantai nilai industri, menciptakan model bisnis baru secara digital untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi dan kualitas produk yang lebih baik. Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, robotic dan sensor technology, serta 3D printing adalah faktor pendorong utama dalam revolusi industri baru tersebut.

Kajian yang dilakukan oleh Mc.Kinsey pada tahun 2019 menunjukkan bahwa Implementasi Industri 4.0 memberikan peluang yang siginifikan berupa peningkatan PDB sampai dengan 120 Miliar Dolar USD pada Tahun 2025, peningkatan produktivitas mencapai 40%-70% pada tahun 2025 serta penciptaan lebih kurang 20 Juta pekerjaan baru pada Tahun 2030.

Namun demikian implementasi industri 4.0 di Indonesia masih memiliki beberapa tantangan yaitu masih rendahnya tingkat adopsi industri 4.0, hanya 21% dari total industri, dan sebanyak 79% di antaranya masih terjebak dalam tahapan uji coba (pilot) tanpa melakukan scale up. Selain itu, untuk mendorong terwujudnya implementasi industry 4.0 terdapat pula tantangan reskilling dan upskilling tenaga kerja mencapai 6 hingga 29 juta pekerjaan pada tahun 2030.

Untuk Indonesia, Industry 4.0 merupakan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur dan akselerator untuk mencapai visi Indonesia menjadi 10 ekonomi teratas di dunia. Sebagai bagian dari program Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian membangun Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0 (PIDI 4.0) atau Digital Innovation and Capability Center untuk mempercepat adopsi Industri 4.0 di Indonesia.

PIDI 4.0 akan memiliki dan menjalankan 5 fungsi yaitu sebagai :

1) Showcase Center, sebagai tempat untuk melihat dan merasakan secara langsung penerapan dan proses transformasi industry 4.0. Desain konseptual untuk showcase, pada tahap awal diarahkan untuk Food and Beverage Industry dengan menampilkan showcase Ready-To-Drink (RTD) Tea dan teknologi kemasan, serta untuk Automotive Industry untuk komponen otomotif dan permesinan.

2) Capability Center sebagai tempat untuk membangun keahlian industri 4.0 dari level eksekutif puncak sampai dengan operator di lapangan, dengan target upskilling terhadap lebih kurang 400.000 tenaga kerja industri atau 4000 perusahaan.

3) Ecosystem for Industry 4.0, untuk membangun jejaring stakeholder industry 4.0 yang saling mendukung (Transfer Skill and Knowledge), dengan target lebih kurang 100-200 mitra atau stakeholders yang tergabung dalam 5 tahun.

4) Delivery Center, bertujuan mendampingi perusahaan dalam adopsi/transformasi industry 4.0 dari assessment hingga implementasi dan pengembangan (scale up), melalui layanan field and forum serta portal Do It Yourself (DIY) untuk untuk self help bagi perusahaan.

5) Innovation Center, bertujuan untuk memfasilitasi jaringan riset terapan antara perusahaan dan lembaga riset, sekaligus menyediakan test bed untuk pengujian penerapan teknologi baru.

Gedung PIDI 4.0 secara fisik akan berlokasi di Permata Hijau, pelaksanaan fungsi PIDI 4.0 secara bertahap telah dibangun dengan mengembangkan jaringan satelit PIDI 4.0 pada Satuan Kerja di lingkungan Kementerian Perindustrian serta beberapa industri yang menjadi lighthouse Industri 4.0.

Dengan adanya satelit PIDI 4.0 di berbagai daerah dan bidang keahlian, diharapkan target akselerasi transformasi industri 4.0 yang ditetapkan pada 5 pilar PIDI dapat tercapai dalam waktu yang lebih cepat.

Dalam persiapan operasionalisasi PIDI 4.0 ini, kami telah menerima Letter of Intent dari beberapa perusahaan, technology provider dan institusi Pendidikan untuk menjadi bagian dari ekosistem PIDI 4.0. Pada seminar pre-conference Hannover Messe 2021 kali ini kami sekaligus menyampaikan kegiatan penandatanganan MoU BPSDMI dengan Schneider Electric Indonesia; Arcstone Pte, Ltd, dan Zyfra, serta mengundang para stakeholder industry 4.0 lainnya untuk bersama-sama mengakselerasi transformasi digital Indonesia melalui PIDI 4.0.

Mudah-mudahan melalui seminar ini dapat semakin meningkatkan kesiapan perusahaan-perusahaan nasional untuk bertransformasi secara digital melalui PIDI 4.0.

Baca Selanjutnya

article

Potensi SDM Industri di Calon Ibukota Baru

calendar

09 April 21

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terpilih sebagai calon ibukota negara baru. Selain dibutuhkan infrastruktur untuk menunjang daerah tersebut, dibutuhkan pula SDM yang kompeten untuk menopangnya.

Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Bapak H. Rendi Solihin bersama dengan rombongan mengunjungi BPSDMI pada hari Kamis, 8 April 2021. Dalam kunjungannya, beliau diterima langsung oleh Kepala BPSDMI, Bapak Arus Gunawan didampingi pejabat Eselon II terkait.

Wakil Bupati menyampaikan keinginan kerja sama antara Kabupaten Kukar dengan BPSDMI dalam peningkatan SDM industri di wilayahnya. Kabupaten Kukar sendiri memiliki potensi industri di bidang migas, pengolahan pangan, dan kerajinan. Kabupaten Kukar sebagai daerah yang dipilih sebagai tempat ibukota negara baru ingin mempersiapkan SDM daerah agar dapat mendukung program ibu kota negara baru tersebut.

Kepala BPSDMI menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI memiliki beberapa program untuk menghasilkan SDM industri sesuai kebutuhan industri, diantaranya pendidikan vokasi dual system, pendirian politeknik dan akademi komunitas di WPPI, pembangunan link and match unit pendidikan dan industri, diklat 3 in 1, pembangunan infrastruktur dan sertifikasi kompetensi, serta pembangunan SDM Industri 4.0.

Dalam waktu dekat, Wakil Bupati berharap Kabupaten Kukar dapat melakukan kerja sama dengan BPSDMI dalam program Diklat 3 in 1 serta Pendidikan Setara D-1 sesuai kebutuhan industri di daerah Kukar. Diharapkan nantinya, Kabupaten Kukar akan menghasilkan wirausaha-wirausaha baru untuk mendukung perekonomian daerah dan nasional. Tidak menutup kemungkinan bahwa Kabupaten Kukar ingin mendirikan politeknik di waktu yang akan datang.

Baca Selanjutnya

article

JARVIS 2021 Dibuka, Kesempatan Emas Bagi Calon SDM Industri Unggul

calendar

08 April 21

Sektor industri merupakan faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Diperlukan SDM yang kompeten dan unggul untuk menyokong sektor industri di Indonesia tersebut. Kementerian Perindustrian berupaya untuk mencetak SDM kompeten tersebut salah satunya melalui unit-unit Pendidikan berupa 9 SMK-SMAK/SMTI dan 12 Politeknik/Akademi Komunitas yang tersebar di Indonesia.

Kini, calon siswa dan mahasiswa dapat lebih mudah untuk mendaftar ke institusi di lingkungan Kementerian Perindustrian tersebut. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Pusat Pengembangan Pelatihan Vokasi Industri (PPPVI) membuka JARVIS atau Jalur Penerimaan Vokasi Industri tahun 2021.

Pembukaan tersebut dilaksanakan pada Selasa (6/4) secara daring melalui platform Zoom dan disiarkan secara live di YouTube Kementerian Perindustrian. Adapun JARVIS resmi diluncurkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang diwakili oleh Kepala BPSDMI Arus Gunawan. Kepala PPPVI Iken Retnowulan turut hadir untuk memberikan sambutan.

“JARVIS merupakan langkah awal dalam mencetak Sumber dengan perkembangan zaman. Jika dahulu penerimaan siswa baru dilakukan melalui jalur offline (tatap muka), saat ini penerimaan siswa baru dapat dilaksanakan dengan jalur daring (online). Keterbatasan jarak yang dahulu menjadi kendala, saat ini dapat diatasi dengan daring,” papar Arus Gunawan saat menyampaikan sambutan dari Menperin.

Lewat JARVIS Bersama, calon siswa/mahasiswa dapat memilih 9 SMK-SMAK/SMTI dan 12 Politeknik/Akom Kemenperin di satu laman jarvis.kemenperin.go.id. Sehingga, proses pendaftaran menjadi lebih mudah, hemat, dan praktis. Terlebih lagi, di masa pandemi di mana aktivitas di luar rumah harus diminimalisir untuk mengurangi risiko penularan.

Sebelumnya, JARVIS telah hadir pada tahun 2019 dan 2020 untuk membuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar di Politeknik/Akom Kemenperin. Pada tahun ini, JARVIS melakukan inovasi dengan membuka pendaftaran SMK-SMAK/SMTI Kemenperin. Pada tahun 2020 saja, terdapat 33.880 orang yang mendaftar JARVIS.

“Saya berharap para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Begitu pula dengan calon lulusan SMP dan MTs. Saya juga berharap Jalur Penerimaan Vokasi Industri  atau JARVIS terus dikembangkan dan adaptif dengan kondisi dan tantangan kita ke depan,” tutup Arus Gunawan.

Baca Selanjutnya

article

Tingkatkan Daya Saing, BPSDMI Gelar Diklat 3 in 1

calendar

29 March 21

Untuk menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM berdaya saing, dibutuhkan wujud nyata peran pemerintah yang dapat dirasakan masyarakat.

Pada Rabu (24/3), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian membuka secara serentak program Diklat 3 in 1 berbasis kompetensi di tujuh Balai Diklat Industri (BDI).

Tercatat, penyelenggaraan diklat secara virtual ini diikuti 6.448 peserta dari 16 provinsi dan 70 kabupaten/kota di Indonesia. Diklat ini juga melibatkan 83 industri dan 32 dinas kabupaten/kota.

Menurut Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, dengan tersedianya tenaga kerja industri kompeten diharapkan utilitas industri dapat kembali meningkat. Beliau juga mengungkapkan bahwa program tersebut sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak pandemik Covid-19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah PHK di industri.

“Selain itu, sahabat kita para penyandang disabilitas juga mendapatkan diklat sebagai calon tenaga kerja pada berbagai sektor industri di Indonesia. Hal ini menunjukkan negara hadir untuk seluruh elemen masyarakat dan Kementerian Perindustrian selalu mendorong industri yang ramah bagi penyandang disabilitas,” papar Menperin.

Kepala BPSDMI Arus Gunawan menjelaskan bahwa peserta akan ditempatkan bekerja di beragai sektor industri.

“Penyelenggaraan Diklat 3 in 1 pada tahun ini masih dihadapkan pada situasi wabah COVID 19 di tengah-tengah kita. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagaimana kita tetap produktif menjalankan aktivitas namun dengan memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus COVID 19,” ujar beliau.

Arus juga memaparkan bahwa perusahaan industri yang menjadi lokasi pelatihan dipastikan telah memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 7 tahun 2020 tentang izin operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat COVID 19, serta persyaratan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun diklat-diklat 3 in 1 yang resmi dibuka hari ini meliputi:

1. Diklat operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit, operator produksi olahan makanan dan operator material handling di BDI Medan, diikuti 950 orang.

2. Diklat operator junior custom made wanita, pembuatan tenun  datar  dengan  alat  tenun ATBM, pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan (sulaman) dan batik tulis di BDI Padang dengan 530 peserta.

3. Diklat operator mesin industri garmen, operator tekstil, dan supervisor garmen di BDI Jakarta dengan peserta sebanyak 980 orang.

4. Diklat operator jahit upper alas kaki, assembling alas kaki, operator jahit karung jumbo plastik, operator looming plastik, upskilling jahit karung jumbo, upskilling looming plastik dan finishing furniture di BDI Yogyakarta dengan 1.705 peserta.

5. Diklat operator garmen, quality control garmen, telematika dan pengelasan di BDI Surabaya dengan peserta 1.075 orang.

6. Diklat pembuatan gerak animasi 3 dimensi, pembuatan layout animasi 3 dimensi, pembuatan aset animasi 3 dimensi, pembuatan gerak animasi 2 dimensi, pembuatan latar animasi 2 dimensi, desain grafis muda, desain produk kreatif, good manufacturing practice, barista, digital marketing, dan pembuatan produk kreatif di BDI Denpasar, peserta sebanyak 558 orang.

7. Diklat desain kemasan produk pangan, aneka olahan ikan, aneka olahan cokelat, pengolahan dan penyajian kopi (barista), dan pengolahan ikan tuna segar beku di BDI Makassar dengan peserta sebanyak 650 orang.

Baca Selanjutnya

article

Kiprah Ibu Sih Harumkan Nama SMK-SMTI Pontianak

calendar

27 January 21

Sosok inspiratif, Ibu Sih Parmawati, telah menorehkan prestasi bagi sekolah vokasi industri di Indonesia. Ibu Sih merupakan Kepala Sekolah SMK-SMTI Pontianak yang telah mencapai tingkat tertinggi bagi guru yaitu Guru Ahli Utama.

Mencapai keberhasilan saat ini dalam mendidik pelajar, SMK-SMTI Pontianak telah membuktikan keberhasilannya menjawab tantangan yang muncul dalam dunia pendidikan.

Sebagai seorang Kepala Sekolah yang sudah 3 kali menjabat, Ibu Sih menghadapi tantangan yang berbeda di tiap periodenya.

“Untuk periode pertama di SMK-SMTI Pontianak, tentu saja kondisinya sangat sederhana sekali. Saat itu juga pendidikan belum berkembang pesat (seperti) pada saat ini,” ungkapnya. “Orang memandang bahwa sekolah kita itu sebagai sekolah liar," ujarnya.

Mengapa?

“Kita tidak memiliki ijazah nasional. Sehingga pada saat itu kami mencoba melaksanakan pendekatan dengan (Dinas) Pendidikan Nasional untuk mengikuti ujian nasional,” jelasnya. 

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa sekolah telah menerapkan standar internasional ISO 9001 sehingga kegiatan yang dilakukan memiliki standar yang memadai.

Kerja sama internasional dilakukan agar dapat menyesuaikan dengan standar internasional demi tercapainya kompetensi yang berdaya saing global. SMK-SMTI Pontianak telah bekerja sama dengan Thailand dan Australia dalam hal sertifikasi kompetensi.

Dalam menerapkan pembelajaran di era new normal ini, SMK-SMTI Pontianak dipastikan memiliki strategi agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar yaitu dengan penerapan dual system, yang sudah diterapkan sejak sebelum adanya pandemi. Bagaimana penerapan dual system ini? Siswa belajar di sekolah selama 2 tahun dan berlanjut 1 tahun di industri. Penerapan pembelajaran jarak jauh dimulai dari pemberian materi, pemberian tugas, dan evaluasi. Semuanya dilaksanakan secara online.

Adanya program LAMARDIK (Layanan Satu Kamar Didik) menyediakan seluruh layanan secara online, yang meliputi layanan pendidikan, administrasi, dan kepuasan pengguna fasilitas.

Pada layanan pendidikan, di dalamnya terdapat menu pendaftaran peserta didik baru, pembayaran sampai dengan tes secara online. Hal ini memudahkan pergerakan calon siswa dan orang tua.

Siswa siswi dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi dengan aplikasi pembelajaran online. Seluruh tugas siswa terekam, ujiannya pun berbasis komputer. Jadi semua nilainya terintegrasi.

Sekolah juga menerapkan SIA (Sistem Informasi Akademi) yang dapat digunakan oleh siswa dan orang tua untuk memantau segala proses pembelajaran.

Kiprah Ibu Sih dan SMK-SMTI Pontianak dibahas dalam Bincang Vokasi Asik (BISIK) volume 1. Untuk tayangan lengkapnya, dapat disaksikan dalam video berikut:

Baca Selanjutnya

article

Siapkah Kita Menghadapi Industri 4.0? Ya. Harus Siap!

calendar

15 January 21

Menghadapi revolusi industri 4.0, tantangan ke depan akan semakin berat. Semua pihak harus siap dan cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Menyikapi hal ini, BPSDMI Kementerian Perindustrian fokus pada pembangunan Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI) 4.0 yang berlokasi di Permata Hijau, Jakarta Selatan. Pembangunan satelit pun sedang dipersiapkan, yaitu di Politeknik STTT Bandung, Politeknik STMI Jakarta, Politeknik Furniture Kendal, Politeknik ATI Makassar, Politeknik ATK Yogyakarta, BDI Denpasar, Schneider Electric, dan YPTI. Pusat inovasi ini memilki 5 pilar yang dapat dimanfaatkan oleh para stakeholders yang berkepentingan, seperti disampaikan Kepala BPSDMI, Eko S.A. Cahyanto, dalam Bincang Vokasi Asik (BISIK) bersama mahasiswi Politeknik STMI Jakarta, Bella Graceva.

Pilar pertama yaitu akan menjadi showcase. Pengunjung dapat melihat dan mengalami secara langsung industri 4.0. Yang kedua yaitu menjadi capability center untuk berlatih dan membangun keahlian. Selanjutnya menjadi ecosystem yang akan menjadi perantara bagi para stakeholders. Kemudian delivery center yang mentransformasi perusahaan dalam perjalanan industri dalam menerapkan teknologi 4.0. Yang kelima, innovation center untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru dari project yang ada.

Baik sumber daya manusia dan infrastruktur, harus benar-benar siap karena persaingan global semakin ketat. Unit Pendidikan di bawah naungan Kemenperin menyiapkan sumber daya manusia industri untuk bisa berdaya saing secara global. Menyiapkan para mahasiswa/i agar memiliki skill di masa depan, penyesuaian kurikulum, dan peningkatan skill para dosen. “Kita sudah ada di masyarakat ekonomi ASEAN. Hari ini kita sudah terlibat dalam RCEP,” ungkap Bapak Eko S.A. Cahyanto. Keterlibatan Indonesia dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) memberikan peluang untuk dapat memperoleh insight baru yang lebih luas.

Para pelajar diharapkan dapat memanfaatkan industri dalam proses pembelajaran, sehingga dapat memperoleh pengalaman secara langsung. Dengan memiliki banyak referensi, kemampuan pun akan semakin meningkat.

Bapak Eko S.A. Cahyanto juga menghimbau agar satelit PIDI dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembelajaran guna meningkatkan kompetensi untuk menghadapi masa depan.

Untuk menjawab rasa penasaran terkait BISIK kali ini, saksikan video berikut :

Baca Selanjutnya

article

Menilik SDM Otomotif Indonesia di Bincang Vokasi Asik (BISIK) Volume 3

calendar

11 January 21

Industri otomotif kian berkembang pesat. Berbagai teknologi dan inovasi di bidang otomotif terus bermunculan. Untuk menghadapi perubahan tersebut, Indonesia harus siap agar bisa terus bersaing dalam industri otomotif.

Kira-kira, skill seperti apa ya yang perlu dimiliki SDM di bidang otomotif? Lalu apa peranan BPSDMI dalam perkembangan industri otomotif di Indonesia?

Pertanyaan tersebut dibahas dalam Bincang Vokasi Asik (BISIK) vol. 3 yang ditayangkan di kanal media sosial Instagram BPSDMI. Dalam episode kali ini, kita akan berbincang dengan Presiden Institut Otomotif Indonesia, Bapak I Made Tangkas.

"Memang ada empat hal yang sangat penting dan perlu dipertahankan di dalam perkembangan SDM industri otomotif ini," tutur beliau.

Menurut Bapak I Made Tangkas, SDM di bidang industri otomotif di era ini setidaknya harus memiliki kecerdasan menghadapi perubahan dan pengetahuan di bidang otomotif, memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan kegiatan otomotif, mempunyai motivasi yang tinggi, serta yang terakhir memiliki karakter atau akhlak yang positif.

BPSDMI juga memiliki beragam program dan menjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas SDM di industri. Di antaranya adalah menyelenggarakan program pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi, pemagangan, dan penempatan.

Di bidang otomotif, kerjasama dijalin Institut Otomotif Indonesia dengan Politeknik STMI Jakarta. 

"Kita harapkan Politeknik STMI ini menjadi episentrum pengembangan industri otomotif," ujar Bapak I Made Tangkas.

Beliau juga berharap bentuk kerjasama nantinya akan membangun konsep multihelix, di mana terdapat kerjasama antara akademisi, bisnis atau industri, pemerintah, komunitas, asosiasi, institusi finansial, hingga media.

Menurut Bapak I Made Tangkas, SDM otomotif Indonesia sebenarnya tak kalah saing dengan SDM dari negara lain. Hal tersebut disimpulkannya setelah 2-3 tahun berada di perusahaan otomotif di luar negeri.

"Jika dilihat secara SDM, sebenarnya SDM kita lebih pintar, cerdas, kreatif, dan inovatif dalam mengeluarkan ide-ide di bidang industri otomotif," pujinya.

Bapak I Made Tangkas juga merefleksikan SDM industri tahun 2020 ini dan harapan ke depannya.

"Kita harus fokus kepada pengembangan industri Indonesia. Kemudian, bagaimana menjadikan SDM Industri Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dengan menguasai teknologi, dengan menguasai kemampuan inovasi, dan juga bagaimana dengan inovasi tersebut membuat produk dan sistem atau platform berbasis hasil karya anak bangsa," tutupnya.

Ingin menyaksikan tayangan BISIK selengkapnya? Segera tonton di video berikut ini.

Baca Selanjutnya

article

Kaleidoskop Vokasi Industri 2020 untuk Ciptakan Skills for the Future

calendar

07 January 21

Eksistensi industri menjadi salah satu fokus utama di masa pandemi saat ini. Sektor industri tetap menjadi spesial karena merupakan kontributor PDB dan ekspor terbesar, penyumbang pajak terbesar, serta menyerap banyak tenaga kerja. Industri tumbuh positif, meskipun ada beberapa yang suffer.

Sepanjang tahun 2020, BPSDMI Kementerian Perindustrian terus berupaya agar sektor perindustrian beserta sumber daya manusianya tetap bertumbuh di tengah pandemi Covid-19. Upaya tersebut terlihat dari berbagai program dan kebijakan dari BPSDMI, seperti yang telah dibahas dalam Catatan Akhir Tahun Vokasi Industri 2020.

Catatan Akhir Tahun Vokasi Industri 2020 merupakan sebuah acara virtual yang ditayangkan lewat kanal resmi BPSDMI pada Selasa (6/1) lalu. Program kaleidoskop 2020 ini menghadirkan Eko S.A. Cahyanto (Kepala BPSDMI) selaku narasumber, serta Pauline Miranti sebagai pembawa acara.

Acara dimulai dengan membahas bagaimana pentingnya kontribusi perindustrian non-migas dalam perekonomian nasional selama pandemi Covid-19.

"Sektor industri juga berperan besar dalam penerimaan negara, hampir 30 persen penerimaan negara yang berasal dari pajak berasal dari sektor industri. Kontribusinya terhadap ekspor juga besar. Lebih dari itu, (sektor industri) menyerap cukup banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, di masa pandemi ini, kami Kementerian Perindustrian fokus untuk bagaimana bisa menjaga industri ini tetap bisa beroperasi," tutur Kepala BPSDMI Eko S.A. Cahyanto.

Keberlangsungan Industri bergantung pada investasi, teknologi, dan sumber daya manusia sebagai penggeraknya. Untuk memenangkan pasar, teknologi yang up-to-date sangat diperlukan, sehingga dapat terus menarik investor dalam dan luar negeri.

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini, BPSDMI memiliki program diantaranya yaitu Pendidikan vokasi dual system, diklat 3 in 1, Politeknik dan Akademi Kompetensi di wilayah industri, Infrastruktur Kompetensi, Link and Match untuk mendorong industri agar dapat bekerja sama dengan sekolah, Pendidikan setara D-1 yang bersinergi dengan industri, dan yang terbaru adalah PIDI 4.0 sebagai road map di Making Indonesia 4.0. Terkait dengan membangun infrastruktur yang ideal, disiapkan ICT (In-Company Trainer) yaitu program yang diadopsi dari dual system. Selain itu, Sekolah Kejuruan, Politeknik, dan Akademi Komunitas didorong agar memiliki akreditasi internasional, seperti SMK-SMAK Bogor.

Skills for the Future, pendidikan vokasi harus bisa memenuhi kebutuhan industri saat ini dengan menyesuaikan kurikulum sehingga nantinya para lulusan mendapat kompetensi yang diperlukan di sektor industri dan memiliki daya saing di kancah global. Penyelarasan kurikulum inilah yang menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam pengembangan SDM industri. Diharapkan kedepannya, pendidikan vokasi bisa menjadi lebih ideal lagi. Kurikulum, teknologi, dan SDM menjadi tantangan yang saat ini dihadapi oleh pendidikan vokasi dalam implementasinya pada industri 4.0. Ada perbedaan prioritas dalam penilaian kualitas dalam dunia pendidikan konvensional dan di lapangan yang harus diselaraskan. Di lingkungan kerja industri, penilaian diawali dengan attitude, skill dan yang terakhir adalah knowledge, sedangkan di dunia pendidikan berlaku sebaliknya.

Tantangan lainnya dalam membangun SDM industri adalah infrastruktur teknologi yang tidak merata, high cost untuk sebagian orang, serta literasi teknologi pengajar dan siswa yang belum sesuai harapan.

Meskipun begitu, institusi pendidikan di bawah naungan BPSDMI juga telah menuai banyak prestasi pada tahun 2020 ini. Tiga Satker mendapat penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani yaitu SMK-SMAK Padang dan SMK-SMAK Bogor, serta Wilayah Bebas Korupsi yang diberikan kepada Politeknik ATI Padang. Dari hasil pemeringkatan Sekolah Kejuruan, SMK-SMAK Bogor mendapat peringkat 1 dan peringkat 3 yaitu SMK-SMTI Yogyakarta. Sangat membanggakan bahwa SMK-SMTI Yogyakarta menjadi satu-satunya SMK di dunia yang diberikan otorisasi sebagai training center Siemens.

Unit Pendidikan di bawah BPSDMI telah menjadi sekolah terbaik di wilayahnya, menarik minat calon mahasiswa untuk bergabung. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya peserta seleksi di Jalur Penerimaan Vokasi Industri (Jarvis).

"Kita tidak boleh berhenti berinovasi. Melalui inovasi, kita akan dapat terus meningkatkan daya saing kita, standar kita, sehingga bisa menjadi yang terdepan," ujarnya.

Penasaran bagaimana selengkapnya acara Catatan Akhir Tahun Vokasi Industri 2020? Segera saksikan di sini.

Baca Selanjutnya

article

Pemulihan Ekonomi Nasional Sektor Industri Kian Percaya Diri

calendar

17 December 20

Kenaikan peringkat Competitive Industrial Performance (CIP) index manufaktur, dinilai sebagai bukti peningkatan yang solid dari pemerintah, industri dan pasar. Terlebih lagi menunjukan strategi kebijakan pemerintah selama pandemi ini dinilai mampu menyongsong pemulihan ekonomi nasional secara berkala.

"Salah satu aspek dalam strategi dan kebijakan Kementerian Perindustrian, yaitu peningkatan daya saing melalui penerapan revolusi industri 4.0," Ungkap Kepala BPSDMI, Eko S.A Cahyanto, saat koferensi virtual bertema Unleashing the Industry 4.0 Potentials for Boosting Innovative SMEs in Indonesia, Rabu (16/12/2020).

Melalui peningkatan daya saing yang lebih efektif dan strategis, Eko masih optimis dengan masa depan industri manufaktur Indonesia dapat terus meningkat CIP Index yang lebih di tahun mendatang. Mengingat terdapat tujuh sektor prioritas yang diakselerasi untuk menerapkan digitalisasi, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan, yang diharapkan banyak berkontribusi pada peningkatan PDB industri, peningkatan ekspor industri dan peningkatan penyerapan tenaga kerja industri.

"Oleh karena itu, Kemenperin telah menyusun peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai komitmen pemerintah dalam mendorong adopsi teknologi yang lebih masif pada sektor industri manufaktur di tanah air sehingga bisa lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi," pungkasnya

Baca Selanjutnya

article

Index Industri Manufaktur RI Melesat, Salip Tiga Negara Ini

calendar

17 December 20

Kondisi ekonomi Indonesia diperkirakan kian membaik dalam beberapa waktu mendatang. Bekal daya saing di persaingan pasar global terus menguat seiring dengan implementasi teknologi industri 4.0 di sektor yang memacu inovasi dan produktivitas.

Keyakinan itu terbukti dengan Indonesia menempati urutan ke-38 dari 150 negara ranking Competitive Industrial Performance (CIP) index tahun 2019, yang berarti naik satu peringkat dari tahun 2018 yang nangkring di posisi ke-39. Data tersebut berdasarkan Industrial Development Report 2020 yang dirilis oleh United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Kondisi ini membuat Indonesia percaya diri mengungguli India, Filipina dan Vietnam.

"Keberhasilan ini membuat Indonesia masuk ke dalam kategori Upper Middle Quintile dan memiliki peringkat lebih tinggi dibanding India yang berada pada level ke-39, kemudian Filipina pada peringkat ke-41, dan Vietnam dengan urutan ke-43," Jelas Kepala BPSDMI, Eko S.A Cahyanto, pada koferensi virtual bertema Unleashing the Industry 4.0 Potentials for Boosting Innovative SMEs in Indonesia, Rabu (16/12/2020).

Baca Selanjutnya

article

Siswa SMK-SMTI Lampung Sabet Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

calendar

30 November 20

Satu lagi prestasi membanggakan datang dari bumi Lampung. Siswi SMK-SMTI Bandar Lampung menjuarai kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional Sorensen Education Festival Politeknik AKA Bogor dengan menampilkan karyanya yang berjudul Pirolisis Sampah Plastik Menjadi Liquid Fuel Menggunakan Katalis Heterogen Berbasis Batu Kapur. 

Siswa tersebut bernama Helena Patricia, S. Kepala SMK SMTI Bandar Lampung Sulastri mengatakan, prestasi ini sangat membanggakan sekolah. Sebab, selain membawa nama institusi, para siswa dan pembina juga membawa nama Lampung. 

Banyak pihak yang mengapresiasi prestasi yang ditorehkan ini. ini membuktikan, prestasi anak-anak Lampung di kancah nasional sudah diperhitungkan sekolah lain. Ke depan, lomba ilmiah kemungkinan akan sering diikuti. Sebab, dengan dual system pembelajaran, yakni 1,5 tahun di sekolah dan 1,5 tahun di dunia industri, para siswa akan lebih cepat menangkap konten pengetahuan keilmuan. Selain itu, lembaga pendidikan profesi (LSP) yang ada juga menjamin kompetensi lulusan sekolah ini.

Baca Selanjutnya

article

Top 10 SMK Berdasar Rerata Nilai UTBK 2020 Versi LTMPT, SMK-SMAK Bogor Puncaki Klasemen

calendar

30 November 20

Jelang penghujung tahun, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengadakan webinar bertemakan Kiat Sukses Masuk Perguruan Tinggi Pilihan dan Pengumuman Peringkat Sekolah berdasarkan Nilai UTBK 2020, acara tersebut mengudara di kanal youtube LTMPT OFFICIAL, pada hari Sabtu (28/11).

Tidak hanya memberikan bekal kiat-kiat sukses untuk dapat diterima di perguruan tinggi pilihan, Ketua LTMPT Prof. Mohammad Nasih juga menginformasikan daftar SLTA yang masuk 1.000 terbaik berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2O2O.

“Sekali lagi, kami hanya mengurutkan dari yang tertinggi hingga terandah. Atau ini berdasarkan rata-rata nilai TPS UTBK 2020," jelas Prof. Nasih.

Lebih lanjut, Prof. Nasih menjelaskan, pada UTBK 2020 diikuti sebanyak 662.404 peserta. Sedangkan jumlah siswa yang ikut yakni berasal dari 21.302 sekolah. Untuk rerata nilai Tes Potensi Skolastik (TPS) tertinggi dari peserta adalah 681,885. Sedangkan rerata nilai TPS terendah dari peserta 353,725.

Pada peluncuran daftar Top 1.000 SLTA tersebut, LTMPT menggunakan metode pengukuran:

1. SLTA yang diikutkan dalam pengukuran ini adalah SLTA yang jumlah siswanya mengikuti UTBK tahun 2020 minimal 20 orang.

2. Jumlah SLTA yang memenuhi kriteria sebanyak 6.319 sekolah.

3. Rerata nilai TPS peserta dihitung berdasarkan rerata dari nilai 4 sub tes yaitu kemampuan kuantitatif, memahami bacaan dan menulis, kemampuan penalaran umum dan pengetahuan pemahaman umum.

4. Rerata nilai TPS sekolah dihitung berdasarkan rerata nilai TPS dari peserta di sekolah tersebut.

5. SLTA diurutkan berdasarkan rerata nilai TPS dari tertinggi hingga terendah.

6. Diambil 1.000 SLTA dengan rerata nilai TPS tertinggi.

Adapun 1.000 SLTA itu dirinci menjadi: 

1. SMA 871 

2. MA 65 

3. SMK 58 

4. PKBM 5

Dan 10 top SMK Top 10 SMK Berdasar Rerata Nilai UTBK 2020 Versi LTMPT sebagai berikut :

SMK-SMAK Bogor Jawa Barat (166 nasional) 

SMKN Jateng Di Semarang (201 nasional) 

SMK SMTI DI Yogyakarta (318 nasional) 

SMKN 2 Pekalongan (401 nasional) 

SMKN 2 Depok DI Yogyakarta (403 nasional) 

SMKN 1 Wonosari DI Yogyakarta (460 nasional) 

SMKN 1 Temanggung Jawa Tengah (474 nasional) 

SMKN 7 Semarang (498 nasional) 

SMKS Telkom Sandhy Putra Jawa Timur (564 nasional) 

SMKN 26 Jakarta (565 nasional)

Unit pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian, SMK-SMAK Bogor menduduki puncak klasemen tertinggi top SMK berdasarkan statistik nilai UTBK 2020 versi LTMPT.

Baca Selanjutnya

article

Gelar Wisuda Nasional Serentak Secara Daring, Kepala BPSDMI Ingatkan Manfaat Bonus Demografi

calendar

29 November 20

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggelar wisuda nasional yang dilakukan oleh seluruh unit pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian. Wisuda kali ini berbeda dengan wisuda pada biasanya, akibat pandemi. Untuk pertama kalinya BPSDMI melakukan prosesi wisuda secara daring dan luring dari masing-masing unit pendidikan secara bersamaan namun tetap memegang teguh pada protokol kesehatan yang berlaku.

Wisuda yang mengusung tema Skill For The Future diikuti oleh 1.889 lulusan dari sembilan (9) SMK, SMAK dan SMTI, 3.866 lulusan dari sembian (9) Politeknik, dan dua (2) Akademi Komunitas dalam jenjang program SMK 3 tahun, SMK 4 tahun, Diploma 1, Diploma 2, Diploma 3, Diploma 4 dan S2 Terapan.

Kepala BPSDMI, Eko S.A Cahyanto mengatakan, serapan lulusan pendidikan vokasi banyak dibiuru oleh industri dan bursa kerja lainnya. Tahun 2019 sebesar 81,89 persen untuk SMK dan 51.91 persen untuk perguruan tinggi. Ia pun menyebutkan untuk lulusan 2020 pun juga cukup memuaskan meski diterapa pandemi Covid-19.

“Pada tahun 2020, serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja sebesar 75,70 persen untuk SMK dan 47.85 untuk perguruan tinggi.” Ujarnya, Sabtu (28/11).

Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI terus memberikan perhatian secara khusus untuk pengembangan pendidikan vokasi, termasuk di sekolah-sekolah vokasi yang dimiliki. Salah satunya melalui berbagai penghargaan kepada para tenaga pengajar yang terlibat. Tujuannya, agar semakin giat dalam mencetak SDM industri yang unggul.

“Saya sampaikan apresiasi kepada seluruh guru, dosen, instruktur, pranata laboratorium pendidikan, tenaga pendidik, dan tenaga pendidikan yang telah melengkapi semua fasilitas agar seluruh peserta didik terpenuhi kompetensinya,” Lanjutnya 

Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi modal besar untuk memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi. Untuk itu sangat penting menjaga konsistensi mencetak SDM unggul, berkompeten dan berdaya saing, mengingat Indonesia masih mendapatkan bonus demografi di tahun mendatang.

“Hingga tahun-tahun mendatang, Indonesia akan mengalamai bonus demografi, dengan pemuda-pemuda produktif akan mendominasi penduduk Indonesia. Bonus demografi ini merupakan modal penting bagi kami menyiapkan SDM Industri yang kompeten dan berdaya saing untuk mendorong percepatan hilirisasi industri demi program subtitusi impor.” Pungkasnya

Baca Selanjutnya

article

Kepala BPSDMI Beserta Pejabat Eselon 2 Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2020

calendar

27 November 20

Press Release

Jakarta, 25 November 2020. Melalui Video Virtual yang di diselenggarakan di SMK SMAK Bogor, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Bapak Eko S.A Cahyanto, Sekretariat Badan Ibu Yulia Astuti, Kepala PPKVI Ibu Iken Retnowulan dan Kepala Pusdiklat Industri Bapak Dadi Marhadi menyapa dan mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu Guru di Lingkungan Kemenperin yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional 2020.

Acara ini di hadiri oleh Bapak dan Ibu Guru dari SMK SMTI Banda Aceh, SMK SMTI Padang, SMK SMAK Padang, SMK SMAK Bogor, SMK SMTI Bandar Lampung, SMK SMTI Pontianak, SMK SMTI Makassar, SMK SMAK Makassar dan SMK SMTI Yogyakarta yang berada di Lingkungan Kemenperin.

“Guru adalah sosok yang selalu berjuang, menginspirasi banyak orang, yang merupakan pahlawan sesungguhnya, guru merupakan pahlawan yang berjasa mencerdaskan bangsa, merekalah yang tanpa kenal lelah selalu berusaha mendidik dan membimbing murid-muridnya dengan ilmu pengetahuan. Kepada seluruh guru dilingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian mari kita bersama mendidik dan melatih murid-murid kita agar kelak menjadi SDM Industri yang kompeten, berdaya saing, adaptif dan siap menghadapi masa depan serta kontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional. Terima kasih dan saya selalu berdoa agar ibu bapak selalu sehat dan bersemangat selalu bergairah memiliki kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas darma bakti kepada Negara dalam mencerdaskan anak didik dan bangsa kita” Kata Bapak Eko S.A Cahyanto.

Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat 3 pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang kompeten sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif. Melalui program kerja yang dilaksanakan, upaya BPSDMI Kemenperin dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajar terus dilakukan mengingat Sumber Daya Manusia Industri adalah investasi utama untuk kemajuan sektor industri dalam negeri.

Memiliki sembilan unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terdiri dari Sekolah Menengah Analisis Kimia dan Sekolah Menengah Teknologi Industri. SMK di lingkungan Kemenperin berbasis spesialisasi dengan kurikulum mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang disusun bersama sektor industri. Selain itu, kegiatan belajar mengajar menggunakan modul berbasis kompetensi, dengan fasilitas workshop, laboratorium dan teaching factory dengan mesin dan peralatan yang sesuai standar industri. Kerja sama yang dilakukan sekolah dengan industri memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan praktek kerja di industri serta dapat bekerja di industri setelah lulus dengan tingkat penyerapan hingga 100%.

Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI terus memberikan perhatian secara khusus untuk pengembangan pendidikan vokasi, termasuk di sekolah-sekolah vokasi yang dimiliki. Salah satunya melalui berbagai penghargaan kepada para tenaga pengajar yang terlibat. Tujuannya, agar semakin giat dalam mencetak SDM industri yang unggul.

Salah satu guru di sekolah menengah vokasi telah mencapai tahap guru utama vokasi. Sih Parmawati, guru yang juga merupakan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan - Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Pontianak diangkat menjadi guru utama vokasi pada bulan Juli lalu. Pengangkatan guru utama vokasi dilakukan dengan mempertimbangkan dedikasi guru terhadap pendidikan bidang industri serta berbagai prestasi yang telah ditorehkan, baik untuk institusi maupun pribadi.

Mewakili suara para guru di acara perayaan Hari Guru Nasional virtual yang digagas oleh BPSDMI, ia mengungkapkan rasa bangganya menjadi tenaga pendidik yang ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam mencetak Sumber Daya Manusia Industri yang mengikuti arus perkembangan teknologi seperti saat ini.

“Kami bangga sebagai guru dan mengucapkan terima kasih kepada kepala badan beserta jajarannya dalam rangka memberikan penghormatan kepada guru. Tantangan ke depan semakin berat, kita harus mempersiapkan siswa dengan karakter dengan berpacu dengan teknologi dimana arus teknologi" Kata Ibu Sih Parmawati

Terima kasih kepada guru yang telah mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Kami mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional untuk seluruh guru di Indonesia.

Baca Selanjutnya

article

Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Gemar WFH (Work From Heart)

calendar

26 November 20

Hari Guru adalah hari istimewa untuk mengakui peran seorang guru dalam kehidupan murid-muridnya. Di masa muda, sosok guru memainkan peran yang sangat penting bagi murid-muridnya. Mereka telah menjadi teladan, inspirasi, dan figur orang tua di luar rumah yang mengajari banyak pelajaran tentang kehidupan. 

“Saya bangga dan ingin menyampaikan (kepada guru) kalian adalah inspirator, kalian adalah motivator untuk kita, kalian juga investor yang tidak pernah kembali mengambil asetnya. Ini merupakan ibadah yang luar biasa.” Ucap Kepala Pusdiklat Industri, Dadi Marhadi, kenang sosok guru di perayaan Hari Guru, Rabu (25/11).

Serupa dengan Dadi Marhadi, Sekretaris BPSDMI, Yulia Astuti pun turut memberikan do’a dan harapan kepada semua orang yang mengajarkan kebaikan di dalam kehidupan sehari-hari.

“Meski jabatan bukan guru namun mengajarkan sesuatu kepada kita. Semoga apa yang bapak ibu sumbangkan untuk bangsa ini dibalas oleh Allah SWT.” Ungkapnya

Di samping itu, seorang guru yang baik tidak hanya menanamkan ilmu kepada siswanya tetapi juga menginspirasi, mendorong, dan menanamkan rasa ingin tahu untuk mencari solusi atas masalah. Untuk menghormati orang-orang luar biasa ini dalam hidup kita, Hari Guru dirayakan sebagai hari penting di seluruh dunia.

“Disaat pandemi seperti ini, guru tertantang karena merasa tidak optimal memberikan pembelajaran kepada murid, padahal mereka harus berjuang untuk mendapatkan lapangan kerja. Namun kami terus berusaha untuk terus memberikan pelayanan dan pembelajaran yang maksimal agar mereka memiliki perkembangan ilmu dan skill untuk bekal masa depan.” Terang Sih Parmawati, Guru Utama di Kementerian Perindustrian mewakili suara para guru di teleconference perayaan Hari Guru Nasional yang digagas oleh BPSDMI Kemenperin.

Baca Selanjutnya

article

Peringati Hari Guru Nasional, BPSDMI Ciptakan Program Kerja untuk Kesejahteraan Guru di Lingkungan Kemenperin

calendar

26 November 20

Memperingati momen Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November, Kepala BPSDMI beserta Sekretaris BPSDMI, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat Industri) dan Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri (PPKVI) melenggang ke SMAK Bogor untuk merayakan Hari Guru bersama para guru di bawah lingkungan BPSDMI Kemenperin secara virtual melalui zoom.

Di sela-sela kegiatan, dilakukan pemotongan kue sebagai simbol terimakasih atas segala jasa para guru yang tiada henti menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) diberbagai sektor profesi untuk ikut mensejahterakan kehidupan bangsa. Tak dipungkiri, bahwa kekuatan suatu bangsa adalah sumbangan terbesar dari guru. Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPSDMI, Eko S.A Cahyanto saat memberikan sambutan kegiatan perayaan Hari Guru, Rabu (25/11).

Peringatan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia. Diketahui bersama bahwa semua kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring akibat pandemi ini. BPSDMI Kemenperin melalui program-program kerja nya akan lebih memperhatikan kesejahteraan guru dan memudahkan tahun ajaran baru dengan fasilitas yang terbaik.

“Di hari guru ini, kami akan memperhatikan karir guru, tidak hanya untuk hari ini namun untuk di masa yang akan datang. Mengembangkan sistem informasi jarak jauh, mengembangkan jaringan untuk guru dan siswa di lingkungan sekolah, mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi serta peraturan standar yang lebih jelas untuk unit pendidikan di bawah Kemenperin.” Ujar, Kepala PPKVI, Iken Retnowulan.

Baca Selanjutnya

article

Inspektorat Jendral dan Kepala BPSDMI Kemenperin Kunjungi Pelatihan Perakitan Ventilator di SMK-SMTI Yogyakarta

calendar

23 November 20

Salah satu unit vokasi industri di bawah naungan BPSDMI Kemenperin, SMK-SMTI Yogyakarta, sedang menyelenggarakan pelatihan perakitan ventilator indonesia berkerjasama dengan PT Yogya Presesi Tehnikatama Industri (YPTI), perusahaan yang memenuhi kebutuhan pengecekan fixture, cetakan, injeksi plastik dan komponen presisi.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai dari tanggal 18-27 November 2020, yang diikuti oleh siswa Teknik Mekatronika bertujuan agar memberikan pemahaman yang komperhensif dan pengalaman kongkrit untuk mencetak tenaga ahli profesional dalam perakitan ventilator berskala industri. Penting bagi seorang tenaga ahli mampu menguasai instalasi dan cara kerja ventilator baik secara teori maupun praktik untuk menunjang produksi massal ventilator.

Bertepatan dengan berlangsungnya pelatihan, Inspektorat Jendral dan Kepala BPSDMI Kemenperin melakukan kunjungan kerja ke SMK-SMTI Yogyakarta. Pada agenda kunjungan kerja tersebut, turut serta pula Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri (PPPKVI) Ibu Iken Retnowulan beserta rombongan dari BPSDMI dan beberapa Kepala Satker di Lingkungan Kementerian Perindustrian.

Rombongan meninjau langsung ke dalam kelas pelatihan didampingi Kepala SMK SMTI Yogyakarta Ibu Rr. Ening Kaekasiwi beserta jajarannya dan Direktur PT YPTI Bapak Petrus Tedja Hapsoro. Seusai mengunjungi kelas pelatihan, rombongan menuju gedung Teaching Factory untuk melihat produksi biopelet dari jerami, yaitu hasil kerja sama dengan Green Building Perancis.

Melihat potensi menjanjikan lainnya dengan adanya kolaborasi dari pelatihan ini, rangkaian kegiatan diakhiri dengan diskusi lebih lanjut untuk menjajaki potensi kerja sama yang dapat dibangun dengan menggandeng PT YPTI dalam meningkatkan kompetensi siswa SMK-SMTI Yogyakarta.

Baca Selanjutnya

article

Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BPSDMI Optimis Membangun kolaborasi pengembangan SDM Industri Berdaya Saing Untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional.

calendar

21 November 20

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Eko S.A Cahyanto membuka rapat kerja teknis BPSDMI Kementerian Perindustrian yang diselenggarakan selama tiga (3) hari pada tanggal 18-20 November 2020 secara luring dan daring di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Rakernis ini diharapkan dapat meyiapkan dan mengembangkan sinergisitas, koordinasi, akses dan kerjasama dengan stakeholders terkait. Dalam hal ini diperlukan perencanaan strategis diwujudkan dalam rencana kerja tahun anggaran 2021 yang dibahas oleh masing-masing unit di lingkungan BPSDMI Kementerian Perindustrian.

Kepala BPSDMI, dalam laporan Rakernis ini menyampaikan bahwa acara ini diikuti oleh 183 peserta dari unit BPSDMI Pusat, Satuan Kerja SMK, Satuan Kerja Politeknik dan Akademi Komunitas, serta satuan kerja Balai Diklat Industri, yang nantinya akan bersama-sama merancang program kerja tahun depan dan menyamakan persepi dan tugas BPSDMI.

“Bahwa pertemuan ini untuk menjalankan dan menyamakan persepsi tugas-tugas yang ada di bagian. Serta membangun sinergi dan kolaborasi pembangunan SDM Industri kompeten yang berdaya saing global dengan melibatkan para stakeholder.” Ujar Eko S.A Cahyanto

Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan dalam mencapai visi dan misi Rakernis yang bertajuk Membangun Kolaborasi Pengembangan SDM Industri Berdaya Saing untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, BPSDMI mengundang beberapa narasumber diantaranya dari Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Narasumber yang hadir menyampaikan materi yang terbagi dalam tiga (3) kelompok panel mulai dari penyiapan tenaga kerja industri lintas KL, penguatan kerjasama internasional hingga penguatan link and match pendidikan dan pelatihan untuk mendukung Vokasi Industri.

Diharapkan dengan digelarnya rakernis ini dapat menghasilkan output berupa terwujudnya sinergi kebijakan dan program pengembangan SDM Industri di antara pemangku kepentingan, terciptanya koordinasi lintas K/L dan sektor dalam penyelenggaraan program SDM Insdustri serta perluasan akses kerjasama internasional.

Kegiatan ini merupakan sarana bagi segenap pegawai BPSDMI selaku pemangku kepentingan di lingkungan internal BPSDMI, untuk bersama-sama memajukan industri nasional

Baca Selanjutnya

article

Menyokong Era Industri 4.0, Ini Softskill yang Harus Disiapkan Vokasi Industri

calendar

12 November 20

Industri 4.0 mendorong setiap orang untuk lebih kompetitif agar tak tergerus teknologi. Sebagai institusi yang mencetak sumber daya berkualitas, unit pendidikan pun dituntut agar bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan tersebut. Guna mencapai sasaran tersebut, langkah kolaboratif ini perlu melibatkan beberapa pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintahan, asosiasi dan pelaku industri, hingga akademisi.

Dr. Brian Fairman Chairperson of ASEAN Institute of Applied Learning mengatakan pengajar tidak hanya harus memperkuat kurikulum namun juga jaringan dan keahlian soft skill.

“Memasuki industri 4.0, sangat penting memiliki softskill pada pemecahan masalah, komunikasi, negosiasi, dan adaptasi (berpikir kreatif dan inovatif) karena dapat membangun moral, karakter dan etika seseorang.” Jelasnya saat memaparkan materi pada acara Webinar Internasional bertajuk Developing the vocational graduates softskill for industri 4.0 yang digagas oleh SMK SMTI Makassar secara daring melalui zoom dan siaran live streaming youtube, Selasa (10/11).

Hal senada dipaparkan juga oleh, Olav Kevin Sudja dari Vapro Indonesia yang juga hadir sebagai narasumber di acara tersebut. Ia mengatakan terjadi perubahan kebutuhan skill di dunia kerja. 

Periode 5 tahun dari 2015 ke 2020, kreativitas menjadi syarat skill yang lebih prioritas di masa depan ketimbang beberapa tahun lalu. Begitupun dengan kemampuan adaptasi digitalisasi yang dibutuhkan pada sektor industri yang semakin berorientasi internasional.

“Dalam dunia industri internasional, seorang pekerja membutuhkan pengetahuan yang up-to-date, kemampuan menyelesaikan masalah, kesadaran terhadap HSEQ dan kompetensi.” Ujarnya

Tak hanya itu saja, kedua narasumber sepakat bahwa sistem pembelajaran yang ada saat ini harus dirubah, yang semula guru yang menjadi pusat pembelajaran, saat ini harus berbasis pada kompetensi keterampilan murid (Dual System Learning)  dan dibekali tanggung jawab terhadap pekerjaan yang harus ia selesaikan, peran pengajar mendampingi menjadi mentor dalam belajar.

Baca Selanjutnya

article

Kisah Sukses Alumni STTT Bandung yang Kini Sukses Bangun Brand Fashion Kekinian

calendar

10 November 20

Warga Bandung wajib ngerti nih, brand fashion masa kini yang kece banget.  Namanya KIVVARI fashion, yang didirikan oleh pengusaha wanita muda lulusan STTT Bandung. Yap, Widi Asari! ia adalah seorang perancang busana, dan juga seorang akademisi bidang fashion dan tekstil. Widi Asari merupakan lulusan Diploma-IV dari program studi Produksi Garmen Konsentrasi Fashion Design, Politeknik STTT Bandung dan sekarang sedang melanjutkan program Magister Rekayasa Tekstil dan Apparel di Politeknik STTT Bandung.

Sebagai perancang busana, ia pernah terlibat dengan Young Creator Indonesia Fashion Institute, Advanced Fashion Design Batch 1 di ITB (2016-2017). Serta magang di Deden Siswanto Design Workshop (2017). Pada 2016, Widi menjadi Juara 1 Illustration "Embrace Culture" dari International Institute Fashion Design (INI FD) Jakarta. Pada 2017, dia menjadi 15 Besar Finalis Design Fashion Competition "Explore Bali" di HIPMI Bali Fashion Week 2017 di Beach Walk Kuta, Bali. Tahun berikutnya, 2018, menjadi Juara 2 Young Desainer Starter Competition (YDSC) ETHICA 2018 di Trans Luxury Hotel Bandung. Dan yang terbaru, Widi Asari terpilih sebagai Juara 2 Modest Young Designer Competition (MYDC) di Muslim Fashion Festival (Muffest) 2020.

Ketertarikannya dibidang fashion dimulai sejak ia duduk di bangku SMA dengan berjualan outer yang dibuat ia sendiri. Jatuh bangun, membangun bisnis pun tak dapar dihindarkan karena niat dan usahanya belum matang. Hingga pada 2019 akhirnya ia melahirkan KIVVARI. Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta mempercayai KIVVARI jadi salah satu pengisi tenant yang mendukung tumbuh kembang KIVVARI sehingga bisa menjadi bisnis yang profesional yang siap survive di pasar fashion. Selama menjadi inkubator bisnis di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, KIVVARI difasilitasi untuk mengembangkan produksi, digital marketing dan kiat-kiat membentangkan sayap bisnis lebih luas. Paket lengkap banget deh Teh Widi ini. Cantik, pinter, inspiratif pula!

Baca Selanjutnya

article

Sharing Session Kehumasan dan Publikasi II: “Fenomena Digitalisasi Momentum Gencar Sebar Informasi”

calendar

02 November 20

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui sekretariat BPSDMI menyelenggarakan acara sharing session kehumasan dan sosial media yang diikuti oleh humas dan pengelola sosial media satuan kerja di lingkungan BPSDMI. Acaranya dilakukan secara daring bertempat di Mercure Hotel Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Dibuka secara resmi oleh sekretaris BPSDMI, Yulia Astuti, menyampaikan bahwa transformasi industri 4.0 menuntut kita lebih melek digital diiringi dengan kemampuan berkreasi dan inovasi sehingga melahirkan industri kreatif di berbagai sektor industri.

“Era Revolusi Industri 4.0 membuktikan bahwa perjalanan teknologi hingga hari ini telah sampai pada era digital, di mana seluruh aktivitas industri yang dikembangkan menggunakan inovasi digital. Industri kreatif diciptakan pada kreativitas, keterampilan serta bakat individu yang diharapkan mampu menciptakan perubahan baru melalui daya kreasi dan daya cipta individu dengan didukung perkembangan teknologi yang pesat.” Ujarnya

Menurutnya, keadaan yang sedang dihadapi saat ini, dimana sebagaian besar kegiatan dilakukan secara virtual bisa dimanfaatkan untuk lebih aktif memberikan informasi publikasi di media sosial.

“Melihat fenomena yang sedang berkembang saat ini tentunya menjadi momentum kita semua untuk lebih aktif membagikan informasi publikasi seputar program-program yang ada di BPSDMI maupun satker-satker sekaligus agenda event yang akan diselenggarakan.” Imbuhnya

Lebih lanjut, tujuan pengelolaan komunikasi publik dan kehumasan yaitu harus dapat menangkap berbagai isu yang berkembang di publik dan memberi respon yang tepat, melakukan koordinasi komunikasi agar semua komponen di pusat dan daerah memiliki informasi yang cukup, menyampaikan informasi yang lengkap terkait program kerja, menjadi informasi yang valid dan meraih kepercayaan masyarakat, urainya.

Baca Selanjutnya

article

Wih, Canggih! Politeknik Industri Furnitur Kendal Bakal Punya Digital Satelit Manufaktur

calendar

24 October 20

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengambil langkah strategis menapaki transformasi industri 4.0. Salah satunya melalui akselerasi transformasi industri digital yang sejalan dengan Making Indonesia 4.0, sebuah peta jalan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.

Membangun Digital Capability Center atau Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI) 4.0 satu dari sekian banyak jalan yang ditempuh. PIDI 4.0 nantinya juga memiliki satelit-satelit kecil yang dibangun di beberapa unit pendidikan yang berada di Bandung, Kendal, Jakarta dan Makassar. 

Beberapa waktu lalu, Sekretaris BPSDMI, Yulia Astuti, menyambangi Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, unit pendidikan yang menjadi salah satu tempat dibangunnya digital satelit, dan kunjungannya kesana bertujuan untuk  meninjau sejauh mana progress yang sedang berjalan.

Dengan dibangunnya Digital Satelit nanti akan menerapkan teknologi industri 4.0 pada workshop furnitur atau smart factory. Manajemen perencanaan desain produk, manajemen perencanaan cost produk, pemograman mesin dan proses produksi secara real time.

Pembuatan furnitur dan pengolahan kayu, akan memangkas waktu dan tenaga jadi lebih efisien. Order desain diterjemahkan dalam gambar kerja dan program serta barcode menggunakan software Homag ix, pemotongan bahan kayu baku pada mesin Running Saw sesuai dengan program, dan gambar kerja yang sudah dihasilkan, merapihkan seluruh sisi produk dengan mesin edge bender, Proses konstruksi dan pembentukan dengan menggunakan mesin CNC drilling, mesin CNC router dan mesin CNC nesting, sesuai dengan gambar kerja dan program.

Jadi gimana nih? Kebayangkan canggihnya digital satelit yang akan segera mendarat di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal ini..

Baca Selanjutnya

article

Upaya Tekan Angka Pengangguran di Masa Pandemi, BPSDMI Gelar Diklat 3in1 Serentak Ke-3 Tahun Ini

calendar

23 October 20


Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian kembali menggelar Pelatihan 3 in 1 Berbasis Kompetensi serentak untuk yang ketiga kalinya, sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya serap tenaga kerja di masa pandemi Covid-19.

“Pelaksanaan pelatihan 3 in 1 yang pembukaannya dilaksanakan pada hari ini sangat spesial karena dilakukan secara serentak oleh 7 (tujuh) Balai Diklat Industri dan diikuti oleh berbagai sektor industri dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Dan ini merupakan kali ketiga di tahun ini kita melaksanakan pembukaan pelatihan 3 in 1 secara serentak, yaitu sebelumnya dilaksanakan tanggal 25 Agustus 2020 dan tanggal 10 September 2020 yang diikuti oleh seluruh BDI di lingkungan Kementerian Perindustrian,” Ucap Kepala BPSDMI Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, di Jakarta, Kamis (22/10).

Menurutnya, perusahaan industri yang menjadi lokasi pelatihan dipastikan telah mengantongi Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Selain wajib menerapkan Protokol Kesehatan baik pada saat pelatihan maupun diluar pelatihan, kegiatan pelatihan juga dipantau terus menerus sampai pelatihan berakhir.

Turut membuka secara resmi acara ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat 3 pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dari ketiga komponen tersebut, lanjut Achmad Sigit, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang kompeten.

“SDM yang kompeten dan profesional akan menjadi kunci keberhasilan dari sebuah organisasi. Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif.” Jelas Achmad Sigit saat membuka diklat 3 in 1 serentak di 7 balai diklat industri (BDI) secara virtual Kamis (22/10). 

Baca Selanjutnya

article

Gandeng PT. Venamon, Optimis Ciptakan Produk Alas Kaki Lokal Berdaya Saing Internasional

calendar

23 October 20

Industri alas kaki jadi salah satu sektor manufaktur andalan yang mengantongi prioritas pengembangan dari pemerintah. Karena tergolong industri padat karya dan berorientasi ekspor, sehingga industri ini berperan banyak dalam memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional. 

Beberapa waktu lalu dengan fenomena ramai mengantri untuk mendapatkan sepatu lokal menjadi angin segar produksi sepatu lokal bisa menjadi primadona di rumah nya sendiri.

Kualitas terbaik dan ketersediaan SDM Industri yang kompeten menjadi solusi produk alas kaki lokal mampu bersaing dikancah internasional. Hal itu sejalan dengan yang diungkapkan Kepala BPSDMI, Eko S.A. Cahyanto, yang belum lama ini bertolak ke PT. Venamon perusahaan manufaktur berfokus pada pembuatan produk alas kaki yang telah bekerjasama dengan Vokasi Industri di bawah naungan BPSDMI Kemenperin yang memiliki program studi Teknologi Pengolahan Produk Kulit, ATK Yogyakarta, dalam program pendidikan setara D1.

“Program vokasi D1 yang dilakukan ini, ada di 12 Provinsi dan 15 Kabupaten/Kota. Harapannya, bisa tercipta SDM dengan skill yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan pendidikan setara D1 ini merupakan salah satu wujud program link and match yang menjadi kebutuhan industri.” Tutur Eko

Agenda kunjungan ini untuk meninjau langsung tempat kuliah kerja praktik mahasiswa dilengkapi dengan fasilitas memadai dan memastikan langsung produk-produk yang dihasilkan terjamin kualitasnya.

Baca Selanjutnya

article

Diklat 3in1 Jadi Solusi Kualitas SDM Industri “Naik Kelas”

calendar

22 October 20

BPSDMI Kemenperin melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Industri, bertekad untuk terus menciptakan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini. Sebab, SDM merupakan salah satu komponen vital yang berperan dalam mendongkrak produktivitas dan daya saing industri nasional.

Pengembangan industri nasional harus diikuti dengan ketersediaan SDM Industri yang memiliki kompetensi teknis dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Di samping itu juga, memasuki revolusi industri 4.0, SDM Industri harus dibekali dengan keterampilan dasar, peningkatan, keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) sesuai kebutuhan industri saat ini.

Oleh karena itu, BPSDMI menjawab tantangan yang ada dengan menggelar program strategis Diklat 3in1 (Pendidikan, pelatihan dan sertifikasi) Serentak tujuh (7) Balai Diklat Industri yang akan resmi dibuka pada Kamis (22/10) secara daring dan bisa disaksikan melalui streaming youtube di channel Kementerian Perindustrian RI. Ini merupakan kali ketiga di tahun ini menggadakan pembukaan pelatihan 3in1 secara serentak.

Diklat 3in1 serentak kali ini diikuti sebanyak 1602 peserta di berbagai sektor industri dari berbagai wilayah di Indonesia. Nantinya peserta tak hanya diberikan kompetensi teknis saja namun juga akan diajarkan kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama. Kurikulum Diklat 3in1 sudah di-design spesifik pada keterampilan tertentu dan sesuai dengan kebutuhan industri sebagai bekal siap kerja. 

Baca Selanjutnya

article

Membangun Iklim Inovasi Industri Farmasi Melalui Link and Match

calendar

22 October 20

Industri farmasi jadi salah satu sektor yang berberperan penting dalam penyediaan obat-obatan di tengah pandemi saat ini, hal itu memberi ruang energi pada pemulihan ekonomi di sektor industri nasional.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Eko. S.A Cahyanto  melenggang ke perusahaan farmasi Kalbe Farma, Selasa (20/10). Ia bertolak kesana bertujuan untuk menghadiri penandatanganan MoU kerjasama antara Kalbe Farma dengan beberapa unit pendidikan, sekaligus berkesempatan melihat fasilitas laboratorium dan fasilitas produksi yang ada disana.

Kerjasama yang akan dilakukan ini merupakan program link and match yang menjadi salah satu pilar program yang dimiliki oleh BPSDMI sebagai upaya konsistensi dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Industri yang unggul dan berdaya saing. 

Melalui kerjasama ini, membawa angin segar untuk terus membangun iklim inovasi dari upaya kolaborasi dan kemitraan antara pemerintah, akademisi dan industri dalam negeri khususnya pada industri farmasi.

Baca Selanjutnya

article

Tampil Kece dengan Sepatu Lokal yang Dijamin Berkualitas! #LokalPride

calendar

22 October 20

Tren streetwear yang semakin marak membuat sneakers jadi incaran millenials untuk tetap bergaya keren dan tetap trendi. Tetapi, tak berarti hanya sneakers merek internasional saja yang mampu mendongkrak gaya kamu. Sudah semakin banyak lho, brand sepatu lokal Indonesia yang diakui banyak pencinta sneakers.

Bahkan, banyak politisi, artis, sampai Presiden Jokowi juga sering terlihat memakai sepatu kets buatan anak bangsa. Tak ketinggalan, Kepala Badan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Eko S.A Cahyanto, turut meramaikan sneakers tanah air dengan mengunjungi Nokha.Co perusahaan yang bergerak dibidang footwear yang bekerjasama dengan BDI Yogyakarta. Di kesempatan yang sama, Kepala BPSDMI juga meresmikan workshop yang digunakan untuk Diklat 3in1 berbasis kompetensi.

Datang ke perusahaan sepatu tak afdol kalau tidak menengok produk-produk yang dihasilkan disana. Ya, benar. Kepala BPSDMI berkesempatan me-launching dua (2) produk sepatu baru dari Nokha.Co sekaligus menamainyai Keikei dan Khalee.

Jangan gengsi untuk mendukung produk sepatu buatan anak bangsa. Justru semakin kamu bangga akan produk lokal, kamu akan semakin hype seperti generasai urban zaman sekarang!

Baca Selanjutnya

article

Dongkrak Transformasi Industri, Kemenperin Kebut Pembangunan PIDI 4.0 di Permata Hijau

calendar

22 October 20

Dalam rangka pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang industri 4.0, serta sebagai lembaga riset pengujian teknologi, Kementerian Perindustrian sedang membangun Digital Capability Center atau Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI) 4.0 di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Nantinya, PIDI 4.0 ini akan dijadikan Showcase ekosistem industri digital sehingga menjadi tulang punggung adopsi teknologi 4.0 bagi sektor industri. Tak hanya menjadi showcase, namun juga akan berfungsi untuk mendampingi perusahaan industri bertrafsformasi ke arah digitalisasi yang sejalan dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Mengingat keadaan ditengah pandemi saat ini, dimana semua kegiatan banyak dilakukan secara daring, mendorong percepatan transformasi industri 4.0. Untuk itu Kepala BPSDMI, Eko S.A Cahyanto melakukan peninjauan berkala progres pembangunan PIDI 4.0 demi kelancaran dan mempercepat pembangunan agar segera terealisasi.

Sejauh ini proses pembangunan PIDI 4.0 berjalan dengan baik, sedang berfokus pada tahap penguatan fondasi dan tiang-tiang pancang. Sembari menunggu pembangunan Pusat inovasi digital ini rampung, Kemenperin juga membangun beberapa satelit pendukung di beberapa wilayah yaitu di Bandung, Yogyakarta, Makassar dan Kendal.

Baca Selanjutnya

article

Latsar CPNS Kemenperin Golongan II : ASN Berkompeten, Wujud Indonesia Maju!

calendar

14 October 20

Latsar CPNS Golongan II dilaksanakan berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 12 Tahun 2018 serta Surat Edaran Kepala LAN Nomor 10/K.1/HKM.02.3/2020 tentang Panduan Teknis Penyelenggaraan Pelatihan dalam Masa Pandemi COVID-19. Latsar yang dilaksanakan selama  2 (dua) bulan terhitung dari 21 September 2020 - 27 November 2020 diikuti Sebanyak 40 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II di Lingkungan Kementerian Perindustrian yang dilakukan secara daring.

40 CPNS yang mengikuti Latsar ini dengan rincian, 2 orang Ditjen IKMA, 1 orang IKFT, 2 orang Biro Keuangan, 1 orang Biro Hukum, 4 orang BPPI, 12 orang Balai Besar, 12 orang Baristand industri, 1 orang Balai Sertifikasi Industri, 1 orang Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia, 2 orang Balai Pengembangan Produk dan Standarisasi Industri.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Eko S.A Cahyanto, dalam sambutannya melalui konferensi video berharap para lulusan Latsar bisa menjadi ASN memiliki kompetensi baik kompetensi teknis, manajerial maupun sosial kultural. untuk mewujudkan visi Presiden terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Sehingga setelah menjalani proses pelatihan ini dapat segera beradaptasi dan bekerja secara optimal pada unit organisasinya masing-masing.

Kepala BPSDMI lebih lanjut berpesan agar ilmu yang didapat dari proses pendidikan dan pelatihan bisa digunakan sebagai modal awal PNS dalam memberdayakan dan meningkatkan kompetensi serta potensi diri sendiri, sehingga nantinya siap menjadi abdi masyarakat dan abdi negara yang profesional dalam melayani masyarakat.

Baca Selanjutnya

article

Tingkatkan Mutu Serapan Industri, BPSDMI Kemenperin Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Industri

calendar

10 July 20

Sektor Industri merupakan penggerak utama roda perekonomian tanah air dengan nilai kontribusi yang signifikan. Pada masa pandemi, sektor industri masih berkontribusi terbesar pada Produk Domestik Bruto (PBD) nasional sebanyak 19.98% pada kuartal I tahun 2020. Saat ini pemerintah tengah berkonsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya dalam mempersiapkan bonus demografi pada 2030 mendatang. 

Disusul berita baik tanah air dari Bank Dunia bahwa Indonesia kini dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah atas dari sebelumnya yang masih di arena menengah bawah. Hal ini memicu sektor industri untuk terus menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang unggul dan berdaya saing. SDM Industri menjadi salah satu pilar utama yang memupuk pertumbuhan industri, disamping investasi dan teknologi.

“Untuk menghadapi tantangan ini, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, produktif, inovatif dan kompetitif.” tutur Kepala Pusdiklat Industri BPSDMI, Dadi Marhadi, saat membuka Virtual Launching Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Industri pada Rabu (8/7)

Melalui program-progam kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) berkomitmen membangun SDM Industri melalui penguatan di bidang pendidikan dan pelatihan industri.

Kepala Pusdiklat Industri menambahkan, BPSDMI telah melakukan berbagai macam terobosan guna mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja di seluruh Indonesia, salah satunya melalui program pelatihan berbasis kompetensi.

“Pengakuan terhadap kompetensi seseorang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) melalui uji kompetensi yang mengacu pada skema sertifikasi yang dimiliki oleh setiap LSP berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).” Jelasnya

Pada awal tahun 2020, BPSDMI Kementerian Perindustrian menargetkan sertifikasi kompetensi kepada 20.000 tenaga kerja, namun karena terdampak nestapa Corona yang melanda tanah air sehingga total target tenaga kerja yang akan difasilitasi setifikasi kompetesi di tahun ini berubah menjadi 4.195 orang.

Kegiatan fasilitasi sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan ini diperteruntukan tenaga kerja sektor industri elektronika yang bekerja pada beberapa perusahaan industri elektronika yaitu PT. Maspion, PT. Sinko Prima Alloy dan PT. ETA Indonesia. Tentu kegiatan sertifikasi ini akan diikuti pula oleh sektor-sektor industri lainnya di tahun ini sesuai target yang telah ditetapkan.

Baca Selanjutnya

article

Akhiri Bimtek Aparatur Indsutri : Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Akan Terus terpelihara

calendar

04 July 20

Selama satu bulan berkelana virtual dari sabang sampai merauke, BDI Surabaya menjadi muara terakhir webinar marathon ini. Dilakasanakan selama dua (2) hari pada 29-30 Juni 2020. Mengudara di streaming youtube BDI Surabaya, kegiatan ini mampu mendapat perhatian lebih dari 200 kali jumlah tontonan. Diikuti oleh aparatur industri (Kepala Dinas, Kepala Bidang Industri, Pejabat Fungsional) dari 66 kabupaten/kota  pada Propinsi  Jawa Timur, kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Diikuti pula oleh 30 perusahaan atau industri dan asosiasi industri yang telah bermitra dengan Balai Diklat Industri Surabaya, Satuan Kerja Kementerian Perindustrian di wilayah regional V, dan Balai Diklat Industri dilingkungan Pusdiklat Industri BPSDMI Kemenperin.

Sekretaris BPSDMI, Yulia Astuti, hadir sebagai moderator ditengah delapan (8) narasumber lain diantaranya Vyno P.Kusuma dari Widyaiswara, Sesditjen IKMA  (Agus Tavip Riyadi), Sesditjen Industri Agro (Emil Satria), Kepala Biro Hukum (Feby Setyo Hariyono), Sesditjen IKFT (Sri Hastuti Nawaningsih), Direktur KIUI Ditjen KPAII (Zakiyudin), Sekretaris BPPI (M.Arifin), dan Sesditjen ILMATE (Restu Yuni Widyati).

Masing-masing pembicara menjelaskan kebijakan-kebijakan pada sektor industri dimana yang akan digunakan sebagai pijakan kegiatan pelaku usaha atau industri. Kementerian Perindustrian telah mengidentifikasi permasalahan industri di masa pandemi, disampaikan oleh Sesditjen IKFT, Sri Hastuti Nawaningsih secara virtual.

“Setelah kami mengidentifikasi, terdapat delapan (8) permsalahan sektor industri  yang terdampak covid-19 antara lain kontrak pembayaran tertunda, penurunan permintaan, pengurangan pegawai, bahan baku sulit, transportasi logistic terbengkalai, adanya penambahan biaya pada logistic kapal, dan pembatasan daerah yang membatasi kegiatan operasional industri.” Jelasnya

Agar sektor industri mulai berputar kembali, berbagai kebijakan dan kegiatan penanganan dampak covid-19 telah dibuat oleh pemerintah. Menurut Sesditjen ILMATE, Restu Yuni Widyati, untuk daerah pedesaan yang terdampak covid-19, Kemenperin memiliki Pilot Project Pengembangan Alat Mekanis Multi Guna Pedesaan (AMMDes) yang telah dilakukan di beberapa daerah. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatnya terbagi dalam tiga bagian 

“Ambulance Feeder untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Lebak, Kecamatan Bojongmanik, Banten. Water Tank Desinfektan melakukan penyemprotan desinfektan di pemukiman daerah Citareup, Jawa Barat. Water Tank Desinfektan & AMMDes Fire Fighter akan melakukan penyemprotan di tiga (3) daerah Provinsi Banten yaitu di Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.” Tuturnya

Pemerintah daerah khususnya pada bidang industri merupakan penopang kinerja industri di daerah, agar industri nasional dapat produktif dan berkembang secara bertahap, jadi pemerintah daerah dan pusat harus terus berkoordinasi.

“Kementerian perindustrian berharap dapat bersama-sama dengan Pemerintah daerah di seluruh Indonesia mendorong kinerja industri nasional. Untuk itu, kita harus oprimis bahwa tantangan yang kita hadapi ini dapat kita kendalikan dengan baik.” Tutur Kepala Pudiklat Industri, Dadi Marhadi saat menutup Bimtek Aparatur Industri 2020

Sebagai penutup bimtek aparatur industri, regional V BDI Surabaya meraup banyak apresiasi dari para pejabat daerah yang ikut dalam acara daring ini. Antara lain, Walikota Mojokerto, Walikota Probolinggo, Bupati Lamongan, Bupati Situbondo, Bupati Tulungagung, Bupati Berau, Bupati Bulungan, Walikota Kediri, Wakil Bupati Kab Madiun, Sekda Kab Jombang, Sekda Kab Tanah Laut, Asisten Perekonomian Pembangunan Kab. Madiun, Asisten II Kota Samarinda, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Baca Selanjutnya

article

Delapan Srikandi Kemenperin Isi Bimtek Aparatur Industri BDI Makassar

calendar

29 June 20

Hampir berjalanan selama satu bulan dan mengarungi banyak daerah. Kini kegiatan daring Bimbingan Teknis (Bimtek) Aparatur Industri yang dimotori oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Industri BPSDMI Kemenperin hadir di Regional II BDI Makassar. Seperti yang lainnya, bimtek ini dilaksanakan dua (2) hari pada tanggal 24–25 Juni 2020. Diikuti lebih dari 200 peserta Bimtek melalui akun zoom, dan disaksikan lebih dari 200 kali tayangan pada channel youtube BDI Makassar. Bimtek ini diikuti oleh aparatur industri di 93 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, gorontalo, Sulawesi Barat, maluku dan Maluku utara.

Narasumber yang hadir diantaranya dari Widyaiswara, Nila Kumalasari, Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Sri Yunianti, Kepala Biro Perencanaan, Reni Yanita, Sesditjen IKFT, Sri Hastuti Nawaningsih, Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan, Enny Ratnaningtyas, Sesditjen ILMATE, Restu Yuni Widayati, Sesditjen KPAII, Hendra Yetty, Kapus Standardisasi Industri, BPPI, Ni Nyoman Ambareny, serta dimoderatori oleh Kepala Pusat Pendidikan Vokasi Industri (PPKVI), Iken Retnowulan.

Ada yang unik dari Bimtek Aparatur Industri kali ini yaitu seluruh narasumber dan moderatornya adalah kaum perempuan Kementerian Perindustrian. Diawali oleh Nila Kumalasari yang berbicara tentang perekonomian dan industri pada masa new normal, ia mengatakan akibat pandemi covid-19 banyak sektor industri yang terdampak sehingga  laju pertumbuhan ekonomi triwulan I 2020 hanya mencapai 2,97 persen. Untuk mengatasi hal tersebut upaya inovasi dari segala aspek sehingga penanganan berjalan dengan baik.

“Untuk mengatasi menurunnya laju ekonomi karena corona diperlukan lima hal yaitu PASTI. Ada singkatannya, Protokol Kesehatan, Amati Pasar, Sesuaikan Diri, Teknologi, Inovasi.” Jelasnya

Saat dunia tengah menghadapi wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tidak dipungkiri sudah memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan di berbagai daerah membuat pergerakan bisnis semakin tertekan, yang tidak hanya dirasakan oleh industri skala besar dan menengah, namun juga berdampak pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pada masa pademik, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) melakukan monitoring dan antisipasi dampak dan kebutuhan IKM akibat Covid-19 bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Seluruh Indonesia. Hasilnya, komoditi pangan merupakan komoditi yang paling terkena dampak. Disamping itu, permasalahan yang menerpa dari segi operasional diantara lain pendapatan menurun drastis, sulitnya bahan baku, produksi menurun, hingga omset penjualan terjun bebas.

Disampaikan oleh Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur (BBKF), Ditjen IKM, Sri Yuniarti, Pengendalian dari segela lini dilakukan untuk mencari solusi terbaik untuk menangani permasalan ini. Mulai dari mengepakan sayap pemasaran ke e-commerce, membuat kebijakan relaksasi penyaluran kredit perbankan kepada sektor industri, memfasiitasi pelatihan kewirausahaan, meningkatkan jaringan internet di sentra IKM, subsidi pembiayaan listrik, dan masih banyak lagi.

Namun untuk memastikan perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri pemegang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) benar-benar melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan kebijakan yang telah dikeluarkan Pemerintah dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19, Menteri Perindustrian (Menperin) mengeluarkan Surat Edaran Menperin Nomor 8 Tahun 2020 tentang Kewajiban Pelaporan Bagi Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri yang memiliki IOMKI. Surat edaran tersebut memuat kewajiban pelaporan bagi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industry yang memiliki IOMKI.

Selain itu, Kepala Biro Perencanaan, Reni Yanita menuturkan bahwa hingga bulan Juni 2020, Kemenperin telah menerbitkan 17.533 IOMKI unutk perusahaan yang mencakup hampir 5 juta tenaga kerja.  Selanjutnya, ada 149 IOMKI yang dicabut, bukan karena pelanggaran protokol pencegahan dan penanggulangan Covid-19, namun terkait pemenuhan data dan izin usaha yang tidak sesuai.

Adapun, Kemenperin sudah menerbitkan surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019. Hal ini penting dilakukan karena sektor industri mewakili 20% dari PDB, sehingga sangat berpengaruh pada ekonomi Indonesia.

Bimbingan Teknik (Bimtek) ke-6 banyak menuai apresiasi dari pejabat daerah hingga bupati dan walikota yang ikut serta dalam acara bimtek Regional VII Makassar, diantaranya Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sekretaris Daerah Maros, Asisten Adm.Ekonomi dan Pembangunan Setda Kab.Soppen, Sekretaris Daerah Kab. Luwu Utara, Asisten II Setda Kab. Mamuju, Bupati Kepulauan Sangihe (Sulsel), Walikota Palopo (Sulsel), Bupati Kab.Barru (Sulsel), Bupati Kab.Tana Toraja (Sulsel), Bupati Kab.Polewali Mandar (Sulses), Bupati Kab. Bone (Sulsel), Walikota Bau-bau (Sultra).

Baca Selanjutnya

article

Webinar "Marathon" Bimtek Aparatur Industri, Giliran Mampir ke BDI Padang

calendar

24 June 20


Sektor industri memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional. Aktivitas industri terbukti mampu memberikan peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal serta menambah penerimaan devisa negara. Karena terdampak corona, beberapa sektor industri membutuhkan kebijakan dan strategi agar tetap bergerak di masa transisi ini.

Masih dalam perjalanan agenda webinar daring Bimtek Aparatur Industri 34 Provinsi di Indonesia yang digagas oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Industri dibawah naungan BPSDMI. Setelah berjalanan hampir satu bulan, destinasi ke-5 mampir ke Regional II BDI Padang. Pada kesempatan ini peserta bimtek berasal dari kepala dinas dan kepala bidang perindustrian kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung, serta juga diikuti oleh 12 Perusahaan dan Asosiasi.

Diselengggarakan selama dua (2) hari pada tanggal 22-23 Juni 2020, ditayangkan secara langsung di channel youtube BDI Padang. Kegiatan virtual ini meraih antusias cukup baik dengan total lebih dari 400 kali ditonton oleh audience.

Masih dengan pembahasan yang tidak jauh beda dengan Bimtek Aparatur Industri sebelumnya, para peserta bimtek dibekali dengan paparan kebijakan strategis dan regulasi pelaku industri di era normal baru. Tak hanya itu saja, menurut narasumber dari widyaiswara BDI Padang, Yafid Hafizh, menuturkan pentingnya memaksimalkan penggunaan teknologi di era normal baru ini.

“Sebab pada masa covid-19 masyarakat beralih ke kegiatan digital dari belajar, bekerja, belanja, hingga kegiatan bayar-membayar. ini akan berguna pada masa adaptasi tatanan baru dengan kemudahan-kemudahan digitalisasi.” ucapnya

Disamping itu ia menambahkan komoditas suatu daerah hendaknya dikembangkan sesuai kebutuhan psikologi, makanan dan keselamatan, yang sangat penting mengingat kasus covid-19 masih belum terselesaikan.

Baca Selanjutnya

article

BPSDMI Berikan Online Learning Untuk Pejabat Fungsional Guru di Lingkungan Kemenperin

calendar

20 June 20

Program bertajuk Virtual Business English Training Presentation Skill bagi guru  ini hadir dalam bentuk rangkaian seri webinar yang berfokus pada penguatan sistem pendidikan jangka panjang melalui peningkatan kapasitas guru. Situasi ini telah menunjukan bahwa semua guru perlu percaya diri dalam menggunakan teknologi serta berbahasa inggris di kelas dan juga untuk kegiatan mengajar yang berlangsung di luar kelas agar mampu menjaga daya saing secara global.

Mengapa harus mahir berbahasa inggris? Bahasa inggris jadi salah satu aspek penting yang dimiliki guru dalam melaksanakan tupoksinya. Selain merupakan bahasa internasional yang menunjang komunikasi, bahasa inggris bisa menambah pengerahuan dan kualitas mengajar para guru. Maka dari itu, peserta harus memanfaatjan kegiatan ini sebaik-baiknya. Hal itu diungkapkan Kepala BPSDMI, Eko S.A. Cahyanto saat membuka Virtual Business English Training Presentation Skill bagi Guru pada Rabu (10/6).

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya berharap semua peserta Virtual Business English Training Presentation Skill bagi guru dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar bisa diserap dengan baik untuk peningkatan kemampuan mengajar dan presentasi menggunakan bahasa inggris.” Ucapnya

Diikuti oleh 20 peserta melalui tahap seleksi, acara ini berlangsung selama 8 hari, mulai tanggal 10 Juni - 19 Juni 2020.  Online learning ini bekerjasama dengan Prime Training Center yang memfasilitasi video conference dan sistem e-learning dalam hal pembelajaran dan materi pelatihan. Selama delapan (8) hari, peserta diberikan wawasan, kemampuan, kemahiran, presentasi dan mengajar dengan bahasa inggris. 

Pada akhir pelatihan dilakukan ujian presentasi dan ujian tertulis. Lalu terpilih tiga (3) terbaik. Peringkat pertama diduduki Muhammad Rizky Prasetyo dari SMAK Bogor dengan nilai rata-rata 86,42, peringkat kedua diraih oleh Westi Haryanti SMAK Padang nilai rata-rata 86,32, peringkat ketiga ditempati oleh Sri Purwati dari SMAK Bogor dengan score akhir 86,08.

Pelatihan Virtual Business English Training Presentation Skill bagi Guru dapat mempercepat penerapan pendidikan era Revolusi 4.0. Pernyataan itu disampaikan Kepala Pusdiklat Industri, Dadi Marhadi saat penutupan pelatihan ini pada Jumat (19/6).

“Belajar di rumah melalui aplikasi tertentu, kuliah daring, bimbingan dan seminar daring merupakan contoh pelayanan bidang pendidikan yang mempercepat penerapan Pendidikan era revolusi 4.0.” Ujarnya

Maka dari itu, Pengajar dan peserta didik harus dibiasakan memahami perkembangan digitalisasi dan membuka lebih banyak jendela informasi sebagai bekal memasuki transisi tatanan normal baru, menjawab tantangan revolusi 4.0 di dunia pendidikan yang mampu menciptakan strategi belajar mengajar yang lebih variatif.

“Pengajar maupun peserta didik dipacu untuk memahami setidaknya penggunaan teknologi digital. Di sisi lain peserta didik juga dipaksa untuk mengeksplor teknologi dan informasi dan menyalurkan kreatifitasnya melalui inovasi-inovasi dalam tugas-tugas yang diberikan.” Pungkasnya

Baca Selanjutnya

article

BDI Yogyakarta Jadi Destinasi ke-4 Bimtek Apartatur Industri Virtual Series

calendar

19 June 20

Seusai dari Pulau Dewata Bali, kini kegiatan virtual marathon beralih ke destinasi daerah yang nggak kalah istimewa yaitu Yogyakarta. Sama seperti yang lain, Bimtek BDI Regional IV Yogyakarta masih mengudara via streaming youtube BDI Yogyakarta disaksikan lebih dari 400 kali tontonan audience selama dua (2) hari pelaksanaan pada tanggal 18 - 19 Juni 2020.

Aparatur industri daerah diharapkan juga mampu mendampingi pelaku industri menghadapi situasi dunia usaha yang terus berkembang. Pernyataan itu dituturkan oleh Kepala Pusdiklat Industri BPSDMI, Dadi Marhadi, saat membuka Bimtek Apartatur Industri Kamis (18/6).

“Aparatur di daerah merupakan pendorong kinerja industri daerah agar produktif dan berkembang. Untuk itu, diharapkan mampu berinovasi dalam implementasi kebijakan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat industri di daerah.  Selain itu juga, diharapkan terjalin keselarasan program serta sinergi kebijakan sektor industri di tingkat pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” - ujarnya.

Kegiatan Daring yang dimoderartori oleh Kepala Biro Organisasi & SDM Kemenperin, Yedi Sabaryadi, diikuti oleh aparatur industri di 68 kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa tengah, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. 

Baca Selanjutnya

article

Bimtek Aparatur Industri Virtual Beralih ke Regional VI BDI Denpasar

calendar

18 June 20


Melanjutkan perjalanan kegiatan Virtual ke Pulau Dewata Bali. Bimtek Aparatur Industri yang digagas oleh Pusdiklat Industri naungan BPSDMI giliran singgah ke BDI Regional VI Denpasar. Kegiatan ini masih bisa dinikmati di streaming youtube channel BDI Denpasar.

Bimtek Aparatur Industri di tingkat Kabupaten dan Kota di Indonesia bagian timur diselenggarakan selama dua (2) hari pada tanggal 15-16 Juni 2020 oleh Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar Kemenperin. Kementerian Perindustrian bersama BPSDMI sedang menyusun aturan untuk aktivitas industri pada masa normal baru agar tetap produktif dengan berpedoman pada protokol kesehatan. Hal tersebut diutarakan Kepala Pusdiklat Industri, Dadi Marhadi, pada pembukaan Bimtek Aparatur Industri BDI Denpasar, Senin (15/6).

Upaya lainnya yang gencar dilakukan adalah melakukan koordinasi dan kolaborasi secara intensif dengan berbagai stakeholders, termasuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia seperti kegiatan webinar yang sedang berlangsung ini. Acara daring yang dimoderatori oleh Sekretaris BPSDMI, Yulia Astuti,  terdiri dari Propinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Papua Barat.

Disaksikan lebih dari 300 penonton di siaran live youtube BDI Denpasar, bimtek ini menyita perhatian audience cukup banyak. Hadir beberapa pembicara di acara daring tersebut, menjelaskan tentang kebijakan-kebijakan strategis sesuai dengan bidangnya masing-masing. Nantinya, regulasi yang sudah dibuat diterapkan pada sektor industri maupun usaha kecil di daerah-daerah. Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong industri tetap bergerak serta agar industri siap menghadapi kenormalan baru (new normal)

Di samping itu, acara ini menjadi momentum paling tepat untuk menjawab tantangan, dalam rangka menyiapkan aparat industri yang mampu menjawab berbagai macam tantangan, khususnya ketika menghadapi Covid-19, dan bersiap menghadapi kenormalaan baru yang berkaitan dengan kegiatan industri.

Baca Selanjutnya

article

WEBINAR SERIES : “Penguatan Link and Match Pendidikan Vokasi dan Industri di Era New Normal”

calendar

15 June 20

Previous Next

Hadirnya pandemic covid-19 memang memberi dampak yang besar bagi
keberlangsungan hidup manusia di seluruh penjuru dunia. Hal ini turut dirasakan
juga pada sektor pendidikan, banyaknya perusahaan atau industrI yang menutup
usahanya atau merumahkan karyawannya menghambat proses pendidikan
khusunya pendidikan vokasi yang membutuhkan tempat magang atau praktek kerja
untuk mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan.
Dilatarbelakangi hal tersebut,10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas dibawah
naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI)
Kemenperin berkolaborasi menyelenggarakan Webinar Series.
Seri perdana kegiatan daring ini bertajuk “Penguatan Link and Match Pendidikan
Vokasi dan Industri di Era New Normal”, dengan nara sumber Kepala BPSDMI
Bapak Eko S.A. Cahyanto, dan Direktur Jenderal Pendidikan Sekolah Vokasi
Kemendikbud Bapak Wikan Sakarinto. Serta 3 orang panelis , yaitu : Ketua BNSP
Bapak Kunjung Masehat, Deputi Bidang SDM Kementerian BUMN Bapak Dr. Alex
Denni dan HR Manager PT. Ecogreen Oleochemical Rudyanto, Pada hari Sabtu
(6/6).
Webinar ini bertujuan mempertajam link and match antara dunia pendidikan vokasi
terutama di bawah Kementerian Perindustrian dengan industri yang sudah berjalan
pada Era New Normal. Sharing Session antara akademisi Politeknik dan Akademi
Komunitas di bawah Kementerian Perindustrian dengan berbagai pihak terkait
proses pembelajaran pada Era New Normal, memperkokoh peran industri BUMN
terhadap pendidikan vokasi pada tatanan kehidupan yang baru. Tak luput juga
membahas penyelesaian permasalahan tentang pelaksanaan praktek Magang atau
Kuliah Kerja Praktek bagi mahasiswa serta ketahanan industri untuk menerima
lulusan Politeknik dan Akademi Komunitas di bawah Kementerian Perindustrian.
Target peserta pada webinar ini adalah 700 orang tergabung dalam aplikasi zoom
meeting dan live streaming melalui live Youtube Kemenperin.

Baca Selanjutnya

article

Bimtek Virtual Aparatur Industri Pusdiklat Balai Diklat Industri Regional III BDI Jakarta

calendar

12 June 20

Dampak dari nestapa corona atau Covid-19 sangat dirasakan seluruh taatanan dunia khususnya pada sektor ekonomi. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berimbas sektor bisnis makin tertekan, yang paling merasakan dampaknya adalah sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mereka kesulitan dalam mencari bahan baku, ditambah permintaan masyarakat yang menurun. Balai Diklat Industri Jakarta menjadi destinasi kedua dari rangkaian webinar series bertajuk bimbingan teknis (bimtek) aparatur daerah yang digagas oleh Pusdiklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin yang bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan sinkronisasi aparatur industri daerah dan pusat agar mampu mendampingi pelaku industri dalam menghadapi situasi pandemi ini maupun dalam masa transisi new normal. Bimtek Aparatur Industri kedua ini diselenggarakan selama dua (2) hari berturut- turur pada tanggal 11-12 Juni 2020 ditayangkan live pada youtube streaming channel BDI Jakarta. Diikuti oleh peserta pada Regional III Balai Diklat Industri Jakarta, seperti kepala dinas dan kabid industri kabupaten dan kota Propinsi Lampung, Kepala dinas dan kabid industri kabupaten dan kota pada Propinsi Banten, Kepala dinas dan kabid industri pada propinsi DKI Jakarta, serta Kepala Dinas dan kabid industri kabupaten dan kota pada Propinsi Jawa Barat. Tak hanya itu saja, kegiatan daring ini diikuti oleh 20 Perusahaan industri dan asosiasi industri yang telah bermitra dengan Balai Diklat Industri Jakarta, Satuan Kerja kementerian perindustrian di wilayah regional III, dan Balai Diklat Industri dilingkungan Pusdiklat BPSDMI Kemenperin. Harapannya dari Bimtek Aparatur Industri ini mampu memperkuat sinergi antara aparatur industri pusat dan daerah terkait kebijakan industri guna memulihkan kondisi ekonomi menuju tatanan pola hidup yang baru (new normal).

Baca Selanjutnya

article

Bimtek Virtual Aparatur Industri Pusdiklat Balai Diklat Industri Regional I BDI Medan

calendar

12 June 20

Pembatasan kegiatan untuk mengatasi penyebaran pandemi virus corona yang dilakukan di
wilayah-wilayah Indonesia menyebabkan terhambatnya sejumlah kegiatan ekonomi, tak
terkecuali pada sektor Industri. Menanggapi kondisi ini, BPSDMI Kemenperin terus
berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di masa transisi normal baru dengan
mengeluarkan beberapa kebijakan strategis dan juga mengadakan Bimbingan Teknis
(Bimtek) Aparatur Industri dilakukan menurut wilayah regional Balai Diklat Industri yang
digagas oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dibawah naungan BPSDMI
Kemenperin.
Kegiatan daring perdana ini dilaksanakan di wilayah regional I Balai Diklat Medan pada
tanggal 8-9 Juni 2020. Diikuti oleh Kepala Dinas dan kabid industri Kabupaten dan kota
Propinsi Aceh, Kepala Dinas dan Kabid Industri Kabupaten dan Kota Propinsi Sumatera
Utara, Kepala Dinas dan Kabid Industri Kabupaten dan Kota Propinsi Kepulauan Riau.
Selain itu, diikuti juga oleh 20 perusahaan industri dan asosiasi industri yang telah bermitra
dengan Balai Diklat Industri (BDI) Medan, Satuan Kerja Kemenperin di wilayah regional I
dan Balai Diklat Industri (BDI) di lingkungan Pusdiklat BPSDMI Kemenperin.
Disiarkan live melalui youtube streaming BDI Medan, Bimtek Virtual ini mendapat antusias
masyarakat cukup banyak terhitung ditonton sebanyak 550 kali. Acara Bimtek ini diharapkan
dapat menyelaraskan dan sinkronisasi kebijakan, memperkokoh sinergi antara aparatur
industri tingkat pusat dan daerah agar mampu beradaptasi dalam menjalankan tugasnya
mendampingi pelaku usaha atau industri pada kondisi saat ini. Hal itu diungkapkan Kepala
Badan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Eko S.A. Cahyanto pada pembukaan
Bimtek Aparatur Industri Dinas Pemerintah Kabupaten/Kota, Senin (8/6).
“Kegiatan ini merupakan upaya knowledge transfer sekaligus sinkronisasi persepsi antara
aparatur industri di pusat dan daerah, terkait kebijakan pengembangan dan pembinaan
industri pada masa pandemi Covid-19.” - Ungkapnya
Melalui Bimtek Aparatur Industri dapat dilakukan analisa sektor industri dalam kebijakan
makro dan kebijakan sektoral, mengevaluasi dampak kebijakan nasional dan internasional
pada sektor industri sekaligus dapat menyusun dan menganalisa kebijakan publik.
Kepala BPSDMI menambahkan, untuk melakukan hal tersebut dapat dilakukan apabila
sinergi aparatur industri daerah dan pusat berjalan dengan baik. Untuk itu, Aparatur industri
di tingkat kepala dinas beserta jajarannya perlu dibekali wawasan yang berhubungan
dengan substansi kebijakan pengembangan dan pembinaan industri sebagai acuan
pelaksanaan tugasnya melalui Bimtek ini.
“Peserta diharapkan berperan aktif selama mengikuti Bimtek agar tujuan dari
penyelenggaraan Bimtek ini dapat dicapai secara optimal.” - Pungkasnya
Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Aparatur Industri ini akan terus dilaksanakan hingga
menyentuh 34 Propinsi seluruh Indonesia dibagi dalam 7 (tujuh) regional.

Baca Selanjutnya

article

Masuki New Normal, BPSDMI Siapkan Perisai di Garda Terdepan

calendar

12 June 20

Pandemik covid-19 yang tengah terjadi tidak menyurutkan semangat dari SMK-SMTI Makassar untuk melakukan kegiatan yang positif. Kali ini, SMK-SMTI Makassar melaksanakan kegiatan Virtual Silver Expert bertajuk "Siapkah Anda Bersaing Mendapatkan Pekerjaan Setelah Pandemic Covid-19?" pada hari Sabtu, 25 April 2020 dengan narasumber Bapak Andi Yusnandar S.A.B, manager HRBP PT Malindo Feedmill, tbk.
Uniknya, kegiatan ini dilaksanakan secara virtual menggunakan aplikasi Zoom. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kementerian Perindustrian, salah satu di antaranya yaitu Ibu Ir. Iken Retnowulan, M.T., Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri. Selain beliau, kegiatan ini juga dihadiri beberapa kepala maupun perwakilan dari sekolah Kementerian Perindustrian, yaitu SMAK Makassar, SMTI Banda Aceh, SMTI Pontianak, ATI Makassar, juga Kepala BDI Makassar dan BBIHP.
Ibu Iken, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan pendidikan harus sejalan dengan kebutuhan industri. Hal ini dikarenakan ketersediaan SDM yang kompeten merupakan prasyarat untuk pembangunan nasional. Beliau juga menyebutkan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan tantangan yang cukup besar, mengingat rendahnya kualitas SDM, tidak sinkronnya supply tenaga kerja dengan kebutuhan industri, masih tingginya angka pengangguran, dan bonus demografi yang harus segera dimanfaatkan.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, beliau menjelaskan bahwa ada perilaku-perilaku yang harus dilakukan. Yaitu memanfaatkan teknologi digital, long-life learning, penggunaan medsos untuk berbagai kepentingan, dan otomasi industri. Selain itu, beliau juga memuji modifikasi kegiatan yang dilakukan oleh SMK-SMTI Makassar, yaitu dengan adanya kegiatan Virtual Silver Expert seperti ini. "Modifikasi kegiatan dengan metode daring ditengah pandemik seperti ini sangat diperlukan", ujarnya. Beliau juga mendoakan supaya kegiatan ini dapat memberi dampak positif bagi pembangunan SDM yang kompeten.

Baca Selanjutnya

article

Siapkah Anda Bersaing Mendapatkan Pekerjaan Setelah Pandemi?

calendar

13 May 20

Pandemik covid-19 yang tengah terjadi tidak menyurutkan semangat dari SMK-SMTI Makassar untuk melakukan kegiatan yang positif. Kali ini, SMK-SMTI Makassar melaksanakan kegiatan Virtual Silver Expert bertajuk "Siapkah Anda Bersaing Mendapatkan Pekerjaan Setelah Pandemic Covid-19?" pada hari Sabtu, 25 April 2020 dengan narasumber Bapak Andi Yusnandar S.A.B, manager HRBP PT Malindo Feedmill, tbk.
Uniknya, kegiatan ini dilaksanakan secara virtual menggunakan aplikasi Zoom. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kementerian Perindustrian, salah satu di antaranya yaitu Ibu Ir. Iken Retnowulan, M.T., Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri. Selain beliau, kegiatan ini juga dihadiri beberapa kepala maupun perwakilan dari sekolah Kementerian Perindustrian, yaitu SMAK Makassar, SMTI Banda Aceh, SMTI Pontianak, ATI Makassar, juga Kepala BDI Makassar dan BBIHP.
Ibu Iken, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan pendidikan harus sejalan dengan kebutuhan industri. Hal ini dikarenakan ketersediaan SDM yang kompeten merupakan prasyarat untuk pembangunan nasional. Beliau juga menyebutkan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan tantangan yang cukup besar, mengingat rendahnya kualitas SDM, tidak sinkronnya supply tenaga kerja dengan kebutuhan industri, masih tingginya angka pengangguran, dan bonus demografi yang harus segera dimanfaatkan.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, beliau menjelaskan bahwa ada perilaku-perilaku yang harus dilakukan. Yaitu memanfaatkan teknologi digital, long-life learning, penggunaan medsos untuk berbagai kepentingan, dan otomasi industri. Selain itu, beliau juga memuji modifikasi kegiatan yang dilakukan oleh SMK-SMTI Makassar, yaitu dengan adanya kegiatan Virtual Silver Expert seperti ini. "Modifikasi kegiatan dengan metode daring ditengah pandemik seperti ini sangat diperlukan", ujarnya. Beliau juga mendoakan supaya kegiatan ini dapat memberi dampak positif bagi pembangunan SDM yang kompeten.

Baca Selanjutnya

article

In-Company Trainer Training (ADA) Batch 2 Tahun 2020

calendar

10 March 20

Program Kegiatan Kementerian Perindustrian dan Kadin Indonesia Pelatihan Pelatih Tempat Kerja Internasional – Kualifikasi Dasar (AdAIB) - Batch 2 di BPSDMI Kementerian Perindustrian Jakarta diselenggarakan tanggal 9 – 15 Maret 2020.

Pelatihan ini dibuka oleh Ibu Iken Retnowulan (Kepala Pusat PPKVI Kementerian Perindustrian), Bapak Setyoko Pramono (Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Kejuruan Industri) dan Bapak Afien Wibhawa (Direktur Vokasi Kadin Indonesia).

Dengan 5 Pengajar :

1.      Bapak M. Reza Nurhardyansyah

2.      Bapak Dodi Pramadi

3.      Ibu Hana Ardine

4.      Ibu Fifi Novalita Sari

5.      Bapak Stefan Tewal

Diikuti 20 peserta diantaranya :

1.      Laras Samara Putri - Wilmar Group

2.      Setyadi Ganang Pamungkas - CV Arirang Inspiration

3.      Sugiharto - PT. Usaha Loka

4.      Herlina Wahyuni  - PT.Indokom samudra persada

5.      Cicha Deswari - PT. Indofood cbp sukses makmur  Lampung

6.      Daniel Setyo Utoro - PT. Sugar labinta

7.      Eris Ferdianto - PT. Sumber Indahperkasa (Sinarmas Agribusiness & Food)

8.      Kasmir - PT. Nusantara Watercenter

9.      Muhammad Nazir  - PT. Ecogreen Oleochemicals

10. Freddy Juniko Tampubolon  - PT. Japfa Comfeed Indonesia

11. Muhamad Ihan Arraafi - PT. Great Giant Pineapple

12. Qorinatul Khasanah - PT. Great Giant Pineapple

13. Mutia Fadillah - PT. Fivafood

14. Cahyadi - PT. Unggul Semesta

15. Michael Alvin Rasyadan Riberu - PT. Mavi Globalindo Indonesia

16. Hanidyawan Hoentarso - PT. Komatsu Indonesia

17. Eko Erwanto - SMK SMTI Bandar Lampung

18. Saripudin - Kadin Provinsi Lampung

19. Yohanes TB  - Kadin Provinsi Lampung

20. Muhamad Agus - Politeknik STMI Jakarta

Pelatihan ini bertujuan agar peserta menjadi tenaga pelatih (trainer) tersertifikasi Internasional yang bisa menjadi instruktur pada proses pembelajaran pendidikan vokasi di masing-masing perusahaaan sebagai mitra Dual System SMK, Politeknik dan Akademi Komunitas di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Baca Selanjutnya

article

Penutupan Pelatihan TVET Trainer and Assessor Course

calendar

02 March 20

Rangkaian kegiatan Pelatihan TVET Trainer and Assessor Course yang diselenggarakan pada 17 s/d 28 Februari 2020 resmi ditutup oleh Kepala PPPKV Kementerian Perindustrian.

Selain itu hadir pula perwakilan dari TAFE Victoria Clarice Campbell, Belinda Rimbo and Joanne Hashim, fasilitator dari Melbourne Poytechnic Michael Callahan.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk peningkatan pengetahuan dan skill internasional guru-guru SMK dibawah Kemenperin yang nantinya diterapkan ke unit pendidikan mereka.

Baca Selanjutnya

article

In-Company Trainer Training (ADA) Batch 1 Tahun 2020

calendar

25 February 20

Pelatihan Pelatih Tempat Kerja Internasional – Kualifikasi Dasar (AdAIB), In-Company Trainer Training (AdA) Batch 1 Tahun 2020 merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi antara berbagai stakeholder pendidikan vokasi mulai dari pemerintah, asosiasi dan pelaku usaha industri serta kerjasama antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik Federal Jerman yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri (PPPKVI).

Pelatihan ini diselenggarakan tanggal 18 – 24  Februari 2020 dengan 6 Pengajar :

1.      Bapak Mohamad Reza N

2.      Ibu Pupung Mulya Pujiharti

3.      Bapak Bambang Indarto

4.      Bapak Laurence Ivan Taruman

5.      Bapak Andrio

6.      Ibu Hana Danica Ardine

Diikuti 19 peserta diantaranya :

1.      PT. Zataka Express

2.      PT. Agility

3.      PT. Tri Teguh

4.      PT. Kimia Farma

5.      PT. Komatsu

6.      PT Paxel

7.      PT. Adiwraksa Atyana

8.      PT Venamon

9.      PT Yogya Presisi

10. PT. SMC Automation

11. PT. Harrison And Gil

12. PT. Banshu Rubber

13. PT. Gema Graha

14. PT Kinenta Indonesia

15. Vivere Learning Center

16. PT. Citosarana

17. PT. Ligno Speciaty

18. SMK SMTI Pontianak

19. Politeknik ATI Padang

Pelatihan ini bertujuan supaya peserta menjadi tenaga instruktur dengan sertifikasi internasional yang nantinya menjadi tenaga pembimbing siswa/mahasiswa prakerin/ magang.

Kementerian Perindustrian telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam rangka membangun sumber daya manusia (SDM) Industri yang kompeten, melalui 6 program prioritas, yaitu:

1.      Pengembangan pendidikan vokasi industri menuju dual system model Jerman;

2.      Pembangunan Politeknik/Akademi Komunitas di Kawasan Industri/WPPI;

3.      Pembangunan link and match SMK dan Industri;

4.      Diklat sistem 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, penempatan kerja);

5.      Pembangunan infrastruktur kompetensi dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja industry; dan

6.      Pembangunan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0.            

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman serta dapat secara cepat membangun pendidikan vokasi model dual system seperti di Jerman.

Baca Selanjutnya

article

Tvet Trainer and Assessor Course

calendar

17 February 20

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri (PPPKVI) menggelar pelatihan Tvet Trainer and Assessor Course di Jakarta bekerjasama dengan TAFE Victoria Australia.

Pelatihan ini diselengggarakan tanggal 17-28 Februari 2020 dengan Pengajar Mr. Michael Callahan dari TAFE-Melbourne Polytechnic, Australia dan diikuti 24 peserta dari SMK dilingkungan Kementerian Perindustrian, diantaranya :

1.      SMK SMTI Bandar Lampung

2.      SMK SMTI Makassar

3.      SMK SMTI Yogyakarta

4.      SMK SMTI Pontianak

5.      SMK SMTI Padang

6.      SMK SMTI Banda Aceh

7.      SMK SMAK Bogor

8.      SMK SMAK Makassar

9.      SMK SMAK Padang

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMK agar bisa diakui dengan kemampuan setara dengan Australia jika lulus uji kompetensi yang meliputi TVET Trainer dan TVET Assessor.

Ada 3 tahapan proses dalam TVET Trainer and Assessor Course ini :

1.      Online learning yang sudah dijalani setiap minggu sekali yang dimulai dari Desember kemarin bersama Mrs Jasmina Dezelic dari Bendigo Kangan Institute

2.      Face to face delivery yang akan berjalan mulai tanggal 17 Februari hingga tanggal 28 Februari 2020 bersama Mr. Michael Callahan dari Melbourne Polytechnic

3.      Internship di Box Hill Institute dan kunjungan industri di Australia

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia Industri khususnya kompetensi guru pada Sekolah Menengah Kejuruan.

Baca Selanjutnya

article

Peresmian Kapal Motor Penyeberangan New Rose Lintas Siwa

calendar

07 February 20

Mewakili Menteri Perindustrian menghadiri peresmian Kapal Motor Penyeberangan New Rose Lintas Siwa - Tobaku di Galangan Kapal PT. Alfa Tehnik Mandiri.

Industri perkapalan nasional menjadi salah satu industri strategis yang memiliki peran vital bagi perekonomian nasional, yang membanggakan lagi, industri ini telah berhasil meraih beberapa kemajuan.

Diantaranya peningkatan jumlah galangan kapal meningkat kurang lebih 250 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 1 juta DWT/tahun untuk bangunan baru dan sekitar 12 juta DWT/tahun untuk reparasi kapal.

Harapannya, kedepan produksi kapal baru atau reparasi dalam negeri terus meningkat untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dengan industri galangan kapal yang kuat.

Baca Selanjutnya

article

RI-Singapura Gelar Pelatihan SDM Industri 4.0 Berbasis Kompetensi

calendar

06 February 20

Indonesia dan Singapura menjalin kolaborasi dalam pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang terkait dengan pengembangan industri 4.0. Langkah strategis ini terealisasi melalui kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian RI dengan Singapore Polytechnic.

“Ini merupakan salah satu upaya konkret Pemerintah Indonesia untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka menghasilkan tenaga kerja industri yang siap memasuki era industri 4.0,” kata Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita seusai menerima kunjungan Presiden Singapura Halimah Yacob di Kementerian Perindustrian RI, Jakarta, Rabu (5/2).

Menperin Agus menjelaskan, Singapura merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia, tidak hanya di sektor ekonomi, tetapi juga telah meluas kepada bidang pendidikan khususnya yang terkait program vokasi. “Ini sejalan dengan salah satu agenda prioritas nasional pada roadmap Making Indonesia 4.0, yaitu pembangunan kompetensi SDM,” tuturnya.

Apalagi, SDM memiliki peran yang vital terhadap upaya memacu daya saing sektor industri, selain faktor investasi dan teknologi. “Inovasi dan penerapan teknologi merupakan kunci bagi industri untuk bisa berkompetisi di level nasional dan global, termasuk juga menghadapi perkembangan era industri 4.0. Hal ini tentunya membutuhkan SDM industri yang terampil,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Presiden Halimah bersama Menperin Agus melihat langsung kegiatan workshop penerapan desain dan pengembangan kurikulum pelatihan industri 4.0 berbasis kompetensi. Lokakarya ini diikuti sebanyak 60 peserta dari politeknik dan akademi komunitas milik Kemenperin RI.

Agus menambahkan, pada tahun 2018-2019, Kemenperin telah memfasilitasi pelatihan sebanyak 100 guru produktif dari hasil program link and match sekolah vokasi di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di ITE Campus Singapore yang didukung oleh Temasek Foundation.

“Tahun ini, Temasek Foundation kembali mendukung program kolaborasi antara BPSDMI Kemenperin RI dengan Singapore Polytechnic dalam program pelatihan SDM terkait industry 4.0 dengan MoU yang ditandatangani tahun lalu,” paparnya.

Agus pun menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan kurikulum industri 4.0 yang akan diterapkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan politeknik di bawah binaan Kemenperin pada tahun ini. “Dengan kolaborasi dalam pelatihan kurikulum seperti ini, kami berharap dapat memperkaya kurikulum dan mengoptimalkan kompetesni SDM industri, terutama para staf pengajar dan pimpinan di politeknik dan akademi komunitas Kemenperin,” imbuhnya.

Menteri Perindustrian berharap, kerja sama baik antara Indonesia dan Singapura ini semakin berlanjut, dengan meningkatnya jumlah program kerja sama peningkatan SDM industri selanjutnya. “Kami juga berterima kasih kepada Presiden Republik Singapura, Pemerintah Singapura, Temasek Foundation dan Singapore Polytechnic untuk dukungan dan kerja sama dalam meningkatkan kualitas SDM industri di era industri 4.0,” tandasnya.

Baca Selanjutnya

article

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM ke Politeknik Industri Pengolahan Kayu

calendar

03 February 20

Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal (Polifurneka) yang didukung dengan peralatan modern dinilai mampu untuk menjadi peningkatan kualitas produksi Furnitur yang ada di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.

“Jika ingin bersaing dengan produk luar negeri, kita harus masuk ke teknologi yang tinggi dan setelah saya lihat Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) yang ada di Kendal ini mampu untuk memenuhi persyaratan itu semua, agar menjadi bagian dalam peningkatan kualitas dan Sumber Daya Manusia (SDM),” Terang Teten Masduki (Menteri Koperasi dan UKM) setelah meninjau Politeknik Furniture Kendal, Jumat (25/01/2020) Pagi tadi.

Adapun terdapat gagasan jika Menteri Koperasi dan UKM akan membentuk satu rumah Produksi di Jawa Tengah, hal tersebut karena Jawa Tengah dinilai berpotensi tinggi bagi pelaku UKM, bahkan Jateng masuk dalam kategori daerah Central pengembangan UKM dengan beberapa daerah yang dinilai memiliki potensi seperti Solo, Sukoharjo, Jepara, Jogja dan salah satunya di Kendal.

Menilai hal itu pihaknya meminta agar Politeknik Furniture Kendal dapat berperan lebih terutama membantu dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimulai dengan mendekatkan diri ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sementara itu, Direktur Politeknik Furnitur dan Pengelohan Kayu – Kementerian Perindustrian Tri Ernawati mengaku siap untuk mensukseskan program Menteri terkait Rumah Produksi.

“Kita akan mendukung hal itu, nanti kita akan bekerja sama dengan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk membantu peningkatan kualitas bahan baku,” Ungkap Tri Ernawati.

Disisi lain dengan masuknya Kendal sebagai salah satu daerah yang dinilai masuk dalam kategori daerah potensi oleh Menteri, Bupati Kendal Mirna Annisa menyambut baik terlebih hal tersebut dapat mendukung hasil dari UMKM yang ada di Kendal terutama bidang Furnitur.

“Tentu ini bisa dibilang prestasi karena seceara tidak langsung hasil furnitur Kendal diakui, tinggal peningkatan kualitas saja yang ditingkatkan dan itu sudah ada rencana untuk menyempurnakannya,” Jelas Mirna Annisa.

Terkait Ekspor saat ini Indonesia masih jauh dari 10% Ekspor Dunia, Menteri Koperasi mengumumkan jika Ekspor Indonesia baru diangka 2% atau 1,7 juta dolar di pasar dunia, masih jauh dari China yang sudah berada di angka 30 juta dolar.

Diharapkan nantinya beberapa materi tentang industri Furnitur dapat masuk di tingkat SMK agar mampu memenuhi SDM di bidang industri tersebut dan jika telah terbentuk Rumah Produksi, sedikit banyak dapat meningkatkan perkembangan UKM maupun UMKM.  

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin bersama PT. Petrokimia Gresik Adakan Kuliah Vokasi D1 Bagi Lulusan SMA/SMK

calendar

29 January 20

Kementerian Perindustrian bersama PT. Petrokimia menggelar kuliah vokasi Diploma I kepada ratusan mahasiswa, Selasa (21/1/2020).

Kegiatan ini untuk menyambungkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bagi industri yang terampil dan kompeten.

Dalam program vokasi D1 pada 2020 ini, PG merekrut lulusan SMA - SMK sebanyak 58 orang.

Para mahasiswa tersebut terbagi dua jurusan, yaitu 34 jurusan teknik kimia industri dan 24 mahasiswa jurusan pemasaran serta logistik.

Sampai saat ini, Petrokimia Gresik telah berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa sebanyak 273 orang. Mereka juga langsung direkrut menjadi pegawai di Petrokimia Gresik.

Untuk peningkatan SDM berbasis industri ini, PG bekerjasama dengan dua perguruan tinggi, yaitu Politeknik ATI Makasar dan Politeknik APP Jakarta. Dengan pengajar yang kompeten, sehingga ilmu yang didapat para mahasiswa lebih applicable. Maka bisa diterapkan di industri.

Selain program vokasi bagi mahasiswa, PG juga mengajak guru-guru SMK untuk mengikuti magang di PG, sehingga kurikulum yang diajarkan kepada siswa akan yambung dengan kebutuhan industri.

Dengan merekrut guru SMK yang magang dan peserta vokasi D1 kebanyakan dari lingkungan sekitar PG, sehingga bisa menyerap tenaga kerja lokal dan mengurangi penggangguran.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Eko S.A. Cahyanto mengatakan program vokasi ini untuk menyiapkan dan mengembangkan tenaga kerja ini ditujukan untuk mengembangkan SDM, menyiapkan tenaga kerja yang kompeten serta entrepreneur baru.

"Program vokasi D1 yang dilakukan ini, ada di 12 Provinsi dan 15 Kabupaten/kota. Harapannya, bisa tercipta skill yang kompeten untuk industri. Sebab link and match ini sesuai dengan kebutuhan industri," kata Pak Eko

Selama ini, BPSDM Kemenperin telah mempunyai unit lembaga pendidikan, di antaranya 10 Politeknik, 2 Akademi komunitas, 9 SMK dan 7 Balai Diklat yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap tahun program pendidikan dan pelatihan SDM unggul ini digunakan untuk menyiapkan SDM unggul sesuai dengan kebutuhan industri. Yaitu link and match.

Sementara program S1 ini juga menjadi pendidikan lanjutan bagi lulusan SMA/SMK yang belum berusia 18 tahun.

Bagi siswa SMA atau SMK yang lulus belum usia 18 tahun, bisa ikut program Diploma 1, di mana dalam program ini banyak dilatih untuk praktik daripada teori, sehingga ketika lulus bisa menjadi tenaga kerja yang terampil, kompeten dan mandiri.

Baca Selanjutnya

article

Pelatihan Senior dan Master Trainer untuk Pelatih di Tempat Kerja Kemenperin 2020

calendar

28 January 20

Pelatihan Senior dan Master Trainer untuk Pelatih di Tempat Kerja Kemenperin 2020

“ Pemagangan Industri: No More Bikin Kopi dan Fotokopi !”  

        Kegiatan Pelatihan Senior dan Master Trainer untuk pelatih di tempat kerja (In Company Trainer) merupakan pelatihan yang dilaksanakan dalam rangka menghasilkan Tenaga Pelatih Master untuk penyiapan instruktur di tempat kerja, yang di selenggarakan kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan GIZ (Program RECOTVET dan TSR), Ekonid, IHK Trier, Kadin Indonesia, Edukadin Jawa Tengah dan BKSP Jawa Timur.  

Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk para Tenaga Pelatih Master dan Senior Master yang akan membekali para instruktur atau karyawan industri yang telah memiliki kemampuan teknis (skill) bidang industri, dengan kemampuan pedagogi untuk mengajar atau menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik serta menyiapkan tenaga trainer tersertifikasi yang selanjutnya akan memultiplikasi jumlah pelatih tempat kerja pada perusahaan-perusahaan industri.

Pelatih tempat kerja yang ada di Industri akan menjadi orang membimbing para Siswa dan mahasiswa dalam melakukan kegiatan Prakerin (praktek kerja industri) dan Pemagangan Industri sehingga mereka mendapatkan pengalaman praktek nyata yang hands-on dari pembimbing yang tersertifikasi dan tidak lagi diminta “Buat Kopi dan Fotokopi”.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 13 (tiga belas) hari kerja mulai 25 Januari sd 6 Februari 2020 dengan total peserta 5 (lima) orang untuk pelatihan Senior Master dan 16 (enam belas) orang

Master Trainer yang berasal dari Perusahan dan Institusi sebagai berikut :

a.    PT. Jotun Indonesia

b.    PT. Astra Honda Motor

c.     PT. Yutaka Manufacturing Indonesia

d.    Batik Kusuma Wijaya

e.    CV Fokus

f.      CV Anugreah Agung

g.    PSD Consultant

h.    Kuehne Foundation

i.      AAMC Group Indonesia

j.    PT garuda Food Putra Putri Jaya

k.    PT. Sri Rejeki Isman

l.     PT Komatsu Undercarriage Indonesia

m.    Dewan Pendidikan DIY

o.    LSP kehumasan

p.      PT Dua Kelinci

q.    PT. Indah Kiat Pulp & Paper

Penyelenggaraan pelatihan ini juga sesuai dengan program Kementerian Perindustrian untuk penyiapan tenaga kerja industri kompeten tidak hanya melalui Pengembangan SMK dan Politeknik Kemenperin dengan sistem ganda / dual system model Jerman namun pula Program link and match SMK dan Industri dengan tersedianya tenaga silver expert dari industri yang diharapkan sebanyak sebanyak 50% dari jumlah tenaga pengajar yang ada di SMK maupun Politeknik.

Sampai hari ini telah tersedia sebanyak 56 (lima puluh enam) Pelatih Tempat Kerja dan 16 (enam belas) Master Trainer bersertifikat internasional yang akan secara masif membantu BPSDMI Kemenperin untuk menghasilkan lebih banyak Pelatih Tempat Kerja di Industri mitra unit pendidikan Kemenperin.

Baca Selanjutnya

article
article
article

Kaleidoskop Program Vokasi Industri Tahun 2019

calendar

08 January 20

1.   Peluncuran Program Vokasi Industri dalam Rangka Pembinaan SMK yang Link and Match dengan Industri yang dilaksanakan di :

·         Sulawesi Selatan (16 Januari 2019) 41 Industri dengan 110 SMK

·         Jawa Timur (7 Februari 2019) 98 Industri dengan 213 SMK

·         Jawa Tengah (28 Februari 2019) 116 Industri dengan 260 SMK

2.      Program Sosialisasi kurilum dan modul 34 Kompetensi Keahlian Bidang Industri hasil penyelarasan dengan kebutuhan industri dan penyusunan program kerja Industri dan SMK binaan yang dilaksanakan di :

·         Sulawesi Selatan, berlokasi di Hotel Claro Makassar, tanggal 25-25 April 2019.

·         Jawa Timur, berlokasi di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, tanggal 2-3 Juli 2019.

·         Jawa Tengah, berlokasi di Hotel MG Setos Semarang, tanggal 16-17 Juli 2019.

·         Jawa Barat, berlokasi di Hotel EL Royale Bandung, tanggal 8-9 Agustus 2019.

Jawa Barat (18 Maret 2019) 133 Industri dengan 262 SMK

3.      Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan magang di industri yang dilaksanakan pada bulan Februari – Desember 2019 sebanyak 1.783 guru SMK bidang produktif.

Salah satu tindak lanjut kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan di ITE Singapura di tahun ini yaitu kegiatan Penutupan pelatihan Kepala SMK dan Guru SMK Produktif (Closing Media dan Courtesy Call) ITE Singapura dan Singapore Polytechnic yang dilaksanakan di Kementerian Perindustrian tanggal 30 Juli 2019

4.      Pelatihan Master Trainer untuk Pelatih Tempat Kerja yang dilaksanakan pada tanggal 22 April – 3 Mei 2019 untuk 16 orang master dan Pelatihan Pelatih Tempat Kerja (In-Company Trainers) Bersertifikat Internasional yang dilaksanakan di :

·    Badan Pengembangan SDM Industri, 18 – 23 Maret 2019 untuk 20 orang instruktur dari perusahaan industri.

·    Badan Pengembangan SDM Industri, 4-10 November 2019 untuk 16 orang instruktur dari perusahaan industri.

5.     Pemberian Bantuan Mesin CNC Milling dan Turning yang dilaksanakan pada bulan Desember 2019 untuk 70 SMK bidang pemesinan.

Baca Selanjutnya

bpsdmi
 
loc
speak up
speak up