banner

Kemenperin Latih 250 Ribu SDM, Dukung Hilirisasi Industri

BPSDMI telah melatih 253.145 orang dalam program Diklat 3 in 1.

KUNJUNGI PORTAL PROGRAM KAMI

JARVIS

Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) merupakan program penerimaan siswa dan mahasiswa baru unit pendidikan Kemenperin.

SIDIA

Daftar diklat SDM Industri dan dapatkan informasi mengenai infrastruktur kompetensi.

PIDI 4.0

Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) bertujuan mengakselerasi penerapan industri 4.0 di Indonesia.

SIPPA

Seputar informasi mengenai Pelatihan, Pendidikan, dan Pembinaan SDM Aparatur di lingkungan Kemenperin.

quote image

Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia

Dalam periode kedua ini saya ingin fokus pada pembangunan SDM, vocational training, up-skilling, kemudian reformasi di bidang pendidikan. Sehingga muncul sebuah SDM yang memiliki kualifikasi dan kualitas yang baik.

PROGRAM

 

INFORMASI TERBARU

 
article

Selamat! Politeknik Kemenperin Raih Prestasi Nasional di Bidang Robotik

calendar

10 July 24

Sektor logistik yakni transportasi dan pergudangan menunjukkan pertumbuhan positif di triwulan 1 2024. Menurut data Badan Pusat Statistik, sektor tersebut menunjukkan pertumbuhan 8,65 persen year-on-year. Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 sendiri tercatat 5,11 persen (yoy).

“Peningkatan pertumbuhan ekonomi juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 127,7 pada April 2024, menandakan optimisme konsumen terhadap ekonomi yang tetap kuat,” ujar Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Untuk meningkatkan kinerja industri termasuk di sektor logistik, Kemenperin menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan vokasi. Salah satunya adalah Politeknik APP Jakarta yang menghasilkan SDM yang bergerak di bidang logistik.

"Sebagai salah satu politeknik naungan Kemenperin, Politeknik APP Jakarta menghasilkan calon SDM industri berdaya saing yang siap kerja setelah lulus," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan.

Terdapat tiga program studi yang dibuka Politeknik APP Jakarta yakni D-III Manajemen Logistik Industri Elektronika, D-III Perdagangan Internasional Wilayah Asean dan RRT, dan D-III Manajemen Pemasaran Industri Elektronika.

Mahasiswa politeknik tersebut dibekali berbagai materi dan skill yang aplikatif sesuai dengan kebutuhan kerja saat ini, selain juga ditantang untuk menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat. Mahasiswa Politeknik APP Jakarta mengembangkan robot line follower yang banyak digunakan pada industri modern saat ini. Robot line follower adalah robot yang menggunakan sensor untuk mengikuti garis. Dalam konteks industri, robot line follower berhubungan erat dengan otomatisasi, misalnya dalam pemindahan barang dan inspeksi jalur produksi.

"Belum lama, tim robot Politeknik APP Jakarta meraih juara 1 kompetisi line followers di Technocorner UGM 2024. Ini menunjukkan bahwa politeknik naungan Kemenperin memiliki prestasi yang membanggakan," ungkap Masrokhan.

Robot line follower yang dikembangkan Politeknik APP Jakarta memiliki berbagai keunggulan, di antaranya program yang up-to-date dan mudah untuk pengguna menyusun path planning dengan interface yang user-friendly. Robot tersebut dilengkapi sensor, kendali kontrol, fitur mapping, dan berbagai mode.

Selain itu, robot line followers tersebut juga didesain ringan agar kecepatannya bisa optimal. Dilengkapi dengan komponen terkini, laju robot lebih mengacu ke track yang telah disediakan, sehingga tidak mudah keluar jalur.

Sebelumnya, Politeknik APP Jakarta melalui unit Teaching Factory politeknik tersebut telah menyelenggarakan kompetisi Robot Line Followers National Contest 2024 pada 2-3 Maret 2024 yang dihadiri oleh 28 Tim dari berbagai sekolah dan universitas. 

Politeknik APP Jakarta tengah membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS). Jalur JARVIS Mandiri politeknik tersebut dibuka pendaftarannya hingga 31 Juli 2024. Terdapat pula jalur JARVIS Bersama 2 yang pendaftarannya berlangsung hingga 21 Juli 2024. Untuk peminat Politeknik APP Jakarta, info lengkap pendaftaran bisa dilihat di situs pmb.poltekapp.ac.id.

Baca Selanjutnya

article

PIDI 4.0 Sosialisasikan Data-driven Manufacturing untuk Transformasi Industri

calendar

10 July 24

Transformasi industri 4.0 menginisiasi perubahan dalam mengadaptasi penggunaan teknologi digital. Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa percepatan transformasi digital adalah salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri manufaktur nasional menjadi lebih berkelanjutan, fleksibel dan efisien.

“Komponen terpenting pada proses transformasi digital berupa kesadaran manfaat penggunaan peralatan digital, tidak hanya sekedar kemampuan adopsi teknologi, namun harus sejalan dengan perubahan mindset digital,” tuturnya.

Salah satu penerapan industri 4.0 yang sejalan dengan transformasi digital adalah Internet of Things (IoT) yang berbasiskan data untuk diaplikasikan pada industri manufaktur. Data-driven manufacturing (DDM) merupakan pendekatan manufaktur yang menggunakan data dan analitik untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan mengoptimalkan operasi. Pendekatan ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber, seperti sensor, mesin, dan manusia, lalu menggunakan data tersebut untuk mengidentifikasi tren, pola, dan peluang peningkatan.

“Internet of Things (IoT) dan penerapan data besar dan analitiknya telah mengarah pada penciptaan manufaktur generasi berikutnya. Hal ini melibatkan penggunaan data untuk menghasilkan efisiensi sumber daya di industri manufaktur,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan.

Masrokhan juga mengungkapkan penggunaan data dalam industri 4.0 dapat mengurangi biaya perusahaan melalui perencanaan penjualan dan operasi era baru, peningkatan produktivitas, optimalisasi rantai pasokan dan distribusi, serta jenis layanan purna jual baru. 

Kementerian Perindustrian menaungi Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai one-stop solution dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia. PIDI 4.0 memiliki mitra dari industri nasional maupun internasional, institusi akademik, asosiasi, badan pemerintah di luar Kemenperin, dan stakeholders lainnya.

“PIDI 4.0 merupakan bagian dari salah satu program prioritas nasional, Making Indonesia 4.0. PIDI 4.0 dibangun dengan visi menjadi solusi satu atap dalam pengadopsian industri 4.0 di Indonesia dan menjadi jendela Indonesia 4.0 untuk dunia," lanjut Masrokhan

Dalam rangka peningkatan kesadaran perusahaan industri mengenai Data-driven manufacturing (DDM) yang sedang berkembang dan keinginan perusahaan industri untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran terkait implementasi industri 4.0, PIDI 4.0 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Kolaboratif PIDI 4.0 dengan Mitra Industri 4.0 melalui seminar yang bertemakan “Data Driven Process Improvement & Resources Efficiency in Manufacturing”. 

Melalui kegiatan seminar, PIDI 4.0 berupaya untuk mensosialisasikan program dan kegiatan kolaborasi Bersama para stakeholder industry 4.0 serta membuka diri terhadap ide ataupun peluang untuk mendukung suksesnya transformasi industri 4.0 di Indonesia baik melalui kerjasama pada skala nasional maupun global.

“Semoga melalui kegiatan ini para pihak dapat memperluas networking, meningkatkan kolaborasi serta memacu semangat dan upaya kita untuk berkolaborasi dalam mewujudkan improvement dan resource efficiency di industri manufaktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” sambut Sekretaris BPSDMI, Jonni Afrizon, dalam pembukaan acara pada Kamis (4/7) lalu di gedung PIDI 4.0, Jakarta.

Seminar dilaksanakan sebanyak 2 sesi, yang di mana pada sesi pertama membahas terkait Program Kolaboratif PIDI 4.0 terkait Showcase, Ecosystem, dan AI & Engineering dan pada sesi kedua membahas terkait Program Kolaboratif PIDI 4.0 terkait Delivery dan Capability. 

Baca Selanjutnya

article

Kemenperin Proaktif Latih SDM Industri Pengolahan Nonmigas Lewat Program Diklat 3 in 1

calendar

10 July 24

Hingga Juni 2024, sektor manufaktur masih menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini ditunjukkan oleh Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur sebesar 50,7, dan telah bertahan selama 34 bulan berturut-turut pada level ekspansif, jauh di atas tren rata-rata jangka panjang.

"Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas di Indonesia terus mengalami dinamika. Namun demikian, di tengah kondisi global dan nasional yang memberikan cukup banyak tekanan, industri manufaktur masih tetap mencatatkan capaian positif, yang menunjukkan optimisme serta kinerja yang berdaya saing," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Salah satu sektor yang menghadapi tantangan adalah industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian. Sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), Industri Tekstil, Alas Kaki, dan Aneka, termasuk di dalamnya industri furnitur, merupakan industri andalan yang menjadi prioritas pembangunan industri nasional, karena kontribusinya yang besar sebagai penggerak perekonomian, serta perannya yang signifikan dalam penyerapan tenaga kerja.

"Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian mengambil langkah-langkah proaktif penyediaan tenaga kerja kompeten yang sesuai dengan kebutuhan industri, melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match dengan kebutuhan industri, sehingga menjadi pendorong peningkatan produktivitas dan kinerja dari industrinya,” ujar Kepala BPSDMI, Masrokhan dalam pembukaan Diklat 3 in 1 sektor industri garmen, furnitur, dan produk kulit yang diselenggarakan Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta pada Jumat (5/7).

Total peserta yang mengikuti pelatihan BDI Yogyakarta tersebut sebanyak 200 orang. 100 orang mengikuti pelatihan Operator Jahit Garmen, dimana 50 orang akan ditempatkan bekerja di PT. Mataram Tunggal Garment di Kab. Sleman dan 50 orang akan ditempatkan di PT. Anggun Kreasi Garmen di Kab. Bantul. Pelatihan ini bekerjasama dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia dan berlangsung selama 14 hari.

50 orang mengikuti pelatihan Konstruksi Furnitur, dan Pelatihan berlangsung selama 9 hari, bekerjasama dengan Asmindo dan Bongo Art. Kemudian, 50 orang lainnya mengikuti pelatihan Jahit Produk Kulit, Pelatihan berlangsung selama 15 hari, bekerjasama dengan Ikatek, Astaku dan PT. BMB di Kab. Bantul.

"Pelatihan diampu oleh tenaga pengajar dari Balai Diklat Industri Yogyakarta dan praktisi berpengalaman dari asosiasi terkait. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan langsung melakukan uji kompetensi yang akan dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi sesuai dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," ungkap Kepala BDI Yogyakarta, Kunto Purwo Widagdo.

BPSDMI Kemenperin menaungi BDI sebagai center of excellence Pembangunan SDM Industri melalui pelatihan berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1. Hingga saat ini, terdapat tujuh BDI yang tersebar di Indonesia, yakni BDI Yogyakarta, BDI Medan, BDI Jakarta, BDI Padang, BDI Surabaya, BDI Denpasar, dan BDI Makassar. Meskipun terdapat di tujuh kota, BDI tersebut menyelenggarakan pelatihan di berbagai kota dari Aceh hingga Papua.

BDI Kemenperin menyelenggarakan program Diklat 3 in 1, di mana peserta mendapatkan tiga benefit dalam satu diklat, yakni pelatihan skill, sertifikat kompetensi, penempatan kerja di industri terkait.

Baca Selanjutnya

edge
statistic

BPSDMI Dalam Angka

Berikut adalah jumlah SDM yang telah kami didik latih, dan fasilitasi di seluruh wilayah indonesia. Data ini merupakan akumulasi capaian kami pada tahun 2023.

 

0

Peserta Diklat 3 in 1

0

Total siswa dan mahasiswa aktif Politeknik, Akom, SMK Kemenperin

0

Peserta Didik Baru Melalui JARVIS

0

Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi

0

Peserta Diklat ASN

0

Peserta Pelatihan PIDI 4.0

edge_line

SATUAN KERJA KAMI

 
edge_line

APA KATA MEREKA?

 
profile

I Wayan Lanang Pastika

Peserta Diklat 3in1 BDI Denpasar

Sangat bermanfaat untuk melatih keterampilan dengan maksimal, Ternyata di kelas kerajinan kreatif ini telah membuka wawasan saya untuk memaksimalkan sebuah mahakarya dan jaringan produsen untuk mitra produksi.

profile

Arga Dirgantara

ASN Kementrian Perindustrian

Setelah lulus saya langsung mendapatkan pekerjaan yang saya impikan, sesuai dengan kompetensi yang diajarkan di kampus.

profile

Rima Amalia

Alumni SMAK Bogor 2012

Sertifikat keahlian internasional yang saya dapatkan dari SMAKBO menjadi bekal saya saat kuliah di Kimia UI dan saat menjadi Asisten Manajer R&D di perusahaan multinasional.

circle

KONTAK KAMI

 
portal portal portal

ATAU

IKUTI KAMI

 
contact contact contact contact
bpsdmi
 
loc
speak up
speak up